فَلَوْلَا نَصَرَهُمُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ قُرْبَانًا آلِهَةً ۖ بَلْ ضَلُّوا عَنْهُمْ ۚ وَذَٰلِكَ إِفْكُهُمْ وَمَا كَانُوا يَفْتَرُونَ

Maka, mengapa tidak menolong mereka yang mereka ambil selain Allah sebagai sarana pendekatan, sebagai tuhan-tuhan? Bahkan mereka telah lenyap dari mereka; dan itu kebohongan mereka dan apa yang mereka ada-adakan.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. فَلَوْلَا نَصَرَهُمُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ قُرْبَانًا آلِهَةًfa-lawlaa nasharahumu lladziina ttakhadzuu min duuni llaahi qurbaanan aalihatanmaka, mengapa tidak menolong mereka yang mereka ambil selain Allah sebagai sarana pendekatan, sebagai tuhan-tuhan
  2. بَلْ ضَلُّوا عَنْهُمْbal dhalluu 'anhumbahkan mereka telah lenyap dari mereka
  3. وَذَٰلِكَ إِفْكُهُمْ وَمَا كَانُوا يَفْتَرُونَwa-dzaalika ifkuhum wa-maa kaanuu yaftaruunadan itu kebohongan mereka dan apa yang mereka ada-adakan

Terjemahan per kata (17 kata)

  1. فَلَوْلَاfa-lawlaamaka seandainya bukan karena
  2. نَصَرَهُمُnasharahumumenolong mereka
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. اتَّخَذُواttakhadzuumereka mengambil
  5. مِنْmindari
  6. دُونِduuniselain
  7. اللَّهِllaahiAllah
  8. قُرْبَانًاqurbaanankurban
  9. آلِهَةًaalihatantuhan-tuhan
  10. بَلْbalbahkan
  11. ضَلُّواdhalluumereka sesat
  12. عَنْهُمْ'anhumdari mereka
  13. وَذَٰلِكَwa-dzaalikadan itulah
  14. إِفْكُهُمْifkuhumkebohongan mereka
  15. وَمَاwa-maadan apa yang
  16. كَانُواkaanuumereka selalu
  17. يَفْتَرُونَyaftaruunamereka mengada-ada

Inti bacaan

Rumus (مَا كَانُوا يَفْتَرُونَ, maa kaanuu yaftaruuna) muncul sembilan kali di Al-Qur'an, yaitu di 3:24, 6:24, 6:138, 7:53, 10:30, 11:21, 16:87, 28:75, dan 46:28.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (فَلَوْلَا, fa-lawlaa) yang berarti "maka mengapa tidak". Data morfologi menandai kata lawlaa di sini sebagai kata ajakan atau pertanyaan, sama seperti di 6:43, (فَلَوْلَا إِذْ جَاءَهُمْ, fa-lawlaa idz jaa'ahum) yang berarti "maka mengapa ketika azab Kami datang kepada mereka". Rangkaian huruf yang sama di 2:64, (فَلَوْلَا فَضْلُ, fa-lawlaa fadhlu) yang berarti "maka seandainya tidak ada karunia", ditandai lain, sehingga artinya dibaca dari kalimat tempatnya berada. Karena itu terjemahan 46:28 memakai "mengapa tidak" dan menutup bagian pertama dengan tanda tanya.

Kata kerja (نَصَرَهُمُ, nasharahumu) yang berarti "menolong mereka" berakar ن-ص-ر. Urutan Arabnya menyebut kata kerja dan pihak yang ditolong lebih dulu, baru pelakunya, yaitu (الَّذِينَ اتَّخَذُوا, lladziina ttakhadzuu) yang berarti "mereka yang mereka ambil", dan terjemahan mengikuti urutan itu. Pihak yang diambil berperan sebagai pelaku, dan pihak yang mengambil berperan sebagai yang ditolong. Pembagian peran ini terlihat di 36:74, (وَاتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ آلِهَةً لَعَلَّهُمْ يُنْصَرُونَ, wa-ttakhadzuu min duuni llaahi aalihatan la'allahum yunsharuuna) yang berarti "dan mereka mengambil tuhan-tuhan selain Allah agar mereka ditolong", dan di 36:75, (لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَهُمْ, laa yastathii'uuna nashrahum) yang berarti "mereka tidak mampu menolong mereka".

Frasa (اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ, ttakhadzuu min duuni llaahi) yang berarti "mereka ambil selain Allah" muncul enam kali, yaitu di 19:81, 29:41, 36:74, 39:43, 45:10, dan 46:28. Benda yang diambil berlainan: tuhan-tuhan di 19:81, 36:74, dan 46:28, pelindung di 29:41 dan 45:10, serta pemberi syafaat di 39:43. Kata (آلِهَةً, aalihatan) yang berarti "tuhan-tuhan" muncul tiga belas kali dengan bentuk itu, yaitu di 6:19, 6:74, 18:15, 19:81, 21:21, 21:24, 21:99, 25:3, 36:23, 36:74, 37:86, 43:45, dan 46:28.

Kata (قُرْبَانًا, qurbaanan) berakar ق-ر-ب, akar yang sama dengan kata kerja yang berarti "mendekatkan". Bentuk persis qurbaanan muncul dua kali, yaitu di 5:27 dan 46:28, dan bentuk qurbaanin muncul sekali, yaitu di 3:183. Di 5:27, (قَرَّبَا قُرْبَانًا, qarrabaa qurbaanan) yang berarti "keduanya mempersembahkan kurban", benda yang disodorkan disebut, dan ayat itu langsung menyebut penerimaannya: diterima dari yang satu dan tidak dari yang lain. Di 3:183, (بِقُرْبَانٍ تَأْكُلُهُ النَّارُ, bi-qurbaanin ta'kuluhu n-naaru) yang berarti "dengan kurban yang dimakan api", bendanya dimakan api. Di 46:28 qurbaanan bersanding dengan (آلِهَةً, aalihatan), sehingga pihak yang diambil menjadi tuhan-tuhan itu sendiri, dan tidak ada benda yang diserahkan lalu diterima. Karena itu terjemahan memakai "sarana pendekatan" dan tidak memakai "kurban". Alasan yang diucapkan orang-orang yang mengambil pelindung selain Dia di 39:3 memakai kata kerja seakar, (لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ, li-yuqarribuunaa ilaa llaahi zulfaa) yang berarti "agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya", jadi tujuan mendekat memang tercatat sebagai alasan mengambil sembahan selain Allah.

Kalimat (بَلْ ضَلُّوا عَنْهُمْ, bal dhalluu 'anhum) yang berarti "bahkan mereka telah lenyap dari mereka" memakai kata kerja (ضَلُّوا, dhalluu) berakar ض-ل-ل. Dengan bentuk dhalla 'anhum, kata ini muncul tujuh kali, yaitu di 6:24, 7:53, 10:30, 11:21, 16:87, 28:75, dan 41:48, dan terjemahan memakai "lenyaplah" di semuanya. Pada enam yang pertama kalimatnya sama, (وَضَلَّ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَفْتَرُونَ, wa-dhalla 'anhum maa kaanuu yaftaruuna) yang berarti "dan lenyaplah dari mereka apa yang mereka ada-adakan". Di 46:28 bentuknya jamak, dhalluu, karena pelaku kata kerja ini jamak, yaitu pihak yang diambil sebagai tuhan, sedangkan "apa yang mereka ada-adakan" baru muncul di ujung ayat.

Kata (إِفْكُهُمْ, ifkuhum) yang berarti "kebohongan mereka" berakar أ-ف-ك. Kata benda ifk muncul di sembilan ayat, yaitu 24:11, 24:12, 25:4, 29:17, 34:43, 37:86, 37:151, 46:11, dan 46:28. Di 37:86, (أَئِفْكًا آلِهَةً دُونَ اللَّهِ, a-ifkan aalihatan duuna llaahi) yang berarti "apakah kebohongan, tuhan-tuhan selain Allah", kata itu dipasangkan dengan sembahan selain Allah, sama dengan 46:28. Di 46:11, (هَٰذَا إِفْكٌ قَدِيمٌ, haadzaa ifkun qadiimun) yang berarti "ini kebohongan lama", kata itu diucapkan orang-orang yang kufur. Frasa (وَمَا كَانُوا يَفْتَرُونَ, wa-maa kaanuu yaftaruuna) yang berarti "dan apa yang mereka ada-adakan" memuat rumus (مَا كَانُوا يَفْتَرُونَ, maa kaanuu yaftaruuna) yang muncul sembilan kali, yaitu di 3:24, 6:24, 6:138, 7:53, 10:30, 11:21, 16:87, 28:75, dan 46:28. Kata (وَذَٰلِكَ, wa-dzaalika) yang berarti "dan itu" menunjuk sesuatu yang tidak disebut ayat, bisa lenyapnya sembahan, bisa pengambilan sembahan itu sendiri, dan terjemahan tidak menambahkan isinya.

Tafsiran

Ayat ini bertanya ke mana pertolongan sembahan ketika diperlukan, lalu menjawab bahwa sembahan itu lenyap dari penyembahnya. Dapat dibaca bahwa saat yang dimaksud adalah saat dikepung oleh apa yang dulu diperolok-olokkan di 46:26. Pembacaan ini tidak dinyatakan ayat, karena 46:28 tidak menyebut waktu dan tidak menyebut kaum mana yang dibicarakan.

Kata sembahan di ayat ini sudah muncul di surah yang sama. Di 46:22, (قَالُوا أَجِئْتَنَا لِتَأْفِكَنَا عَنْ آلِهَتِنَا, qaaluu a-ji'tanaa li-ta'fikanaa 'an aalihatinaa) yang berarti "mereka berkata, apakah engkau datang kepada kami untuk memalingkan kami dari tuhan-tuhan kami", kaum yang menjadi pokok 46:21 sampai 46:25 membela tuhan-tuhan mereka dengan kata kerja yang akarnya sama dengan kata kebohongan di 46:28. Kata itu dipakai juga di 46:11 oleh orang-orang yang kufur untuk menyebut bacaan yang sampai kepada mereka, sedangkan di 46:28 kata itu dikenakan pada sembahan mereka. Satu akar dipakai tiga kali di satu surah, dan tiap kali menunjuk sisi yang berlainan dari perselisihan yang sama.

Ayat 46:27 menyebut Kami mengulang tanda-tanda agar mereka kembali, dan 46:28 menyebut sandaran lain yang diambil mereka selain Allah. Urutan itu membuat dua jalan kembali tampil berdampingan, yaitu tanda-tanda yang diulang dan sembahan yang diharapkan menolong. Ayat 46:28 mengabarkan bahwa jalan kedua kosong, sedangkan hasil jalan pertama tidak dikabarkan di 46:27.

Sesudah 46:28 pembicaraan beralih ke sekelompok jin di 46:29. Pertanyaan tentang pertolongan sembahan ditutup oleh ayat sendiri dengan pernyataan kelenyapan, dan tidak ada ucapan pihak mana pun yang dikutip sebagai jawaban.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini mengajukan kepada sembahan pertanyaan yang mudah diuji: mengapa tidak menolong? Pertanyaan itu memakai ukuran yang dimiliki penyembahnya sendiri, yaitu pertolongan di saat diperlukan, dan ayat tidak menambah ukuran lain. Pembaca dapat membawa pertanyaan yang sama kepada apa saja yang diandalkannya selain Allah, misalnya jabatan, nama baik, atau jaringan kenalan. Bila saat genting tiba dan yang diandalkan diminta menolong, jawaban apa yang paling mungkin terdengar, dan dari siapa jawaban itu datang?
  • Orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah di 39:3 mengucapkan alasan mereka sendiri: agar pelindung itu mendekatkan mereka kepada Allah. Di 46:28 perantara yang diambil sebagai sarana pendekatan itu disebut lenyap dari mereka. Dua ayat itu berbicara tentang kaum yang berlainan, jadi keduanya tidak disamakan. Satu pembacaan dapat dicoba: sesuatu yang diangkat sebagai jembatan menuju Allah dapat berakhir menjadi hal yang tidak ada ketika jembatan itu diperlukan. Pembaca dapat bertanya, perantara apa yang dipakainya agar urusannya dengan Allah terasa lebih mudah, dan apakah perantara itu pernah diminta membuktikan dirinya?
  • Kata kerja yang dipakai ayat ini adalah mengambil. Tuhan-tuhan di sini digambarkan sebagai hasil keputusan orang yang mengambilnya. Di 37:86 hasil keputusan itu disebut kebohongan, yaitu tuhan-tuhan selain Allah yang dikehendaki oleh pihak yang ditanya. Keputusan mengambil punya tanggal, walaupun tanggalnya mungkin sudah lama terlupa. Pembaca dapat menelusuri satu sandaran yang kini terasa wajar baginya, lalu bertanya, kapan keputusan mengambilnya dibuat, siapa yang mengusulkan, dan apakah keputusan itu pernah diperiksa ulang sejak hari itu?
  • Di 36:75 tuhan-tuhan yang diambil disebut tidak mampu menolong, padahal bagi mereka para pengambilnya adalah bala tentara yang dihadirkan. Arah pelayanan di sana terbalik dari yang diharapkan: yang mengharap ditolong ternyata dikerahkan untuk yang diharapkan. Ayat 46:28 memuat pertanyaan yang sama arahnya, yaitu mengapa tidak menolong. Pembaca dapat membuat daftar hal yang rutin dilayaninya, yaitu waktu, tenaga, dan perhatian, lalu bertanya, bila ditimbang, siapa yang sebenarnya melayani siapa, dan adakah di antaranya yang sedang diperlakukan seperti sesuatu selain Allah?
  • Kata lenyap di ayat ini menyebut sembahan yang pergi dari penyembahnya, dan tidak menyebut waktu atau tempat. Di enam ayat lain kata kerja yang sama dipakai untuk apa yang dahulu mereka ada-adakan, dan di 41:48 untuk apa yang dahulu mereka seru. Tiap ayat itu menyebut kelenyapan sesuatu yang pernah mereka pegang sebagai pegangan. Pembaca dapat mengingat sesuatu yang lama menjadi pegangan lalu suatu hari tidak ada lagi di tempatnya, dan bertanya, apakah kepergiannya sempat disadari pada waktunya, atau baru terasa ketika tempat itu terbuka?
  • Kata kebohongan dipakai di surah ini dua kali ke arah berlawanan. Di 46:11 orang-orang yang kufur menyebut bacaan yang sampai kepada mereka sebagai kebohongan lama, dan ayat itu tidak memuat ujian apa pun untuk tuduhan tersebut. Di 46:28 kata yang sama dikenakan pada sembahan mereka, dan tuduhan itu didahului pertanyaan yang bisa diuji, yaitu mengapa tidak menolong. Pembaca yang pernah menyebut sesuatu sebagai kebohongan dapat bertanya, ujian apa yang menyertai sebutan itu, dan apakah ujian itu bisa dijalankan oleh pihak yang ia tuduh?