أُولَٰئِكَ الَّذِينَ حَقَّ عَلَيْهِمُ الْقَوْلُ فِي أُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِمْ مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ۖ إِنَّهُمْ كَانُوا خَاسِرِينَ
Mereka itu orang-orang yang pasti berlaku perkataan atas mereka, bersama umat-umat sebelum mereka dari jin dan manusia; sesungguhnya mereka orang-orang yang rugi.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- أُولَٰئِكَ الَّذِينَ حَقَّ عَلَيْهِمُ الْقَوْلُulaa'ika lladziina haqqa 'alayhimu l-qawlumereka itu orang-orang yang pasti berlaku perkataan atas mereka
- فِي أُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِمْ مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِfii umamin qad khalat min qablihim mina l-jinni wa-l-insibersama umat-umat sebelum mereka dari jin dan manusia
- إِنَّهُمْ كَانُوا خَاسِرِينَinnahum kaanuu khaasiriinasesungguhnya mereka orang-orang yang rugi
Terjemahan per kata (17 kata)
- أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- حَقَّhaqqabenar
- عَلَيْهِمُ'alayhimuatas mereka
- الْقَوْلُl-qawluperkataan
- فِيfiidi kalangan
- أُمَمٍumaminumat-umat
- قَدْqadsungguh
- خَلَتْkhalattelah berlalu
- مِنْmindari
- قَبْلِهِمْqablihimsebelum mereka
- مِنَminadari
- الْجِنِّl-jinnijin
- وَالْإِنْسِwa-l-insidan manusia
- إِنَّهُمْinnahumsesungguhnya mereka
- كَانُواkaanuumereka adalah
- خَاسِرِينَkhaasiriinaorang-orang yang merugi
Inti bacaan
Susunan (حَقَّ عَلَيْهِمُ الْقَوْلُ, haqqa 'alayhimu l-qawlu) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 28:63, 41:25, dan 46:18.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan dua kata yang sama dengan pembuka 46:16, yaitu (أُولَٰئِكَ, ulaa'ika) yang berarti "mereka itu" dan (الَّذِينَ, lladziina) yang berarti "orang-orang yang". Di 46:16 kata kerja sesudahnya ialah nataqabbalu, "Kami terima", dan di sini ialah (حَقَّ, haqqa) yang berakar ح-ق-ق dan memakai bentuk selesai. Terjemahan memakai "pasti berlaku" untuk haqqa, bersama (عَلَيْهِمُ, 'alayhimu) yang berarti "atas mereka" dan (الْقَوْلُ, l-qawlu) yang berarti "perkataan". Susunan (حَقَّ عَلَيْهِمُ الْقَوْلُ, haqqa 'alayhimu l-qawlu) ada tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 28:63, 41:25, dan 46:18.
Kata l-qawlu berakar ق-و-ل, akar yang sama dengan (قَالَ, qaala) dan (فَيَقُولُ, fa-yaquulu) di 46:17, jadi akar itu muncul tiga kali dalam dua ayat berurutan. Isi "perkataan" itu dan pengucapnya tidak ditulis di ayat ini. Dua ayat lain memberi petunjuk. Di 37:31, (فَحَقَّ عَلَيْنَا قَوْلُ رَبِّنَا, fa-haqqa 'alaynaa qawlu rabbinaa) yang berarti "maka berlaku atas kita perkataan Tuhan kita" menyebut perkataan itu milik Tuhan. Di 32:13, (حَقَّ الْقَوْلُ مِنِّي, haqqa l-qawlu minnii) yang berarti "telah pasti perkataan dari-Ku" disusul isinya, (لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ, la-amla'anna jahannama) yang berarti "sungguh, Aku akan memenuhi Jahanam", dengan jin dan manusia. Terjemahan memakai "perkataan" untuk l-qawlu pada 36:7, 27:82, dan 37:31 juga. Ketiga ayat 32:13, 37:31, dan 46:18 berbeda konteks, dan perincian di 32:13 tidak otomatis menjadi isi perkataan di 46:18.
Akar ح-ق-ق muncul di 46:17, 46:18, dan 46:20 dalam tiga bentuk yang berbeda. Di 46:17 akar itu berupa (حَقٌّ, haqqun) yang diterjemahkan "benar", di 46:18 berupa haqqa yang diterjemahkan "pasti berlaku", dan di 46:20 berupa (الْحَقِّ, l-haqqi) yang diterjemahkan "hak". Ketiga padanan itu mengikuti kedudukan kata dalam kalimatnya: sifat bagi janji, kata kerja bagi perkataan, dan kata benda dalam "tanpa hak".
Frasa (فِي أُمَمٍ, fii umamin) yang berarti "bersama umat-umat" memuat (أُمَمٍ, umamin), jamak dari akar أ-م-م yang bentuk tunggalnya umat. Susunan (فِي أُمَمٍ قَدْ خَلَتْ, fii umamin qad khalat) ada di 7:38, 41:25, dan 46:18, dan terjemahan memakai "bersama" di ketiganya. Kata kerja (خَلَتْ, khalat) yang berarti "telah berlalu" berakar خ-ل-و, sama dengan khalati di 46:17. Perbedaannya ada pada yang disebut berlalu: di 46:17 si anak menyebut generasi yang telah berlalu sebelum dirinya, dan di 46:18 umat-umat yang telah berlalu sebelum mereka. Anak kalimat berikutnya, (مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ, mina l-jinni wa-l-insi) yang berarti "dari jin dan manusia", ada enam kali di empat surah, yaitu 7:38, 7:179, 27:17, 41:25, 41:29, dan 46:18, dengan surah 7 dan 41 masing-masing dua kali. Kata (الْإِنْسِ, l-insi) berakar أ-ن-س, akar yang sama dengan (الْإِنْسَانَ, l-insaana) di 46:15. Kalimat panjang (فِي أُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِمْ مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ, fii umamin qad khalat min qablihim mina l-jinni wa-l-insi) hanya ada di 41:25 dan 46:18.
Kalimat penutup (إِنَّهُمْ كَانُوا خَاسِرِينَ, innahum kaanuu khaasiriina) yang berarti "sesungguhnya mereka orang-orang yang rugi" juga hanya ada di 41:25 dan 46:18. Kata (خَاسِرِينَ, khaasiriina) berakar خ-س-ر dan berbentuk pelaku. Bentuk itu ada delapan belas kali di sepuluh surah. Di dua ayat orang yang rugi dirumuskan, (إِنَّ الْخَاسِرِينَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ, inna l-khaasiriina lladziina khasiruu anfusahum) yang berarti "sesungguhnya orang-orang yang rugi itu orang-orang yang merugikan diri mereka", di 39:15 dalam ucapan yang diperintahkan kepada pembicara, dan di 42:45 dalam ucapan orang-orang yang beriman. Keduanya melanjutkan dengan (وَأَهْلِيهِمْ, wa-ahliihim) yang berarti "dan keluarga mereka". Kata kaanuu diikuti kata benda khaasiriina dan tidak diikuti kata kerja, sehingga terjemahan tidak menambahkan "dahulu" atau "selalu".
Tafsiran
Ayat ini menjatuhkan penilaian atas kelompok yang di 46:17 diwakili seorang anak, dan penilaian itu bergerak dalam tiga langkah: menyebut perkataan yang berlaku atas mereka, menaruh mereka di antara umat-umat yang telah berlalu dari jin dan manusia, lalu menyebut mereka rugi. Penilaian di ujung kalimat datang sesudah penempatan, sehingga pembaca lebih dulu melihat dengan siapa mereka berada lalu mendengar vonisnya.
Ayat 46:16 dan 46:18 dibuka dengan dua kata yang sama dan dipisahkan satu ayat. Keduanya menyusul satu pembicara tunggal, yaitu orang yang berdoa di 46:15 dan orang yang menolak di 46:17, dan kelompok yang disebut sesudahnya berlawanan: yang satu diterima amalnya, yang lain dikenai perkataan. Susunan ini membuat bagian 46:15 sampai 46:18 terbaca sebagai dua pasang, yang masing-masing terdiri dari satu orang lalu satu kelompok.
Alasan si anak di 46:17, generasi yang telah berlalu, kembali di sini dalam bentuk lain. Si anak memakainya sebagai dasar untuk menyangkal bahwa dirinya akan dikeluarkan, sedangkan 46:18 memakai kata kerja yang sama untuk menaruh orang-orang seperti dia di barisan umat-umat itu. Ayat ini tidak mengatakan bahwa si anak termasuk yang dimaksud. Hubungan itu hanya terbaca dari kesamaan kata kerja dan dari rangkaian ayat yang berurutan.
Ayat 41:25 memuat kalimat yang hampir sama, dan perbedaannya menunjukkan apa yang ditambahkan 46:18 dan apa yang tidak. Di 41:25 kalimat itu didahului penetapan teman-teman bagi mereka yang menjadikan indah apa yang ada di hadapan dan di belakang mereka, sedangkan di 46:18 kalimat itu menyusul kisah seorang anak dan kedua orang tuanya. Dengan demikian kalimat yang sama menjadi penutup bagi dua rangkaian yang berlainan, dan kedua rangkaian itu tidak saling menafsirkan.
Menjelang ayat berikutnya, 46:18 menyebut dua jenis makhluk, sedangkan 46:15 sampai 46:17 hanya berbicara tentang manusia. Ayat 46:19 kemudian memakai (لِكُلٍّ, li-kullin) yang berarti "bagi masing-masing", sehingga kelompok yang diterima di 46:16 dan kelompok yang disebut rugi di 46:18 dapat dibaca sama-sama masuk dalam kalimat tentang tingkatan.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menaruh orang-orang itu di dalam deret umat yang telah berlalu dari dua jenis makhluk. Pembaca yang menolak sesuatu dapat merasa bahwa penolakannya urusan pribadi, sesuatu yang menyangkut dirinya dan beberapa orang di sekitarnya. Ayat ini memperlihatkan deret yang lebih panjang, tempat umat-umat sebelum mereka sudah lebih dulu berada. Deret itu mencakup dua jenis makhluk, jadi pembaca tidak sendirian bahkan dalam hal yang paling ingin dianggap pribadi. Ayat ini tidak merinci apa yang dilakukan umat-umat itu. Orang yang menolak sebuah peringatan dapat bertanya, siapa saja yang sudah lebih dulu berada di deret itu, dan apa yang dikatakan ayat-ayat lain tentang mereka?
- Perkataan yang disebut berlaku di ayat ini tidak dirinci isinya, tetapi 37:31 menyebut perkataan serupa sebagai perkataan Tuhan, dan 32:13 menyebut isinya dalam ucapan orang pertama tunggal, "Aku akan memenuhi Jahanam". Pembaca yang membaca ayat ini sendirian dapat mengira bahwa ketetapan itu muncul tiba-tiba. Bila dua ayat lain itu dipakai sebagai rujukan, ketetapan itu tampak sudah diucapkan lebih dulu, tetapi ayat ini sendiri tidak menyatakannya. Ketetapan yang sudah diucapkan lalu berlaku mengubah cara memandang waktu: sesuatu yang tampak datang mendadak sebenarnya sudah lama dinyatakan. Apakah pembaca mengenal hal serupa dalam hidupnya, yaitu akibat yang sudah diucapkan berkali-kali oleh orang lain tetapi tak pernah dianggap berlaku atas dirinya?
- Si anak di ayat sebelumnya memakai generasi yang telah berlalu sebagai alasan. Di ayat ini kata kerja yang sama dipakai untuk umat-umat yang menjadi tempat orang-orang seperti dia ditaruh. Alasan yang dipakai untuk menolak ternyata sekaligus menjadi gambaran keadaan orang yang menolak, yaitu berdiri di barisan yang disebutnya sebagai bukti. Pembaca yang mengatakan bahwa orang-orang dahulu pun telah berlalu dapat memperhatikan bahwa kalimat itu menempatkannya di barisan yang sama. Di 46:17 kedua orang tua menyebut janji Allah, dan alasan si anak berhadapan dengan sesuatu yang berasal dari pihak lain. Ayat 46:18 tidak menyebut si anak, dan hubungan itu terbaca dari kata kerja yang sama. Apakah alasan yang paling sering pembaca pakai untuk menunda sebuah keputusan juga menggambarkan di barisan mana pembaca sedang berdiri?
- Dua ayat lain, 39:15 dan 42:45, menyebut orang yang rugi sebagai orang yang merugikan diri mereka dan keluarga mereka pada hari kiamat. Pembaca dapat menghitung rugi dalam uang, waktu, atau kesempatan, dan rumusan di dua ayat itu menaruh diri dan keluarga sebagai pos yang dihitung. Ayat ini tidak merinci apa yang hilang dari orang-orang itu, jadi rumusan di dua ayat lain tidak otomatis mengisi kata rugi di sini. Apa saja yang pembaca masukkan ke dalam neraca untung dan rugi hari ini, dan apakah dirinya sendiri serta orang-orang di rumahnya termasuk di antara yang ikut dihitung?
- Akar kata untuk berucap muncul tiga kali di 46:17 dan 46:18: anak itu berkata, berkata lagi, lalu perkataan berlaku atas mereka. Ayat tidak mengatakan bahwa perkataan yang berlaku itu adalah balasan atas ucapan si anak, jadi hubungan keduanya tidak boleh dibaca sebagai sebab dan akibat. Dua macam perkataan terlihat berdampingan, perkataan manusia yang menolak dan perkataan yang berlaku, yang menurut 37:31 milik Tuhan. Pembaca yang banyak berbicara tentang apa yang pasti dan tidak pasti dapat memperhatikan perkataan jenis kedua, yang tidak bergantung pada persetujuannya. Perkataan mana dalam hidup pembaca yang kebenarannya tidak menunggu ia setuju atau tidak?
- Urutan ayat ini menaruh orang-orang itu di antara umat sebelum menyebut mereka rugi. Pembaca yang menilai orang lain dapat memulai dengan vonis dan menambahkan penempatan sesudahnya, dengan siapa orang itu bergaul, di kelompok mana orang itu berada. Ayat ini membalik urutan itu: siapa mereka dan bersama siapa lebih dulu, baru nilai akhirnya. Susunan seperti itu membuat vonis terasa lahir dari keadaan yang sudah dilihat. Dalam urusan menilai sesama, bagian mana yang pembaca kerjakan lebih dulu, menaruh orang itu dalam gambaran besar atau memberi nilai, dan apakah urutan itu pernah ia ubah?