قَالُوا يَا قَوْمَنَا إِنَّا سَمِعْنَا كِتَابًا أُنْزِلَ مِنْ بَعْدِ مُوسَىٰ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ وَإِلَىٰ طَرِيقٍ مُسْتَقِيمٍ

Mereka berkata, “Wahai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengar Kitab yang diturunkan setelah Musa, sebagai pembenar apa yang ada sebelumnya, menunjukkan pada kebenaran dan ke jalan yang lurus.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. قَالُوا يَا قَوْمَنَاqaaluu yaa qawmanaamereka berkata, wahai kaum kami
  2. إِنَّا سَمِعْنَا كِتَابًا أُنْزِلَ مِنْ بَعْدِ مُوسَىٰ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِinnaa sami'naa kitaaban unzila min ba'di muusaa mushaddiqan li-maa bayna yadayhisesungguhnya kami telah mendengar Kitab yang diturunkan setelah Musa, sebagai pembenar apa yang ada sebelumnya
  3. يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ وَإِلَىٰ طَرِيقٍ مُسْتَقِيمٍyahdii ilaa l-haqqi wa-ilaa thariiqin mustaqiiminmenunjukkan pada kebenaran dan ke jalan yang lurus

Terjemahan per kata (20 kata)

  1. قَالُواqaaluumereka berkata
  2. يَاyaawahai
  3. قَوْمَنَاqawmanaakaum kami
  4. إِنَّاinnaasesungguhnya kami
  5. سَمِعْنَاsami'naakami mendengar
  6. كِتَابًاkitaabankitab
  7. أُنْزِلَunziladiturunkan
  8. مِنْmindari
  9. بَعْدِba'disesudah
  10. مُوسَىٰmuusaaMusa
  11. مُصَدِّقًاmushaddiqanyang membenarkan
  12. لِمَاli-maabagi apa yang
  13. بَيْنَbaynadi antara
  14. يَدَيْهِyadayhikedua tangannya
  15. يَهْدِيyahdiimemberi petunjuk
  16. إِلَىilaakepada
  17. الْحَقِّl-haqqihak
  18. وَإِلَىٰwa-ilaadan kepada
  19. طَرِيقٍthariiqinjalan
  20. مُسْتَقِيمٍmustaqiiminyang lurus

Inti bacaan

Frasa (طَرِيقٍ مُسْتَقِيمٍ, thariiqin mustaqiimin) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 46:30.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (يَا قَوْمَنَا, yaa qawmanaa) yang berarti "wahai kaum kami". Sapaan ini muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 46:30 dan 46:31. Kata (قَوْمَنَا, qawmanaa) berakar ق-و-م dan berakhiran -naa yang berarti "kami", sehingga pembicaranya banyak orang, sesuai dengan sekelompok jin di 46:29.

Pengalaman mereka ditulis (إِنَّا سَمِعْنَا كِتَابًا, innaa sami'naa kitaaban) yang berarti "sesungguhnya kami telah mendengar Kitab". Kata kerja (سَمِعْنَا, sami'naa) berakar س-م-ع, dan kata sami'naa, dengan atau tanpa awalan, muncul enam belas kali, yaitu di 2:93, 2:285, 3:193, 4:46, 5:7, 8:21, 8:31, 21:60, 23:24, 24:51, 28:36, 32:12, 38:7, 46:30, 72:1, dan 72:13. Terjemahan memakai "mendengar" seperti di 3:193, 8:31, dan 72:13, supaya berbeda dari (يَسْتَمِعُونَ, yastami'uuna) di ayat sebelumnya yang diterjemahkan "mendengarkan". Di 72:1, (سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا, sami'naa qur'aanan 'ajaban) yang berarti "kami telah mendengar bacaan yang menakjubkan", jin memakai kata (قُرْآنًا, qur'aanan) untuk apa yang didengar, sedangkan di 46:30 mereka memakai (كِتَابًا, kitaaban), dan penutur di 46:29 memakai (الْقُرْآنَ, l-qur'aana). Kata kitab di sini tanpa kata sandang, dan berakar ك-ت-ب.

Asal Kitab itu ditulis (أُنْزِلَ مِنْ بَعْدِ مُوسَىٰ, unzila min ba'di muusaa) yang berarti "diturunkan setelah Musa". Susunan (أُنْزِلَ مِنْ بَعْدِ, unzila min ba'di) muncul sekali di Al-Qur'an, sedangkan (مِنْ بَعْدِ مُوسَىٰ, min ba'di muusaa) muncul dua kali, yaitu di 2:246 dan 46:30. Kata kerja (أُنْزِلَ, unzila) berbentuk pasif, sehingga pelaku yang menurunkan tidak disebut. Di surah yang sama, 46:12, (وَمِنْ قَبْلِهِ كِتَابُ مُوسَىٰ, wa-min qablihi kitaabu muusaa) yang berarti "dan sebelumnya ada Kitab Musa", penutur menyebut Musa dari arah sebaliknya, yaitu sebelum Kitab ini, sedangkan di 46:30 jin menyebutnya dari arah sesudah. Ayat tidak menyebut kitab lain yang mungkin berada di antara Musa dan Kitab ini.

Sifat Kitab itu ditulis (مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ, mushaddiqan li-maa bayna yadayhi) yang berarti "sebagai pembenar apa yang ada sebelumnya", dengan (مُصَدِّقًا, mushaddiqan) berakar ص-د-ق. Rangkaian ini muncul enam kali, yaitu di 2:97, 3:3, 5:46, 5:48, 35:31, dan 46:30. Di 5:46 rangkaian itu dikenakan pada Isa dan disusul penjelasan (مِنَ التَّوْرَاةِ, mina t-tawraati) yang berarti "dari Taurat", dan di 5:48 disusul (مِنَ الْكِتَابِ, mina l-kitaabi) yang berarti "dari Kitab". Di 46:30 tidak ada keterangan seperti itu, sehingga terjemahan menulis "apa yang ada sebelumnya" tanpa menyebut nama kitab. Di 46:12, ayat dalam surah yang sama, kata (مُصَدِّقٌ, mushaddiqun) yang berarti "yang membenarkan" muncul tanpa objek.

Fungsi Kitab itu ditulis (يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ, yahdii ilaa l-haqqi) yang berarti "menunjukkan pada kebenaran". Frasa itu muncul dua kali, yaitu di 10:35 dan 46:30. Di 10:35 pelakunya disebut dalam ayat yang sama, yaitu (اللَّهُ يَهْدِي, llaahu yahdii) yang berarti "Allah menunjukkan". Tujuan kedua ditulis (وَإِلَىٰ طَرِيقٍ مُسْتَقِيمٍ, wa-ilaa thariiqin mustaqiimin) yang berarti "dan ke jalan yang lurus", dengan ilaa diulang di depan kata jalan. Kata (طَرِيقٍ, thariiqin) yang berarti "jalan" bentuk tunggalnya muncul empat kali, yaitu di 4:168, 4:169, 20:77, dan 46:30. Rangkaian (صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ, shiraathin mustaqiimin) muncul delapan belas kali, yaitu di 2:142, 2:213, 3:101, 5:16, 6:39, 6:87, 6:161, 10:25, 11:56, 16:76, 16:121, 22:54, 23:73, 24:46, 36:4, 42:52, 43:43, dan 67:22, dan terjemahannya juga "jalan yang lurus". Kata Indonesia itu sama untuk dua kata Arab yang berlainan, sedangkan (طَرِيقٍ مُسْتَقِيمٍ, thariiqin mustaqiimin) sebagai pasangan kata hanya ada di 46:30.

Tafsiran

Ayat ini adalah isi laporan jin kepada kaumnya, dan laporan itu disusun dengan tiga keterangan tentang Kitab yang didengar: letaknya dalam urutan, hubungannya dengan yang mendahului, dan arah yang ditunjukkannya. Kitab itu tidak disebut namanya. Kitab itu ditempatkan dengan menyebut Musa sebagai patokan waktu, lalu dengan menyebut apa yang dibenarkannya, lalu dengan menyebut apa yang dilakukannya bagi pendengar. Susunan ini mirip dengan pengantar penutur di 46:12, yang juga menyebut Kitab Musa, Kitab yang membenarkan, dan tujuannya bagi pendengar.

Ayat ini belum memuat ajakan. Kata kerja beriman tidak ada di 46:30, dan ajakan agar memenuhi seruan Allah serta beriman baru muncul di 46:31, (أَجِيبُوا دَاعِيَ اللَّهِ وَآمِنُوا بِهِ, ajiibuu daa'iya llaahi wa-aaminuu bihi) yang berarti "penuhilah penyeru Allah dan berimanlah kepada-Nya". Di 72:1 sampai 72:2 laporan jin lebih panjang dan sudah memuat pernyataan iman mereka sendiri, (فَآمَنَّا بِهِ, fa-aamannaa bihi) yang berarti "maka kami beriman kepadanya". Dengan begitu 46:30 menaruh jin pada tahap mendengar dan melaporkan, dan tahap beriman serta mengajak tidak ditulis di ayat ini.

Dapat dibaca bahwa kebenaran yang ditunjukkan di sini berhadapan dengan kebohongan di 46:28: di sana sembahan yang diambil disebut kebohongan, dan di sini Kitab disebut menunjukkan kebenaran. Pembacaan ini tidak dinyatakan oleh ayat, dan 46:30 tidak menyebut sembahan.

Laporan jin berbicara tentang jalan yang dituju, tetapi ayat tidak menyebut siapa yang menurunkan Kitab itu atau bagaimana jin sampai pada penilaian bahwa Kitab itu membenarkan yang sebelumnya. Penilaian itu disampaikan sebagai hasil mendengar, dan 46:30 tidak memuat bukti tambahan di luar apa yang mereka dengar.

Renungan dan Hikmah

  • Jin dalam ayat ini menaruh yang mereka dengar dalam urutan: diturunkan setelah Musa dan membenarkan yang sebelumnya. Di 3:3 Dia disebut menurunkan Kitab dengan kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya. Laporan yang disertai urutan seperti itu memberi pendengarnya tempat berdiri untuk menimbang. Pembaca yang menyampaikan kabar baru kepada orang lain dapat bertanya, apakah kabar itu diberi tempat dalam urutan yang dapat diikuti penerimanya, atau dilemparkan sebagai sesuatu yang berdiri sendiri?
  • Jin dalam ayat ini berkata kami telah mendengar, dan tidak berkata aku telah mendengar. Akhiran -naa dipakai berulang: kaum kami, kami telah mendengar. Pendengaran itu dilaporkan sebagai pengalaman bersama, sehingga mereka membawa pulang kesaksian sekelompok orang. Pembaca yang menyampaikan apa yang baru didengarnya dapat bertanya, siapa yang termasuk dalam kata kami yang dipakai, dan apakah orang-orang di dalamnya benar-benar ada di tempat ketika bacaan itu didengar?
  • Ayat ini menyebut dua tujuan petunjuk: kebenaran dan jalan yang lurus, dengan kata ke yang diulang di depan masing-masing. Di 10:35 Allah disebut menunjukkan kepada kebenaran, dan pertanyaan yang menyertainya adalah mana yang lebih berhak diikuti. Kebenaran dapat diketahui tanpa langkah, sedangkan jalan menuntut langkah. Pembaca dapat bertanya, dalam urusan yang sedang dihadapi sekarang, apakah lebih sering diberi tahu apa yang benar atau diberi tahu jalan menuju yang benar, dan mana yang ternyata lebih sulit didapat?
  • Kitab yang didengar jin disebut membenarkan apa yang ada sebelumnya, dan tidak disebut menggantikannya. Ayat tidak menyebut nama apa yang dibenarkan itu, sehingga hubungan antara yang baru dan yang lama ditulis sebagai kesinambungan tanpa daftar. Pembaca yang menerima sesuatu yang baru, misalnya cara kerja, kebiasaan, atau pandangan, dapat bertanya, apa yang dipegang sebelumnya dan dibenarkan oleh yang baru itu, dan apa yang terpaksa dilepas karena yang baru tidak membenarkannya?
  • Di ayat ini jin berhenti pada mendengar dan memberi laporan, dan kata beriman baru ada di ayat berikutnya. Di 72:2 mereka berkata, maka kami beriman kepadanya, dan kami tidak akan menyekutukan seorang pun dengan Tuhan kami. Dua ayat itu memperlihatkan bahwa dari mendengar sampai beriman ada langkah yang ditulis tersendiri. Pembaca dapat bertanya, di antara apa yang pernah didengarnya dan apa yang kini dipegang sebagai keyakinan, langkah apa yang dilalui, dan apakah langkah itu bisa disebut satu per satu?
  • Dalam bahasa Indonesia, jalan yang lurus di ayat ini dan jalan yang lurus di ayat-ayat lain tampak sama, padahal kata Arabnya berbeda. Perbedaan itu hanya terlihat oleh pembaca yang membuka teks Arab, dan ayat tidak menjelaskan mengapa jin memakai kata yang lain. Pembaca yang sering memakai satu kata untuk dua hal dapat bertanya, kapan terakhir kali diperiksa apakah dua hal yang disamakan namanya benar-benar sama, dan apakah pemeriksaan itu pernah mengubah sesuatu dalam cara berjalan?