فَلَوْلَا نَصَرَهُمُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ قُرْبَانًا آلِهَةً ۖ بَلْ ضَلُّوا عَنْهُمْ ۚ وَذَٰلِكَ إِفْكُهُمْ وَمَا كَانُوا يَفْتَرُونَ

Maka, mengapa tidak menolong mereka yang mereka ambil selain Allah sebagai sarana pendekatan, sebagai tuhan-tuhan? Bahkan mereka telah lenyap dari mereka; dan itulah kebohongan mereka dan apa yang mereka ada-adakan.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. فَلَوْلَا نَصَرَهُمُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ قُرْبَانًا آلِهَةًfa-lawlaa nasharahumu lladziina ttakhadzuu min duuni llaahi qurbaanan aalihatanmaka, mengapa tidak menolong mereka yang mereka ambil selain Allah sebagai sarana pendekatan, sebagai tuhan-tuhan
  2. بَلْ ضَلُّوا عَنْهُمْbal dhalluu 'anhumbahkan mereka telah lenyap dari mereka
  3. وَذَٰلِكَ إِفْكُهُمْ وَمَا كَانُوا يَفْتَرُونَwa-dzaalika ifkuhum wa-maa kaanuu yaftaruunadan itulah kebohongan mereka dan apa yang mereka ada-adakan

Terjemahan per kata (17 kata)

  1. فَلَوْلَاfa-lawlaamaka seandainya bukan karena
  2. نَصَرَهُمُnasharahumumenolong mereka
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. اتَّخَذُواttakhadzuumereka mengambil
  5. مِنْmindari
  6. دُونِduuniselain
  7. اللَّهِllaahiAllah
  8. قُرْبَانًاqurbaanankurban
  9. آلِهَةًaalihatantuhan-tuhan
  10. بَلْbalbahkan
  11. ضَلُّواdhalluumereka sesat
  12. عَنْهُمْ'anhumdari mereka
  13. وَذَٰلِكَwa-dzaalikadan itulah
  14. إِفْكُهُمْifkuhumkebohongan mereka
  15. وَمَاwa-maadan apa yang
  16. كَانُواkaanuumereka selalu
  17. يَفْتَرُونَyaftaruunamereka mengada-ada

Inti bacaan

Kekosongan sembahan sebagai 'sarana pendekatan' yang justru 'lenyap dari mereka' saat dibutuhkan, pengujian fungsional sederhana kembali membuktikan ketidakberdayaan objek yang disembah tanpa dasar.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(tuhan-tuhan)' tidak dipakai: kata 'tuhan-tuhan' sudah ada literal dalam teks Arab ('aalihatan'), bukan tambahan tambahan. 'Dzaalika' (jauh) benar diterjemahkan 'itulah'.

Tafsiran

Ayat ini mengejek kegagalan sesembahan palsu untuk menolong penyembahnya, membuktikan kebohongan yang mereka yakini.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menguji sesembahan mereka dengan pertanyaan praktis. Mana pertolongannya. Saat dibutuhkan mereka lenyap.
  • Yang mereka sebut sarana pendekatan justru menjauh. Namanya jembatan. Kerjanya menghilang.
  • Kata lenyap dipakai Allah, bukan kata gagal. Bukan mencoba lalu tidak berhasil. Tidak ada sama sekali.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar n-s-r, a-kh-dz, d-w-n, a-l-h, q-r-b, d-l-l, a-f-k, k-w-n, f-r-y): falawlaa nasarahumu alladhiina ittakhadhuu min duun allaah qurbaanan aalihah diterjemahkan 'mengapa tak menolong (tuhan) yang mereka ambil sbg sarana pendekatan' (akar n-s-r + akar '-kh-dz + akar q-r-b + ilaah, bantahan dalih syafaat/qurbaan: tuhan-perantara tak berdaya, cf. 39:3, 10:18); bal dalluu anhum diterjemahkan 'bahkan mereka lenyap dari mereka' (akar d-l-l putaran 78 'lenyap', cf. 41:48); ifk diterjemahkan 'kebohongan' (akar '-f-k); yaftaruun diterjemahkan 'mengada-adakan' (akar f-r-y). Selaras.