وَيَوْمَ يُعْرَضُ الَّذِينَ كَفَرُوا عَلَى النَّارِ أَذْهَبْتُمْ طَيِّبَاتِكُمْ فِي حَيَاتِكُمُ الدُّنْيَا وَاسْتَمْتَعْتُمْ بِهَا فَالْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنْتُمْ تَسْتَكْبِرُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَبِمَا كُنْتُمْ تَفْسُقُونَ

Pada hari orang-orang yang kufur dihadapkan pada api, “Kalian telah menghabiskan yang baik dalam kehidupan dunia kalian dan bersenang-senang dengannya. Pada hari ini kalian dibalas dengan azab yang menghinakan karena kalian selalu menyombongkan diri di bumi tanpa hak, dan karena kalian selalu berbuat fasik.”

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. وَيَوْمَ يُعْرَضُ الَّذِينَ كَفَرُوا عَلَى النَّارِwa-yawma yu'radhu lladziina kafaruu 'alaa n-naaripada hari orang-orang yang kufur dihadapkan pada api
  2. أَذْهَبْتُمْ طَيِّبَاتِكُمْ فِي حَيَاتِكُمُ الدُّنْيَا وَاسْتَمْتَعْتُمْ بِهَاadzhabtum thayyibaatikum fii hayaatikumu d-dunyaa wa-stamta'tum bihaakalian telah menghabiskan yang baik dalam kehidupan dunia kalian dan bersenang-senang dengannya
  3. فَالْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنْتُمْ تَسْتَكْبِرُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّfa-l-yawma tujzawna 'adzaaba l-huuni bi-maa kuntum tastakbiruuna fii l-ardhi bi-ghayri l-haqqipada hari ini kalian dibalas dengan azab yang menghinakan karena kalian selalu menyombongkan diri di bumi tanpa hak
  4. وَبِمَا كُنْتُمْ تَفْسُقُونَwa-bi-maa kuntum tafsuquunadan karena kalian selalu berbuat fasik

Terjemahan per kata (27 kata)

  1. وَيَوْمَwa-yawmadan pada hari
  2. يُعْرَضُyu'radhudihadapkan
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. كَفَرُواkafaruukufur
  5. عَلَى'alaaatas
  6. النَّارِn-naariapi
  7. أَذْهَبْتُمْadzhabtumkalian habiskan
  8. طَيِّبَاتِكُمْthayyibaatikumyang baik-baik bagi kalian
  9. فِيfiidalam
  10. حَيَاتِكُمُhayaatikumukehidupan kalian
  11. الدُّنْيَاd-dunyaadunia
  12. وَاسْتَمْتَعْتُمْwa-stamta'tumdan kalian menikmati
  13. بِهَاbihaadengannya
  14. فَالْيَوْمَfa-l-yawmamaka pada hari ini
  15. تُجْزَوْنَtujzawnakalian dibalas
  16. عَذَابَ'adzaabaazab
  17. الْهُونِl-huunikehinaan
  18. بِمَاbi-maakarena apa yang
  19. كُنْتُمْkuntumkalian selalu
  20. تَسْتَكْبِرُونَtastakbiruunakalian menyombongkan diri
  21. فِيfiidi
  22. الْأَرْضِl-ardhibumi
  23. بِغَيْرِbi-ghayritanpa
  24. الْحَقِّl-haqqihak
  25. وَبِمَاwa-bi-maadan karena
  26. كُنْتُمْkuntumkalian selalu
  27. تَفْسُقُونَtafsuquunakalian fasik

Inti bacaan

Susunan (عَذَابَ الْهُونِ, 'adzaaba l-huuni) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 6:93 dan 46:20.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَيَوْمَ يُعْرَضُ الَّذِينَ كَفَرُوا عَلَى النَّارِ, wa-yawma yu'radhu lladziina kafaruu 'alaa n-naari) yang berarti "pada hari orang-orang yang kufur dihadapkan pada api". Kalimat ini ada dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 46:20 dan 46:34. Kata kerja (يُعْرَضُ, yu'radhu) berakar ع-ر-ض dan dipakai juga di 11:18, (يُعْرَضُونَ عَلَىٰ رَبِّهِمْ, yu'radhuuna 'alaa rabbihim) yang berarti "mereka dihadapkan kepada Tuhan mereka", dan di 40:46, (النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا, n-naaru yu'radhuuna 'alayhaa) yang berarti "api, mereka dihadapkan kepadanya". Di ketiga ayat itu tujuan penghadapan didahului huruf 'alaa, dan terjemahan 46:20 memakai "dihadapkan pada".

Kata kerja (أَذْهَبْتُمْ, adzhabtum) yang berarti "kalian telah menghabiskan" berakar ذ-ه-ب dan memakai bentuk keempat. Morfologi tidak menandainya sebagai penanda pertanyaan, berbeda dengan huruf a pada (أَتَعِدَانِنِي, a-ta'idaaninii) di 46:17, jadi kalimat ini berupa pernyataan. Bentuk keempat akar ini ada sebelas kali di sebelas ayat, antara lain (أَذْهَبَ عَنَّا الْحَزَنَ, adzhaba 'annaa l-hazana) yang berarti "menghilangkan kesedihan dari kami" di 35:34 dan (لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ, li-yudzhiba 'ankumu r-rijsa) yang berarti "menghilangkan kekotoran dari kalian" di 33:33. Padanan harfiahnya "menghilangkan". Terjemahan 46:20 memakai "menghabiskan" karena barang yang dihilangkan milik pelakunya sendiri dan kalimat berikutnya menyebut bahwa mereka menikmatinya, sehingga "menghabiskan" menunjukkan sesuatu yang hilang karena dipakai.

Kata (طَيِّبَاتِكُمْ, thayyibaatikum) yang berarti "yang baik-baik bagi kalian" berakar ط-ي-ب dan menyandang akhiran -kum yang berarti "kalian". Bentuk thayyibaati dalam pola (كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ, kuluu min thayyibaati) yang berarti "makanlah dari yang baik-baik" ada empat kali di tiga surah, yaitu 2:57, 2:172, 7:160, dan 20:81. Di 5:87, (لَا تُحَرِّمُوا طَيِّبَاتِ مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَكُمْ, laa tuharrimuu thayyibaati maa ahalla llaahu lakum) yang berarti "janganlah kalian mengharamkan yang baik yang telah Allah halalkan bagi kalian" melarang menolak yang baik itu, dan 20:81 menambahkan (وَلَا تَطْغَوْا فِيهِ, wa-laa tathghaw fiihi) yang berarti "dan janganlah kalian melampaui batas padanya". Jadi di tempat lain Al-Qur'an memerintahkan makan yang baik dan membatasinya dengan larangan melampaui batas. Karena itu kalimat pertama di ayat ini dapat dibaca sebagai pernyataan keadaan, dan alasan balasan baru disebut dua kali sesudahnya.

Kata (وَاسْتَمْتَعْتُمْ, wa-stamta'tum) yang berarti "dan kalian bersenang-senang" berakar م-ت-ع dan memakai bentuk kesepuluh. Bentuk persis ini ada di 4:24, 9:69, dan 46:20. Di 9:69, (فَاسْتَمْتَعْتُمْ بِخَلَاقِكُمْ, fa-stamta'tum bi-khalaaqikum) yang berarti "dan kalian telah menikmati bagian kalian", ayat yang sama menyebut amal mereka sia-sia di dunia dan akhirat dan menyebut mereka orang-orang yang rugi. Frasa (فِي حَيَاتِكُمُ الدُّنْيَا, fii hayaatikumu d-dunyaa) yang berarti "dalam kehidupan dunia kalian" hanya ada di 46:20. Bentuk dengan akhiran lain, (حَيَاتُنَا الدُّنْيَا, hayaatunaa d-dunyaa) yang berarti "kehidupan dunia kami", ada di 6:29, 23:37, dan 45:24, dan di ketiganya diucapkan oleh orang-orang yang menolak.

Frasa (فَالْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ, fa-l-yawma tujzawna 'adzaaba l-huuni) yang berarti "pada hari ini kalian dibalas dengan azab yang menghinakan" memuat (تُجْزَوْنَ, tujzawna), kata kerja pasif dari akar ج-ز-ي yang berarti "kalian dibalas". Bentuk tujzawna ada sembilan kali di sembilan surah, di antaranya 6:93, 45:28, dan 46:20. Susunan (عَذَابَ الْهُونِ, 'adzaaba l-huuni) hanya ada di 6:93 dan 46:20, dan kata (الْهُونِ, l-huuni) berakar ه-و-ن muncul tiga kali, yaitu di 6:93, 41:17, dan 46:20. Arti harfiah l-huuni "kehinaan", dan terjemahan memakai "azab yang menghinakan" seperti di 6:93. Di ketiga ayat itu kata tersebut langsung disusul anak kalimat berawalan bi-maa yang menyebut alasan.

Frasa (بِمَا كُنْتُمْ تَسْتَكْبِرُونَ, bi-maa kuntum tastakbiruuna) yang berarti "karena kalian selalu menyombongkan diri" memuat kata kerja bentuk kesepuluh dari akar ك-ب-ر. Bentuk tastakbiruuna ada tiga kali, yaitu di 6:93, 7:48, dan 46:20. Susunan (فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ, fii l-ardhi bi-ghayri l-haqqi) yang berarti "di bumi tanpa hak" ada tujuh kali di tujuh surah, yaitu 7:146, 10:23, 28:39, 40:75, 41:15, 42:42, dan 46:20. Pada 41:15 susunan itu mengikuti kata kerja yang berakar sama dengan di sini, (فَاسْتَكْبَرُوا فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ, fa-stakbaruu fii l-ardhi bi-ghayri l-haqqi) yang berarti "mereka menyombongkan diri di bumi tanpa hak". Terjemahan memakai "tanpa hak" di 46:20, 41:15, 40:75, 10:23, dan 42:42, sedangkan 7:146 dan 28:39 memakai "tanpa alasan yang benar" untuk susunan yang sama. Kata (الْحَقِّ, l-haqqi) berakar ح-ق-ق, akar yang sama dengan haqqun di 46:17 dan haqqa di 46:18.

Kalimat penutup (وَبِمَا كُنْتُمْ تَفْسُقُونَ, wa-bi-maa kuntum tafsuquuna) yang berarti "dan karena kalian selalu berbuat fasik" memuat (تَفْسُقُونَ, tafsuquuna), kata kerja dari akar ف-س-ق. Bentuk persis ini hanya ada di 46:20. Akar yang sama dipakai di 17:16, (فَفَسَقُوا فِيهَا, fa-fasaquu fiihaa) yang berarti "lalu mereka berbuat fasik di dalamnya", dan di 46:35 dalam sebutan (الْقَوْمُ الْفَاسِقُونَ, l-qawmu l-faasiquuna) yang berarti "kaum yang fasik". Huruf wa di depan bi-maa menjadikan kalimat ini alasan kedua yang sejajar dengan alasan pertama, dan keduanya memakai kuntum di depan kata kerja berbentuk sedang berlangsung.

Tafsiran

Ayat ini menutup bagian 46:15 sampai 46:20 dengan satu adegan: sekelompok orang yang kufur dihadapkan pada api, lalu dibicarai dalam kutipan yang berganti ke sapaan kalian. Kata kerja berucap tidak ada; pergantian dari mereka ke kalian menunjukkan bahwa pembicara kini menyapa kelompok itu. Ayat 46:34 membuka dengan kalimat yang sama untuk hari yang sama, tetapi isinya lain. Di 46:34 ada pertanyaan, jawaban "Benar, demi Tuhan kami", dan perintah merasakan azab karena mereka dahulu kufur. Di 46:20 tidak ada jawaban yang dicatat, dan alasan yang disebut berupa kesombongan dan kefasikan. Kedua ayat memperlihatkan satu hari dari dua sisi.

Sebagai penutup bagian ini, 46:20 menampilkan ujung yang berlawanan dengan 46:16. Di 46:15 seorang manusia meminta agar dapat mensyukuri nikmat Tuhannya, dan di 46:20 sekelompok orang disebut telah menghabiskan yang baik bagi mereka dan bersenang-senang dengannya. Kata nikmat dan syukur tidak ada di 46:20, jadi kaitan itu terbaca dari dua ayat yang berjauhan, dan ayat ini tidak mengatakan bahwa mereka tidak bersyukur. Alasan yang tertulis berupa kesombongan di bumi tanpa hak dan kefasikan.

Janji, perkataan, dan kebenaran yang disebut di 46:16 sampai 46:18 disusul di sini oleh balasan berupa kehinaan, dan balasan itu bersandar pada alasan yang tertulis dalam dua anak kalimat bi-maa. Bila 46:19 menyatakan bahwa tidak ada yang dizalimi, 46:20 memperlihatkan bagaimana pernyataan itu bekerja, yaitu dengan menyebut alasan balasan satu per satu. Ayat 36:54 memuat dua bagian itu dalam satu kalimat, tidak dizalimi dan dibalas, dan di sana keduanya juga memakai kata hari ini.

Beberapa unsur ayat ini berada bersama dalam urutan pendek di 6:128 sampai 6:132. Di sana jin dan manusia disebut bersama, satu pihak berkata bahwa sebagian mereka telah bersenang-senang dengan sebagian yang lain, 6:130 menyebut kehidupan dunia yang memperdaya mereka, dan 6:132 menyebut tingkatan bagi masing-masing. Di rangkaian 46:18 sampai 46:20 unsur yang sama muncul dalam susunan lain, yaitu jin dan manusia, tingkatan, lalu kehidupan dunia dan bersenang-senang. Kedua rangkaian berbeda konteks dan tidak saling menafsirkan.

Ayat 46:21 memulai kisah lain, yaitu saudara Ad di Ahqaf, sehingga 46:20 menjadi ayat terakhir dari bagian ini.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini tidak menuduh bahwa kenikmatan itu salah. Di 5:87 Allah menghalalkan yang baik bagi orang beriman, dan di 20:81 yang baik itu diperintahkan untuk dimakan dengan batas. Kepada kelompok ini dikatakan bahwa yang baik bagi mereka sudah dihabiskan di kehidupan dunia dan mereka bersenang-senang dengannya. Pembaca yang hidup nyaman dan merasa baik-baik saja dapat bertanya apakah seluruh bagian baik dalam hidupnya sedang dihabiskan di bagian yang sama, tanpa menyisakan apa pun untuk bagian yang tidak terlihat. Bagian mana dari kebaikan yang hari ini dinikmati pembaca yang disyukurinya kepada Dia yang memberinya?
  • Urutan dalam ayat ini menaruh kelompok itu di depan api lebih dulu, baru kemudian sebuah suara berbicara kepada mereka. Di 46:34 adegan yang sama mencatat jawaban mereka, "Benar, demi Tuhan kami", sedangkan di 46:20 tidak ada jawaban yang dicatat. Pembaca yang pernah dihadapkan pada akibat perbuatannya sebelum sempat membela diri mengenal urutan itu: gambaran datang dulu, penjelasan menyusul. Apa yang akan pembaca jawab bila ditanya soal bagian yang sudah dihabiskan, dan apakah jawaban itu sudah disiapkan sebelum gambaran itu tiba?
  • Alasan pertama balasan di ayat ini ialah menyombongkan diri di bumi tanpa hak, dan kata yang sama di 41:15 dipakai untuk kaum yang berkata siapa lebih hebat daripada mereka. Kata hak dipakai sebagai batas, sehingga kesombongan yang disebut di sini kesombongan yang tidak memiliki dasar. Pembaca dapat memperhatikan kapan perasaan lebih tinggi muncul dalam dirinya, saat memegang jabatan, saat dipuji, atau saat menang berdebat, lalu menimbangnya dengan kata tanpa hak. Dari tiga saat tersebut, mana yang paling sulit dilihat sebagai kesombongan oleh pemiliknya sendiri?
  • Di 6:29, 23:37, dan 45:24 orang-orang yang menolak menyebut kehidupan dunia kami. Di ayat ini sapaan kepada kelompok yang dihadapkan pada api menyebut kehidupan dunia kalian, sehingga sebutan yang mereka pakai untuk menyatakan bahwa hidup hanya itu kembali dalam bentuk sapaan. Pembaca yang menyebut sesuatu milikku, waktuku, uangku, atau hidupku dapat memperhatikan kata milik itu. Kapan terakhir pembaca menyebut sesuatu milikku tanpa terlintas dari siapa menerimanya, dan apakah Allah, yang menurut 5:87 menghalalkan yang baik itu, pernah disebut dalam kalimat itu?
  • Balasan di ayat ini bernama kehinaan, sedangkan perbuatan yang disebut sebagai alasannya ialah menyombongkan diri. Kedua kata itu berhadapan: kata yang menunjuk merasa lebih besar dibalas dengan nama yang menunjuk direndahkan. Ayat 6:93 memakai nama balasan yang sama untuk orang yang berdusta terhadap Allah dan menyombongkan diri terhadap tanda-tanda-Nya. Ayat ini tidak merinci wujud kehinaan itu. Apakah ada kebiasaan pembaca yang menuntut, tanpa disadari, diperlakukan lebih tinggi dari orang lain, dan bagaimana nama balasan itu menyentuh kebiasaan tersebut?
  • Kalimat balasan dalam ayat ini dibuka dengan pada hari ini. Kata itu memindahkan waktu pembicara ke saat balasan terjadi, dan 36:54 memakai kata yang sama untuk menyatakan bahwa tidak ada jiwa yang dizalimi dan bahwa mereka dibalas sebatas apa yang mereka kerjakan. Pembaca yang menunda urusan terpenting dengan kata nanti dapat membayangkan semua kata nanti dalam hidupnya diganti dengan kata hari ini. Bila sebuah suara mulai berbicara dengan kata hari ini, kata nanti mana dalam hidup pembaca yang paling cepat kehilangan alasannya?