يَا قَوْمَنَا أَجِيبُوا دَاعِيَ اللَّهِ وَآمِنُوا بِهِ يَغْفِرْ لَكُمْ مِنْ ذُنُوبِكُمْ وَيُجِرْكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ
Wahai kaum kami, penuhilah penyeru Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Dia akan mengampuni sebagian dosa-dosa kalian dan melindungi kalian dari azab yang pedih.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- يَا قَوْمَنَا أَجِيبُوا دَاعِيَ اللَّهِyaa qawmanaa ajiibuu daa'iya llaahiwahai kaum kami, penuhilah penyeru Allah
- وَآمِنُوا بِهِwa-aaminuu bihidan berimanlah kepada-Nya
- يَغْفِرْ لَكُمْ مِنْ ذُنُوبِكُمْ وَيُجِرْكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍyaghfir lakum min dzunuubikum wa-yujirkum min 'adzaabin aliiminniscaya Dia akan mengampuni sebagian dosa-dosa kalian dan melindungi kalian dari azab yang pedih
Terjemahan per kata (15 kata)
- يَاyaawahai
- قَوْمَنَاqawmanaakaum kami
- أَجِيبُواajiibuupenuhilah kalian
- دَاعِيَdaa'iyapenyeru
- اللَّهِllaahiAllah
- وَآمِنُواwa-aaminuudan berimanlah kalian
- بِهِbihikepada-Nya
- يَغْفِرْyaghfirmengampuni
- لَكُمْlakumbagi kalian
- مِنْmindari
- ذُنُوبِكُمْdzunuubikumdosa-dosa kalian
- وَيُجِرْكُمْwa-yujirkumdan Dia melindungi kalian
- مِنْmindari
- عَذَابٍ'adzaabinazab
- أَلِيمٍaliiminyang pedih
Inti bacaan
Rangkaian (دَاعِيَ اللَّهِ, daa'iya llaahi), "penyeru Allah", muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 46:31 dan 46:32.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (يَا قَوْمَنَا, yaa qawmanaa) yang berarti "wahai kaum kami". Susunan ini terdiri dari yaa sebagai kata seru, qawm yang berarti "kaum", dan akhiran -naa yang berarti "kami". Susunan yang persis sama muncul dua kali di satu surah, yaitu di 46:30 dan 46:31, dan keduanya berada dalam ucapan kelompok jin yang kembali kepada kaumnya. Ayat 46:29 menyebut kaum itu dengan (قَوْمِهِمْ, qawmihim) yang berarti "kaum mereka", sebagai kalimat pengisahan, sedangkan di 46:31 para jin menyebutnya "kaum kami" dari mulut mereka sendiri. Terjemahan memakai "kaum" saja, tanpa menambahkan "jin" atau "saudara", karena kedua kata itu tidak ada di ayat ini.
Perintah pertama berbunyi (أَجِيبُوا, ajiibuu) yang berarti "penuhilah", kata kerja perintah untuk banyak orang dari akar ج-و-ب. Bentuk persis ini muncul sekali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 46:31. Akar yang sama dipakai di 2:186, (أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ, ujiibu da'wata d-daa'i) yang berarti "Aku mengabulkan seruan orang yang berseru", dan di 14:44, (نُجِبْ دَعْوَتَكَ, nujib da'wataka) yang berarti "kami memenuhi seruan-Mu". Di dua ayat itu kata kerjanya bersambung dengan da'wah, "seruan". Di 46:31 kata kerjanya bersambung langsung dengan orang yang menyeru, sehingga terjemahan memakai "penuhilah" dan tidak menambahkan kata "seruan". Dalam surah yang sama, 46:5 memuat (لَا يَسْتَجِيبُ, laa yastajiibu) yang berarti "tidak mengabulkan", untuk pihak yang diseru selain Allah.
Objeknya ialah (دَاعِيَ اللَّهِ, daa'iya llaahi) yang berarti "penyeru Allah". Kata daa'i berasal dari akar د-ع-و dan berarti "yang menyeru". Rangkaian dengan nama Allah persis seperti ini muncul dua kali, yaitu di 46:31 dan 46:32. Di 33:46, (دَاعِيًا إِلَى اللَّهِ, daa'iyan ila llaahi) yang berarti "penyeru kepada Allah" memakai kata ila di antara penyeru dan Allah, sedangkan di 46:31 kata itu tidak ada dan terjemahan menjaganya dengan "penyeru Allah". Siapa penyeru itu tidak tertulis di ayat ini. Ayat 46:29 dan 46:30 menyebut apa yang didengar para jin, yaitu (الْقُرْآنَ, l-qur'aana) dan (كِتَابًا, kitaaban), dan tidak ada kalimat tertulis yang menghubungkan keduanya dengan penyeru.
Perintah kedua berbunyi (وَآمِنُوا بِهِ, wa-aaminuu bihi) yang berarti "dan berimanlah kepada-Nya", dari akar أ-م-ن. Awalan wa menyambungnya dengan perintah pertama sebagai dua perintah berurutan. Susunan (آمِنُوا بِهِ, aaminuu bihi) muncul dua kali, yaitu di 17:107 dan 46:31. Akhiran -hi pada bihi dapat kembali ke Allah, yang disebut tepat sebelumnya, atau ke penyeru, dan analisis korpus hanya menandai akhiran itu sebagai orang ketiga laki-laki tunggal. Terjemahan memakai "kepada-Nya" dengan mengikuti nama Allah yang terdekat. Tidak ada keterangan lain di ayat ini yang memilih salah satu dari dua bacaan itu.
Dua janji menyusul. Janji pertama berbunyi (يَغْفِرْ لَكُمْ مِنْ ذُنُوبِكُمْ, yaghfir lakum min dzunuubikum) yang berarti "niscaya Dia mengampuni sebagian dosa-dosa kalian", dengan kata kerja dari akar غ-ف-ر. Terjemahan memakai "niscaya" karena kalimat ini menyusul dua perintah tanpa kata "jika", seperti 71:4 yang menyusul perintah di 71:3. Kata min di depan (ذُنُوبِكُمْ, dzunuubikum) diterjemahkan "sebagian". Rangkaian min dzunuubikum muncul tiga kali, yaitu di 14:10, 46:31, dan 71:4, dan di ketiganya terjemahan memakai "sebagian dosa-dosa kalian". Tanpa min, bentuk (ذُنُوبَكُمْ, dzunuubakum) muncul tiga kali, yaitu di 3:31, 33:71, dan 61:12, dan terjemahannya "dosa-dosa kalian" tanpa "sebagian". Ayat ini tidak merinci dosa mana yang termasuk sebagian itu.
Janji kedua berbunyi (وَيُجِرْكُمْ, wa-yujirkum) yang berarti "dan melindungi kalian". Kata kerjanya berakar ج-و-ر dan bentuk persis ini hanya ada di 46:31. Akar yang sama dengan bentuk serupa dipakai di 23:88, (وَهُوَ يُجِيرُ وَلَا يُجَارُ عَلَيْهِ, wa-huwa yujiiru wa-laa yujaaru 'alayhi) yang berarti "dan Dia melindungi, sedangkan tidak ada yang dapat dilindungi dari-Nya", di 67:28, (يُجِيرُ الْكَافِرِينَ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ, yujiiru l-kaafiriina min 'adzaabin aliimin) yang berarti "melindungi orang-orang kafir dari azab yang pedih", di 72:22, (لَنْ يُجِيرَنِي, lan yujiiranii) yang berarti "tidak akan melindungiku", dan di 9:6, (فَأَجِرْهُ, fa-ajirhu) yang berarti "maka lindungilah dia". Kelimanya, termasuk 46:31, diterjemahkan dengan "melindungi". Kata "menyelamatkan" dipakai untuk akar lain, ن-ج-و, misalnya di 61:10, (تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ, tunjiikum min 'adzaabin aliimin) yang berarti "menyelamatkan kalian dari azab yang pedih". Ujung kalimat 61:10 sama dengan ujung 46:31 dan 67:28, tetapi kata kerjanya berbeda, sehingga terjemahan 46:31 memakai "melindungi" dan tidak memakai "menyelamatkan".
Tafsiran
Ayat ini menyusun satu ajakan dari dua perintah dan dua janji. Perintahnya berurutan, penuhilah penyeru Allah lalu berimanlah, dan janjinya juga dua, ampunan atas sebagian dosa dan perlindungan dari azab yang pedih. Azab disebut sebagai hal yang dari padanya kaum itu akan dilindungi, dan gambarannya tidak dirinci. Subjek kedua kata kerja janji juga tidak dinamai, dan terjemahan memakai "Dia" dengan mengikuti nama Allah di anak kalimat pertama.
Kalimat tawaran ampunan atas sebagian dosa ini diucapkan oleh pembicara yang berbeda di tiga tempat. Di 14:10 para rasul berkata kepada kaum mereka bahwa Dia menyeru kalian dengan (يَدْعُوكُمْ, yad'uukum), kata kerja dari akar yang sama dengan daa'i, agar mengampuni sebagian dosa. Di 71:4 seorang utusan menyampaikan kalimat yang dibuka sama kepada kaumnya, dan di 46:31 sekelompok jin menyampaikannya kepada kaum mereka. Ayat 14:10 menyebut sumber seruan dengan kata kerja, dan 46:31 menyebutnya dengan kata benda, penyeru Allah. Di tiga tempat itu janji mengampuni sebagian dosa disusul hal yang berlainan, yaitu penangguhan sampai batas waktu di 14:10 dan 71:4, dan perlindungan dari azab di 46:31.
Rangkaian serupa ada di 61:10 sampai 61:12, tempat penyelamatan dari azab yang pedih, dengan akar ن-ج-و, disusul ampunan dan taman-taman. Ayat 46:31 hanya memuat dua hal itu dan tidak menyebut taman, sehingga apa yang menunggu sesudah ampunan dan perlindungan tidak tertulis di sini.
Dalam surah ini, 46:5 menggambarkan pihak yang diseru selain Allah dan tidak mengabulkan sampai hari kiamat. Ayat 46:31 menggambarkan pihak lain yang diminta mengabulkan penyeru Allah. Kata kerja dari akar ج-و-ب muncul di kedua tempat, pada 46:5 dengan penafian dan pada 46:31 dengan perintah. Ayat 46:32 menyambung dengan penyeru Allah yang sama dalam bentuk penafian, sehingga ajakan di 46:31 memiliki sisi sebaliknya yang ditulis langsung sesudahnya.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 46:31 meminta dua hal dengan urutan tertentu, penuhilah penyeru Allah lalu berimanlah. Perintah menjawab datang lebih dulu, dan perintah beriman menyusul dengan huruf wa yang menyambungkan keduanya tanpa keterangan tentang jarak waktu antara satu dengan yang lain. Pembaca yang masih menimbang apakah dirinya cukup yakin untuk memberi jawaban dapat melihat urutan itu pada keadaannya sendiri, sebab teks menaruh jawaban di tempat pertama dan keyakinan di tempat kedua. Cara keduanya berkaitan di dalam diri seseorang tidak dijabarkan oleh ayat. Keyakinan seperti apa yang selama ini ditunggu sebelum memberi jawaban atas sebuah ajakan yang sudah terdengar?
- Janji pertama berbunyi mengampuni sebagian dosa, memakai min yang sama dengan 14:10 dan 71:4, sedangkan 3:31, 33:71, dan 61:12 menyebut dosa-dosa kalian tanpa min. Ayat 46:31 tidak merinci dosa mana yang termasuk bagian itu, sehingga pembaca tidak mendapat daftar yang dapat dicentang satu per satu. Keadaan itu dapat menahan dua anggapan sekaligus, merasa seluruh beban sudah hilang tanpa dasar tertulis, dan merasa tidak ada yang dapat diampuni sama sekali. Pelaku mengampuni dalam ayat ini disebut Dia, dan batas bagian itu tidak diserahkan kepada pembaca. Apakah rasa lega yang pernah muncul sesudah menyesal sudah ditimbang terhadap kata sebagian ini?
- Janji perlindungan dari azab memakai kata kerja yang di 23:88 muncul dalam kalimat tentang Dia yang melindungi, sedangkan tidak ada yang dapat dilindungi dari-Nya. Di 72:22 kata kerja itu muncul dalam ucapan bahwa tidak seorang pun akan melindungiku dari Allah, dan aku tidak akan mendapati tempat berlindung selain Dia. Dua ayat itu menaruh pemberi perlindungan dan pihak yang ditakuti pada sisi yang sama. Ayat 46:31 tidak mengulang susunan itu dan tidak menyebut dari siapa azab datang, sehingga hubungan itu hanya bacaan atas ayat lain. Ke arah mana pembaca mencari tempat aman selama ini, dan apakah arah itu menjauh dari sisi yang dijanjikan melindungi?
- Para jin memanggil dengan kaum kami, sedangkan 46:29 menyebut kaum itu kaum mereka. Sapaan ini memasukkan pembicara ke dalam kaum yang dipanggil, lalu ampunan dan perlindungan ditawarkan kepada kalian. Pembaca yang pernah mengajak orang di sekitarnya dapat memperhatikan dari sudut mana ajakan itu disampaikan, dari tempat yang lebih tinggi atau dari tempat yang sama dengan yang diajak. Apakah sapaan kaum kami terdengar sebagai undangan atau sebagai perintah, bergantung pada sudut itu?
- Kalimat yang dibuka dengan mengampuni sebagian dosa kalian diucapkan para rasul di 14:10, seorang utusan di 71:4, dan sekelompok jin di 46:31. Di 14:10 Dia disebut menyeru kalian agar mengampuni sebagian dosa itu. Pengulangan di mulut yang berlainan memperlihatkan bahwa tawaran ini tidak melekat pada satu pembicara, walaupun kelanjutan kalimatnya berbeda di tiap tempat. Pembaca yang pernah menunda menjawab sebuah ajakan karena meragukan pembawanya dapat menimbang bahwa kalimat pembuka tiga tempat itu sama, sedangkan pembawanya berganti. Apa yang dahulu ditunda karena orangnya, dan apakah isinya pernah ditimbang sendiri?
- Di 2:186 Dia berbicara dengan kata Aku dan mengabulkan seruan orang yang berseru. Di 46:5 pihak yang diseru selain Allah tidak mengabulkan sampai hari kiamat. Perintah di 46:31 dapat dibaca menaruh kaum yang diajak di pihak yang ditanya, dengan tugas memenuhi penyeru Allah. Pembaca yang berdoa berada di pihak yang menyeru dan menunggu jawaban, dan ayat ini membalik kedudukan itu tanpa menyebut apakah seruan yang dimaksud berisi permintaan atau pemberitahuan. Kapan terakhir pembaca menjadi pihak yang jawabannya ditunggu, dan apa yang ia lakukan dengan waktu menunggu itu?