وَمَنْ لَا يُجِبْ دَاعِيَ اللَّهِ فَلَيْسَ بِمُعْجِزٍ فِي الْأَرْضِ وَلَيْسَ لَهُ مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءُ ۚ أُولَٰئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ
Dan siapa yang tidak memenuhi penyeru Allah, ia tidak dapat luput di bumi, dan tidak ada baginya pelindung selain Dia; mereka itu berada dalam kesesatan yang nyata.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَمَنْ لَا يُجِبْ دَاعِيَ اللَّهِwa-man laa yujib daa'iya llaahidan siapa yang tidak memenuhi penyeru Allah
- فَلَيْسَ بِمُعْجِزٍ فِي الْأَرْضِfa-laysa bi-mu'jizin fii l-ardhiia tidak dapat luput di bumi
- وَلَيْسَ لَهُ مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءُwa-laysa lahu min duunihi awliyaa'udan tidak ada baginya pelindung selain Dia
- أُولَٰئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍulaa'ika fii dhalaalin mubiininmereka itu berada dalam kesesatan yang nyata
Terjemahan per kata (18 kata)
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- لَاlaatidak
- يُجِبْyujibmemenuhi
- دَاعِيَdaa'iyapenyeru
- اللَّهِllaahiAllah
- فَلَيْسَfa-laysamaka tidaklah
- بِمُعْجِزٍbi-mu'jizinyang melemahkan
- فِيfiidi
- الْأَرْضِl-ardhibumi
- وَلَيْسَwa-laysadan bukanlah
- لَهُlahubaginya
- مِنْmindari
- دُونِهِduunihiselain-Nya
- أَوْلِيَاءُawliyaa'upara pelindung
- أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
- فِيfiidalam
- ضَلَالٍdhalaalinkesesatan
- مُبِينٍmubiininyang nyata
Inti bacaan
Rangkaian (أُولَٰئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ, ulaa'ika fii dhalaalin mubiinin), "mereka itu berada dalam kesesatan yang nyata", muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 39:22 dan 46:32.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَمَنْ لَا يُجِبْ, wa-man laa yujib) yang berarti "dan siapa yang tidak memenuhi". Kata man berarti "siapa yang" dan tidak membatasi jenis atau kelompok orang. Kata kerja (يُجِبْ, yujib) berakar ج-و-ب, sama dengan (أَجِيبُوا, ajiibuu) yang berarti "penuhilah" di 46:31, sehingga perintah di ayat itu kini muncul dalam bentuk yang dinegasikan. Objeknya (دَاعِيَ اللَّهِ, daa'iya llaahi), "penyeru Allah", sama persis dengan objek di 46:31. Rangkaian wa-man laa yujib hanya ada di 46:32. Terjemahan memakai "memenuhi penyeru Allah" dengan susunan yang sama seperti 46:31 dan tidak menambahkan kata "seruan", karena kata Arab untuk itu tidak ada di kedua ayat.
Anak kalimat pertama berlanjut dengan (فَلَيْسَ بِمُعْجِزٍ فِي الْأَرْضِ, fa-laysa bi-mu'jizin fii l-ardhi) yang berarti "maka ia tidak dapat luput di bumi". Kata (بِمُعْجِزٍ, bi-mu'jizin) berakar ع-ج-ز dan bentuk persis ini muncul sekali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 46:32. Bentuk jamaknya bersanding dengan "di bumi" dalam (مُعْجِزِينَ فِي الْأَرْضِ, mu'jiziina fii l-ardhi), yang muncul empat kali di empat surah, yaitu di 11:20, 24:57, 29:22, dan 42:31. Di 29:22 dan 42:31 bunyinya (بِمُعْجِزِينَ فِي الْأَرْضِ, bi-mu'jiziina fii l-ardhi) dengan huruf bi di depannya seperti di 46:32, dan terjemahan 46:32 mengikuti dua ayat itu dengan "tidak dapat luput di bumi". Di 72:12, (لَنْ نُعْجِزَ اللَّهَ فِي الْأَرْضِ, lan nu'jiza llaaha fii l-ardhi) yang berarti "kami tidak akan dapat melepaskan diri dari Allah di bumi", akar yang sama bersambung dengan Allah sebagai sasaran. Dari apa atau dari siapa luput itu dibayangkan, tidak tertulis di 46:32.
Anak kalimat kedua, (وَلَيْسَ لَهُ مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءُ, wa-laysa lahu min duunihi awliyaa'u), berarti "dan tidak ada baginya pelindung selain Dia". Kata (أَوْلِيَاءُ, awliyaa'u) adalah bentuk jamak dari akar و-ل-ي, dan terjemahan memakai "pelindung" seperti untuk akar yang sama di 5:51 dan 42:9. Pasangan "tidak dapat luput di bumi" lalu "tidak ada pelindung" muncul berurutan di empat ayat, yaitu 11:20, 29:22, 42:31, dan 46:32. Di 11:20 pelindungnya disebut dengan (مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ أَوْلِيَاءَ, min duuni llaahi min awliyaa'a), dan di 29:22 serta 42:31 dengan (مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ, min duuni llaahi min waliyyin). Ayat 46:32 memakai kata ganti (دُونِهِ, duunihi), "selain-Nya", yang kembali ke nama Allah di anak kalimat pertama. Rangkaian (مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ, min duunihi awliyaa'a) dengan akhiran -a muncul lima kali di empat surah, yaitu di 7:3, 13:16, 39:3, 42:6, dan 42:9, dan 42:9 melanjutkannya dengan (فَاللَّهُ هُوَ الْوَلِيُّ, fa-llaahu huwa l-waliyyu) yang berarti "maka Allah adalah Sang Pelindung". Lima kemunculan itu tersebar di empat surah karena surah 42 memuatnya dua kali.
Kalimat terakhir, (أُولَٰئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ, ulaa'ika fii dhalaalin mubiinin), berarti "mereka itu berada dalam kesesatan yang nyata". Kata (أُولَٰئِكَ, ulaa'ika) berarti "mereka itu" dan berbentuk jamak, sedangkan anak kalimat sebelumnya memakai man, "ia", dan "baginya" yang tunggal. Di ayat ini penutur berpindah dari seseorang ke sekelompok orang. Rangkaian ulaa'ika fii dhalaalin mubiinin muncul dua kali, yaitu di 39:22 dan 46:32. Frasa yang lebih pendek, (فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ, fii dhalaalin mubiinin), muncul delapan belas kali di enam belas surah, yaitu di 3:164, 6:74, 7:60, 12:8, 12:30, 19:38, 21:54, 26:97, 28:85, 31:11, 34:24, 36:24, 36:47, 39:22, 43:40, 46:32, 62:2, dan 67:29. Angka delapan belas dan enam belas berbeda karena surah 12 dan surah 36 masing-masing memuatnya dua kali. Akar ض-ل-ل muncul pula di 46:5, (أَضَلُّ, adhallu) yang berarti "lebih sesat", dan di 46:28, (ضَلُّوا عَنْهُمْ, dhalluu 'anhum) yang berarti "mereka lenyap dari mereka". Di 46:32 terjemahan memakai "kesesatan" seperti "lebih sesat" di 46:5. Kata mubiin berakar ب-ي-ن dan diterjemahkan "yang nyata". Ayat ini tidak memuat kata azab; yang ditulis hanya tidak adanya jalan luput dan tidak adanya pelindung.
Tafsiran
Ayat ini memuat dua penafian bagi orang yang tidak menjawab penyeru Allah, dan keduanya berhadapan dengan dua janji di 46:31. Janji melindungi di 46:31 berhadapan dengan tidak adanya pelindung di 46:32. Kedua ayat memakai akar yang berlainan, ج-و-ر dan و-ل-ي, tetapi terjemahan keduanya bermakna melindungi. Janji mengampuni tidak punya padanan tertulis di 46:32, dan azab tidak disebut sama sekali. Ayat ini hanya menulis bahwa tidak ada jalan luput dan tidak ada pelindung.
Kata kerja dari akar ج-و-ب juga menghubungkan ayat ini dengan 46:5. Ayat 46:5 membuka dengan pertanyaan siapa yang lebih sesat daripada orang yang menyeru selain Allah, yang tidak mengabulkannya sampai hari kiamat, dan 46:32 menyebut orang yang tidak memenuhi penyeru Allah sebagai orang yang berada dalam kesesatan yang nyata. Akar ض-ل-ل muncul tiga kali dalam surah ini, yaitu di 46:5, 46:28, dan 46:32. Ayat 46:28 menyebut sesembahan selain Allah yang tidak menolong penyembahnya, dan sesembahan itu lenyap dari mereka. Ketiga ayat itu menyusun hal yang berhubungan dari beberapa arah, yaitu pihak yang menyeru tanpa dijawab, pihak yang diseru tanpa menjawab, dan pihak yang tidak ditolong oleh sesembahannya.
Sapaannya juga berubah. Di 29:22 dan 42:31 pasangan tidak dapat luput dan tidak ada pelindung ditujukan kepada kalian, sedangkan 46:32 ditujukan kepada siapa pun yang tidak menjawab, dalam bentuk tunggal yang kemudian menjadi mereka. Ayat ini tidak memuat kata mereka berkata atau sapaan kaum kami, sehingga tidak ada tanda di teks tentang tempat ucapan para jin berakhir. Terjemahan menutup kutipan di akhir 46:31 dan membaca 46:32 sebagai kalimat penutur, tetapi bacaan sebagai lanjutan ucapan para jin tetap mungkin.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 46:32 menutup dua jalan dalam satu kalimat, tidak dapat luput di bumi dan tidak ada pelindung selain Dia. Dua jalan itu dapat dikenali pada cara orang membayangkan jalan keluar dari suatu akibat, yaitu pergi ke tempat yang jauh atau berlindung pada pihak lain. Ayat menaruh keduanya berurutan tanpa kalimat yang menengahi, dan tidak menyebut akibat apa yang hendak dihindari, sehingga dua penafian itu terbaca sebagai batas ruang gerak. Pembaca yang sedang menimbang sebuah jawaban yang terasa berat dapat memeriksa jalan mana yang terbayang lebih dulu, dan apakah jalan itu termasuk yang ditutup di sini. Ke arah mana pembaca membayangkan dirinya berlari ketika jawaban terasa berat?
- Untuk orang yang disebutnya, ayat 46:32 memakai kata kerja tidak memenuhi, dan tidak memakai kata mendustakan atau melawan. Keadaan yang dinamai hanya satu, yaitu tidak menjawab penyeru Allah. Pembaca yang pernah membiarkan sebuah ajakan tanpa balasan dapat menimbang apakah pembiaran itu sudah sebuah jawaban, dan apakah jawaban semacam itu pernah diberi nama sebelum ayat ini menamainya. Ajakan apa yang selama ini dibiarkan tanpa balasan, dan sudah berapa lama jawabannya ditunda?
- Pembaca dapat menyusun daftar pelindung yang diandalkan ketika masalah datang, misalnya jabatan, uang, atau kenalan, lalu menaruh tiap nama itu di dalam kalimat ini, tepat sesudah kata selain Dia. Ayat tidak menilai daftar semacam itu. Ayat menyatakan bahwa bagi orang yang tidak menjawab penyeru Allah tidak ada pelindung di luar Dia, dan bagian yang menyangkut orang yang menjawab ada di ayat sebelumnya. Pelindung mana yang paling sering muncul dalam daftar itu, dan pernahkah daftar itu diperiksa terhadap kalimat ini?
- Di 29:22 pasangan tidak dapat luput itu menyebut bumi dan langit, sedangkan di 46:32 bumi disebut sendirian. Bumi adalah tempat orang berpindah rumah, berpindah kota, dan menaruh jarak antara dirinya dan sebuah akibat. Ayat menulis bahwa orang yang tidak memenuhi penyeru Allah tidak dapat luput di tempat itu. Pembaca yang pernah menaruh jarak, waktu, atau pergantian suasana di antara dirinya dan sebuah keputusan dapat mengukur jarak itu terhadap kalimat ini. Jarak apa yang selama ini dianggap cukup memisahkan sebuah keputusan dari akibatnya?
- Ayat dibuka dengan man, seseorang, dan berlanjut dengan baginya, tetapi kalimat penutupnya memakai ulaa'ika, mereka itu. Pilihan seseorang di awal berubah menjadi sekelompok orang di akhir tanpa jeda dan tanpa penjelasan, dan kapan seseorang menjadi bagian dari mereka tidak dirinci. Peralihan itu dapat dibaca sebagai pengingat bahwa sebuah keputusan pribadi menaruh pelakunya di dalam barisan yang dapat dikenali orang lain, di sini barisan yang tidak menjawab penyeru Allah. Barisan mana yang sedang diisi hari ini lewat jawaban-jawaban kecil yang tidak sempat dicatat?
- Ayat 46:31 menawarkan ampunan dan perlindungan, dan ayat 46:32 langsung mengabarkan keadaan orang yang tidak menjawab, dengan penyeru Allah yang sama di kedua ayat. Pendengar menerima sisi yang menarik dan sisi yang berat dalam ajakan yang sama sebelum diminta memberi jawaban. Pembaca yang pernah menerima sebuah ajakan dapat membandingkan urutannya dengan urutan di sini, apakah bagian yang berat ikut diceritakan di awal atau baru tampak sesudah keputusan diambil. Kedua ayat menaruh janji dan penafian berdampingan, dan menyebut pelindung selain Dia sebagai hal yang tidak tersedia. Ajakan terakhir yang pembaca terima, apakah sisi yang berat ikut diceritakan sejak awal?