وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ الْقُرْآنَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوا أَنْصِتُوا ۖ فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا إِلَىٰ قَوْمِهِمْ مُنْذِرِينَ
Ketika Kami hadapkan kepadamu sekelompok jin yang mendengarkan Al-Qur'an. Ketika mereka menghadirinya, mereka berkata, “Diamlah!” Ketika selesai, mereka kembali kepada kaumnya sebagai pemberi peringatan.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ الْقُرْآنَwa-idz sharafnaa ilayka nafaran mina l-jinni yastami'uuna l-qur'aanaketika Kami hadapkan kepadamu sekelompok jin yang mendengarkan Al-Qur'an
- فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُواfa-lammaa hadharuuhu qaaluuketika mereka menghadirinya, mereka berkata
- أَنْصِتُواanshituudiamlah
- فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا إِلَىٰ قَوْمِهِمْ مُنْذِرِينَfa-lammaa qudhiya wallaw ilaa qawmihim mundziriinaketika selesai, mereka kembali kepada kaumnya sebagai pemberi peringatan
Terjemahan per kata (18 kata)
- وَإِذْwa-idzdan ketika
- صَرَفْنَاsharafnaaKami hadapkan
- إِلَيْكَilaykakepadamu
- نَفَرًاnafaranpengikut
- مِنَminadari
- الْجِنِّl-jinnijin
- يَسْتَمِعُونَyastami'uunamereka mendengarkan
- الْقُرْآنَl-qur'aanaAl-Qur'an
- فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
- حَضَرُوهُhadharuuhumereka menghadirinya
- قَالُواqaaluumereka berkata
- أَنْصِتُواanshituudiamlah kalian
- فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
- قُضِيَqudhiyadiputuskan
- وَلَّوْاwallawmereka berpaling
- إِلَىٰilaakepada
- قَوْمِهِمْqawmihimkaum mereka
- مُنْذِرِينَmundziriinapara pemberi peringatan
Inti bacaan
Kata (مُنْذِرِينَ, mundziriina), dengan atau tanpa awalan, muncul sembilan kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:213, 4:165, 6:48, 18:56, 26:194, 27:92, 37:72, 44:3, dan 46:29.
Penjelasan pilihan kata
Kata kerja (صَرَفْنَا إِلَيْكَ, sharafnaa ilayka) yang berarti "Kami hadapkan kepadamu" berakar ص-ر-ف. Dalam bentuk dasarnya kata kerja ini muncul empat kali dengan bentuk lampau, yaitu di 3:152, 9:127, 12:34, dan 46:29. Di 3:152, (صَرَفَكُمْ عَنْهُمْ, sharafakum 'anhum) yang berarti "kemudian Dia memalingkan kalian dari mereka", dan di 12:34, (صَرَفَ عَنْهُ, sharafa 'anhu) yang berarti "lalu memalingkan darinya", kata kerja itu diikuti kata yang berarti "dari", yaitu (عَنْهُمْ, 'anhum) dan (عَنْهُ, 'anhu), sehingga terjemahan memakai "memalingkan". Di 9:127 Allah yang memalingkan dan hati manusia yang dikenai. Di 46:29 kata yang mengikutinya, (إِلَيْكَ, ilayka), berarti "kepadamu", sehingga geraknya menuju dan terjemahan memakai "menghadapkan". Di antara keempat ayat itu hanya 46:29 yang memakai ilaa.
Kata (نَفَرًا, nafaran) yang berarti "sekelompok" muncul dua kali dengan bentuk itu, yaitu di 18:34 dan 46:29. Di 72:1, (اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ, istama'a nafarun mina l-jinni) yang berarti "sekumpulan jin telah mendengarkan", kata yang sama dalam bentuk lain dipakai untuk jin, dan kata (الْجِنِّ, l-jinni) di sana sama dengan yang di 46:29. Ayat tidak menyebut jumlah mereka, sehingga terjemahan memakai kata yang tidak menyebut angka.
Kata kerja (يَسْتَمِعُونَ, yastami'uuna) yang berarti "mereka mendengarkan" berakar س-م-ع. Bentuk persis yastami'uuna muncul lima kali di lima surah, yaitu 10:42, 17:47, 39:18, 46:29, dan 52:38, dan terjemahan memakai "mendengarkan" di semuanya. Di 10:42, (يَسْتَمِعُونَ إِلَيْكَ, yastami'uuna ilayka) yang berarti "mendengarkan engkau", ayat langsung bertanya tentang orang yang tuli, sehingga mendengarkan dan mendengar disebut sebagai dua hal yang dapat terpisah. Di 46:30 kata kerja dasar dipakai, (سَمِعْنَا, sami'naa) yang berarti "kami telah mendengar", dan di 72:1 urutan yang sama muncul: jin mendengarkan, lalu berkata bahwa mereka telah mendengar.
Kata (حَضَرُوهُ, hadharuuhu) yang berarti "mereka menghadirinya" berakar ح-ض-ر, dan bentuk dengan pelaku banyak orang ini hanya ada di 46:29. Akhiran -hu merujuk ke Al-Qur'an yang disebut di bagian ayat sebelumnya. Perintah (أَنْصِتُوا, anshituu) yang berarti "diamlah" berakar ن-ص-ت dan hanya muncul di dua ayat, yaitu 7:204 dan 46:29. Di 7:204, (فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا, fa-stami'uu lahu wa-anshituu) yang berarti "dengarkanlah dan diamlah", perintah diam mengikuti perintah mendengarkan dan ditujukan kepada orang yang mendengar bacaan, sedangkan di 46:29 perintah itu diucapkan jin dan ayat tidak menyebut siapa yang disapa.
Kata kerja (قُضِيَ, qudhiya) yang berarti "selesai" berakar ق-ض-ي dan berbentuk pasif tanpa pelaku yang disebut. Di 62:10, (قُضِيَتِ الصَّلَاةُ, qudhiyati sh-shalaatu) yang berarti "apabila salat telah dilaksanakan", kata kerja yang sama dipakai untuk kegiatan yang sudah dijalankan sampai habis, dan sesudahnya orang bertebaran. Di 46:29 yang selesai tidak disebut, dan sesudahnya jin berbalik. Karena -hu pada (حَضَرُوهُ, hadharuuhu) merujuk ke Al-Qur'an, yang selesai dapat dibaca sebagai bacaan itu, tetapi ayat tidak menyatakannya.
Kata kerja (وَلَّوْا, wallaw) yang berarti "mereka berbalik" muncul dengan bentuk itu di enam ayat, yaitu 9:57, 17:46, 27:80, 30:52, 46:29, dan 48:22. Di 17:46, (وَلَّوْا عَلَىٰ أَدْبَارِهِمْ, wallaw 'alaa adbaarihim) yang berarti "mereka berpaling ke belakang", dan di 27:80 serta 30:52 mereka berpaling membelakang, sehingga di tiga ayat itu geraknya menjauh. Di 9:57, (لَوَلَّوْا إِلَيْهِ, la-wallaw ilayhi) yang berarti "tentu mereka berpaling ke sana", tujuan disebut dengan ilayhi yang berarti "kepadanya". Di 46:29 tujuannya (إِلَىٰ قَوْمِهِمْ, ilaa qawmihim) yang berarti "kepada kaum mereka", dan terjemahan memakai "kembali" karena yang dituju adalah kaum mereka sendiri. Ayat tidak menyebut dari mana mereka berangkat, di mana kaum itu berada, atau berapa lama mereka pergi.
Kata terakhir (مُنْذِرِينَ, mundziriina) yang berarti "sebagai pemberi peringatan" berakar ن-ذ-ر. Kata mundziriina, dengan atau tanpa awalan, muncul sembilan kali, yaitu di 2:213, 4:165, 6:48, 18:56, 26:194, 27:92, 37:72, 44:3, dan 46:29. Di delapan ayat lain pemberi peringatan itu disebut sebagai nabi, rasul, utusan, Kami, atau pembicara yang diberi tugas itu, dan hanya di 46:29 kata itu dikenakan pada jin. Frasa (إِلَىٰ قَوْمِهِمْ, ilaa qawmihim) muncul tiga kali, yaitu di 10:74, 30:47, dan 46:29. Di 10:74 dan 30:47 frasa itu mengikuti kata kerja yang berarti mengutus, sedangkan di 46:29 frasa itu mengikuti kata kerja yang berarti berbalik dan tidak ada kata mengutus.
Tafsiran
Ayat ini menyajikan satu pertemuan yang berjalan dalam urutan, dari dihadapkan, mendengarkan, hadir, memerintah diam, sampai berbalik, dan seluruhnya dilaporkan tanpa kutipan ucapan kecuali satu kata, yaitu diamlah. Isi ucapan jin baru mulai di 46:30. Pembaca karena itu menerima gerak dulu dan ucapan kemudian, dan sikap jin terhadap bacaan itu terlihat dari apa yang mereka lakukan sebelum mereka berbicara.
Ayat 46:29 berbeda arah dari ayat-ayat lain yang memuat kata kerja berbalik. Di 17:46 orang yang berbalik menjauh ketika Tuhanmu disebut saja dalam bacaan, dan di 27:80 serta 30:52 orang yang tidak dapat diperdengarkan berbalik membelakang. Di 46:29 setelah selesai, jin berbalik kepada kaum mereka sendiri. Kata kerja yang sama dengan arah yang berlawanan itu menaruh jin sebagai pihak yang membawa kabar bacaan kepada orang lain, sedangkan di 17:46 dan 27:80 gerak berbalik itu menjauh dari yang diperdengarkan.
Dapat dibaca bahwa kelompok ini menjadi cermin bagi 46:26: di sana pendengaran yang diberikan tidak mencukupkan karena tanda-tanda diingkari, dan di sini pendengaran yang diarahkan pada bacaan berujung pada perintah diam dan peringatan. Pembacaan ini tidak dinyatakan oleh ayat mana pun, dan 46:29 tidak menyebut 46:26. Kaitan yang tampak di teks antara keduanya ialah akar yang sama, yaitu س-م-ع pada 46:26 dan pada 46:29.
Ayat 72:1 sampai 72:2 memuat kelompok jin yang mendengarkan dan berkata telah mendengar, dengan urutan yang sama dengan 46:29 sampai 46:30. Ayat-ayat itu tidak menyatakan bahwa keduanya satu peristiwa, dan 46:29 tidak menyebut nama tempat atau waktu. Mengenai sebab pertemuan ini, 46:29 hanya menyebut bahwa Kami menghadapkan mereka kepada yang diajak bicara.
Renungan dan Hikmah
- Kata kerja yang dipakai ayat ini, menghadapkan, menyebut Kami sebagai pelaku, dan tidak menyebut jin yang mencari. Di 3:152 kata kerja yang sama dipakai dengan Dia memalingkan kalian dari mereka, dan di 9:127 dengan Allah memalingkan hati mereka. Dalam ketiga ayat itu arah gerak manusia atau jin digerakkan oleh pelaku di luar mereka. Pembaca dapat mengingat pertemuan yang mengubah arah hidupnya, misalnya tulisan yang tidak dicari, percakapan yang tidak direncanakan, atau orang yang kebetulan duduk di sebelah, lalu bertanya, siapa atau apa yang menghadapkan dirinya kepada pertemuan itu?
- Di 10:42 ada orang yang mendengarkan tetapi ayat langsung bertanya tentang orang tuli, sedangkan di 39:18 ada orang yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti yang paling baik di antaranya, dan ayat itu menyebut mereka orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah. Di 46:29 jin mendengarkan bacaan, lalu melakukan sesuatu setelah selesai. Ketiga ayat itu memisahkan mendengarkan dari apa yang terjadi sesudahnya. Pembaca dapat menimbang, dari semua yang didengarkannya minggu ini, bagian mana yang mengubah satu keputusan, dan apakah bagian itu yang paling baik atau yang paling mudah diikuti?
- Jin dalam ayat ini mengucapkan diamlah ketika bacaan hendak berlangsung. Di 7:204 perintah diam mengikuti perintah mendengarkan dan ditutup dengan tujuan agar kalian dirahmati. Diam di kedua ayat itu datang sebelum isi bacaan sampai, sehingga posisinya sebagai syarat untuk mulai memahami, dan tidak sebagai hasil memahami. Pembaca dapat membayangkan ruangan tempat biasa membaca atau mendengar, dengan segala suaranya, lalu bertanya, berapa lama jeda yang diberikan antara datangnya bacaan dan dimulainya tanggapan sendiri?
- Di 17:46 orang-orang berbalik ke belakang dan lari ketika Tuhanmu disebut saja dalam bacaan, sedangkan di 46:29 jin berbalik kepada kaumnya sendiri sesudah bacaan selesai. Kata kerja yang sama dipakai untuk dua arah yang berlawanan, dan keduanya terjadi setelah bacaan didengar. Pembaca yang pernah menutup sebuah buku atau mematikan sebuah rekaman tanpa menyelesaikannya dapat bertanya, ke arah mana tubuhnya berbalik saat itu, menjauh dari apa yang didengar atau menuju orang-orang yang dikenalnya?
- Jin dalam ayat ini berbalik kepada kaum mereka sendiri sebagai pemberi peringatan, dan ayat tidak menyebut ada yang mengutus mereka. Di 4:165 peran pemberi peringatan dikaitkan dengan tujuan agar manusia tidak punya alasan untuk membantah Allah setelah rasul-rasul diutus. Ayat 46:29 memakai kata pemberi peringatan untuk mereka tanpa menyebut mereka rasul, jadi kedua ayat tidak disamakan. Pembaca dapat bertanya, kepada kelompok mana sesuatu yang baru didengarnya paling mungkin disampaikan, dan apakah kedekatan itu membuat kabarnya lebih mudah diterima atau lebih mudah diabaikan?
- Ucapan jin yang dikutip di ayat ini hanya satu kata pendek, sedangkan seluruh kejadian lain dilaporkan sebagai gerak: dihadapkan, mendengarkan, hadir, selesai, berbalik. Isi ucapan baru muncul di ayat berikutnya. Pembaca dapat melihat bahwa kesaksian tentang sikap seseorang terhadap sebuah bacaan lebih dulu terbaca dari urutan gerakannya sebelum dari kata-katanya. Bila gerakan sehari-harinya dicatat tanpa satu pun kutipan ucapan, bacaan apa yang akan tampak dipegangnya?