وَاذْكُرْ أَخَا عَادٍ إِذْ أَنْذَرَ قَوْمَهُ بِالْأَحْقَافِ وَقَدْ خَلَتِ النُّذُرُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا اللَّهَ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ
Ingatlah saudara Ad ketika ia memperingatkan kaumnya di Ahqaf. Sungguh, telah berlalu para pemberi peringatan sebelum dan setelahnya. “Janganlah kalian mengabdi kepada selain Allah. Sesungguhnya aku khawatir kalian ditimpa azab pada hari yang agung.”
Terjemahan bertahap (5 jeda)
- وَاذْكُرْ أَخَا عَادٍwa-dzkur akhaa 'aadiningatlah saudara Ad
- إِذْ أَنْذَرَ قَوْمَهُ بِالْأَحْقَافِidz andzara qawmahu bi-l-ahqaafiketika ia memperingatkan kaumnya di Ahqaf
- وَقَدْ خَلَتِ النُّذُرُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِwa-qad khalati n-nudzuru min bayni yadayhi wa-min khalfihisungguh, telah berlalu para pemberi peringatan sebelum dan setelahnya
- أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا اللَّهَallaa ta'buduu illaa llaahajanganlah kalian mengabdi kepada selain Allah
- إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍinnii akhaafu 'alaykum 'adzaaba yawmin 'azhiiminsesungguhnya aku khawatir kalian ditimpa azab pada hari yang agung
Terjemahan per kata (25 kata)
- وَاذْكُرْwa-dzkurdan sebutlah
- أَخَاakhaasaudara
- عَادٍ'aadinAd
- إِذْidzketika
- أَنْذَرَandzaramemperingatkan
- قَوْمَهُqawmahukaumnya
- بِالْأَحْقَافِbi-l-ahqaafidi Ahqaf
- وَقَدْwa-qadpadahal sungguh
- خَلَتِkhalatitelah berlalu
- النُّذُرُn-nudzurupara pemberi peringatan
- مِنْmindari
- بَيْنِbayniantara
- يَدَيْهِyadayhikedua tangannya
- وَمِنْwa-mindan dari
- خَلْفِهِkhalfihibelakangnya
- أَلَّاallaajanganlah
- تَعْبُدُواta'buduukalian mengabdi
- إِلَّاillaakecuali
- اللَّهَllaahaAllah
- إِنِّيinniisesungguhnya aku
- أَخَافُakhaafuaku takut
- عَلَيْكُمْ'alaykumatas kalian
- عَذَابَ'adzaabaazab
- يَوْمٍyawminhari
- عَظِيمٍ'azhiiminyang besar
Inti bacaan
Kalimat (إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ, innii akhaafu 'alaykum 'adzaaba yawmin 'azhiimin) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 7:59, 26:135, dan 46:21.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَاذْكُرْ, wa-dzkur) yang berarti "dan ingatlah", perintah kepada satu orang yang diajak bicara, berakar ذ-ك-ر. Perintah itu hanya tiga kali berada di ayat yang sama dengan kata (إِذْ, idz) yang berarti "ketika", yaitu di 19:16, 38:41, dan 46:21. Di 19:16 perintah itu menyebut (مَرْيَمَ, maryama) yang berarti "Maryam", dan di 38:41 menyebut (عَبْدَنَا أَيُّوبَ, 'abdanaa ayyuuba) yang berarti "hamba Kami, Ayyub". Di ketiganya kata idz membuka satu saat tertentu dalam hidup orang yang diingat. Di 46:21 saat itu adalah saat sang saudara memperingatkan kaumnya.
Perintah itu berobjek (أَخَا عَادٍ, akhaa 'aadin) yang berarti "saudara Ad". Kata (أَخَا, akhaa) berarti "saudara" dan (عَادٍ, 'aadin) menyebut nama Ad. Nama orangnya tidak tercantum di ayat ini. Di dua belas ayat lain kata "saudara mereka" langsung disusul nama: (أَخَاهُمْ, akhaahum) di 7:65, 7:73, 7:85, 11:50, 11:61, 11:84, 27:45, dan 29:36, serta (أَخُوهُمْ, akhuuhum) di 26:106, 26:124, 26:142, dan 26:161. Tiga di antaranya menyebut Hud, yaitu (هُودًا, huudan) di 7:65 dan 11:50, serta (هُودٌ, huudun) di 26:124. Karena 46:21 sendiri tidak memuat nama itu, hubungan antara saudara Ad di sini dan Hud berjalan lewat tiga ayat tersebut, dan terjemahan tidak menambahkan nama.
Kata kerja (أَنْذَرَ, andzara) yang berarti "memperingatkan" berakar ن-ذ-ر, dan objeknya (قَوْمَهُ, qawmahu) berarti "kaumnya". Bentuk lampau aktif orang ketiga tunggal dari kata kerja ini, dengan atau tanpa akhiran kata ganti, hanya muncul dua kali, yaitu di 46:21 dan di 54:36, tempat (أَنْذَرَهُمْ, andzarahum) berarti "ia telah memperingatkan mereka". Akar yang sama melahirkan (النُّذُرُ, n-nudzuru) beberapa kata sesudahnya, yang berarti "para pemberi peringatan". Karena itu satu ayat memuat orang yang memperingatkan dan barisan pemberi peringatan dari akar yang sama. Terjemahan memakai "memperingatkan" dan "peringatan" untuk akar itu, dan tidak memakai "mengingatkan", supaya akar ini tidak bercampur dengan "ingatlah" di awal ayat yang berakar ذ-ك-ر.
Nama tempat (بِالْأَحْقَافِ, bi-l-ahqaafi) yang berarti "di Ahqaf" tersusun dari (بِ, bi-) "di", kata sandang al-, dan (أَحْقَافِ, ahqaafi) nama tempat itu. Akar ح-ق-ف tidak dipakai di ayat lain mana pun, dan data morfologi menandai kata ini sebagai nama berbentuk jamak. Karena tidak ada pemakaian lain yang bisa dibandingkan, terjemahan menyalin namanya apa adanya.
Di tengah kalimat ada keterangan yang menyela, yaitu (وَقَدْ خَلَتِ النُّذُرُ, wa-qad khalati n-nudzuru) yang berarti "sungguh telah berlalu para pemberi peringatan". Kata kerja (خَلَتِ, khalati) berakar خ-ل-و dan menunjuk hal yang sudah lewat. Di 5:75, (قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ, qad khalat min qablihi r-rusulu) yang berarti "sungguh telah berlalu sebelumnya rasul-rasul", kata kerja itu disertai satu arah waktu, yaitu (قَبْلِهِ, qablihi) "sebelumnya", dan susunan yang sama ada di 3:144. Di 46:21 arahnya dua: (مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ, min bayni yadayhi wa-min khalfihi), yang harfiahnya "dari antara kedua tangannya dan dari belakangnya". Susunan itu juga ada di 13:11 dan 72:27, dan di dua tempat itu pembicaraannya tentang penjaga yang berdiri di sekeliling, sehingga terjemahannya "depan" dan "belakang". Di 46:21 kata kerjanya berlalu, maka terjemahan memakai "sebelum dan setelahnya". Dasar untuk "setelahnya" ada di ayat lain: 7:74 menyebut kaum yang dijadikan pengganti (مِنْ بَعْدِ عَادٍ, min ba'di 'aadin) yang berarti "setelah Ad", dan 7:73 menyebut utusan bagi kaum itu, (أَخَاهُمْ صَالِحًا, akhaahum shaalihan) yang berarti "saudara mereka, Saleh". Siapa saja para pemberi peringatan itu dan berapa jumlahnya tidak dicatat.
Isi peringatannya dibuka dengan (أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا اللَّهَ, allaa ta'buduu illaa llaaha) yang berarti "janganlah kalian mengabdi kepada selain Allah". Data morfologi memisahkan (أَلَّا, allaa) menjadi (أَنْ, an) dan (لَا, laa) yang menandai larangan. Bagian (إِلَّا اللَّهَ, illaa llaaha) harfiahnya "kecuali Allah", dan terjemahan menuliskannya "selain Allah". Kata kerja (تَعْبُدُوا, ta'buduu) berakar ع-ب-د, akar yang sama dengan (عَبْدَنَا, 'abdanaa) "hamba Kami" di 38:41, sehingga "mengabdi" menjaga hubungannya dengan "hamba". Padanan itu juga dipakai di 1:5, (نَعْبُدُ, na'budu) yang berarti "kami mengabdi", dan di 109:2, (أَعْبُدُ, a'budu) yang berarti "aku mengabdi". Rangkaian utuh allaa ta'buduu illaa llaaha muncul tiga kali, yaitu di 11:2, 41:14, dan 46:21.
Alasan larangan itu dinyatakan dengan (إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ, innii akhaafu 'alaykum) yang berarti "sesungguhnya aku khawatir atas kalian". Kata (أَخَافُ, akhaafu) berakar خ-و-ف dan menyatakan keadaan pembicara sendiri, sedangkan (عَلَيْكُمْ, 'alaykum) berarti "atas kalian". Kata "ditimpa" dalam terjemahan tidak punya kata Arab tersendiri. Tambahan itu melengkapi (عَذَابَ, 'adzaaba) "azab" supaya jelas bahwa azab itu mengenai mereka, sama dengan terjemahan 7:59. Kalimat (إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ, innii akhaafu 'alaykum 'adzaaba yawmin 'azhiimin) muncul tiga kali, yaitu di 7:59, 26:135, dan 46:21. Frasa pendeknya, (عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ, 'adzaaba yawmin 'azhiimin), muncul tujuh kali di enam surah, yaitu 6:15, 7:59, 10:15, 26:135, 26:189, 39:13, dan 46:21, dengan surah 26 memuatnya dua kali. Kata (عَظِيمٍ, 'azhiimin) tanpa kata sandang, sehingga terjemahannya "hari yang agung" dan tidak menjadi nama hari.
Tafsiran
Ayat ini memuat tiga hal sekaligus: perintah untuk mengingat, seorang pemberi peringatan, dan kalimat peringatannya. Azabnya sendiri belum muncul. Peristiwa itu baru tertulis di 46:24 dan 46:25, sedangkan 46:21 sampai 46:23 berisi orang yang berbicara dan jawaban yang diterimanya. Perintah (وَاذْكُرْ, wa-dzkur) ditujukan kepada satu orang yang tidak disebut namanya, sedangkan kisahnya dituturkan kepada pendengar yang jamak: 46:26 beralih ke (مَكَّنَّاكُمْ, makkannaakum) "Kami teguhkan kalian" dan 46:27 ke (حَوْلَكُمْ, hawlakum) "di sekitar kalian". Kisah Ad terletak di antara dua alamat itu.
Keterangan tentang para pemberi peringatan memotong jalan dari "ia memperingatkan kaumnya" ke isi peringatan. Pendengar lebih dulu mendengar bahwa sebelum dan setelah orang ini sudah ada pemberi peringatan lain, baru kemudian mendengar kalimatnya. Dengan susunan itu orang di Ahqaf tampil di dalam barisan dan tidak sendirian. Ayat 41:14 memberi bahan untuk membaca barisan itu. Ayat 41:13 menyebut Ad dan Tsamud, lalu 41:14 menyebut rasul-rasul yang datang kepada mereka (مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ, min bayni aydiihim wa-min khalfihim) yang berarti "dari depan dan dari belakang mereka", dengan kalimat larangan yang sama. Dapat dibaca bahwa kalimat larangan di 46:21 adalah kalimat yang dibawa para pemberi peringatan itu juga. Ayat 46:21 sendiri tidak menyatakan hubungan tersebut.
Kalimat peringatan itu terdiri dari dua bagian yang berurutan: larangan, lalu kekhawatiran. Larangannya menyebut Allah sebagai pengecualian bagi pengabdian, tetapi tidak menyebut kepada apa kaum itu mengabdi. Jawaban mereka di 46:22 mengisi kekosongan itu dengan "tuhan-tuhan kami". Kekhawatirannya menyebut hari yang agung tanpa tanggal, tanpa lama, dan tanpa rincian. Hari itu tidak diberi tanggal. Ayat berikutnya yang berisi jawaban, 46:23, menyebut bahwa ilmu hanya ada pada Allah, tanpa menyebut ilmu tentang apa.
Di surah ini ayat sebelumnya, 46:20, menggambarkan orang-orang yang kufur dihadapkan pada api. Ayat 46:21 membuka kisah yang berisi azab juga, dan menyebut hari yang agung. Teksnya tidak menyatakan bahwa hari yang dikhawatirkan di sini sama dengan hari di 46:20, tetapi keduanya terbaca bersebelahan.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini memperkenalkan orang yang memperingatkan lewat hubungan kekeluargaannya, saudara Ad, dan tidak lewat nama, gelar, atau jabatan. Pendengarnya kaumnya sendiri. Bagi pembaca, peringatan dari saudara sendiri dapat terdengar berbeda dari peringatan orang asing, sebab hubungan yang sudah ada ikut menentukan bagaimana isi peringatan diterima, dan hubungan itu bisa menolong atau menghalangi. Pembaca dapat mengingat peringatan terberat yang pernah diterimanya dari orang yang dikenalnya dekat. Apakah pembaca lebih dulu menimbang isinya, atau lebih dulu menimbang siapa yang mengatakannya?
- Keterangan tentang para pemberi peringatan yang telah berlalu menaruh satu suara di dalam deretan yang panjang. Peringatan yang sedang didengar dapat terasa datang sekali, kepada diri sendiri, pada hari itu juga. Ayat ini memperlihatkan sudut pandang lain, yaitu pendengar berdiri di tengah deretan suara yang sudah lewat, sebagian sebelum orang ini dan sebagian sesudahnya. Peringatan yang terasa baru bisa jadi hanya satu mata rantai dalam deretan itu. Berapa banyak peringatan dalam hidup pembaca yang disambutnya sebagai yang pertama, padahal sebelum dan sesudahnya sudah ada orang lain yang mengatakan hal yang sama?
- Larangan itu menyebut Allah sebagai pengecualian dari semua yang lain: pengabdian boleh diarahkan kepada Allah dan tidak kepada selain-Nya. Kata kerjanya seakar dengan "hamba" di 38:41, jadi larangan ini dapat dibaca sebagai larangan menjadi hamba bagi selain Allah. Kata "mengabdi" mengajak pembaca melihat kehidupannya sehari-hari dari sisi itu, yaitu kepada siapa waktu, tenaga, dan perhatiannya sebenarnya bekerja. Dalam praktik, adakah pihak lain yang menempati tempat yang menurut ayat ini hanya disisakan bagi Allah, tanpa pernah disebut dengan kata "tuhan"?
- Kalimat peringatannya berbunyi "aku khawatir", kata kerja yang menyatakan keadaan batin pembicara sendiri. Nadanya berbeda dari kalimat ancaman, yang menyebut apa yang akan terjadi dan menyingkirkan penyampainya dari cerita. Orang yang mengucapkannya menaruh dirinya di dalam cerita sebagai orang yang cemas, dan 46:23 kemudian memperlihatkan bahwa orang itu menyatakan ilmu ada pada Allah. Ayat ini menunjukkan satu cara menyampaikan hal berat, yaitu mengatakan kecemasan sendiri dan tidak menjatuhkan vonis. Ketika pembaca sendiri harus menyampaikan hal yang berat kepada orang yang dipedulikannya, kata mana yang lebih sering dipilihnya, dan mana di antara keduanya yang lebih mungkin didengar?
- Hari itu disebut agung, dan ayat tidak menambahkan ukuran apa pun: tidak ada tanggal, tidak ada lamanya, tidak ada gambaran. Pendengar hanya diberi satu sifat, sementara 46:23 menyatakan bahwa ilmu hanya ada pada Allah. Perbedaan antara sifat sebuah hari yang diberitahukan dan jadwal sebuah hari yang tidak diberitahukan menyentuh pembaca, sebab pembaca yang menunda bersikap sampai keterangan lengkap tiba dapat bercermin padanya. Ayat ini memberi sifat dan tidak memberi jadwal. Jika keterangan yang diberikan teks sudah memadai untuk bersikap, apa yang sebenarnya sedang ditunggu?
- Ayat 41:14 memuat kalimat larangan yang sama, dan jawaban kaum itu ialah "Sekiranya Tuhan kami menghendaki, tentu Dia menurunkan malaikat-malaikat". Jawaban itu berbicara tentang siapa yang semestinya datang membawa pesan dan menutup dengan penolakan terhadap apa yang dibawa. Ayat 41:14 bukan 46:22, dan jawabannya berbeda dari jawaban di 46:22, sehingga keduanya tidak disamakan. Namun keduanya sama-sama mengarahkan perhatian kepada pembawa pesan: 41:14 kepada siapa yang semestinya datang, 46:22 kepada maksud kedatangan dan kebenaran orangnya. Pembaca dapat bertanya, kapan terakhir kali yang dipersoalkannya adalah pembawa pesan sebelum pesannya ditimbang, dan apa yang tersisa dari pesan itu sesudah perhatian berpindah?