إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah,” kemudian mereka istikamah, maka tidak ada ketakutan atas mereka, dan mereka tidak bersedih.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. إِنَّ الَّذِينَ قَالُواinna lladziina qaaluusesungguhnya orang-orang yang berkata
  2. رَبُّنَا اللَّهُrabbunaa llaahuTuhan kami adalah Allah
  3. ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَtsumma staqaamuu fa-laa khawfun 'alayhim wa-laa hum yahzanuunakemudian mereka istikamah, maka tidak ada ketakutan atas mereka, dan mereka tidak bersedih

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. إِنَّinnasesungguhnya
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. قَالُواqaaluumereka berkata
  4. رَبُّنَاrabbunaaTuhan kami
  5. اللَّهُllaahuAllah
  6. ثُمَّtsummakemudian
  7. اسْتَقَامُواstaqaamuumereka istikamah
  8. فَلَاfa-laamaka tidak ada
  9. خَوْفٌkhawfunrasa takut
  10. عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
  11. وَلَاwa-laadan tidak pula
  12. هُمْhummereka
  13. يَحْزَنُونَyahzanuunabersedih

Inti bacaan

Janji ketenangan 'tidak ada ketakutan atas mereka, dan mereka tidak pula bersedih' bagi yang berkata 'Tuhan kami adalah Allah, kemudian mereka istikamah', hasil akhir yang bergantung pada konsistensi jangka panjang, bukan pengakuan sesaat.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(pula)' tidak dipakai. Kutipan singkat dibuka dan ditutup dalam ayat ini sendiri.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan bahwa keteguhan pada pengakuan tauhid, disertai istikamah, membebaskan dari ketakutan dan kesedihan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut ucapan lalu keteguhan. Bukan cuma menyatakan. Ada yang harus dijaga sesudahnya.
  • Kata kemudian memisahkan dua tahap. Mengucapkan gampang. Bertahan yang berat.
  • Dua beban diangkat: takut dan sedih. Allah menyebut keduanya hilang. Yang di depan dan yang di belakang.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, r-b-b, a-l-h, q-w-m, kh-w-f, h-z-n): rabbunaa llaah thumma staqaamuu diterjemahkan 'Tuhan kami Allah, kemudian mereka istikamah' (akar r-b-b + akar q-w-m, sama 41:30); laa khawf alayhim wa laa yahzanuun diterjemahkan 'tak ada ketakutan & kesedihan' (akar kh-w-f + akar h-z-n). Selaras.