وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا مَا حَوْلَكُمْ مِنَ الْقُرَىٰ وَصَرَّفْنَا الْآيَاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Sungguh, benar-benar telah Kami binasakan negeri-negeri di sekitar kalian dan telah Kami ulang-ulang tanda-tanda agar mereka kembali.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا مَا حَوْلَكُمْ مِنَ الْقُرَىٰwa-la-qad ahlaknaa maa hawlakum mina l-quraasungguh, benar-benar telah Kami binasakan negeri-negeri di sekitar kalian
- وَصَرَّفْنَا الْآيَاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَwa-sharrafnaa l-aayaati la'allahum yarji'uunadan telah Kami ulang-ulang tanda-tanda agar mereka kembali
Terjemahan per kata (10 kata)
- وَلَقَدْwa-la-qaddan sungguh
- أَهْلَكْنَاahlaknaaKami binasakan
- مَاmaaapa yang
- حَوْلَكُمْhawlakumdi sekitar kalian
- مِنَminadari
- الْقُرَىٰl-quraanegeri-negeri
- وَصَرَّفْنَاwa-sharrafnaadan Kami menjelaskan berulang
- الْآيَاتِl-aayaatitanda-tanda
- لَعَلَّهُمْla'allahumagar mereka
- يَرْجِعُونَyarji'uunakembali
Inti bacaan
Frasa (لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ, la'allahum yarji'uuna) muncul sembilan kali di Al-Qur'an, yaitu di 3:72, 7:168, 7:174, 12:62, 30:41, 32:21, 43:28, 43:48, dan 46:27.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا, wa-la-qad ahlaknaa) yang berarti "dan sungguh, benar-benar telah Kami binasakan". Kata kerja (أَهْلَكْنَا, ahlaknaa) berakar ه-ل-ك dan terjemahan memakai "membinasakan". Susunan pembuka itu muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 10:13, 46:27, dan 54:51, dan pada ketiganya yang dibinasakan disebut bersama kata ganti kalian: (الْقُرُونَ مِنْ قَبْلِكُمْ, l-quruuna min qablikum) yang berarti "generasi-generasi sebelum kalian" di 10:13, (أَشْيَاعَكُمْ, asyyaa'akum) yang berarti "orang-orang yang serupa dengan kalian" di 54:51, dan (مَا حَوْلَكُمْ, maa hawlakum) yang berarti "apa yang ada di sekitar kalian" di 46:27.
Kata (حَوْلَكُمْ, hawlakum) berakar ح-و-ل dan berakhiran -kum, yaitu kata ganti untuk banyak orang yang diajak bicara. Karena itu terjemahan memakai "sekitar kalian", sama dengan 46:26 yang juga menyapa kalian. Kata ini hanya ada di dua ayat, yaitu 9:101 dan 46:27; di 9:101 (حَوْلَكُمْ, hawlakum) diterjemahkan "yang di sekitar kalian".
Kata (الْقُرَىٰ, l-quraa) yang berarti "negeri-negeri" berakar ق-ر-ي. Dengan kata sandang seperti ini, bentuk itu muncul lima belas kali, yaitu di 6:92, 6:131, 7:96, 7:97, 7:98, 7:101, 11:100, 11:102, 11:117, 12:109, 18:59, 28:59, 42:7, 46:27, dan 59:7. Di 18:59 kata itu disusul kata ganti banyak orang, (الْقُرَىٰ أَهْلَكْنَاهُمْ, l-quraa ahlaknaahum) yang berarti "negeri-negeri itu, Kami binasakan mereka", dan di 28:59 ayat yang sama menyebut (وَأَهْلُهَا, wa-ahluhaa) yang berarti "penduduknya". Dari dua ayat itu terbaca bahwa yang dibinasakan mencakup orang-orang di negeri itu, tetapi 46:27 sendiri tidak memuat kata ganti sesudah negeri-negeri, jadi terjemahan membiarkan kata "negeri-negeri" tanpa tambahan "penduduk".
Kata kerja (وَصَرَّفْنَا, wa-sharrafnaa) yang berarti "dan Kami ulang-ulang" berakar ص-ر-ف, dengan objek (الْآيَاتِ, l-aayaati) yang berarti "tanda-tanda". Bentuk sharrafnaa, dengan atau tanpa akhiran, muncul enam kali, yaitu di 17:41, 17:89, 18:54, 20:113, 25:50, dan 46:27, sedangkan bentuk (نُصَرِّفُ الْآيَاتِ, nusharrifu l-aayaati) yang berarti "Kami ulang-ulang tanda-tanda" muncul empat kali, yaitu di 6:46, 6:65, 6:105, dan 7:58. Yang diulang berlainan dari ayat ke ayat: bacaan di (صَرَّفْنَا فِي هَٰذَا الْقُرْآنِ, sharrafnaa fii haadzaa l-qur'aani), perumpamaan di 17:89 dan 18:54, ancaman di (وَصَرَّفْنَا فِيهِ مِنَ الْوَعِيدِ, wa-sharrafnaa fiihi mina l-wa'iidi), dan tanda-tanda di 46:27 serta keempat ayat tadi. Ayat tidak merinci cara pengulangan itu, apakah lewat kata, lewat peristiwa, atau lewat keduanya, sehingga terjemahan tidak menambahkan cara.
Tujuan pengulangan ditulis (لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ, la'allahum yarji'uuna) yang berarti "agar mereka kembali". Frasa itu muncul sembilan kali, yaitu di 3:72, 7:168, 7:174, 12:62, 30:41, 32:21, 43:28, 43:48, dan 46:27. Di enam ayat di antaranya tujuan itu mengikuti perbuatan yang Kami atau Dia lakukan, yaitu 7:168, 7:174, 30:41, 32:21, 43:48, dan 46:27. Kata ganti -hum di (لَعَلَّهُمْ, la'allahum) berbeda dari -kum pada hawlakum di awal ayat, sehingga pihak yang diharapkan kembali tidak sama dengan pihak yang disapa. Tidak ada keterangan kembali ke mana, dan tidak ada keterangan apakah mereka pada akhirnya kembali.
Tafsiran
Ayat ini membawa peringatan dari kaum terdahulu ke sekitar pendengarnya: negeri-negeri yang dibinasakan berada di dekat kalian, dan tanda-tanda diulang supaya pihak yang dituju kembali. Dua perbuatan Kami ditaruh dalam satu kalimat, yaitu membinasakan dan mengulang tanda-tanda, dan ayat tidak menyebut urutannya. Dapat dibaca bahwa keduanya berjalan berdampingan, sebab di 28:59 pembinasaan negeri disebut sesudah pengutusan seorang rasul yang membacakan tanda-tanda Kami, dan di 26:208 negeri yang dibinasakan disebut memiliki para pemberi peringatan.
Ayat 46:26 menutup kisah kaum yang disebut dengan kata ganti mereka, lalu 46:27 beralih menyapa kalian dan kembali menyebut mereka di akhir ayat. Peralihan itu menaruh pendengar di antara dua pihak yang disebut mereka: kaum di 46:26 dan pihak yang diharapkan kembali di 46:27. Ayat tidak menentukan siapa yang dimaksud mereka di ujung ayat, penduduk negeri-negeri itu atau kaum di 46:26, dan kedua pembacaan sama-sama sesuai dengan kata ganti -hum.
Pendengaran, penglihatan, dan hati yang disebut tidak mencukupkan di 46:26 muncul bersama pengulangan tanda-tanda dalam satu ayat di (قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَخَذَ اللَّهُ سَمْعَكُمْ وَأَبْصَارَكُمْ وَخَتَمَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمْ, qul ara'aytum in akhadza llaahu sam'akum wa-abshaarakum wa-khatama 'alaa quluubikum) yang berarti "katakanlah, apakah kalian memperhatikan, jika Allah mengambil pendengaran dan penglihatan kalian serta menutup hati kalian". Di 6:46 hati disebut dengan kata lain, (قُلُوبِكُمْ, quluubikum) yang berarti "hati kalian", dan pengandaian itu disusul perintah memperhatikan bagaimana tanda-tanda diulang, lalu pernyataan bahwa mereka tetap berpaling. Di 46:26 dan 46:27 keduanya berurutan di dua ayat, bukan berdampingan dalam satu ayat.
Ayat ini juga berbeda dari ayat-ayat lain yang memuat kata kerja yang sama, yaitu pada bagian tanggapan. Di 17:41 tanggapan dicatat, yaitu tidak bertambah kecuali lari menjauh; di 17:89 dan 25:50 tanggapan itu penolakan dan pengingkaran. Di 46:27 tanggapannya tidak ditulis, dan 46:28 langsung beralih ke sembahan yang mereka ambil. Hasil pengulangan tanda-tanda itu karena itu tidak dikabarkan oleh ayat ini.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menyapa pendengarnya dengan kata kalian, lalu menyebut negeri-negeri yang binasa di sekitar mereka. Tempat yang jauh tidak disebut sama sekali, sehingga yang dijadikan bahan peringatan adalah apa yang terjangkau oleh pandangan pendengar sendiri. Di 28:59 Tuhanmu disebut tidak akan membinasakan negeri-negeri sebelum Dia mengutus seorang rasul yang membacakan tanda-tanda Kami kepada mereka, jadi kabar tentang negeri yang binasa dan bacaan tanda-tanda disebut berdekatan. Pembaca yang melewati puing atau kabar kebangkrutan di dekatnya dapat bertanya, apakah kabar itu diterimanya sebagai berita atau sebagai sesuatu yang sedang diceritakan kepadanya?
- Ayat ini menyebut tanda-tanda diulang, dan tujuan pengulangan itu ditulis agar mereka kembali. Di 30:41 tujuan yang sama mengikuti perbuatan Dia yang mencicipkan kepada manusia sebagian dari apa yang mereka kerjakan. Dengan begitu tujuan kembali berdampingan dengan sesuatu yang dialami manusia. Pembaca dapat menghitung peristiwa dalam hidupnya yang datang dengan bentuk berlainan tetapi dengan isi yang mirip, misalnya tegur sapa, kegagalan, atau kehilangan, lalu bertanya, bila semuanya diletakkan berderet, apakah deretan itu sedang mengulang pokok yang sama?
- Kata kembali di ayat ini tidak diikuti nama tempat atau pihak. Ayat menyebut untuk apa tanda-tanda diulang, yaitu agar mereka kembali, tetapi tidak menyebut kembali ke mana. Tujuan kembali yang tidak ditentukan itu membuat pembaca tidak dapat menjawabnya dengan mengutip ayat, dan harus mencarinya di ayat lain atau di dalam dirinya sendiri. Pembaca dapat bertanya, bila pembaca memutuskan kembali, apa persisnya yang ditinggalkan dan apa yang dituju, dan apakah kedua hal itu sudah punya nama baginya?
- Di 17:41 tanggapan terhadap pengulangan tanda ditulis: tanda itu tidak menambah mereka kecuali lari menjauh. Di 46:27 bagian itu kosong, dan ayat berikutnya beralih ke sembahan yang diambil. Ayat yang berhenti sebelum menulis tanggapan memberi pembaca ruang yang sama, sebab tanggapan pembaca sendiri belum tertulis di mana pun. Pembaca dapat bertanya, bila ayat ini dituliskan lanjutannya untuk dirinya, kalimat apa yang akan terbaca sesudah agar mereka kembali?
- Di 6:46 pengandaian diajukan: bila Allah mengambil pendengaran dan penglihatan manusia serta menutup hatinya, siapa selain Dia yang dapat mendatangkannya kembali? Pertanyaan itu disusul perintah memperhatikan pengulangan tanda-tanda. Pendengaran, penglihatan, dan hati yang di 46:26 serta tanda-tanda yang di 46:27 diulang berada di satu ayat di 6:46, sedangkan di sini keduanya di dua ayat berurutan. Pembaca dapat menimbang, kalau pendengarannya hari ini tidak dipakai untuk tanda-tanda yang diulang, apa lagi yang akan dipakai untuk itu?
- Ayat ini menyebut kalian di tengah dan mereka di ujung. Pembaca yang mendengar kalian merasa dirinya yang disapa, tetapi kata terakhir bergeser ke pihak ketiga, sehingga bagian itu dapat terbaca sebagai hal tentang orang lain. Ayat tidak menentukan siapa mereka di ujung ayat. Pembaca dapat bertanya, pada saat membaca kata mereka, di pihak mana dirinya diletakkan, dan apakah peletakan itu diputuskan setelah berpikir atau terjadi begitu saja?