فَلَمَّا رَأَوْهُ عَارِضًا مُسْتَقْبِلَ أَوْدِيَتِهِمْ قَالُوا هَٰذَا عَارِضٌ مُمْطِرُنَا ۚ بَلْ هُوَ مَا اسْتَعْجَلْتُمْ بِهِ ۖ رِيحٌ فِيهَا عَذَابٌ أَلِيمٌ

Maka, ketika mereka melihatnya berupa awan yang menuju lembah-lembah mereka, mereka berkata, “Ini awan yang akan menurunkan hujan kepada kita.” Bahkan itulah apa yang kalian minta agar disegerakan: angin yang mengandung azab yang pedih,

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. فَلَمَّا رَأَوْهُ عَارِضًا مُسْتَقْبِلَ أَوْدِيَتِهِمْfa-lammaa ra'awhu 'aaridhan mustaqbila awdiyatihimmaka, ketika mereka melihatnya berupa awan yang menuju lembah-lembah mereka
  2. قَالُواqaaluumereka berkata
  3. هَٰذَا عَارِضٌ مُمْطِرُنَاhaadzaa 'aaridhun mumthirunaaini awan yang akan menurunkan hujan kepada kita
  4. بَلْ هُوَ مَا اسْتَعْجَلْتُمْ بِهِbal huwa maa sta'jaltum bihibahkan itulah apa yang kalian minta agar disegerakan
  5. رِيحٌ فِيهَا عَذَابٌ أَلِيمٌriihun fiihaa 'adzaabun aliimunangin yang mengandung azab yang pedih

Terjemahan per kata (18 kata)

  1. فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
  2. رَأَوْهُra'awhumereka melihatnya
  3. عَارِضًا'aaridhanawan
  4. مُسْتَقْبِلَmustaqbilayang menuju
  5. أَوْدِيَتِهِمْawdiyatihimlembah-lembah mereka
  6. قَالُواqaaluumereka berkata
  7. هَٰذَاhaadzaaini
  8. عَارِضٌ'aaridhunawan
  9. مُمْطِرُنَاmumthirunaayang membawa hujan kepada kami
  10. بَلْbalbahkan
  11. هُوَhuwaitu
  12. مَاmaaapa yang
  13. اسْتَعْجَلْتُمْsta'jaltumkalian minta disegerakan
  14. بِهِbihipadanya
  15. رِيحٌriihunangin
  16. فِيهَاfiihaadi dalamnya
  17. عَذَابٌ'adzaabunazab
  18. أَلِيمٌaliimunyang pedih

Inti bacaan

Kesalahan interpretasi fatal: 'ini awan yang akan menurunkan hujan kepada kita' padahal ternyata 'angin yang mengandung azab yang pedih', harapan keliru terhadap tanda yang sebenarnya membawa kehancuran, pengingat untuk tidak selalu menafsirkan tanda sesuai keinginan sendiri.

Penjelasan pilihan kata

'Haadzaa' (dekat) benar diterjemahkan 'ini'. Kutipan seruan salah-sangka mereka dibuka dan ditutup dalam ayat ini sendiri: koreksi 'bahkan itulah...' beralih ke suara narator langsung menyapa kaum 'Ad, bukan lanjutan seruan mereka.

Tafsiran

Ayat ini menggambarkan ironi tragis: kaum 'Ad menyangka azab yang mendekat sebagai hujan berkah, padahal itulah kehancuran yang mereka minta disegerakan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam mereka menyebut awan itu akan menurunkan hujan. Kabar baik menurut mereka. Yang datang membinasakan dibaca sebagai yang datang menghidupkan.
  • Allah menjawab: itulah yang kalian minta agar disegerakan. Permintaan mereka sendiri. Yang tiba bukan kejutan; ia jawaban atas desakan yang mereka ucapkan berulang.
  • Allah menerangkan isinya: angin yang membawa azab yang pedih. Bentuk luarnya awan. Yang menipu bukan penyamaran, melainkan bahwa yang membinasakan memang datang lewat jalan yang biasa membawa kebaikan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar r-a-y, '-r-d, q-b-l, w-d-y, q-w-l, m-t-r, '-j-l, r-w-h, '-dz-b, a-l-m): aaridan mustaqbil awdiyatihim diterjemahkan 'awan yang menuju lembah mereka' (akar '-r-d + akar q-b-l + akar w-d-y); mumtirunaa diterjemahkan 'menurunkan hujan' (akar m-t-r); ista'jaltum diterjemahkan 'kalian minta disegerakan' (akar '-j-l); riih fiihaa adhaab diterjemahkan 'angin yang mengandung azab' (akar r-w-h + akar '-dz-b). gloss '(Bukan,)' dibuang.