قَالَ إِنَّمَا الْعِلْمُ عِنْدَ اللَّهِ وَأُبَلِّغُكُمْ مَا أُرْسِلْتُ بِهِ وَلَٰكِنِّي أَرَاكُمْ قَوْمًا تَجْهَلُونَ

Ia berkata, “Sesungguhnya ilmu hanya ada pada Allah. Aku menyampaikan kepada kalian apa yang dengannya aku diutus, tetapi aku melihat kalian adalah kaum yang berlaku bodoh.”

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. قَالَqaalaia berkata
  2. إِنَّمَا الْعِلْمُ عِنْدَ اللَّهِinnamaa l-'ilmu 'inda llaahisesungguhnya ilmu hanya ada pada Allah
  3. وَأُبَلِّغُكُمْ مَا أُرْسِلْتُ بِهِwa-uballighukum maa ursiltu bihiaku menyampaikan kepada kalian apa yang dengannya aku diutus
  4. وَلَٰكِنِّي أَرَاكُمْ قَوْمًا تَجْهَلُونَwa-laakinnii araakum qawman tajhaluunatetapi aku melihat kalian adalah kaum yang berlaku bodoh

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. قَالَqaalaberkata
  2. إِنَّمَاinnamaasesungguhnya hanyalah
  3. الْعِلْمُl-'ilmupengetahuan
  4. عِنْدَ'indadi sisi
  5. اللَّهِllaahiAllah
  6. وَأُبَلِّغُكُمْwa-uballighukumdan aku menyampaikan kepada kalian
  7. مَاmaaapa yang
  8. أُرْسِلْتُursiltuaku diutus
  9. بِهِbihidengannya
  10. وَلَٰكِنِّيwa-laakinniitetapi aku
  11. أَرَاكُمْaraakumaku melihat kalian
  12. قَوْمًاqawmankaum
  13. تَجْهَلُونَtajhaluunakalian tidak mengetahui

Inti bacaan

Kalimat (وَلَٰكِنِّي أَرَاكُمْ قَوْمًا تَجْهَلُونَ, wa-laakinnii araakum qawman tajhaluuna) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 11:29 dan 46:23.

Penjelasan pilihan kata

Jawaban dibuka dengan (قَالَ, qaala) yang berarti "ia berkata", kata kerja tunggal sesudah (قَالُوا, qaaluu) yang jamak di 46:22. Pelakunya tidak disebut namanya. Pihak tunggal yang diajak bicara dengan kata "engkau" di 46:22 adalah orang yang memperingatkan di 46:21, sehingga terjemahan memakai "ia".

Isi jawabannya dimulai dengan (إِنَّمَا الْعِلْمُ عِنْدَ اللَّهِ, innamaa l-'ilmu 'inda llaahi) yang berarti "sesungguhnya ilmu hanya ada pada Allah". Kata (الْعِلْمُ, l-'ilmu) berarti "ilmu", memakai kata sandang al-, dan berakar ع-ل-م. Kata (عِنْدَ, 'inda) berarti "pada" dan berakar ع-ن-د. Terjemahan memakai "hanya" untuk (إِنَّمَا, innamaa), sama dengan 67:26 dan 33:63. Kalimat persis ini muncul dua kali, yaitu di 46:23 dan 67:26. Ayat 67:26 menjawab 67:25, (مَتَىٰ هَٰذَا الْوَعْدُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ, mataa haadzaa l-wa'du in kuntum shaadiqiina) yang berarti "kapankah janji ini, jika kalian orang-orang yang benar", sehingga di sana ilmu itu terbaca sebagai ilmu tentang waktu. Di 46:23 pertanyaan "kapan" tidak tertulis dan objek ilmunya pun tidak disebut. Urutannya serupa dengan 67:25 sampai 67:26: permintaan yang memakai syarat kebenaran, lalu kalimat ini. Bentuk lain dengan objek tertulis ada di 7:187 dan 33:63, (إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ, innamaa 'ilmuhaa 'inda) yang berarti "pengetahuan tentangnya hanya ada pada", dengan akhiran -haa yang menunjuk kiamat.

Bagian berikutnya, (وَأُبَلِّغُكُمْ, wa-uballighukum) yang berarti "dan aku menyampaikan kepada kalian", memakai kata kerja (أُبَلِّغُ, uballighu) dari akar ب-ل-غ dan akhiran (كُمْ, -kum) "kalian". Bentuk uballighukum muncul tiga kali, yaitu di 7:62, 7:68, dan 46:23. Di 7:62 Nuh menyampaikan (رِسَالَاتِ رَبِّي, risaalaati rabbii) yang berarti "pesan-pesan Tuhanku", dan saudara Ad menyampaikan hal yang sama di 7:68. Objek penyampaian di 46:23 berbeda, yaitu (مَا أُرْسِلْتُ بِهِ, maa ursiltu bihi) yang berarti "apa yang dengannya aku diutus". Ungkapan ini muncul dua kali, yaitu di 11:57 dan 46:23, dan di 11:57 kata kerja penyampaiannya (أَبْلَغْتُكُمْ, ablaghtukum) berarti "aku telah menyampaikan kepada kalian", dari akar yang sama dalam bentuk lampau.

Kata (أُرْسِلْتُ, ursiltu) berakar ر-س-ل dan berbentuk pasif, sehingga pengutusnya tidak tertulis dalam kalimat ini, berbeda dari 7:62 dan 7:68 yang menyebut "Tuhanku". Padanan "diutus" sama dengan (بِمَا أُرْسِلْتُمْ بِهِ, bi-maa ursiltum bihi) di 41:14 yang berarti "terhadap apa yang kalian diutus dengannya". Ayat 46:23 tidak menyebut dari siapa pengutusan itu.

Penutup jawabannya adalah (وَلَٰكِنِّي أَرَاكُمْ قَوْمًا تَجْهَلُونَ, wa-laakinnii araakum qawman tajhaluuna) yang berarti "tetapi aku melihat kalian kaum yang berlaku bodoh". Kalimat utuh ini muncul dua kali, yaitu di 11:29 dan 46:23, dan di 11:29 diucapkan Nuh, yang disebut di 11:25. Kata kerja (تَجْهَلُونَ, tajhaluuna) berakar ج-ه-ل dan menunjuk perbuatan yang sedang berlangsung, sehingga terjemahan memakai "berlaku bodoh". Kata kerja ini muncul empat kali, yaitu 7:138, 11:29, 27:55, dan 46:23. Dua yang lain tidak memakai "aku melihat kalian": di 7:138 bunyinya (إِنَّكُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُونَ, innakum qawmun tajhaluuna) dan di 27:55 (أَنْتُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُونَ, antum qawmun tajhaluuna). Ayat 46:23 tidak menyebut perbuatan yang disebut bodoh itu. Letaknya sesudah tuntutan di 46:22, sehingga tuntutan itu dapat dibaca sebagai contohnya, tetapi teksnya tidak menyatakan hal itu.

Tafsiran

Ayat ini menjawab tuntutan di 46:22 dengan cara tidak menerima syaratnya. Syarat di sana berbunyi "jika engkau termasuk orang-orang yang benar". Jawaban orang itu tidak berkata "aku benar" dan tidak mendatangkan sesuatu. Orang itu memindahkan pertanyaan ke tempat lain, yaitu ilmu yang ada pada Allah. Urutan yang serupa terlihat di 67:25 sampai 67:26, dengan permintaan yang memakai syarat kebenaran, lalu kalimat jawaban yang sama di awalnya, lalu pernyataan peran: di 67:26 sebagai pemberi peringatan yang jelas, di 46:23 sebagai penyampai.

Kalimat jawaban itu memuat tiga langkah berurutan: batas, tugas, lalu penilaian. Batasnya, ilmu ada pada Allah, menyatakan apa yang tidak dipegangnya. Tugasnya, menyampaikan apa yang dengannya orang itu diutus, menyatakan apa yang dipegangnya. Penilaiannya, kaum itu berlaku bodoh, datang sesudah keduanya lewat kata "tetapi". Orang yang menyatakan bahwa ilmu ada pada Allah tetap berani menyebut apa yang dilihatnya pada pendengarnya, dan keduanya berada di satu kalimat. Tidak ada ancaman baru dalam kalimat itu, dan kata "khawatir" dari 46:21 tidak diulang.

Pada dua ujung kalimat berdiri (الْعِلْمُ, l-'ilmu) di depan dan (تَجْهَلُونَ, tajhaluuna) di belakang. Ayat tidak menyatakan keduanya sebagai lawan kata, tetapi penempatannya membuat keduanya terbaca berhadapan: ilmu ada pada Allah, sedangkan kaum itu berlaku bodoh dalam keadaan tidak memegangnya.

Ayat ini tidak mencatat tanggapan kaum itu terhadap jawaban itu. Ayat berikutnya langsung berpindah ke penglihatan mereka, dan apakah mereka menerima atau menolak jawabannya tidak dituliskan.

Renungan dan Hikmah

  • Orang yang diminta mendatangkan sesuatu menjawab bahwa ilmu hanya ada pada Allah. Jawaban itu melepaskan dua beban sekaligus: orang itu tidak mengaku memegang ilmu yang ditagih, dan tidak menerima syarat yang menjadikan kebenarannya bergantung pada sebuah pertunjukan. Orang yang pernah diminta membuktikan sesuatu di luar kuasanya dapat menimbang bagaimana menjawab tanpa berlagak lebih tahu daripada yang sebenarnya. Kalimat "ini bukan milikku" sering terdengar seperti menyerah, padahal di ayat ini kalimat itu dipakai untuk menjaga kejujuran. Mampukah pembaca mengucapkannya tanpa merasa kalah?
  • Apa yang disampaikan sudah ditentukan batasnya: "apa yang dengannya aku diutus", dan bukan "apa yang kalian minta". Di 7:62 dan 7:68 bunyinya "pesan-pesan Tuhanku". Tugas yang batasnya jelas dapat dituntaskan, sedangkan tugas yang diukur dari tanggapan pendengar sulit selesai karena ukurannya ada di tangan orang lain. Pembaca dapat memeriksa pekerjaan atau pengasuhan yang selama ini diukurnya dari tanggapan orang lain. Adakah bagian di dalamnya yang batasnya bisa ditetapkannya dari apa yang memang dipercayakan kepadanya?
  • Kalimat jawaban itu menyebut batas diri lebih dulu, lalu tugas, dan baru kemudian penilaian terhadap kaumnya. Urutan ini menentukan bobot penilaiannya: orang yang sudah mengakui apa yang tidak diketahuinya dapat lebih sulit dituduh sombong ketika orang itu berkata "aku melihat kalian berlaku bodoh". Bila urutannya dibalik, penilaian yang sama dapat terdengar seperti penghinaan. Pembaca dapat memperhatikan urutan dalam kalimatnya sendiri ketika harus mengatakan hal yang keras kepada orang lain. Apakah penilaiannya datang sesudah menyebut batasnya, atau sebelum?
  • Kata yang dipakai untuk kaum itu adalah kata kerja yang sedang berlangsung, "berlaku bodoh", dan tidak sifat yang menempel selamanya. Dengan begitu penilaian itu menunjuk apa yang sedang mereka lakukan, dan dapat dibaca membuka kemungkinan bahwa mereka berhenti. Kalimat yang sama diucapkan Nuh di 11:29, dan di 7:138 serta 27:55 kata kerjanya dipakai dalam kalimat "kalian adalah kaum". Pembaca bisa membedakan antara menyebut seseorang bodoh dan menyebut perbuatannya bodoh, dan memeriksa yang mana yang lebih sering diucapkannya ketika kecewa. Apa yang tersisa dari hubungan setelah salah satunya terucap?
  • Kalimat tentang ilmu muncul lagi di 67:26 sebagai bunyi yang didahului perintah "Katakanlah", dan kalimat penutup jawaban ini muncul di 11:29 pada ucapan Nuh kepada kaumnya. Kedua ayat itu tidak menyebut kalimat tersebut sebagai ajaran, hanya memuatnya. Bagi pembaca, kenyataan itu membuka pertanyaan tentang kalimat yang dapat dipinjam: ada ucapan jujur yang tidak perlu ditemukan dari nol, karena sudah pernah diucapkan orang lain dalam keadaan yang tidak sama persis tetapi berdekatan. Ketika pembaca tidak punya jawaban yang ditagih, kalimat siapa yang akan dipinjamnya, dan apakah kalimat itu cukup jujur untuk keadaannya sendiri?
  • Penanya meminta sesuatu didatangkan, dan jawabannya menunjuk ke mana ilmu itu berada: pada Allah. Penanya tidak mendapat tanggal, tidak mendapat tanda, dan tidak mendapat pembenaran bahwa lawan bicaranya benar. Penanya hanya mendapat petunjuk tempat. Jawaban seperti ini dapat mengecewakan penanya, yang datang dengan syarat dan pulang tanpa syaratnya terpenuhi. Pembaca dapat menimbang bagaimana menghadapi pertanyaan yang jawabannya memang ada pada Allah dan tidak pada siapa pun yang diajaknya bicara. Kepada siapa pertanyaan itu dibawa setelah alamatnya diketahui?