وَيَوْمَ يُعْرَضُ الَّذِينَ كَفَرُوا عَلَى النَّارِ أَلَيْسَ هَٰذَا بِالْحَقِّ ۖ قَالُوا بَلَىٰ وَرَبِّنَا ۚ قَالَ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ

Dan pada hari orang-orang yang kufur dihadapkan pada api, “Bukankah ini kebenaran?” Mereka menjawab, “Benar, demi Tuhan kami.” Dia berfirman, “Maka, rasakanlah azab karena kalian dahulu kufur.”

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. وَيَوْمَ يُعْرَضُ الَّذِينَ كَفَرُوا عَلَى النَّارِwa-yawma yu'radhu lladziina kafaruu 'alaa n-naaridan pada hari orang-orang yang kufur dihadapkan pada api
  2. أَلَيْسَ هَٰذَا بِالْحَقِّa-laysa haadzaa bi-l-haqqibukankah ini kebenaran
  3. قَالُوا بَلَىٰ وَرَبِّنَاqaaluu balaa wa-rabbinaamereka menjawab, benar, demi Tuhan kami
  4. قَالَ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَqaala fa-dzuuquu l-'adzaaba bi-maa kuntum takfuruunaDia berfirman, maka rasakanlah azab karena kalian dahulu kufur

Terjemahan per kata (18 kata)

  1. وَيَوْمَwa-yawmadan pada hari
  2. يُعْرَضُyu'radhudihadapkan
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. كَفَرُواkafaruukufur
  5. عَلَى'alaaatas
  6. النَّارِn-naariapi
  7. أَلَيْسَa-laysabukankah
  8. هَٰذَاhaadzaaini
  9. بِالْحَقِّbi-l-haqqidengan kebenaran
  10. قَالُواqaaluumereka berkata
  11. بَلَىٰbalaaya
  12. وَرَبِّنَاwa-rabbinaadan Tuhan kami
  13. قَالَqaalaberkata
  14. فَذُوقُواfa-dzuuquumaka rasakanlah kalian
  15. الْعَذَابَl-'adzaabaazab
  16. بِمَاbi-maakarena apa yang
  17. كُنْتُمْkuntumkalian selalu
  18. تَكْفُرُونَtakfuruunakalian kufur

Inti bacaan

Pengakuan terlambat 'benar, demi Tuhan kami' dijawab konsekuensi tegas 'rasakanlah azab karena kalian dahulu mengingkarinya', pengakuan yang datang setelah bukti tak terbantahkan tidak lagi mengubah konsekuensi yang telah ditetapkan.

Penjelasan pilihan kata

'Haadzaa' (dekat) benar diterjemahkan 'ini'. Tiga kutipan terpisah dalam ayat ini (pertanyaan, jawaban, dan vonis), semuanya dibuka dan ditutup dalam ayat ini sendiri sebagai dialog berurutan.

Tafsiran

Ayat ini menggambarkan adegan pengakuan terpaksa di hadapan api: kebenaran yang dahulu mereka tolak kini diakui, namun terlambat.

Renungan dan Hikmah

  • Allah bertanya bukankah ini kebenaran di hadapan api. Bukan sebelumnya. Pertanyaannya diajukan saat jawabannya tak bisa lain.
  • Jawaban mereka disertai sumpah: benar, demi Tuhan kami. Bersumpah. Yang dahulu bersumpah menyangkal kini bersumpah membenarkan.
  • Allah menutup dengan rasakanlah azab karena kalian dahulu kufur. Sebabnya disebut. Pengakuan yang baru datang tak menghapus yang sudah lewat.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar y-w-m, '-r-d, k-f-r, n-w-r, l-y-s, h-q-q, q-w-l, r-b-b, dz-w-q, '-dz-b, k-w-n): yu'radu…'alaa n-naar diterjemahkan 'dihadapkan pada neraka' (akar '-r-d); a-laysa haadhaa bi-l-haqq diterjemahkan 'bukankah ini kebenaran' (akar h-q-q); dhuuquu l-'adhaab diterjemahkan 'rasakanlah azab' (akar dz-w-q); takfuruun diterjemahkan 'mengingkari' (akar k-f-r). gloss '(dikatakan kepada mereka,)/(azab)/(Allah)' dibuang.