أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Mereka itu para penghuni taman, kekal di dalamnya, sebagai balasan atas apa yang mereka kerjakan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَاulaa'ika ash-haabu l-jannati khaalidiina fiihaamereka itu para penghuni taman, kekal di dalamnya
- جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَjazaa'an bi-maa kaanuu ya'maluunasebagai balasan atas apa yang mereka kerjakan
Terjemahan per kata (9 kata)
- أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
- أَصْحَابُash-haabupenghuni
- الْجَنَّةِl-jannatitaman
- خَالِدِينَkhaalidiinakekal
- فِيهَاfiihaadi dalamnya
- جَزَاءًjazaa'anbalasan
- بِمَاbi-maaatas apa yang
- كَانُواkaanuumereka selalu
- يَعْمَلُونَya'maluunamereka kerjakan
Inti bacaan
Rangkaian (جَزَاءً بِمَا كَانُوا, jazaa'an bi-maa kaanuu) muncul enam kali di Al-Qur'an, yaitu di 9:82, 9:95, 32:17, 41:28, 46:14, dan 56:24.
Penjelasan pilihan kata
Kalimat pembuka (أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ, ulaa'ika ash-haabu l-jannati) yang berarti "mereka para penghuni taman" muncul lima kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:82, 7:42, 10:26, 11:23, dan 46:14. Di empat ayat pertama kalimat itu disusul (هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ, hum fiihaa khaaliduuna) yang berarti "mereka kekal di dalamnya" sebagai kalimat tersendiri, sedangkan di 46:14 kata kekal bergabung ke kalimat yang sama sebagai (خَالِدِينَ فِيهَا, khaalidiina fiihaa) dan kalimatnya berlanjut ke kata balasan. Terjemahan "kekal di dalamnya" sama untuk kedua susunan itu.
Kata (أَصْحَابُ, ash-haabu) berakar ص-ح-ب, akar yang sama dengan (صَاحِبُكُمْ, shaahibukum) di 53:2 yang diterjemahkan "kawan kalian". Kata ashhaab dan jannah bersanding, dengan mengabaikan akhiran, tiga belas kali di sembilan surah, yaitu di 2:82, 7:42, 7:44, 7:46, 7:50, 10:26, 11:23, 25:24, 36:55, 46:14, 46:16, 59:20, dan 68:17. Di 68:17 pasangan itu diterjemahkan "para pemilik kebun" karena ayat itu menyebut orang yang bersumpah akan memetik hasilnya pada pagi hari. Di 46:14 tidak ada keterangan semacam itu, dan sesudah kata ashhaab langsung datang kata "kekal di dalamnya", sehingga terjemahan memakai "penghuni". Hubungan antara orang-orang itu dan tamannya karena itu dibaca sebagai hubungan tinggal.
Kata (الْجَنَّةِ, l-jannati) berakar ج-ن-ن dan diterjemahkan "taman" ketika menunjuk balasan, seperti di empat ayat berpola sama tadi. Untuk sebuah kebun yang ditanam dan dirawat orang di bumi terjemahan memakai "kebun", seperti di 18:32, 34:15, dan 68:17. Pembedaan itu ditentukan oleh apa yang diceritakan ayatnya, karena kata Arabnya sama.
Kata (خَالِدِينَ, khaalidiina) yang berarti "kekal" berakar خ-ل-د dan dipakai untuk taman maupun untuk api. Di 98:6, (خَالِدِينَ فِيهَا, khaalidiina fiihaa) menyusul api Jahanam, dan di 98:8, (خَالِدِينَ فِيهَا, khaalidiina fiihaa) menyusul taman-taman Adn, dalam dua ayat yang bersebelahan. Di 41:28 api disebut juga dengan (دَارُ الْخُلْدِ, daaru l-khuldi) yang berarti "tempat tinggal yang kekal". Kata kekal itu sendiri karena itu tidak menentukan apakah tempatnya baik atau buruk. Di 46:14 isinya ditentukan oleh kata yang mendahului, ashhaabu l-jannati.
Kata (جَزَاءً, jazaa'an) yang berarti "balasan" berakar ج-ز-ي dan berbentuk akusatif tak tentu, sehingga terbaca sebagai keterangan bagi seluruh kalimat sebelumnya. Rangkaian (جَزَاءً بِمَا كَانُوا, jazaa'an bi-maa kaanuu) muncul enam kali di Al-Qur'an, yaitu di 9:82, 9:95, 32:17, 41:28, 46:14, dan 56:24. Tiga di antaranya menyusul hukuman dan tiga menyusul taman. Di 9:82, (جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ, jazaa'an bi-maa kaanuu yaksibuuna) berarti "sebagai balasan atas apa yang mereka usahakan", menyusul tertawa sedikit dan menangis banyak, dan di 41:28, (جَزَاءً بِمَا كَانُوا بِآيَاتِنَا يَجْحَدُونَ, jazaa'an bi-maa kaanuu bi-aayaatinaa yajhaduuna), menyusul api. Kata balasan dengan demikian bersifat netral, dan terjemahan memakai kata yang sama untuk kedua arah, sedangkan 98:8 menyebut taman dengan kata benda yang sejenis, (جَزَاؤُهُمْ, jazaa'uhum) yang berarti "balasan mereka".
Kata kerja (يَعْمَلُونَ, ya'maluuna) berakar ع-م-ل dan dipakai di kedua ayat taman yang berbunyi seperti 46:14, yaitu 32:17 dan 56:24. Di tiga ayat hukuman tadi kata kerjanya lain: yaksibuuna di 9:82 dan 9:95, dan yajhaduuna di 41:28. Dua ayat yang bersebelahan memakai akar berbeda pada tempat yang sama dalam kalimat yang sama: di 5:62, (لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ, la-bi'sa maa kaanuu ya'maluuna), terjemahan proyek berbunyi "apa yang mereka kerjakan", dan di 5:63, (لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَصْنَعُونَ, la-bi'sa maa kaanuu yashna'uuna), berbunyi "apa yang mereka perbuat". Di 46:14 kata kerjanya ya'maluuna, sehingga terjemahan memakai "kerjakan" dan tidak memakai "perbuat" yang dipilih untuk 5:63.
Tafsiran
Ayat ini memberi alamat bagi orang-orang di 46:13, dan alamatnya terdiri dari tiga hal yang masing-masing berasal dari satu bagian kalimat: tempat, lama tinggal, dan dasar. Ayat 46:13 menyebut apa yang tidak ada, yaitu ketakutan dan kesedihan, dan 46:14 menyebut apa yang ada, yaitu sebuah taman yang mereka diami selama-lamanya. Dua ayat itu karena itu membentuk satu pasangan, peniadaan lalu penempatan, dan keduanya dihubungkan oleh kata tunjuk (أُولَٰئِكَ, ulaa'ika) yang berarti "mereka itu".
Dasar yang disebut ayat ini adalah perbuatan. Ayat 46:13 menyebut dua hal yang dilakukan orang-orang itu, yaitu berkata dan istikamah, sedangkan 46:14 menyebut balasan atas apa yang mereka kerjakan. Teks tidak menyatakan apakah ucapan dan istikamah di ayat sebelumnya termasuk dalam "apa yang mereka kerjakan". Kedua ayat memakai kata kerja yang berbeda, dan hubungan antara keduanya dibiarkan terbuka.
Kalimat yang mirip dengan 46:14 muncul lagi dua ayat kemudian. Ayat 46:16 membuka dengan (أُولَٰئِكَ الَّذِينَ, ulaa'ika lladziina) dan menyebut "termasuk penghuni taman". Di antara kedua ayat itu ada doa seorang manusia di 46:15. Karena 46:14 dan 46:16 sama-sama dibuka dengan "mereka itu" dan sama-sama menyebut penghuni taman, wajar bila keduanya dibaca bersama, tetapi ayat-ayat itu tidak menyatakan bahwa kelompok yang ditunjuk keduanya sama. Ayat 46:14 menunjuk orang-orang yang berkata dan beristikamah, sedangkan 46:16 menunjuk orang-orang yang amal terbaiknya diterima.
Di dalam surah, ayat ini juga menjadi penutup satu rangkaian yang dibuka di 46:11 dengan penolakan: penolakan dan putusan di 46:11, kitab yang sudah ada lebih dulu di 46:12, ucapan lalu istikamah di 46:13, dan tempat di 46:14. Pembicara yang menolak baru muncul lagi di 46:17, kali ini kepada orang tuanya.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 46:13 menyebut dua hal yang tidak ada, dan 46:14 menyebut sebuah tempat yang ada. Orang yang membayangkan akhir yang baik hanya sebagai lepas dari beban mungkin melewatkan bahwa teks ini juga menyebut sebuah tempat untuk menetap. Lepas dari ketakutan dan kesedihan berbeda dari tiba di suatu tempat, dan ayat ini menuliskan keduanya berurutan. Bagi pembaca yang sedang menjalani hari-hari yang sarat tekanan, urutan ini menaruh peniadaan lebih dulu dan tempat sesudahnya. Pembaca lebih sering menanyakan kepada dirinya apa yang ingin dihindari, atau tempat yang ingin dihuni?
- Kata kekal dipakai di 46:14 untuk taman dan di 98:6 untuk api, dan 41:28 menyebut api itu tempat tinggal yang kekal bagi musuh-musuh Allah. Kata itu sendiri tidak memberi tahu apakah tempat yang dibicarakan menyenangkan. Pembaca yang mendengar kata selama-lamanya dalam sebuah janji dapat bertanya apakah yang didengarnya lamanya atau isinya, karena ayat ini menaruh penentu isi pada kata yang mendahului kata kekal. Sebuah rumah yang tidak akan pernah ditinggalkan tergantung pada siapa yang menghuninya dan pada apa yang tersedia di dalamnya. Apa yang paling dahulu pembaca periksa pada sebuah janji yang menyebut waktu tanpa akhir?
- Kata balasan di 46:14 dipakai juga untuk hukuman di 9:82 dan 41:28, sehingga kata itu sendiri tidak bernada manis. Yang membuatnya terdengar baik di 46:14 adalah kata taman di depannya. Pembaca yang menyukai kata balasan dalam arti hadiah mendapati bahwa kata yang sama juga dipakai untuk tangisan banyak dan api. Hubungan antara perbuatan dan akibat ditulis dengan netral, dan pembaca dibiarkan menimbang sisi mana yang sedang ditumbuhkan. Menurut 56:24 dan 32:17, kata yang sama menyebut taman lewat apa yang dikerjakan. Dari pekerjaan minggu ini, mana yang akan terhitung?
- Ayat 46:13 menyebut ucapan Tuhan kami adalah Allah lalu istikamah, sedangkan 46:14 menyebut balasan atas apa yang mereka kerjakan. Dua ayat memakai kata kerja yang berlainan, dan teks tidak menjelaskan apakah ucapan termasuk dalam pekerjaan. Pembaca yang menyebut dirinya percaya pada kalimat itu mendapati bahwa kata balasan di ayat ini ditaruh pada kata kerja mengerjakan. Ucapan yang mantap tetapi tidak disusul pekerjaan berada di celah antara kedua ayat itu. Bila daftar pekerjaan pembaca sepanjang bulan lalu dibacakan, bagian mana yang akan dikenali sebagai buah dari kalimat yang dulu diucapkan?
- Ayat 46:14 berbicara tentang mereka itu, bukan tentang kalian, dan karena itu pembaca membacanya dari luar kalimat. Kata tunjuk itu menunjuk orang-orang di ayat sebelumnya dan tidak menyebut nama atau ciri lain selain apa yang mereka ucapkan dan lakukan. Pembaca dapat menanyakan tempat dirinya saat membaca: di antara yang ditunjuk, di luar tunjukan, atau di posisi yang belum jelas. Ayat tidak menjawab pertanyaan itu untuk siapa pun, sebab keterangan tentang tempat pembaca tidak tertulis. Dari ketiga posisi itu, mana yang pembaca tempati sekarang, dan apa yang akan memindahkannya?
- Penghuni taman di 7:44 menyeru penghuni api dengan kalimat bahwa mereka telah mendapati apa yang dijanjikan Tuhan mereka itu benar, sehingga kata penghuni taman muncul sebagai pembicara dan tidak terbatas pada keterangan. Ayat 46:14 tidak menunjukkan satu pun ucapan mereka. Pembaca yang menyusun gambaran tentang orang-orang itu hanya dari satu ayat bisa menemukan bahwa ayat lain memberi mereka suara. Ucapan itu menyebut Tuhan sebagai pihak yang berjanji, dan penghuni taman menjawab dari tempat mereka. Seandainya pembaca kelak ditanya apakah janji yang pernah didengarnya itu terbukti benar, apa jawabannya?