وَمِنْ قَبْلِهِ كِتَابُ مُوسَىٰ إِمَامًا وَرَحْمَةً ۚ وَهَٰذَا كِتَابٌ مُصَدِّقٌ لِسَانًا عَرَبِيًّا لِيُنْذِرَ الَّذِينَ ظَلَمُوا وَبُشْرَىٰ لِلْمُحْسِنِينَ

Sebelumnya telah ada Kitab Musa sebagai imam dan rahmat. Ini adalah Kitab yang membenarkan, berbahasa Arab, untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang zalim dan kabar gembira bagi orang-orang muhsin.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَمِنْ قَبْلِهِ كِتَابُ مُوسَىٰ إِمَامًا وَرَحْمَةًwa-min qablihi kitaabu muusaa imaaman wa-rahmatansebelumnya telah ada Kitab Musa sebagai imam dan rahmat
  2. وَهَٰذَا كِتَابٌ مُصَدِّقٌ لِسَانًا عَرَبِيًّاwa-haadzaa kitaabun mushaddiqun lisaanan 'arabiyyandan ini adalah Kitab yang membenarkan, berbahasa Arab
  3. لِيُنْذِرَ الَّذِينَ ظَلَمُوا وَبُشْرَىٰ لِلْمُحْسِنِينَli-yundzira lladziina zhalamuu wa-busyraa li-l-muhsiniinauntuk memberi peringatan kepada orang-orang yang zalim dan kabar gembira bagi orang-orang muhsin

Terjemahan per kata (16 kata)

  1. وَمِنْwa-mindan dari
  2. قَبْلِهِqablihisebelumnya
  3. كِتَابُkitaabukitab
  4. مُوسَىٰmuusaaMusa
  5. إِمَامًاimaamanpemimpin
  6. وَرَحْمَةًwa-rahmatandan rahmat
  7. وَهَٰذَاwa-haadzaadan ini
  8. كِتَابٌkitaabunKitab
  9. مُصَدِّقٌmushaddiqunyang membenarkan
  10. لِسَانًاlisaananlidah
  11. عَرَبِيًّا'arabiyyanberbahasa Arab
  12. لِيُنْذِرَli-yundziraagar memperingatkan
  13. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  14. ظَلَمُواzhalamuuberbuat zalim
  15. وَبُشْرَىٰwa-busyraadan kabar gembira
  16. لِلْمُحْسِنِينَli-l-muhsiniinabagi orang-orang yang berbuat kebaikan

Inti bacaan

Pasangan (هُدًى وَرَحْمَةً, hudan wa-rahmatan) terdapat pada tujuh ayat, yaitu 6:154, 7:52, 12:111, 16:64, 16:89, 28:43, dan 31:3, sedangkan imaaman wa-rahmatan hanya ada di 11:17 dan 46:12.

Penjelasan pilihan kata

Kalimat pertama, (وَمِنْ قَبْلِهِ كِتَابُ مُوسَىٰ, wa-min qablihi kitaabu muusaa) yang berarti "sebelumnya telah ada Kitab Musa", tidak memuat kata kerja. Terjemahan menambahkan "telah ada" karena keterangan (مِنْ قَبْلِهِ, min qablihi) yang berarti "dari sebelumnya" membutuhkan sesuatu yang berada di sana, dan sesuatu itu adalah Kitab Musa. Rangkaian dengan ejaan ini muncul dua kali, yaitu di 11:17 dan 46:12, dan di keduanya disusul (إِمَامًا وَرَحْمَةً, imaaman wa-rahmatan). Kata ganti -hi pada qablihi menunjuk sesuatu yang tidak dinamai dalam kalimat ini. Beberapa kata sesudahnya, (وَهَٰذَا كِتَابٌ مُصَدِّقٌ, wa-haadzaa kitaabun mushaddiqun) yang berarti "dan ini adalah Kitab yang membenarkan", menyebut sebuah kitab dengan kata ini, sehingga -hi dapat dibaca menunjuk kitab itu. Ayat tidak memuat tanda lain yang memutuskan pembacaan tersebut.

Kata (إِمَامًا, imaaman) yang berarti "imam" berakar أ-م-م dan muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:124, 11:17, 25:74, dan 46:12. Di 2:124, (جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا, jaa'iluka li-n-naasi imaaman) berarti "menjadikanmu pemimpin bagi manusia", dan di 25:74, (وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا, wa-j'alnaa li-l-muttaqiina imaaman) berarti "dan jadikanlah kami teladan bagi orang-orang yang bertakwa". Di kedua ayat itu imaaman menempatkan seseorang pada kedudukan yang menjadi rujukan bagi pihak lain, dan di 11:17 serta 46:12 kedudukan itu diberikan kepada sebuah kitab. Dalam bahasa Indonesia "imam" berarti pemimpin, dan terjemahan di sini tidak menyinggung salat karena ayat ini tidak menyebutnya. Kitab Musa juga digambarkan dengan pasangan (وَهُدًى وَرَحْمَةً, wa-hudan wa-rahmatan) yang berarti "dan petunjuk dan rahmat" di 6:154 dan 28:43. Pasangan hudan wa-rahmatan muncul tujuh kali di enam surah, yaitu 6:154, 7:52, 12:111, 16:64, 16:89, 28:43, dan 31:3, sedangkan imaaman wa-rahmatan hanya di 11:17 dan 46:12. Kata rahmatan di ayat ini berbentuk tak tentu, tanpa kata sandang, seperti di semua pasangan itu.

Kata (مُصَدِّقٌ, mushaddiqun) yang berarti "yang membenarkan" berakar ص-د-ق. Dari sembilan belas kemunculan kata dasarnya dalam data morfologi, lima belas disusul (لِمَا, li-maa) yang menyebut apa yang dibenarkan, seperti di 46:30, (مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ, mushaddiqan li-maa bayna yadayhi) yang berarti "membenarkan apa yang ada di hadapannya". Bentuk persis mushaddiqun muncul empat kali, yaitu di 2:89, 2:101, 3:81, dan 46:12, dan tiga yang pertama disusul li-maa. Di 46:12 kata yang menyusul adalah lisaanan, sehingga terjemahan menulis "yang membenarkan" tanpa objek. Ayat ini tidak menyatakan apa yang dibenarkan.

Rangkaian (لِسَانًا عَرَبِيًّا, lisaanan 'arabiyyan) yang berarti "berbahasa Arab" hanya muncul di 46:12. Kata lisaan berakar ل-س-ن dan 'arabiyy berakar ع-ر-ب. Dua ayat lain memuat pasangan ini dengan tambahan (مُبِينٌ, mubiinun) yang berarti "jelas", yaitu 16:103, (لِسَانٌ عَرَبِيٌّ مُبِينٌ, lisaanun 'arabiyyun mubiinun), dan 26:195, (بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُبِينٍ, bi-lisaanin 'arabiyyin mubiinin). Di 16:103 lisaan Arab dibandingkan dengan (أَعْجَمِيٌّ, a'jamiyyun) yang berarti "asing", sehingga lisaan di sana menunjuk bahasa yang dipakai, bukan lidah sebagai anggota tubuh. Di 46:12 tidak ada kata jelas dan tidak ada pembanding asing. Terjemahan memakai "berbahasa Arab" karena kata sifat sesudah lisaan menyatakan jenis bahasanya.

Kata kerja (لِيُنْذِرَ, li-yundzira) yang berarti "untuk memberi peringatan" berakar ن-ذ-ر, dan huruf li di depannya menyatakan tujuan. Dengan mengabaikan akhiran, bentuk ini muncul enam kali, yaitu di 7:63, 7:69, 18:2, 36:70, 40:15, dan 46:12. Objeknya berbeda-beda: di 18:2, (لِيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا, li-yundzira ba'san syadiidan), berarti "untuk memberi peringatan akan siksa yang keras", dan di 36:70, (لِيُنْذِرَ مَنْ كَانَ حَيًّا, li-yundzira man kaana hayyan), berarti "untuk memberi peringatan kepada orang yang hidup". Di 46:12 objeknya sekelompok orang, dan pelaku kata kerjanya satu orang atau satu benda laki-laki yang tidak dinamai. Kata terdekat yang cocok dengannya dalam ayat ini adalah kitab. Penerimanya (الَّذِينَ ظَلَمُوا, lladziina zhalamuu) yang berarti "orang-orang yang zalim", berbentuk kata kerja, sedangkan di 46:10 sasarannya (الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ, l-qawma zh-zhaalimiina) berbentuk kata benda pelaku.

Kata (وَبُشْرَىٰ, wa-busyraa) yang berarti "dan kabar gembira" berakar ب-ش-ر dan berupa kata benda. Di 2:97, (وَبُشْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ, wa-busyraa li-l-mu'miniina), dan di 16:89, (وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ, wa-busyraa li-l-muslimiina), terjemahan proyek memakai "kabar gembira bagi" tanpa kata kerja memberi. Di 22:37, (وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ, wa-basysyiri l-muhsiniina) yang berarti "dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang muhsin", yang dipakai kata kerja perintah. Di 46:12 yang dipakai kata benda dengan huruf li, (وَبُشْرَىٰ لِلْمُحْسِنِينَ, wa-busyraa li-l-muhsiniina), sehingga terjemahannya "dan kabar gembira bagi orang-orang muhsin". Kata muhsin adalah pelaku bentuk keempat dari akar ح-س-ن, dan akar yang sama muncul di surah ini pada (إِحْسَانًا, ihsaanan) di 46:15 dan (أَحْسَنَ, ahsana) di 46:16.

Tafsiran

Ayat ini menyusun tiga hal berurutan: sebuah pendahulu, sebuah kitab yang sedang dibacakan, dan dua penerima yang berbeda. Pendahulunya Kitab Musa, yang disebut dengan dua sifat. Kitab yang dibacakan disebut dengan tiga keterangan, yaitu membenarkan, berbahasa Arab, dan bertujuan. Dua penerima ditaruh di ujung: orang-orang yang zalim sebagai sasaran peringatan, dan orang-orang muhsin sebagai penerima kabar gembira.

Dalam surah ini Kitab Musa disebut dua kali dari arah yang berlawanan. Di 46:12 Kitab Musa berada sebelum kitab ini, dan di 46:30 para pembicara menyebut sebuah kitab yang diturunkan (مِنْ بَعْدِ مُوسَىٰ, min ba'di muusaa) yang berarti "setelah Musa". Di 46:12 Kitab Musa ditempatkan sebelum kitab ini, dan di 46:30 sebuah kitab ditempatkan sesudah Musa. Sesudah 46:11 yang menyebut "kebohongan lama", ayat ini menyebut sesuatu yang lebih tua dengan nilai yang baik, imam dan rahmat. Ayat ini tidak memakai kata lama, dan kaitannya dengan tuduhan di 46:11 adalah pembacaan atas urutan ayat.

Dua penerima di ujung ayat mendapat isinya dari ayat-ayat sesudahnya. Orang-orang yang berkata (رَبُّنَا اللَّهُ, rabbunaa llaahu) di 46:13 digambarkan tanpa takut dan tanpa sedih, dan 46:14 menyebut mereka para penghuni taman. Akar ح-س-ن yang membentuk kata muhsin di ayat ini muncul lagi hanya di dua tempat dalam surah, yaitu 46:15 dan 46:16, sehingga ayat 46:12 sampai 46:16 terhubung oleh satu akar. Ayat 46:12 sendiri tidak mendefinisikan siapa orang muhsin itu, dan tidak menyatakan bahwa mereka sama dengan orang-orang di 46:13. Hubungan itu terbuka sebagai pembacaan, dan ayat tidak menyatakannya sebagai keterangan.

Renungan dan Hikmah

  • Kitab Musa disebut di 46:12 dengan dua sebutan yang berat, imam dan rahmat, padahal kitab itu datang sebelum kitab yang sedang dibacakan. Pembaca yang terbiasa menilai gagasan baru dengan cara mengecilkan gagasan lama mendapati sebuah ayat yang menyebut yang terdahulu dengan hormat. Kedudukan kitab ini tidak naik karena kitab sebelumnya diturunkan nilainya. Dalam keseharian pembaca, siapa yang diperlakukan seperti itu: guru lama, orang tua, tulisan yang sudah usang? Apa yang berubah bila pendahulu disebut lebih dulu daripada diri sendiri?
  • Kata yang membenarkan di 46:12 tidak memuat objek, padahal di 46:30 kata itu disusul penyebutan apa yang dibenarkan. Ayat ini membiarkan pembaca menerima sifat itu sebagai sifat kitab, tanpa daftar siapa dan apa yang dibenarkannya. Pembenaran yang tidak disertai pembuktian kadang lebih berat daripada pembenaran yang dirinci, sebab orang yang mendengarnya harus memeriksa sendiri. Pembaca dapat bertanya pada dirinya sendiri apakah pernah menyebut dasar setiap kali mengatakan sesuatu itu benar. Menurut 46:2, kitab ini diturunkan dari Allah, dan ayat 46:12 memilih tidak merinci objek pembenaran itu.
  • Bahasa kitab ini disebut sebagai bagian dari keterangan di 46:12, berdampingan dengan sifat membenarkan dan dengan tujuan peringatan. Ayat tidak menjelaskan mengapa bahasa itu yang dipilih, dan tidak menyebut siapa yang dituju olehnya. Pembaca terjemahan berada satu langkah dari bunyi aslinya, dan keterangan bahasa membuat langkah itu terasa, sebab pembaca dapat bertanya apa yang berpindah bersama terjemahan dan apa yang tinggal di belakang. Ayat ini tidak menjadikan jarak itu pokok pembicaraan, tetapi pembaca terjemahan tetap menemuinya. Bagian mana dari bacaan hari ini yang disampaikan lewat perantara, dan perantara itu dipercaya sampai di mana?
  • Kitab yang sama menjadi peringatan bagi satu pihak dan kabar gembira bagi pihak lain, dan ayat 46:12 menamai keduanya dengan satu kalimat. Di 46:10 sasarannya ialah kaum yang zalim yang tidak diberi petunjuk oleh Allah, sedangkan di 46:12 sasaran peringatan disebut orang-orang yang berbuat zalim. Pembaca tidak diberi tahu di ayat ini ia termasuk yang mana, sebab teksnya tidak memuat daftar nama atau ciri yang bisa dicentang. Kalimat yang sama bisa terbaca sebagai peringatan pada satu waktu dan sebagai kabar gembira pada waktu lain. Dalam keadaan hidup yang mana pembaca membacanya sebagai peringatan, dan dalam keadaan mana sebagai kabar gembira?
  • Sebuah kitab di 46:12 diberi kedudukan imam, yaitu sesuatu yang dituju dan diikuti oleh pihak lain. Pembaca yang menyebut dirinya mengikuti sebuah kitab tetapi sehari-hari menimbang sesuatu dengan perasaan atau kebiasaan sedang menaruh kitab di belakang dan perasaan di depan. Ayat ini tidak menuduh siapa pun melakukannya, karena yang dikatakannya hanya sebuah kedudukan. Di 46:2 kitab ini disebut diturunkan dari Allah Sang Digdaya lagi Sang Penuh Hikmah, sedangkan di 46:12 kedudukan imam disematkan pada Kitab Musa. Di meja pembaca, apa saja yang berdiri di depan kitab ketika sebuah keputusan harus diambil?
  • Kitab Musa disebut berada sebelum kitab yang dibacakan di 46:12, dan di 46:30 sebuah kitab disebut diturunkan setelah Musa. Dua ayat dalam satu surah ini dapat dibaca sebagai sebuah rantai yang sudah berjalan sebelum pembaca lahir. Pembaca yang terbiasa merasa dirinya pelopor mendapati bahwa rantai itu tidak dimulai olehnya. Apa yang berubah dalam cara pembaca membaca, bila bacaannya dipandang sebagai sambungan dan bukan sebagai permulaan?