فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُولُو الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ وَلَا تَسْتَعْجِلْ لَهُمْ ۚ كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَ مَا يُوعَدُونَ لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا سَاعَةً مِنْ نَهَارٍ ۚ بَلَاغٌ ۚ فَهَلْ يُهْلَكُ إِلَّا الْقَوْمُ الْفَاسِقُونَ
Maka, bersabarlah engkau sebagaimana para rasul yang berketetapan hati telah bersabar, dan janganlah meminta agar disegerakan untuk mereka. Pada hari mereka melihat apa yang dijanjikan kepada mereka, seolah-olah mereka tidak tinggal kecuali sesaat pada siang hari. Penyampaian; maka, tidaklah dibinasakan kecuali kaum yang fasik.
Terjemahan bertahap (5 jeda)
- فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُولُو الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِfa-shbir ka-maa shabara uluu l-'azmi mina r-rusulimaka, bersabarlah engkau sebagaimana para rasul yang berketetapan hati telah bersabar
- وَلَا تَسْتَعْجِلْ لَهُمْwa-laa tasta'jil lahumdan janganlah meminta agar disegerakan untuk mereka
- كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَ مَا يُوعَدُونَ لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا سَاعَةً مِنْ نَهَارٍka-annahum yawma yarawna maa yuu'aduuna lam yalbatsuu illaa saa'atan min nahaarinpada hari mereka melihat apa yang dijanjikan kepada mereka, seolah-olah mereka tidak tinggal kecuali sesaat pada siang hari
- بَلَاغٌbalaaghunpenyampaian
- فَهَلْ يُهْلَكُ إِلَّا الْقَوْمُ الْفَاسِقُونَfa-hal yuhlaku illaa l-qawmu l-faasiquunamaka, tidaklah dibinasakan kecuali kaum yang fasik
Terjemahan per kata (27 kata)
- فَاصْبِرْfa-shbirmaka bersabarlah
- كَمَاka-maasebagaimana
- صَبَرَshabarabersabar
- أُولُوuluuorang-orang yang memiliki
- الْعَزْمِl-'azmiketeguhan
- مِنَminadari
- الرُّسُلِr-rusulipara rasul
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- تَسْتَعْجِلْtasta'jilengkau meminta disegerakan
- لَهُمْlahumkepada mereka
- كَأَنَّهُمْka-annahumseakan-akan mereka
- يَوْمَyawmahari
- يَرَوْنَyarawnamereka melihat
- مَاmaaapa yang
- يُوعَدُونَyuu'aduunamereka dijanjikan
- لَمْlamtidak
- يَلْبَثُواyalbatsuumereka tinggal
- إِلَّاillaakecuali
- سَاعَةًsaa'atansesaat
- مِنْmindari
- نَهَارٍnahaarinsiang
- بَلَاغٌbalaaghunpenyampaian
- فَهَلْfa-halmaka apakah
- يُهْلَكُyuhlakudibinasakan
- إِلَّاillaakecuali
- الْقَوْمُl-qawmukaum
- الْفَاسِقُونَl-faasiquunaorang-orang fasik
Inti bacaan
Sebutan (أُولُو الْعَزْمِ, uluu l-'azmi), "pemilik ketetapan hati", terdapat satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 46:35.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (فَاصْبِرْ, fa-shbir) yang berarti "maka bersabarlah", perintah untuk satu orang dari akar ص-ب-ر, dengan awalan fa yang menyambungkannya ke ayat sebelumnya. Bentuk fa-shbir muncul sebelas kali di sepuluh surah, yaitu di 11:49, 20:130, 30:60, 40:55, 40:77, 46:35, 50:39, 68:48, 70:5, 74:7, dan 76:24, dan surah 40 memuatnya dua kali. Rangkaian (كَمَا صَبَرَ, ka-maa shabara) yang berarti "sebagaimana ... telah bersabar" muncul sekali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 46:35, dan tidak ada pada sepuluh fa-shbir yang lain. Kata kerja lampau (صَبَرَ, shabara) muncul dua kali, yaitu di 42:43 dan 46:35. Di 42:43, (وَلَمَنْ صَبَرَ وَغَفَرَ, wa-la-man shabara wa-ghafara) berarti "dan siapa yang bersabar dan memaafkan". Orang yang diajak bicara tidak diberi nama, sama seperti kata ganti kepadamu, (إِلَيْكَ, ilayka), di 46:29.
Teladan bersabar disebut dengan (أُولُو الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ, uluu l-'azmi mina r-rusuli) yang berarti "para rasul yang berketetapan hati". Kata (أُولُو, uluu) berarti "pemilik" dan membentuk sebutan dengan kata sesudahnya, seperti (أُولُو الْأَلْبَابِ, uluu l-albaabi) yang berarti "pemilik akal", tujuh kali di enam surah, yaitu di 2:269, 3:7, 13:19, 14:52, 38:29, 39:9, dan 39:18. Rangkaian uluu l-'azmi muncul sekali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 46:35. Kata benda (الْعَزْمِ, l-'azmi) berakar ع-ز-م dan berarti "ketetapan hati". Bentuk bendanya ada pula di 20:115, (عَزْمًا, 'azman) yang berarti "tekad", dan dalam (عَزْمِ الْأُمُورِ, 'azmi l-umuuri) di 3:186, 31:17, dan 42:43. Tiga ayat terakhir itu menyandingkan 'azm dengan bersabar, yaitu 3:186 dengan (تَصْبِرُوا, tashbiruu), 31:17 dengan (وَاصْبِرْ, wa-shbir), dan 42:43 dengan shabara. Pasangan sabar dan 'azm di 46:35 sejalan dengan pemakaian di tiga ayat itu. Partikel (مِنَ, mina) pada mina r-rusuli berarti "di antara" dan menunjuk sebagian rasul, seperti (بِدْعًا مِنَ الرُّسُلِ, bid'an mina r-rusuli) di 46:9. Nama rasul yang termasuk uluu l-'azmi tidak ditulis di ayat ini.
Larangan (وَلَا تَسْتَعْجِلْ لَهُمْ, wa-laa tasta'jil lahum) berarti "dan janganlah meminta agar disegerakan untuk mereka". Kata kerja tasta'jil berakar ع-ج-ل dan berarti meminta supaya sesuatu dipercepat; bentuk persis ini muncul sekali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 46:35. Bentuk dengan kata ganti ada di 16:1, (فَلَا تَسْتَعْجِلُوهُ, fa-laa tasta'jiluuhu) yang berarti "maka janganlah kalian meminta agar dipercepat", dengan objek (أَمْرُ اللَّهِ, amru llaahi) yang berarti "ketetapan Allah". Di 46:35 benda yang dipercepat tidak disebut, dan yang tertulis hanya penerimanya, (لَهُمْ, lahum) "untuk mereka". Dalam surah yang sama, 46:24 memuat (مَا اسْتَعْجَلْتُمْ بِهِ, maa sta'jaltum bihi) yang berarti "apa yang kalian minta disegerakan", ditujukan kepada orang-orang di kisah 46:21 sampai 46:25 yang mengira awan di depan lembah mereka akan membawa hujan.
Gambaran waktu dibuka dengan (كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَ مَا يُوعَدُونَ, ka-annahum yawma yarawna maa yuu'aduuna) yang berarti "seolah-olah mereka, pada hari mereka melihat apa yang dijanjikan kepada mereka". Kata kerja (يُوعَدُونَ, yuu'aduuna) berakar و-ع-د dan diterjemahkan "dijanjikan", karena akar ini dipakai untuk isi yang baik dan yang buruk. Di 9:72, (وَعَدَ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ, wa'ada llaahu l-mu'miniina) yang berarti "Allah menjanjikan kepada orang-orang beriman", isinya taman-taman, sedangkan di 19:75 isinya disebut sendiri oleh ayat itu, (إِمَّا الْعَذَابَ وَإِمَّا السَّاعَةَ, immaa l-'adzaaba wa-immaa s-saa'ata) yang berarti "baik azab maupun Saat itu". Rangkaian maa yuu'aduuna muncul empat kali, yaitu di 19:75, 23:93, 46:35, dan 72:24. Di 46:35 isi janji itu tidak disebut, sehingga terjemahan tidak menambahkan "azab".
Kata (سَاعَةً, saa'atan) dalam (إِلَّا سَاعَةً مِنْ نَهَارٍ, illaa saa'atan min nahaarin) berarti "sesaat" dan tidak memakai kata sandang, sehingga menunjuk jangka waktu pendek. Rangkaian (لَمْ يَلْبَثُوا, lam yalbatsuu) yang berarti "mereka tidak tinggal" muncul tiga kali, yaitu di 10:45, 46:35, dan 79:46. Di 10:45 bunyinya (إِلَّا سَاعَةً مِنَ النَّهَارِ, illaa saa'atan mina n-nahaari) dengan kata sandang pada nahaar, dan di 79:46 (إِلَّا عَشِيَّةً أَوْ ضُحَاهَا, illaa 'asyiyyatan aw dhuhaahaa) yang berarti "kecuali petang atau paginya". Rangkaian (كَأَنَّهُمْ يَوْمَ, ka-annahum yawma) muncul dua kali, yaitu di 46:35 dan 79:46. Kata (السَّاعَةُ, s-saa'atu) dengan kata sandang, misalnya di 30:55, (تَقُومُ السَّاعَةُ, taquumu s-saa'atu) yang berarti "Saat itu terjadi", menyebut peristiwa, sedangkan saa'atan di 46:35 menyebut ukuran waktu.
Kata (بَلَاغٌ, balaaghun) berarti "penyampaian" dan berdiri sendiri di antara dua tanda henti. Akarnya ب-ل-غ, akar kata kerja "sampai". Bentuk balaaghun dengan akhiran tanwin muncul dua kali, yaitu di 14:52 dan 46:35. Di 14:52 kata itu didahului (هَٰذَا, haadzaa) yang berarti "ini" dan diikuti (لِلنَّاسِ, li-n-naasi) yang berarti "bagi manusia". Di 46:35 tidak ada pendahulu dan pengikut, dan terjemahan memakai satu kata, "Penyampaian", tanpa menambahkan "ini" atau "adalah".
Kalimat penutup (فَهَلْ يُهْلَكُ إِلَّا الْقَوْمُ الْفَاسِقُونَ, fa-hal yuhlaku illaa l-qawmu l-faasiquuna) berarti "maka tidaklah dibinasakan kecuali kaum yang fasik". Kata kerja (يُهْلَكُ, yuhlaku) berakar ه-ل-ك dan diterjemahkan "dibinasakan", dengan pelaku yang tidak disebut. Susunan (هَلْ يُهْلَكُ إِلَّا الْقَوْمُ, hal yuhlaku illaa l-qawmu) muncul dua kali, yaitu di 6:47 dan 46:35. Di 6:47 kelanjutannya (الظَّالِمُونَ, zh-zhaalimuuna) yang berarti "yang zalim", dan di 46:35 (الْفَاسِقُونَ, l-faasiquuna) yang berarti "yang fasik". Bentuk (الْقَوْمُ الْفَاسِقُونَ, l-qawmu l-faasiquuna) muncul sekali di 46:35, sedangkan l-faasiquuna sendiri muncul sembilan kali di tujuh surah, yaitu di 2:99, 3:82, 3:110, 5:47, 9:67, 24:4, 24:55, 46:35, dan 59:19. Surah 3 dan surah 24 masing-masing memuatnya dua kali. Perbuatan yang membuat sebuah kaum disebut fasik tidak dirinci di ayat ini.
Tafsiran
Ayat ini menutup surah dengan satu perintah, satu larangan, satu gambaran waktu, satu kata tunggal, dan satu pertanyaan. Perintah dan larangan ditujukan kepada satu orang, sedangkan gambaran waktu dan pertanyaan penutup berbicara tentang mereka, kata ganti ketiga yang tidak diperjelas di sini. Sapaan tunggal ini berbeda dari sapaan jamak di 46:31 dan 46:32, tempat para jin berbicara kepada kaum mereka, dan sama bentuknya dengan kata kepadamu di 46:29.
Ayat 46:9 memuat pernyataan seorang pembicara bahwa ia bukan yang pertama di antara para rasul, dan 46:35 menyebut para rasul sebagai teladan bagi orang yang diajak bicara. Ayat 46:35 tidak mengatakan bahwa orang itu seorang rasul, karena perbandingan sebagaimana hanya menaruh para rasul sebagai contoh bersabar. Larangan meminta disegerakan menyambung dengan 46:24, tempat apa yang diminta disegerakan ternyata angin yang mengandung azab yang pedih.
Hari yang digambarkan 46:34 dan hari mereka melihat apa yang dijanjikan di 46:35 dapat dibaca sebagai hari yang sama, karena kedua ayat memakai kata yawma dan menyebut apa yang mereka hadapi atau lihat, dan teks tidak menyatakannya. Dua pernyataan di 46:35, larangan meminta disegerakan dan gambaran bahwa mereka merasa sesaat, berurutan tanpa kata karena. Hubungan sebab dapat dibaca di antaranya, yaitu waktu yang terasa lama kini akan terasa sesaat, tetapi bacaan itu tidak tertulis.
Kata balaaghun ditaruh antara gambaran waktu dan pertanyaan penutup. Kata itu dapat dibaca menunjuk ke seluruh perintah sebelumnya sebagai penyampaian, atau menunjuk ke pertanyaan sesudahnya sebagai pemberitahuan, dan teks tidak memilih salah satu. Pertanyaan penutup memakai susunan yang sama dengan 6:47 tetapi dengan kaum yang fasik, sehingga surah berakhir pada batas siapa yang dibinasakan, sedangkan keadaan kaum lain tidak digambarkan.
Renungan dan Hikmah
- Perintah bersabar di 46:35 dilengkapi contoh, sebagaimana para rasul yang berketetapan hati telah bersabar. Sabar punya contoh sebelumnya, dan orang yang diperintah tidak diminta menemukan caranya dari nol. Di 40:77 perintah fa-shbir diikuti kalimat bahwa janji Allah itu benar, sedangkan di 46:35 diikuti perbandingan dengan para rasul, sehingga sabar diberi dasar yang berbeda di dua tempat. Pembaca yang sedang menunggu sesuatu dapat bertanya contoh siapa yang dipegang selama menunggu. Apakah contoh itu pernah menunggu hal yang sama lamanya, dan apakah dasar yang dipakai selama menunggu lebih dekat ke janji Allah atau ke teladan orang-orang yang bersabar sebelumnya?
- Larangan wa-laa tasta'jil lahum memakai kata lahum, untuk mereka, sehingga permintaan agar sesuatu disegerakan mengenai pihak lain. Di 46:24 apa yang diminta disegerakan ternyata angin yang mengandung azab pedih, dan di 16:1 ketetapan Allah disebut sudah datang sehingga kalimatnya melarang meminta dipercepat. Orang yang merasa dirugikan dapat menemukan dalam diri keinginan agar akibat bagi pihak yang merugikannya datang lebih cepat. Ayat ini menaruh keinginan itu di bawah larangan tanpa menyebut isinya. Kapan terakhir pembaca berharap akibat bagi orang lain datang lebih cepat, dan apakah harapan itu dianggap bagian dari kesabaran?
- Orang-orang yang melihat apa yang dijanjikan digambarkan seolah tidak tinggal kecuali sesaat pada siang hari. Gambaran serupa ada di 10:45 untuk hari ketika Dia mengumpulkan mereka, dan di 79:46 untuk petang atau pagi. Waktu yang terasa panjang selagi dijalani dinilai pendek dari hari yang digambarkan itu. Berapa tahun atau berapa lama menurut hitungan sebenarnya tidak ditulis, karena yang tertulis hanya perasaan mereka dengan kata seolah-olah. Pembaca dapat menimbang bagian hidup mana yang kini terasa panjang selama menunggu, dan bagaimana bagian itu akan terdengar bila disebut dengan kata sesaat. Bagian mana dari penantian yang terasa paling lama hari ini?
- Kata balaaghun berdiri sendirian, dan karena itu dapat dibaca sebagai pernyataan tentang tugas, bahwa apa yang disampaikan sudah merupakan penyampaian. Bacaan ini salah satu dari beberapa, sebab siapa yang menyampaikan dan kepada siapa tidak ditulis. Pembaca yang pernah menyampaikan sesuatu kepada orang lain, misalnya kabar sulit, peringatan, atau permintaan maaf, dapat memperhatikan bagian mana dari hasil pembicaraan itu yang berada di tangannya dan bagian mana yang tidak. Apakah satu kata itu cukup untuk menandai batas tersebut, dan di mana batas itu berada pada percakapan terakhir yang berat?
- Kalimat penutup membatasi yang dibinasakan pada kaum yang fasik, dengan susunan pertanyaan yang sama seperti 6:47 yang membatasi pada kaum yang zalim. Di 6:47 pertanyaan itu menyusul kalimat tentang azab Allah yang datang tiba-tiba atau terang-terangan. Ayat 46:35 tidak merinci perbuatan yang membuat sebuah kaum disebut fasik, sehingga batas itu hanya tampak dari namanya. Pembaca yang membaca kalimat itu dapat bertanya apa yang dipakai untuk mengenali sisi mana dari batas itu yang ditempati diri sendiri, perasaan aman atau perbuatan yang dapat disebut satu per satu. Dari dua ukuran itu, mana yang lebih sering dipercaya?
- Para rasul yang berketetapan hati disebut sebagai sebagian dari para rasul, tanpa nama dan tanpa jumlah. Pembaca yang ingin tahu siapa saja yang termasuk tidak menemukan daftar di ayat ini, maupun di 3:186, 31:17, dan 42:43 yang memakai kata 'azm untuk perkara. Ukuran ketetapan hati bekerja di ayat ini sebagai sifat yang tampak pada perbuatan bersabar, dan tidak sebagai peringkat nama. Apa yang berubah pada pembaca bila ketetapan hati dipikirkan lewat perbuatan bersabar yang bisa ditiru, dan siapa yang terlintas lebih dulu, seseorang yang bernama atau sebuah perbuatan?