تُدَمِّرُ كُلَّ شَيْءٍ بِأَمْرِ رَبِّهَا فَأَصْبَحُوا لَا يُرَىٰ إِلَّا مَسَاكِنُهُمْ ۚ كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْقَوْمَ الْمُجْرِمِينَ

yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya; maka, jadilah mereka tidak terlihat kecuali tempat-tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami membalas kaum yang berdosa.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. تُدَمِّرُ كُلَّ شَيْءٍ بِأَمْرِ رَبِّهَاtudammiru kulla syay'in bi-amri rabbihaayang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya
  2. فَأَصْبَحُوا لَا يُرَىٰ إِلَّا مَسَاكِنُهُمْfa-ashbahuu laa yuraa illaa masaakinuhummaka, jadilah mereka tidak terlihat kecuali tempat-tempat tinggal mereka
  3. كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْقَوْمَ الْمُجْرِمِينَka-dzaalika najzii l-qawma l-mujrimiinademikianlah Kami membalas kaum yang berdosa

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. تُدَمِّرُtudammirumenghancurkan
  2. كُلَّkullasetiap
  3. شَيْءٍsyay'insesuatu
  4. بِأَمْرِbi-amridengan perintah
  5. رَبِّهَاrabbihaaTuhannya
  6. فَأَصْبَحُواfa-ashbahuumaka jadilah mereka
  7. لَاlaatidak
  8. يُرَىٰyuraaterlihat
  9. إِلَّاillaakecuali
  10. مَسَاكِنُهُمْmasaakinuhumtempat tinggal mereka
  11. كَذَٰلِكَka-dzaalikademikianlah
  12. نَجْزِيnajziiKami membalas
  13. الْقَوْمَl-qawmakaum
  14. الْمُجْرِمِينَl-mujrimiinapara pendosa

Inti bacaan

Frasa (نَجْزِي الْقَوْمَ الْمُجْرِمِينَ, najzii l-qawma l-mujrimiina) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 10:13 dan 46:25.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (تُدَمِّرُ, tudammiru) yang berarti "yang menghancurkan", kata kerja dari akar د-م-ر dengan pelaku perempuan tunggal, sesuai dengan angin (رِيحٌ, riihun) yang berjenis perempuan pada ayat sebelumnya. Bentuk persis tudammiru hanya ada di sini. Akar د-م-ر ada di delapan ayat, yaitu 7:137, 17:16, 25:36, 26:172, 27:51, 37:136, 46:25, dan 47:10. Di tujuh ayat yang lain kata kerjanya berbentuk lampau dan pelakunya Kami, seperti (دَمَّرْنَا, dammarnaa) di 26:172 dan 37:136, atau Allah, yaitu (دَمَّرَ, dammara) di 47:10. Pelaku yang berupa benda bergerak, yaitu angin, ada di 46:25 saja.

Pelaku itu bergerak (بِأَمْرِ رَبِّهَا, bi-amri rabbihaa) yang berarti "dengan perintah Tuhannya". Kata (أَمْرِ, amri) berarti "perintah", (رَبِّ, rabbi) berarti "Tuhan", dan akhiran (هَا, -haa) berarti "-nya" untuk pelaku perempuan, yaitu angin. Frasa (أَمْرِ رَبِّهَا, amri rabbihaa) muncul dua kali, yaitu di 46:25 dan 65:8. Di 65:8, (عَتَتْ عَنْ أَمْرِ رَبِّهَا, 'atat 'an amri rabbihaa) yang berarti "mendurhakai perintah Tuhannya", akhiran -haa menunjuk negeri, dan negeri itu yang mendurhakai. Di 46:25 angin bergerak atas perintah Tuhannya.

Kata (كُلَّ شَيْءٍ, kulla syay'in) yang berarti "segala sesuatu" tidak dibatasi oleh keterangan apa pun di ayat ini. Ayat lain yang menyebut angin Ad membatasinya: 51:42 berbunyi (مَا تَذَرُ مِنْ شَيْءٍ أَتَتْ عَلَيْهِ, maa tadzaru min syay'in atat 'alayhi) yang berarti "tidak membiarkan sesuatu pun yang dilandanya". Dapat dibaca bahwa "segala sesuatu" di 46:25 adalah segala sesuatu yang dilanda angin itu. Ayat 46:25 sendiri tidak menyatakan pembatasan tersebut.

Kata kerja (أَصْبَحُوا, ashbahuu) di (فَأَصْبَحُوا, fa-ashbahuu) berarti "maka jadilah mereka" dan berakar ص-ب-ح. Data morfologi menggolongkannya sebagai kata kerja yang berarti "menjadi", dan terjemahan memakai "jadilah" tanpa menambah kata "pagi", sebab ayat tidak menyebut waktu. Rangkaian fa-ashbahuu muncul sembilan kali di tujuh surah, yaitu 5:53, 7:78, 7:91, 11:67, 11:94, 26:157, 29:37, 46:25, dan 61:14, dengan surah 7 dan surah 11 memuatnya dua kali. Pada lima di antaranya, yaitu 7:78, 7:91, 11:67, 11:94, dan 29:37, kata itu disusul (فِي دَارِهِمْ جَاثِمِينَ, fii daarihim jaatsimiina) yang berarti "bergelimpangan di tempat tinggal mereka", dengan (فِي دِيَارِهِمْ جَاثِمِينَ, fii diyaarihim jaatsimiina) di 11:67 dan 11:94. Di 46:25 kata itu disusul rumusan lain, dan tubuh yang bergelimpangan tidak disebut.

Rumusan itu adalah (لَا يُرَىٰ إِلَّا مَسَاكِنُهُمْ, laa yuraa illaa masaakinuhum) yang berarti "tidak terlihat kecuali tempat-tempat tinggal mereka". Kata (يُرَىٰ, yuraa) berbentuk pasif dari akar ر-أ-ي, dan (مَسَاكِنُهُمْ, masaakinuhum) adalah jamak dari tempat tinggal, berakar س-ك-ن. Bentuk persis masaakinuhum muncul dua kali, yaitu di 28:58 dan 46:25. Di 28:58 tempat-tempat tinggal itu disebut tidak dihuni lagi sesudah penghuninya kecuali sedikit. Bentuk yang harakat akhirnya berbeda, (مَسَاكِنِهِمْ, masaakinihim), ada di 20:128, 29:38, dan 32:26. Ayat 29:38 membicarakan Ad dan Tsamud dengan (وَعَادًا وَثَمُودَ, wa-'aadan wa-tsamuuda), lalu (مِنْ مَسَاكِنِهِمْ, min masaakinihim) yang berarti "dari tempat tinggal mereka" disebut telah jelas bagi para pendengar.

Penutupnya (كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْقَوْمَ الْمُجْرِمِينَ, ka-dzaalika najzii l-qawma l-mujrimiina) berarti "demikianlah Kami membalas kaum yang berdosa". Kata (نَجْزِي, najzii) berakar ج-ز-ي dan berbentuk kata kerja yang sedang berlangsung dengan pelaku Kami. Frasa (نَجْزِي الْقَوْمَ الْمُجْرِمِينَ, najzii l-qawma l-mujrimiina) muncul dua kali, yaitu di 10:13 dan 46:25. Di 10:13 rumusan itu menutup kalimat tentang generasi sebelumnya yang dibinasakan ketika mereka berbuat zalim, padahal rasul-rasul sudah datang dengan keterangan yang nyata. Kata (الْمُجْرِمِينَ, l-mujrimiina) berakar ج-ر-م dan diterjemahkan "yang berdosa".

Tafsiran

Ayat ini menyelesaikan kalimat panjang yang dimulai di 46:24: angin dengan azab di dalamnya, yang menghancurkan, lalu meninggalkan tempat tinggal. Terjemahan menandai sambungan itu dengan koma di ujung 46:24. Karena itu pendengar tidak mendapat jeda antara sosok angin dan akibatnya. Tindakan menghancurkan dan keadaan sesudahnya dituturkan berurutan dalam satu ayat, dan kaum yang sebelumnya berbicara di 46:22 dan 46:24 tidak lagi berbicara.

Ayat ini memuat keterangan tentang siapa yang memberi perintah dalam kisah ini: angin bergerak atas perintah Tuhannya. Di ayat-ayat lain yang menyebut kehancuran, pelakunya Kami atau Allah. Di sini pelaku yang tampak berupa angin, dan kewenangannya dinyatakan berasal dari pihak yang memerintah. Dengan susunan itu angin tidak tampil sebagai kekuatan yang berdiri sendiri. Angin disebut sebagai sesuatu yang disuruh, dan 65:8 memperlihatkan pasangannya, yaitu negeri yang mendurhakai perintah Tuhannya.

Ayat ini melukiskan akibat lewat apa yang masih terlihat. Kaum itu tidak terlihat, sedangkan tempat-tempat tinggal mereka masih terlihat. Ayat memuat dua pernyataan yang berdampingan, segala sesuatu dihancurkan dan tempat tinggal masih terlihat, dan tidak menjelaskan bagaimana keduanya cocok. Ayat 51:42 membatasi kata "segala sesuatu" dengan "yang dilandanya", sehingga sisa tempat tinggal dapat dibaca berada di luar apa yang dilanda. Ayat 46:25 tidak merinci hal itu. Ayat 29:38 menambahkan bahwa tempat tinggal Ad dan Tsamud telah jelas bagi para pendengar, sehingga sisa itu dapat dibaca sebagai sesuatu yang dapat disaksikan.

Penutup ayat mengubah arah. Sampai di sini ayat bercerita tentang yang sudah terjadi, lalu kalimat terakhir memakai kata kerja yang sedang berlangsung dan sebutan umum, kaum yang berdosa, bukan nama Ad. Pembaca bergerak dari sebuah kisah ke sebuah rumusan. Ayat berikutnya, 46:26, menyebut sebabnya, yaitu mereka selalu mengingkari tanda-tanda Allah, sehingga sebutan "berdosa" di ayat ini dapat dihubungkan dengan sebab itu. Ayat ini sendiri tidak menyebut dosanya, dan tidak menyebut apa yang terjadi pada orang yang memperingatkan mereka.

Renungan dan Hikmah

  • Dari kaum itu masih terlihat tempat-tempat tinggal mereka, dan di 29:38 tempat tinggal Ad dan Tsamud disebut telah jelas bagi para pendengar. Bangunan masih ada untuk dilihat, sedangkan penghuninya tidak lagi terlihat. Pembaca dapat membayangkan keadaan itu terjadi pada dirinya, dengan hunian, perabot, dan catatan yang dikumpulkannya semuanya tertinggal. Apa yang akan dibaca orang dari sisa itu, dan apakah ada tulisan yang ditinggalkannya di dalamnya untuk menjelaskan siapa penghuninya?
  • Angin itu menghancurkan dengan perintah Tuhannya. Ayat tidak menyebut kekuatan angin, kecepatannya, atau jaraknya, tetapi hanya menyebut dari siapa perintahnya. Kekuatan besar yang tampak berdiri sendiri, ketika dilihat dari ayat ini, ternyata tunduk pada pihak yang memerintahnya. Pembaca bisa memeriksa kekuatan yang selama ini dianggapnya tidak bisa dilawan, misalnya sistem, keadaan, atau orang yang berkuasa, lalu bertanya apakah pernah dipikirkannya siapa yang menjadi sumber perintah bagi kekuatan itu. Apa yang berubah pada rasa takut dan rasa bergantung pembaca bila pertanyaan itu diajukan?
  • Ayat 65:8 menyebut negeri yang mendurhakai perintah Tuhannya, dan 46:25 menyebut angin yang bergerak atas perintah Tuhannya. Satu rumusan dipakai untuk dua pihak, dan hasilnya berlawanan: yang disebut pertama mendurhakai, yang kedua mengerjakan. Kontras itu tidak diucapkan oleh ayat mana pun, tetapi terlihat bila keduanya dibaca berdampingan. Pembaca dapat memeriksa kebiasaannya sendiri terhadap perintah yang diketahuinya datang dari Tuhannya. Pada hal apa pembaca lebih mirip negeri di 65:8, dan pada hal apa lebih mirip angin di 46:25?
  • Ayat ini memuat dua pernyataan yang tampak bertentangan: segala sesuatu dihancurkan, dan tempat tinggal masih terlihat. Teks tidak mendamaikannya, dan 51:42 menambah satu keterangan, yaitu bahwa yang dihancurkan adalah apa yang dilanda angin itu. Pembaca ayat ini berhadapan dengan dua pernyataan yang disajikan berdampingan tanpa penjelasan penghubung, dan penghubung yang tidak tertulis hanya bisa berupa dugaan. Pembaca dapat memeriksa caranya menghadapi dua kabar yang tidak langsung cocok. Apakah celah di antaranya diisi dengan dugaan sendiri, atau dibiarkan terbuka?
  • Penutup ayat tidak lagi menyebut Ad. Ayat memakai kata kerja yang sedang berlangsung dan sebutan umum, "kaum yang berdosa". Pembaca yang tadi mengikuti kisah orang lain tiba-tiba berada di depan rumusan yang dapat dipasang pada siapa saja. Kata itu sendiri tidak menunjuk siapa pun, dan tugas menimbang apakah rumusan itu menyentuh dirinya ada pada pembaca. Ayat 46:26 menyebut sebabnya, yaitu pengingkaran terhadap tanda-tanda Allah. Pada saat membaca rumusan itu, kaum mana yang pembaca bayangkan, dan seberapa jauh bayangan itu menjauhkan rumusan tersebut dari dirinya sendiri?
  • Ayat ini tidak menceritakan apa yang terjadi pada orang yang memperingatkan kaumnya di 46:21. Ia disebut di awal dan tidak disebut lagi di akhir. Cerita yang berhenti tanpa menutup semua tokoh memberi ruang kosong, dan ruang itu mengundang pembaca untuk mengisinya. Dari ayat ini dapat dipastikan apa yang tertulis, dan tidak lebih. Pembaca dapat memperhatikan bagian kisah mana yang selama ini dilengkapinya sendiri dengan cerita dari tempat lain, dan apakah bagian itu masih bisa dipegang bila yang dipakai teks yang ada di depannya saja?