وَلَقَدْ مَكَّنَّاهُمْ فِيمَا إِنْ مَكَّنَّاكُمْ فِيهِ وَجَعَلْنَا لَهُمْ سَمْعًا وَأَبْصَارًا وَأَفْئِدَةً فَمَا أَغْنَىٰ عَنْهُمْ سَمْعُهُمْ وَلَا أَبْصَارُهُمْ وَلَا أَفْئِدَتُهُمْ مِنْ شَيْءٍ إِذْ كَانُوا يَجْحَدُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَحَاقَ بِهِمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ

Sungguh, Kami benar-benar telah meneguhkan kedudukan mereka pada apa yang tidak Kami teguhkan bagi kalian. Kami telah menjadikan bagi mereka pendengaran, penglihatan, dan hati, tetapi pendengaran, penglihatan, dan hati mereka sedikit pun tidak mencukupkan mereka karena mereka selalu mengingkari tanda-tanda Allah, dan mereka telah dikepung oleh apa yang selalu mereka perolok-olokkan.

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. وَلَقَدْ مَكَّنَّاهُمْ فِيمَا إِنْ مَكَّنَّاكُمْ فِيهِwa-la-qad makkannaahum fiimaa in makkannaakum fiihisungguh, Kami benar-benar telah meneguhkan kedudukan mereka pada apa yang tidak Kami teguhkan bagi kalian
  2. وَجَعَلْنَا لَهُمْ سَمْعًا وَأَبْصَارًا وَأَفْئِدَةًwa-ja'alnaa lahum sam'an wa-abshaaran wa-af'idatanKami telah menjadikan bagi mereka pendengaran, penglihatan, dan hati
  3. فَمَا أَغْنَىٰ عَنْهُمْ سَمْعُهُمْ وَلَا أَبْصَارُهُمْ وَلَا أَفْئِدَتُهُمْ مِنْ شَيْءٍfa-maa aghnaa 'anhum sam'uhum wa-laa abshaaruhum wa-laa af'idatuhum min syay'intetapi pendengaran, penglihatan, dan hati mereka sedikit pun tidak mencukupkan mereka
  4. إِذْ كَانُوا يَجْحَدُونَ بِآيَاتِ اللَّهِidz kaanuu yajhaduuna bi-aayaati llaahikarena mereka selalu mengingkari tanda-tanda Allah
  5. وَحَاقَ بِهِمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَwa-haaqa bihim maa kaanuu bihi yastahzi'uunadan mereka telah dikepung oleh apa yang selalu mereka perolok-olokkan

Terjemahan per kata (32 kata)

  1. وَلَقَدْwa-la-qaddan sungguh
  2. مَكَّنَّاهُمْmakkannaahumKami meneguhkan mereka
  3. فِيمَاfiimaapada apa yang
  4. إِنْintidaklah
  5. مَكَّنَّاكُمْmakkannaakumKami meneguhkan kalian
  6. فِيهِfiihidi dalamnya
  7. وَجَعَلْنَاwa-ja'alnaadan Kami menjadikan
  8. لَهُمْlahumbagi mereka
  9. سَمْعًاsam'anpendengaran
  10. وَأَبْصَارًاwa-abshaarandan penglihatan
  11. وَأَفْئِدَةًwa-af'idatandan hati
  12. فَمَاfa-maamaka tidak
  13. أَغْنَىٰaghnaamencukupkan
  14. عَنْهُمْ'anhumdari mereka
  15. سَمْعُهُمْsam'uhumpendengaran mereka
  16. وَلَاwa-laadan tidak pula
  17. أَبْصَارُهُمْabshaaruhumpenglihatan mereka
  18. وَلَاwa-laadan tidak pula
  19. أَفْئِدَتُهُمْaf'idatuhumhati mereka
  20. مِنْmindari
  21. شَيْءٍsyay'insesuatu
  22. إِذْidzketika
  23. كَانُواkaanuumereka selalu
  24. يَجْحَدُونَyajhaduunamereka mengingkari
  25. بِآيَاتِbi-aayaatipada tanda-tanda
  26. اللَّهِllaahiAllah
  27. وَحَاقَwa-haaqadan menimpa
  28. بِهِمْbihimpada mereka
  29. مَاmaaapa yang
  30. كَانُواkaanuumereka selalu
  31. بِهِbihipadanya
  32. يَسْتَهْزِئُونَyastahzi'uunamereka mengolok

Inti bacaan

Frasa (فَمَا أَغْنَىٰ عَنْهُمْ, fa-maa aghnaa 'anhum) muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 15:84, 39:50, 40:82, dan 46:26.

Penjelasan pilihan kata

Kata kerja yang sama dipakai dua kali di awal ayat ini. Pertama (مَكَّنَّاهُمْ, makkannaahum) yang berarti "Kami telah meneguhkan kedudukan mereka", lalu (مَكَّنَّاكُمْ, makkannaakum) yang berarti "Kami teguhkan kalian". Keduanya berakar م-ك-ن dan berbentuk lampau dengan Kami sebagai pelaku. Bentuk makkannaahum muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 6:6, 22:41, dan 46:26, sedangkan makkannaakum muncul dua kali, yaitu di 7:10 dan 46:26. Terjemahan memakai "meneguhkan" di kedua tempat, sehingga pembaca melihat satu perbuatan yang dikenakan pada dua pihak yang dibandingkan.

Perbandingan serupa ada di 6:6, (مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ مَا لَمْ نُمَكِّنْ لَكُمْ, makkannaahum fii l-ardhi maa lam numakkin lakum) yang berarti "yang telah Kami teguhkan kedudukannya di bumi yang tidak Kami teguhkan bagi kalian". Di 6:6 tempatnya disebut, yaitu (الْأَرْضِ, l-ardhi) yang berarti "di bumi". Di 46:26 kata (فِيمَا, fiimaa) hanya berarti "pada apa yang", dan ayat tidak merinci apa yang dimaksud, sehingga terjemahan tidak menambahkan "di bumi" atau "kekuasaan".

Kata (إِنْ, in) di tengah frasa itu ditandai data morfologi sebagai kata penyangkal, sehingga bagian ini terbaca "yang tidak Kami teguhkan bagi kalian". Di 22:41 urutan hurufnya mirip, (إِنْ مَكَّنَّاهُمْ, in makkannaahum), tetapi in di sana ditandai sebagai kata syarat dan artinya "jika". Di 10:68, (إِنْ عِنْدَكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ, in 'indakum min sulthaanin) yang berarti "kalian tidak mempunyai alasan kuat", kata in menyangkal seperti di 46:26. Arti in di tiap ayat ditentukan oleh kalimatnya.

Kata kerja (وَجَعَلْنَا, wa-ja'alnaa) yang berarti "dan Kami menjadikan" berakar ج-ع-ل, dan terjemahan memakai "menjadikan". Frasa (وَجَعَلْنَا لَهُمْ, wa-ja'alnaa lahum) yang berarti "dan Kami menjadikan bagi mereka" muncul tiga kali, yaitu di 13:38, 19:50, dan 46:26. Tiga benda yang dijadikan, (سَمْعًا وَأَبْصَارًا وَأَفْئِدَةً, sam'an wa-abshaaran wa-af'idatan) yang berarti "pendengaran, penglihatan, dan hati", ditulis tanpa kata sandang al-. Empat ayat lain menulis ketiganya dengan kata sandang, yaitu 16:78, 23:78, 32:9, dan 67:23, misalnya (السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ, s-sam'a wa-l-abshaara wa-l-af'idata) di 16:78. Di 16:78 pelakunya disebut dalam ayat itu juga, yaitu (وَاللَّهُ, wa-llaahu) yang berarti "dan Allah", yang menjadikan ketiganya bagi manusia. Pemberian di 46:26 dengan begitu sejenis dengan pemberian di 16:78.

Penyangkalan kecukupan ditulis (فَمَا أَغْنَىٰ عَنْهُمْ, fa-maa aghnaa 'anhum) yang berarti "maka tidak mencukupkan mereka". Bentuk maa aghnaa muncul delapan kali, yaitu di 7:48, 15:84, 26:207, 39:50, 40:82, 46:26, 69:28, dan 111:2, dan terjemahan memakai "mencukupkan" di semuanya. Di 15:84, 39:50, dan 40:82 kata kerja itu bersambung dengan (مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ, maa kaanuu yaksibuuna) yang berarti "apa yang mereka usahakan". Di 46:26 kata kerja itu bersambung dengan ketiga pemberian tadi, masing-masing disebut dengan akhiran -hum, lalu (مِنْ شَيْءٍ, min syay'in) yang berarti "sedikit pun" menutup penyangkalan itu.

Sebab kegagalan itu ditulis (إِذْ كَانُوا يَجْحَدُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ, idz kaanuu yajhaduuna bi-aayaati llaahi) yang berarti "karena mereka selalu mengingkari tanda-tanda Allah". Kata (إِذْ, idz) diterjemahkan "karena" seperti di 43:39, (إِذْ ظَلَمْتُمْ, idz zhalamtum) yang berarti "karena kalian telah berbuat zalim", yang juga mengikuti pernyataan bahwa sesuatu tidak berguna. Kata kerja (يَجْحَدُونَ, yajhaduuna) yang berarti "mereka mengingkari" berakar ج-ح-د dan akarnya muncul di dua belas ayat, yaitu 6:33, 7:51, 11:59, 16:71, 27:14, 29:47, 29:49, 31:32, 40:63, 41:15, 41:28, dan 46:26. Susunan kaana dengan kata kerja yang sedang berlangsung diterjemahkan "selalu" di 7:51 dan 40:63, jadi mengingkari di sini adalah kebiasaan, bukan satu kejadian. Dua ayat dengan akar yang sama membicarakan Ad: (جَحَدُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ, jahaduu bi-aayaati rabbihim) yang berarti "mereka mengingkari tanda-tanda Tuhan" setelah penyebutan Ad, dan (وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يَجْحَدُونَ, wa-kaanuu bi-aayaatinaa yajhaduuna) yang berarti "dan mereka selalu mengingkari tanda-tanda Kami" sesudah (فَأَمَّا عَادٌ, fa-ammaa 'aadun) yang berarti "adapun Ad". Ayat 46:21 sampai 46:25 menuturkan Ad pula.

Ayat ditutup dengan (وَحَاقَ بِهِمْ, wa-haaqa bihim) yang berarti "dan mereka telah dikepung". Kata kerja (وَحَاقَ, wa-haaqa) berakar ح-ي-ق dan muncul di sepuluh ayat, yaitu 6:10, 11:8, 16:34, 21:41, 35:43, 39:48, 40:45, 40:83, 45:33, dan 46:26, dan terjemahan memakai "dikepung" seperti di 40:83. Frasa (وَحَاقَ بِهِمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ, wa-haaqa bihim maa kaanuu bihi yastahzi'uuna) muncul enam kali, yaitu di 11:8, 16:34, 39:48, 40:83, 45:33, dan 46:26. Apa yang diperolok-olokkan itu tidak disebut di 46:26. Di 11:8 kata (الْعَذَابَ, l-'adzaaba) yang berarti "azab" disebut lebih dulu dalam ayat yang sama, sehingga terjemahan 46:26 tidak menambahkan kata azab.

Tafsiran

Ayat ini membandingkan dua pihak lewat satu perbuatan, lalu menunjukkan bahwa pemberian yang lebih besar tidak menolong pemiliknya. Kaum yang dibicarakan di 46:21 sampai 46:25 diteguhkan pada apa yang tidak diteguhkan bagi kalian, yaitu pihak yang disapa di ayat ini dan di 46:27. Teksnya tidak menyebut apa pemberian lebih itu, dan tidak menyebut siapa saja yang termasuk kalian selain bahwa mereka diajak bicara.

Isi ayat tersusun sebagai rangkaian: kedudukan diberikan, tiga alat diberikan, ketiganya tidak mencukupkan, sebabnya mengingkari tanda-tanda Allah, dan akibatnya dikepung oleh apa yang dulu diperolok-olokkan. Ayat tidak menyebut satu kerusakan pun pada alat itu. Pendengaran, penglihatan, dan hati disebut ada dan lengkap, sedangkan sebab kegagalannya ditunjuk pada kebiasaan terhadap tanda-tanda.

Dapat dibaca bahwa 46:24 sudah memperlihatkan wujud ketidakcukupan itu. Di sana kaum yang sama (فَلَمَّا رَأَوْهُ, fa-lammaa ra'awhu) yang berarti "maka ketika mereka melihatnya" berupa awan, lalu menyebutnya pembawa hujan, dan ayat yang sama menyebut isi awan itu sebagai angin yang mengandung azab. Pembacaan ini tidak dinyatakan 46:24 maupun 46:26, dan kedua ayat tidak saling menyebut.

Sapaan kalian di 46:26 menyiapkan pihak yang dibicarakan langsung di 46:27, yaitu negeri-negeri di sekitar kalian. Dengan begitu ayat ini menggeser pembicaraan dari kisah kaum terdahulu ke keadaan pendengar sendiri, dan rumus penutupnya sama dengan lima ayat lain, yaitu 11:8, 16:34, 39:48, 40:83, dan 45:33.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini menaruh pembaca di sisi yang kurang diberi, sebab kalimatnya berbunyi: mereka diteguhkan pada apa yang tidak diteguhkan bagi kalian. Perbandingan itu bisa terbaca sebagai hiburan bagi yang merasa kecil, tetapi kalimat berikutnya membalik arah: pihak yang lebih diberi tercatat tidak tertolong. Ayat tidak menyebut apa pemberian lebih itu, sehingga pembaca tidak diberi ukuran yang bisa dicocokkan dengan hartanya sendiri. Ayat menyebut satu ukuran, yaitu sikap terhadap tanda-tanda Allah. Pembaca yang membandingkan diri sendiri dengan orang-orang yang tampak lebih mapan dapat bertanya, apakah pembandingnya selama ini besar-kecilnya pemberian, atau sikap terhadap tanda-tanda yang datang?
  • Pendengaran, penglihatan, dan hati disebut lengkap, dan ayat menyangkal kecukupan ketiganya satu per satu. Di 15:84, 39:50, dan 40:82 hasil usaha tidak mencukupkan, di 45:10 pelindung yang diambil selain Allah tidak mencukupkan, dan di 46:26 alat bawaan yang menurut 16:78 Dia jadikan bagi manusia tidak mencukupkan. Tiga sandaran itu berlainan: apa yang dikerjakan, apa yang dijadikan pelindung, dan apa yang dibawa sejak awal. Pembaca dapat mendaftar apa yang diandalkannya untuk merasa cukup, lalu bertanya pada daftar itu, bagian mana yang tidak pernah dihubungkan dengan tanda-tanda yang datang kepadanya?
  • Pemberian dan pertanyaan datang berpasangan. Di 16:78 Allah disebut menjadikan pendengaran, penglihatan, dan hati bagi manusia, dan di 17:36 ketiganya disebut sebagai hal yang akan dimintai pertanggungjawabannya. Ayat 46:26 menyebut pemberian yang sama bagi kaum sebelumnya, sehingga tiga alat itu hadir dalam tiga peran: dijadikan, ditanyai, dan di 46:26 dicatat tidak mencukupkan. Pembaca yang memakai matanya untuk membaca kabar, telinganya untuk mendengar, dan hatinya untuk menimbang dapat bertanya, jawaban apa yang akan keluar bila mata dan telinganya sendiri yang ditanyai, bukan pemiliknya?
  • Sebab yang disebut ayat ini tidak dapat dilihat dari luar, karena pendengaran, penglihatan, dan hati disebut ada, dan yang bergerak adalah kebiasaan terhadap tanda-tanda Allah. Di 40:63 orang yang selalu mengingkari tanda-tanda Allah disebut dipalingkan. Alat yang berfungsi dan arah pemakaian yang keliru dapat berjalan bersama, dan keduanya tidak tampak berbeda dari alat dan arah yang sehat. Pembaca dapat bertanya, adakah tanda yang berkali-kali datang kepadanya dan berkali-kali dilewati, sampai melewatinya tidak lagi terasa seperti pilihan?
  • Di 41:20 pendengaran, penglihatan, dan kulit disebut bersaksi atas pemiliknya terhadap apa yang dikerjakan, dan di 41:22 mereka diingatkan bahwa mereka dahulu tidak bersembunyi dari kesaksian itu, tetapi mengira Allah tidak mengetahui banyak dari perbuatan mereka. Ayat 41:20 sampai 41:22 berbicara tentang saat mereka sampai ke neraka, sedangkan 46:26 berbicara tentang keadaan sebelum itu, jadi keduanya tidak disamakan. Satu pembacaan dapat dicoba: alat yang di 46:26 tidak mencukupkan sama dengan alat yang di ayat lain bersaksi tentang cara pemakaiannya. Pembaca dapat bertanya, apa yang akan dikatakan matanya tentang tempat-tempat yang ia pandang minggu lalu?
  • Ayat ini ditutup dengan kata kerja yang berarti dikepung, dan yang mengepung adalah sesuatu yang dulu mereka perolok-olokkan. Ayat tidak menyebut apa benda itu. Di 11:8 kata azab disebut lebih dulu dalam ayat yang sama, sehingga di sana bendanya terang, sedangkan di 46:26 pembaca diberi bentuk kalimatnya tanpa isinya. Dari bentuk itu terbaca urutan: sesuatu diperlakukan ringan, lalu sesuatu itu mengelilingi pemiliknya. Pembaca yang pernah menertawakan sebuah peringatan dapat bertanya, bagian mana dari hidupnya sekarang yang berada di dalam jangkauan peringatan itu?