وَلِكُلٍّ دَرَجَاتٌ مِمَّا عَمِلُوا ۖ وَلِيُوَفِّيَهُمْ أَعْمَالَهُمْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ
Dan bagi masing-masing ada tingkatan-tingkatan dari apa yang mereka kerjakan, dan agar Dia menyempurnakan balasan amal-amal mereka, dan mereka tidak dizalimi.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلِكُلٍّ دَرَجَاتٌ مِمَّا عَمِلُواwa-li-kullin darajaatun mimmaa 'amiluudan bagi masing-masing ada tingkatan-tingkatan dari apa yang mereka kerjakan
- وَلِيُوَفِّيَهُمْ أَعْمَالَهُمْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَwa-li-yuwaffiyahum a'maalahum wa-hum laa yuzhlamuunadan agar Dia menyempurnakan balasan amal-amal mereka, dan mereka tidak dizalimi
Terjemahan per kata (9 kata)
- وَلِكُلٍّwa-li-kullindan bagi setiap
- دَرَجَاتٌdarajaatunderajat
- مِمَّاmimmaadari apa yang
- عَمِلُوا'amiluumereka beramal
- وَلِيُوَفِّيَهُمْwa-li-yuwaffiyahumdan agar Dia menyempurnakan bagi mereka
- أَعْمَالَهُمْa'maalahumamal-amal mereka
- وَهُمْwa-humdan mereka
- لَاlaatidak
- يُظْلَمُونَyuzhlamuunamereka dizalimi
Inti bacaan
Susunan (وَلِكُلٍّ دَرَجَاتٌ, wa-li-kullin darajaatun) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 6:132 dan 46:19.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dimulai dengan (وَلِكُلٍّ, wa-li-kullin) yang berarti "dan bagi masing-masing". Kata (كُلٍّ, kullin) berbentuk tak tentu dan berdiri tanpa kata benda yang disandarinya, sehingga siapa yang dicakup harus diambil dari ayat-ayat sebelumnya. Susunan wa-li-kullin ada empat kali di empat surah, yaitu di 2:148, (وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ, wa-li-kullin wijhatun) yang berarti "dan bagi setiap umat ada arah", di 4:33, (وَلِكُلٍّ جَعَلْنَا, wa-li-kullin ja'alnaa) yang berarti "dan bagi tiap-tiap orang Kami telah menetapkan", lalu di 6:132 dan 46:19. Hanya 6:132 dan 46:19 yang diikuti oleh (دَرَجَاتٌ, darajaatun) yang berarti "tingkatan-tingkatan".
Kata darajaatun berakar د-ر-ج dan oleh morfologi ditandai jamak dan tak tentu. Bentuk persis ini ada empat kali, yaitu di 3:163, 6:132, 8:4, dan 46:19. Di 8:4, (لَهُمْ دَرَجَاتٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ, lahum darajaatun 'inda rabbihim) yang berarti "bagi mereka derajat-derajat di sisi Tuhan mereka" membicarakan orang-orang beriman saja. Di 3:163, (هُمْ دَرَجَاتٌ, hum darajaatun) yang berarti "mereka bertingkat-tingkat" menyusul 3:162, yang membandingkan orang yang mengikuti keridaan Allah dengan orang yang kembali membawa kemurkaan, jadi tingkatan di sana mencakup kedua kelompok. Terjemahan 46:19 memakai "tingkatan-tingkatan" seperti 6:132, dan tidak memakai "derajat-derajat" seperti 8:4, sebab kata "masing-masing" di sini dapat mencakup kelompok yang disebut rugi di 46:18, sedangkan "derajat" dipakai di 8:4 dan di 4:95 sampai 4:96 untuk kedudukan orang beriman yang ditinggikan.
Frasa (مِمَّا عَمِلُوا, mimmaa 'amiluu) yang berarti "dari apa yang mereka kerjakan" memuat huruf min yang berarti "dari" dan maa yang berarti "apa yang", lalu kata kerja bentuk selesai dari akar ع-م-ل. Frasa penuh (وَلِكُلٍّ دَرَجَاتٌ مِمَّا عَمِلُوا, wa-li-kullin darajaatun mimmaa 'amiluu) hanya ada di 6:132 dan 46:19, dan terjemahan memakai rumusan yang sama di keduanya. Akar ع-م-ل muncul empat kali di 46:15 sampai 46:19: (أَعْمَلَ, a'mala) di 46:15, (عَمِلُوا, 'amiluu) di 46:16, serta 'amiluu dan (أَعْمَالَهُمْ, a'maalahum) di ayat ini.
Frasa (وَلِيُوَفِّيَهُمْ أَعْمَالَهُمْ, wa-li-yuwaffiyahum a'maalahum) yang berarti "dan agar Dia menyempurnakan balasan amal-amal mereka" memuat huruf li yang berarti "agar", kata kerja bentuk kedua dari akar و-ف-ي yang berarti "menyempurnakan", akhiran -hum yang berarti "mereka", dan a'maalahum yang berarti "amal-amal mereka". Bentuk persis ini hanya ada di 46:19. Kata kerja yang sama dengan objek amal ada di 11:15, (نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ, nuwaffi ilayhim a'maalahum) yang berarti "Kami penuhi bagi mereka amal mereka", dan di 11:111, (لَيُوَفِّيَنَّهُمْ رَبُّكَ أَعْمَالَهُمْ, la-yuwaffiyannahum rabbuka a'maalahum). Dengan objek pahala, kata kerja itu ada di 3:57, 4:173, dan 35:30, misalnya (لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ, li-yuwaffiyahum ujuurahum) yang berarti "agar Dia menyempurnakan pahala mereka". Kata "balasan" pada terjemahan 46:19 tidak ada di Arabnya, dan 11:15 menerjemahkan objek yang sama tanpa kata itu. Terjemahan menambahkannya supaya yang disempurnakan terbaca sebagai hasil amal, sedangkan padanan harfiahnya "menyempurnakan amal-amal mereka".
Kalimat penutup (وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ, wa-hum laa yuzhlamuuna) yang berarti "dan mereka tidak dizalimi" ada sebelas kali di sembilan surah, yaitu 2:281, 3:25, 3:161, 6:160, 10:47, 10:54, 16:111, 23:62, 39:69, 45:22, dan 46:19, dengan surah 3 dan 10 masing-masing dua kali. Kata kerjanya (يُظْلَمُونَ, yuzhlamuuna) berakar ظ-ل-م dan berbentuk pasif. Pada empat ayat, yaitu 2:281, 3:25, 3:161, dan 16:111, kalimat itu menyusul kata kerja yang sama seperti (تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ, tuwaffaa kullu nafsin maa kasabat) di 2:281 yang berarti "disempurnakan bagi setiap diri apa yang telah diusahakannya". Pada 45:22 kalimat itu menyusul tujuan yang berawalan li seperti di 46:19, (وَلِتُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ, wa-li-tujzaa kullu nafsin bi-maa kasabat) yang berarti "dan agar setiap jiwa dibalas dengan apa yang diusahakannya".
Tafsiran
Ayat ini menaruh satu skala di antara dua keadaan yang sudah disebut, yaitu penerimaan di 46:16 dan kerugian di 46:18. Kalimat bagi masing-masing dapat dibaca berlaku untuk keduanya, sehingga kedua kelompok ditempatkan dalam satu urutan yang disusun dari apa yang mereka kerjakan dan tidak dipisah menjadi dua kotak. Siapa tepatnya yang tercakup tidak ditulis; pembacaan ini bertumpu pada urutan 46:16 sampai 46:19 dan pada 3:163, yang memakai kata tingkatan setelah membandingkan dua kelompok.
Ayat 6:132 membuka dengan kalimat yang sama, dan urutan ayat di sana mirip dengan urutan di sini. Ayat 6:130 menyeru jin dan manusia, (يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ, yaa ma'syara l-jinni wa-l-insi) yang berarti "wahai golongan jin dan manusia", lalu 6:132 menyebut tingkatan bagi masing-masing. Di rangkaian ini 46:18 menyebut jin dan manusia, lalu 46:19 menyebut tingkatan bagi masing-masing. Penutupnya berbeda. Ayat 6:132 menutup dengan (وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ, wa-maa rabbuka bi-ghaafilin) yang berarti "dan Tuhanmu tidak lalai", sedangkan 46:19 menutup dengan kata kerja yang menyempurnakan dan pernyataan bahwa mereka tidak dizalimi.
Pelaku kata kerja menyempurnakan tidak disebut dengan nama. Morfologi menandainya orang ketiga tunggal, sedangkan 46:16 memakai bentuk Kami untuk menerima dan melewati. Peralihan dari Kami ke Dia terjadi dalam jarak tiga ayat tanpa penanda lain, dan 46:17 sudah menyebut Allah sebagai pemilik janji. Karena itu pelaku di 46:19 terbaca dari rangkaian ayat, tidak dari nama yang tertulis di ayat ini.
Ayat ini juga menutup pembicaraan tentang kedua kelompok sebelum adegan 46:20 dibuka. Kalimat tentang tidak dizalimi diucapkan lebih dulu, sehingga adegan kelompok yang dihadapkan pada api di ayat berikutnya terbaca dalam kerangka yang sudah menyatakan bahwa tidak ada pihak yang dirugikan. Hubungan ini bergantung pada urutan, dan 46:20 tidak merujuk kembali ke 46:19.
Renungan dan Hikmah
- Sumber tingkatan yang disebut ayat ini ialah apa yang dikerjakan masing-masing, sedangkan asal, jabatan, dan jumlah pengikut tidak disebut. Pembaca yang terbiasa menimbang orang lain dengan ukuran yang cepat terlihat, seperti pekerjaan, rumah, atau kedekatan dengan orang berpengaruh, menemukan ukuran lain di sini, yaitu perbuatan yang sudah dikerjakan dan disempurnakan oleh Dia. Ukuran itu lebih sulit dilihat dari luar, karena perbuatan sering diketahui hanya sebagian oleh orang lain. Ayat tidak menyebut berapa banyak tingkatan atau seperti apa bentuknya. Ukuran apa yang selama ini pembaca pakai untuk menaruh orang pada tingkatan di benaknya, dan seberapa jauh ukuran itu bersentuhan dengan perbuatan?
- Kata masing-masing memakai bahasa satu per satu. Ayat 46:16 dan 46:18 menyebut dua kelompok, tetapi 46:19 memakai kata yang dapat dibaca untuk tiap orang dan tidak hanya untuk tiap kelompok. Pembaca yang mudah menyamaratakan kelompok orang, entah kelompok yang disukai atau yang dicurigai, dapat memperhatikan bahwa ayat ini memakai kata yang tidak menyamaratakan. Ayat tidak merinci siapa menempati tingkatan mana, jadi pembaca tidak punya dasar untuk menentukan tingkatan orang lain. Pertanyaan yang tersisa kembali kepada diri sendiri: dalam kalimat bagi masing-masing, di mana pembaca menaruh dirinya, dan atas dasar apa menaruhnya di situ?
- Ayat ini mengakhiri pembicaraan tentang tingkatan dengan pernyataan bahwa mereka tidak dizalimi. Kalimat itu muncul di sebelas tempat dan menyusul pembicaraan tentang balasan, putusan, atau catatan. Orang yang berhenti berbuat baik karena merasa tidak ada yang melihat, atau karena merasa tidak sebanding dengan yang diterimanya, sedang membawa sebuah keluhan, dan ayat ini menjawabnya dengan pernyataan bahwa mereka tidak dizalimi. Ayat tidak menyebut kapan dan bagaimana penyempurnaan itu terjadi. Dalam hidup pembaca, di bagian mana rasa tidak sebanding membuat tangannya berhenti, dan apa yang terjadi pada rasa itu ketika dibaca bahwa pihak yang menyempurnakan tidak menzalimi?
- Kata untuk perbuatan muncul dua kali dalam ayat ini: pertama sebagai sumber tingkatan, kedua sebagai sesuatu yang disempurnakan. Perbuatan yang sama dengan demikian bekerja dua kali, sekali menentukan letak dan sekali menunggu penyempurnaan. Pembaca yang melihat pekerjaannya sebagai alat mencari hasil sekarang dapat melihat bahwa ayat ini menaruh pekerjaan itu pada dua rak, dan keduanya berada di tangan pihak lain. Di 46:15 orang yang berdoa meminta agar dapat beramal saleh, dan ayat ini menunjukkan bahwa amal itu tidak berhenti di tangan pelakunya. Apa yang sedang dikerjakan pembaca hari ini yang kelak akan diletakkan pada dua rak itu, dan apakah pekerjaan itu akan tetap dipilih bila diketahui bahwa Tuhan menyempurnakannya?
- Ayat 6:132 menutup kalimat tingkatan dengan Tuhanmu tidak lalai terhadap apa yang mereka kerjakan, dan 46:19 menutupnya dengan mereka tidak dizalimi. Penutup pertama menjawab takut tidak dilihat, penutup kedua menjawab takut dirugikan walaupun dilihat. Pembaca yang pernah bekerja dengan baik lalu merasa diabaikan mengenal ketakutan pertama, dan pembaca yang pernah dinilai tidak adil mengenal ketakutan kedua. Dua ayat itu berbeda konteks dan tidak saling menafsirkan, tetapi kalimat pembukanya sama. Mana dari kedua ketakutan itu yang lebih sering mengganggu pembaca, dan kepada siapa pembaca membawanya sekarang?
- Di antara kelompok yang diterima di 46:16 dan kelompok yang disebut rugi di 46:18, ayat ini meletakkan sebuah skala. Pembaca yang membagi orang menjadi dua golongan, yang selamat dan yang tidak, dapat melupakan bahwa ayat ini membuka kemungkinan jenjang di antara golongan itu. Skala di sini tidak berbentuk daftar nama, sehingga tidak dapat dipakai untuk menunjuk orang. Dengan ayat ini pembaca dapat memeriksa dirinya sendiri, dan tidak dapat memeriksa orang lain. Bila dua kata, diterima dan rugi, adalah dua ujung, pada titik mana pembaca merasa sedang berdiri, dan apa yang membuatnya yakin bahwa titik itu tidak bergeser?