أُولَٰئِكَ الَّذِينَ نَتَقَبَّلُ عَنْهُمْ أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا وَنَتَجَاوَزُ عَنْ سَيِّئَاتِهِمْ فِي أَصْحَابِ الْجَنَّةِ ۖ وَعْدَ الصِّدْقِ الَّذِي كَانُوا يُوعَدُونَ

Mereka itu orang-orang yang dari mereka Kami terima yang terbaik dari apa yang mereka kerjakan, dan Kami maafkan keburukan-keburukan mereka, termasuk penghuni taman; sebagai janji yang benar yang dahulu dijanjikan kepada mereka.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. أُولَٰئِكَ الَّذِينَ نَتَقَبَّلُ عَنْهُمْ أَحْسَنَ مَا عَمِلُواulaa'ika lladziina nataqabbalu 'anhum ahsana maa 'amiluumereka itu orang-orang yang dari mereka Kami terima yang terbaik dari apa yang mereka kerjakan
  2. وَنَتَجَاوَزُ عَنْ سَيِّئَاتِهِمْ فِي أَصْحَابِ الْجَنَّةِwa-natajaawazu 'an sayyi'aatihim fii ashaabi l-jannatidan Kami maafkan keburukan-keburukan mereka, termasuk penghuni taman
  3. وَعْدَ الصِّدْقِ الَّذِي كَانُوا يُوعَدُونَwa'da sh-shidqi lladzii kaanuu yuu'aduunasebagai janji yang benar yang dahulu dijanjikan kepada mereka

Terjemahan per kata (18 kata)

  1. أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. نَتَقَبَّلُnataqabbaluKami menerima
  4. عَنْهُمْ'anhumdari mereka
  5. أَحْسَنَahsanayang terbaik
  6. مَاmaaapa yang
  7. عَمِلُوا'amiluumereka beramal
  8. وَنَتَجَاوَزُwa-natajaawazudan Kami memaafkan
  9. عَنْ'andari
  10. سَيِّئَاتِهِمْsayyi'aatihimkeburukan mereka
  11. فِيfiidi antara
  12. أَصْحَابِashaabipenghuni
  13. الْجَنَّةِl-jannatitaman
  14. وَعْدَwa'dajanji
  15. الصِّدْقِsh-shidqikebenaran
  16. الَّذِيlladziiyang
  17. كَانُواkaanuumereka selalu
  18. يُوعَدُونَyuu'aduunamereka dijanjikan

Inti bacaan

Susunan (أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا, ahsana maa 'amiluu) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 24:38 dan 46:16.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (أُولَٰئِكَ, ulaa'ika) yang berarti "mereka itu" dan (الَّذِينَ, lladziina) yang berarti "orang-orang yang". Morfologi menandai ulaa'ika sebagai penunjuk jamak dan lladziina sebagai kata penghubung jamak laki-laki, sedangkan 46:17 memakai bentuk tunggal untuk orang yang berbicara di dalamnya.

Kata kerja (نَتَقَبَّلُ, nataqabbalu) yang berarti "Kami terima" berakar ق-ب-ل. Awalan nun menandai "Kami", dan bentuknya memakai pola kelima kata kerja. Pola kelima akar ini muncul sepuluh kali di delapan ayat, yaitu 2:127, 3:35, 3:37, 5:27 (tiga kali), 5:36, 9:53, 14:40, dan 46:16. Di 2:127, (تَقَبَّلْ مِنَّا, taqabbal minnaa) berarti "terimalah dari kami", dan di 3:35, (فَتَقَبَّلْ مِنِّي, fa-taqabbal minnii) berarti "maka terimalah dariku". Yang diterima disambungkan dengan huruf min di kedua ayat itu, juga di 5:27, 5:36, dan 9:53. Di 46:16 sambungannya (عَنْهُمْ, 'anhum) yang berarti "dari mereka", memakai 'an. Dari kesepuluh pemakaian pola kelima, 46:16 memakai 'an seorang diri. Sambungan 'an sesudah kata kerja menerima ada pada pola pertama di 9:104 dan 42:25, yaitu (يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ, yaqbalu t-tawbata 'an 'ibaadihi) yang berarti "menerima tobat dari hamba-hamba-Nya". Terjemahan 46:16 memakai "dari mereka" seperti terjemahan 42:25 memakai "dari hamba-hamba-Nya".

Frasa (أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا, ahsana maa 'amiluu) yang berarti "yang terbaik dari apa yang mereka kerjakan" memuat (أَحْسَنَ, ahsana), bentuk "paling" dari akar ح-س-ن, lalu maa yang berarti "apa yang". Susunan persis ini hanya ada di 24:38 dan 46:16. Rumusan yang sedikit lebih panjang, (أَحْسَنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ, ahsana maa kaanuu ya'maluuna), ada di 9:121, dan dengan huruf bi di depannya, (بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ, bi-ahsani maa kaanuu ya'maluuna), di 16:96 dan 16:97. Terjemahan memakai "yang terbaik dari apa yang" di semua ayat itu. Rumusan "amal terbaik" tidak dipakai karena maa menunjuk seluruh yang dikerjakan, sedangkan ahsana memilih satu bagian dari keseluruhan itu. Nasib bagian yang bukan yang terbaik tidak ditulis di ayat ini.

Frasa (وَنَتَجَاوَزُ عَنْ سَيِّئَاتِهِمْ, wa-natajaawazu 'an sayyi'aatihim) yang berarti "dan Kami maafkan keburukan-keburukan mereka" memuat bentuk keenam dari akar ج-و-ز, dan bentuk ini hanya muncul sekali. Akar yang sama dipakai di empat tempat lain, semuanya untuk melintasi sesuatu: (وَجَاوَزْنَا, wa-jaawaznaa) di 7:138 dan 10:90, yang berarti "dan Kami seberangkan" bani Israil melewati laut, (جَاوَزَهُ, jaawazahu) di 2:249 untuk menyeberangi sungai, dan (جَاوَزَا, jaawazaa) di 18:62 yang berarti "keduanya melewati" sebuah tempat. Padanan harfiah akar ini karena itu "melewati". Terjemahan memilih "maafkan" sebab yang dilewati di sini keburukan, dan akibatnya tertulis dalam kalimat yang sama, yaitu mereka termasuk penghuni taman. Akar ع-ف-و, yang dipakai terjemahan untuk "memaafkan" di 42:25, (وَيَعْفُو عَنِ السَّيِّئَاتِ, wa-ya'fuu 'ani s-sayyi'aati) yang berarti "dan memaafkan kesalahan-kesalahan", tidak ada di 46:16. Kata (سَيِّئَاتِهِمْ, sayyi'aatihim) yang berarti "keburukan-keburukan mereka" juga muncul bersama kata kerja lain, yaitu (لَنُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ, la-nukaffiranna 'anhum sayyi'aatihim) yang berarti "pasti akan Kami hapus keburukan-keburukan mereka" di 29:7, dan urutan 'anhum sayyi'aatihim yang sama, dengan bentuk kata kerja yang sedikit berbeda, di 3:195, 5:65, 47:2, dan 48:5.

Frasa (فِي أَصْحَابِ الْجَنَّةِ, fii ashaabi l-jannati) yang berarti "termasuk penghuni taman" memakai huruf fii, yang biasanya berarti "di". Terjemahan memakai "termasuk" karena yang mengikutinya sebuah kelompok, seperti pada (فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ, fii ashaabi s-sa'iiri) di 67:10 yang berarti "termasuk di antara para penghuni api yang menyala-nyala", dan (فِي الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ, fii l-qawmi zh-zhaalimiina) di 23:94 yang berarti "termasuk kaum yang zalim". Kata ashaab berakar ص-ح-ب dan di sini diterjemahkan "penghuni", sedangkan jannah berakar ج-ن-ن dan diterjemahkan "taman". Susunan fii ashaabi l-jannati dalam bentuk persis ini hanya ada di 46:16.

Frasa (وَعْدَ الصِّدْقِ, wa'da sh-shidqi) yang berarti "sebagai janji yang benar" memuat (وَعْدَ, wa'da) yang berarti "janji", berakar و-ع-د, dengan harakat fathah di ujungnya. Kata sesudahnya, (الصِّدْقِ, sh-shidqi) berakar ص-د-ق, disandarkan pada wa'da. Kata benda yang disandarkan pada shidqin diterjemahkan "yang benar", misalnya (صِدْقٍ, shidqin) di 10:2 dan 17:80. Janji dengan harakat fathah yang sama dipakai di (وَعْدَ اللَّهِ حَقًّا, wa'da llaahi haqqan) pada 4:122, 10:4, dan 31:9, yang diterjemahkan "janji Allah yang benar". Bedanya, 46:16 memakai shidqi dari akar ص-د-ق, sedangkan ketiga ayat itu memakai haqqan dari akar ح-ق-ق, dan terjemahan memberi keduanya padanan "benar".

Anak kalimat penutup (الَّذِي كَانُوا يُوعَدُونَ, alladzii kaanuu yuu'aduuna) yang berarti "yang dahulu dijanjikan kepada mereka" memuat kata kerja pasif dari akar و-ع-د, jadi pemberi janjinya tidak disebut di ayat ini. Susunan persis ini hanya ada di 46:16 dan 70:44. Terjemahan 70:44 memakai "diancamkan" karena hari yang digambarkan di sana berisi pandangan tertunduk dan kehinaan, sedangkan yang dijanjikan di 46:16 berisi penerimaan dan keringanan atas keburukan, sehingga padanannya "dijanjikan". Kata kaanuu di depan kata kerja berbentuk sedang berlangsung diterjemahkan "dahulu"; kapan janji itu disampaikan tidak tertulis.

Tafsiran

Ayat ini memuat tiga pernyataan tentang Kami: menerima, melewati, dan menyebut janji yang dahulu diberikan. Di 46:15 seorang manusia meminta agar dapat mensyukuri nikmat, beramal saleh yang diridai, dan memperbaiki keturunannya, lalu menutup doanya dengan "aku bertobat kepada-Mu". Di 46:16 tertulis penerimaan amal, dilewatinya keburukan, dan kelompok penghuni taman. Hubungan keduanya dapat dibaca sebagai jawaban, sebab permintaan amal yang diridai disusul penerimaan amal yang terbaik, dan tobat disusul dilewatinya keburukan. Ayat tidak menyatakan hubungan itu secara langsung, jadi pembacaan ini bergantung pada urutan kedua ayat.

Pergantian dari satu orang di 46:15 ke kelompok "orang-orang yang" di 46:16 berulang di ayat berikutnya. Di 46:17 seorang yang berkata kepada kedua orang tuanya disusul 46:18 dengan kelompok "orang-orang yang" lagi. Kedua pasang ayat memakai bentuk yang sama, satu pembicara lalu satu kelompok, tetapi isi kelompoknya berlawanan: yang pertama diterima amalnya dan dilewati keburukannya, yang kedua dikenai ketetapan dan disebut rugi.

Akar و-ع-د berjalan melewati batas ayat. Di 46:16 akar itu muncul dua kali, sebagai kata benda wa'da dan sebagai kata kerja yuu'aduuna. Di 46:17 akar itu muncul dua kali pula, dalam ucapan seorang anak tentang apa yang dijanjikan kepadanya dan dalam seruan kedua orang tuanya bahwa janji Allah benar. Empat kemunculan dalam dua ayat itu membuat kata janji menjadi benang yang menyambungkan kedua sisi: apa yang bagi satu kelompok merupakan penggenapan, bagi seorang yang lain dijawab dengan penolakan. Siapa yang menyampaikan janji itu kepada orang-orang tersebut tidak dinyatakan di 46:16, dan 46:17 menamainya janji Allah.

Dalam rangkaian surah, 46:13 menyatakan bahwa orang-orang yang berkata "Tuhan kami adalah Allah" lalu istikamah tidak mengalami ketakutan dan kesedihan, dan 46:14 menyebut mereka para penghuni taman yang kekal di dalamnya sebagai balasan atas apa yang mereka kerjakan. Ayat 46:16 menambahkan dua rincian yang belum ada di sana, yaitu bagian mana dari amal yang diterima dan apa yang terjadi pada keburukan. Ayat ini mengisi cara balasan di 46:14 bekerja pada amal, dan tidak mengulang isi 46:14.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini menyebut bahwa dari apa yang dikerjakan orang-orang itu, Kami menerima yang terbaik. Maa pada rumusan itu menunjuk keseluruhan pekerjaan mereka, dan bagian terbaik dipilih dari sana. Pembaca yang biasa menimbang dirinya dari catatan terburuk atau dari rata-rata hari-harinya menemukan ukuran lain di sini, yaitu bagian paling baik dari sekumpulan perbuatan. Rumusan yang sama di 24:38 menaruh Allah sebagai pembalas, jadi ukuran itu datang dari pihak yang membalas. Nasib bagian lainnya tidak ditulis, sehingga tidak ada dasar membaca bahwa semuanya diterima atau bahwa yang lain ditolak. Seseorang dapat bertanya pada dirinya, dari pekerjaan setahun terakhir, perbuatan mana yang paling baik, dan apakah perbuatan itu pernah dilihat orang lain, atau tak pernah diceritakannya kepada siapa pun?
  • Pelaku penerimaan di ayat ini ialah "Kami", dan nama pelaku itu tidak ditulis. Jika ayat ini dibaca sebagai jawaban atas doa 46:15, pelakunya ialah Tuhan yang di sana diseru dengan "wahai Tuhanku". Pembaca dapat mengukur amalnya dengan pujian atau diamnya orang di sekitar, padahal ayat menaruh penerimaan pada pihak yang disebut Kami. Dengan membaca begitu, pujian orang lain menjadi tambahan dan teguran orang lain menjadi bahan pertimbangan, dan keduanya tidak menjadi penentu. Perbuatan mana yang tetap dikerjakan pembaca ketika tak seorang pun tahu, dan apakah perbuatan itu sudah pernah diserahkan kepada Tuhan dalam doa?
  • Kata kerja yang dipakai untuk keburukan di ayat ini berasal dari akar yang di empat ayat lain dipakai untuk melintasi laut, sungai, dan sebuah tempat. Kata kerja itu membangkitkan gambar keburukan yang dilewati. Pembaca yang memikul kesalahan lama dapat membayangkan dirinya menyeberang sambil mengangkat semuanya. Ayat ini menaruh kelegaan di pihak yang melewatinya, yaitu Kami, dan 42:25 menyebut pihak yang memaafkan keburukan sebagai Dia yang menerima tobat hamba-hamba-Nya. Pelaku keburukan itu ditaruh di antara para penghuni taman, tetapi urutan antara dilewatinya keburukan dan masuknya mereka ke taman tidak ditulis. Apakah ada beban yang selama ini dipikul seorang diri padahal ayat ini menyebut pihak lain yang sanggup melewatinya?
  • Di 46:15 orang itu meminta amal saleh yang Engkau ridai, dan di 46:16 yang disebut ialah amal yang diterima. Dua kata berbeda, meminta untuk diridai dan menerima, bertemu di dua ayat berurutan. Orang itu menyeru Tuhannya di 46:15 dengan "wahai Tuhanku". Pembaca yang berdoa meminta kebaikan dapat tidak memperhatikan jawabannya, sebab jawaban itu dapat tiba sebagai keadaan hidup dan tidak sebagai suara. Ayat ini menunjukkan bahwa permintaan akan amal yang diridai dan penerimaan amal dapat berdiri berdampingan dalam satu urutan. Seseorang dapat menelusuri doa terakhir yang diucapkan tentang pekerjaannya, lalu bertanya apakah jawabannya sudah terlihat, dan seperti apa jawaban itu semestinya terlihat?
  • Penutup ayat menyebut janji yang benar yang dahulu dijanjikan kepada mereka. Kata "dahulu" menaruh janji itu di belakang, jadi janji itu sudah ada sebelum ayat ini diucapkan. Pembaca yang mengerjakan kebaikan tanpa hasil yang terlihat dapat merasa bekerja di ruang kosong. Ayat ini memperlihatkan bahwa penerimaan dan keringanan atas keburukan berasal dari sesuatu yang sudah diucapkan sebelumnya, dan 46:17 menamai janji itu sebagai milik Allah. Ayat tidak menyebutkan kapan janji itu disampaikan dan lewat apa. Bagaimana kesabaran seseorang berubah ketika membaca bahwa yang ditunggunya sudah diberi nama janji?
  • Orang-orang itu disebut "termasuk" penghuni taman, kata yang menempatkan mereka di dalam sebuah kelompok. Pembaca yang dibesarkan dalam ukuran prestasi dapat membayangkan kebaikan sebagai sesuatu yang membuat seseorang tampak menonjol, sedangkan ayat ini memakai bahasa keanggotaan. Dalam kalimat yang sama, penerimaan amal terbaik dan keringanan atas keburukan diikuti oleh penempatan di antara orang lain. Ayat ini tidak menyebutkan siapa saja anggota lainnya, dan tidak menyebut tingkat mereka; urusan tingkat dibicarakan di 46:19. Seseorang dapat bertanya pada dirinya apakah lebih ingin dikenal karena kebaikannya atau lebih ingin dihitung bersama orang-orang baik, dan apakah dua keinginan itu selalu searah?