بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah, Ar-Rahman, Sang Pengasih.

الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ أَضَلَّ أَعْمَالَهُمْ

Orang-orang yang kufur dan menghalangi dari jalan Allah, Dia menyesatkan amal-amal mereka.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِalladziina kafaruu wa-shadduu 'an sabiili llaahiorang-orang yang kufur dan menghalangi dari jalan Allah
  2. أَضَلَّ أَعْمَالَهُمْadhalla a'maalahumDia menyesatkan amal-amal mereka

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. الَّذِينَalladziinaorang-orang yang
  2. كَفَرُواkafaruukufur
  3. وَصَدُّواwa-shadduudan mereka menghalangi
  4. عَنْ'andari
  5. سَبِيلِsabiilijalan
  6. اللَّهِllaahiAllah
  7. أَضَلَّadhallalebih sesat
  8. أَعْمَالَهُمْa'maalahumamal-amal mereka

Inti bacaan

Bentuk (أَضَلَّ, adhalla) muncul sebelas kali di Al-Qur'an, yaitu di 4:88, 20:79, 20:85, 25:29, 26:99, 30:29, 36:62, 41:29, 45:23, 47:1, dan 47:8, dan hanya di dua yang terakhir objeknya amal.

Penjelasan pilihan kata

Kalimat pertama surah ini menyebut (الَّذِينَ كَفَرُوا, alladziina kafaruu) yang berarti "orang-orang yang kufur", dan kata kerja kafaruu berakar ك-ف-ر. Frasa itu langsung bersambung dengan (وَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ, wa-shadduu 'an sabiili llaahi) yang berarti "dan menghalangi dari jalan Allah", sehingga satu kelompok dikenai dua perbuatan sekaligus. Susunan (كَفَرُوا وَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ, kafaruu wa-shadduu 'an sabiili llaahi) muncul lima kali di tiga surah, yaitu 4:167, 16:88, 47:1, 47:32, dan 47:34. Di tiga ayat, yaitu 4:167, 47:32, dan 47:34, susunan itu didahului kata inna, sedangkan 16:88 dan 47:1 langsung memakainya sebagai pembuka kalimat. Sesudahnya, 16:88 memuat (زِدْنَاهُمْ, zidnaahum) yang berarti "Kami tambahkan kepada mereka", sedangkan 47:1 beralih ke amal-amal mereka.

Kata kerja shadduu yang berarti "menghalangi" berakar ص-د-د. Bentuk persis ini, dengan awalan wa atau fa, muncul delapan kali di enam surah, yaitu 4:167, 9:9, 16:88, 47:1, 47:32, 47:34, 58:16, dan 63:2, dan tiga di antaranya terletak di surah 47. Terjemahan memakai "menghalangi" karena kata sesudahnya menyebut jalan yang ditutup. Akar yang sama diterjemahkan "berpaling" di 4:55, (مَنْ صَدَّ عَنْهُ, man shadda 'anhu) yang berarti "yang berpaling darinya", dan di tempat itu tidak ada jalan yang disebut. Kata kerja di 47:1 berdiri tanpa objek, sehingga terjemahan juga tidak menambahkan orang yang dihalangi.

Kata kerja (أَضَلَّ, adhalla) yang berarti "menyesatkan" berakar ض-ل-ل. Bentuk persis ini muncul sebelas kali di sembilan surah, yaitu 4:88, 20:79, 20:85, 25:29, 26:99, 30:29, 36:62, 41:29, 45:23, 47:1, dan 47:8. Pada sembilan ayat di antaranya orang yang disesatkan, misalnya (وَأَضَلَّ فِرْعَوْنُ قَوْمَهُ, wa-adhalla fir'awnu qawmahu) yang berarti "dan Firaun menyesatkan kaumnya" di 20:79. Hanya di 47:1 dan 47:8 hasil kerja orang yang disesatkan, yaitu (أَعْمَالَهُمْ, a'maalahum) yang berarti "amal-amal mereka". Pelaku kata kerja ini berganti dari ayat ke ayat: Firaun di 20:79, Samiri di 20:85, dan Allah di 4:88, (مَنْ أَضَلَّ اللَّهُ, man adhalla llaahu) yang berarti "orang yang Allah sesatkan". Ayat 47:1 sendiri tidak menyebut nama pelakunya. Terjemahan memakai "Dia" karena 47:4 menaruh kata kerja berakar sama dengan objek yang sama, (فَلَنْ يُضِلَّ أَعْمَالَهُمْ, fa-lan yudhilla a'maalahum) yang berarti "maka Dia tidak akan menyesatkan amal-amal mereka", dalam kalimat yang memuat jalan Allah. Bandingkan dengan (ضَلُّوا, dhalluu) di 4:167, (قَدْ ضَلُّوا ضَلَالًا بَعِيدًا, qad dhalluu dhalaalan ba'iidan) yang berarti "sungguh mereka telah tersesat dengan kesesatan yang jauh", yang mengenai orangnya sendiri dan tidak mengenai amalnya.

Kata (أَعْمَالَهُمْ, a'maalahum) tersusun dari a'maal, bentuk jamak dari akar ع-م-ل, dan akhiran -hum yang berarti "mereka". Bentuk persis ini muncul tujuh belas kali di sepuluh surah, yaitu 2:167, 8:48, 11:15, 11:111, 16:63, 27:4, 27:24, 29:38, 33:19, 46:19, 47:1, 47:4, 47:8, 47:9, 47:28, 47:32, dan 99:6. Enam di antaranya berada di surah 47, dan kata kerja yang mendahuluinya berganti-ganti: adhalla di 47:1 dan 47:8, yudhilla di 47:4, (فَأَحْبَطَ, fa-ahbatha) yang berarti "maka Dia menggugurkan" di 47:9 dan 47:28, serta (وَسَيُحْبِطُ, wa-sa-yuhbithu) yang berarti "dan Dia akan menggugurkan" di 47:32. Terjemahan memakai "amal-amal" tanpa tambahan "baik" atau "saleh", karena kata Arabnya tidak membawa penilaian itu.

Kata (سَبِيلِ اللَّهِ, sabiili llaahi) yang berarti "jalan Allah" tersusun dari sabiil yang berarti "jalan", berakar س-ب-ل, dan Allah sebagai pemilik jalan itu. Di surah 47 frasa ini muncul lima kali, yaitu di 47:1, 47:4, 47:32, 47:34, dan 47:38. Di 47:32, (لَنْ يَضُرُّوا اللَّهَ شَيْئًا, lan yadhurruu llaaha syay'an) yang berarti "mereka tidak akan memberi mudarat kepada Allah sedikit pun", diucapkan tentang kelompok yang kufur dan menghalangi dari jalan Allah, seperti di 47:1, sehingga penghalangan itu tidak dikatakan merugikan pemilik jalan.

Tafsiran

Ayat ini menjatuhkan keputusan atas amal sekelompok orang lebih dulu, dan alasannya baru datang di 47:3 lewat (ذَٰلِكَ بِأَنَّ, dzaalika bi-anna) yang berarti "yang demikian itu karena". Surah dibuka tanpa seruan dan tanpa penghubung, sehingga akibat disebut lebih dulu, dan sebabnya harus ditunggu dua ayat.

Kelompok di 47:1 berhadapan langsung dengan kelompok di 47:2, (وَالَّذِينَ آمَنُوا, wa-lladziina aamanuu) yang berarti "dan orang-orang yang beriman". Keduanya memakai kerangka yang sama, yaitu golongan disebut dulu, nasibnya kemudian, dan kedua nasib itu dikenakan pada amal di 47:1 serta pada keburukan dan keadaan di 47:2. Ayat 47:3 menjelaskan keduanya sekaligus, sehingga tiga ayat pertama terbaca sebagai satu rangkaian: dua keputusan, lalu satu alasan.

Pembuka yang sama dipakai di tempat lain dengan lanjutan yang berbeda. Di 4:167 lanjutannya mengenai orang, (قَدْ ضَلُّوا ضَلَالًا بَعِيدًا, qad dhalluu dhalaalan ba'iidan), dan di 16:88 lanjutannya mengenai azab yang ditambahkan. Di 47:1 lanjutannya mengenai amal. Dengan pembuka yang sama, akibatnya jatuh pada tiga tempat, yaitu orang yang tersesat, azab yang bertambah, dan amal yang disesatkan.

Di dalam surah ini amal menjadi sasaran yang berulang. Ayat 47:8 mengulang kata kerja yang sama bagi (وَالَّذِينَ كَفَرُوا, wa-lladziina kafaruu) yang berarti "dan orang-orang yang kufur", ayat 47:9 dan 47:28 mengganti kata kerjanya menjadi "menggugurkan", dan 47:32 menyebut bahwa mereka tidak memberi mudarat kepada Allah sedikit pun sementara amal mereka digugurkan. Kerugian yang tertulis dalam setiap ayat itu jatuh pada amal pelakunya sendiri.

Kata kerja yang sama muncul lagi dengan penyangkalan di 47:4 bagi (وَالَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ, wa-lladziina qutiluu fii sabiili llaahi) yang berarti "dan orang-orang yang terbunuh di jalan Allah". Dengan demikian surah ini menaruh amal pada dua nasib yang berlawanan, dan keduanya menyebut jalan Allah. Kelompok pertama menghalangi dari jalan itu, kelompok kedua terbunuh di jalan itu.

Renungan dan Hikmah

  • Keputusan di ayat ini jatuh pada amal-amal, yaitu hasil kerja orang-orang yang kufur dan menghalangi dari jalan Allah. Kata kerjanya di sembilan ayat lain berobjek orang, tetapi di sini objeknya pekerjaan. Pembaca yang terbiasa menilai dirinya dari banyaknya yang sudah dikerjakan menemukan ayat ini mengajukan ukuran lain, yaitu arah yang dituju pekerjaan itu. Bila amal dapat kehilangan arah padahal pelakunya tetap sibuk, seberapa sering arah itu diperiksa dibanding jumlahnya?
  • Jalan yang dihalangi itu disebut jalan Allah, sehingga pemiliknya Allah dan para penghalang tidak menjadi pemiliknya walau mereka menutupnya. Di 47:32 kelompok yang sama disebut tidak akan memberi mudarat kepada Allah sedikit pun, dan yang digugurkan adalah amal mereka sendiri. Pembaca yang pernah menutup jalan bagi sebuah ajakan, usaha baik, atau niat orang lain dapat memperhatikan bahwa ayat ini menaruh akibatnya pada hasil kerja si penutup dan tidak pada jalan yang ditutup. Pertanyaan tentang siapa yang rugi menjadi lain bila jalannya milik Allah.
  • Dua perbuatan digabung dalam satu kalimat, yaitu kufur dan menghalangi dari jalan Allah, tanpa mengatakan mana yang lebih berat. Menghalangi mengandaikan ada jalan dan ada pihak yang hendak melaluinya, sehingga perbuatan kedua menyentuh orang lain, sedangkan perbuatan pertama, kufur, dinyatakan sebagai sikap pelakunya sendiri. Pembaca dapat memisahkan dua hal itu pada diri sendiri, yaitu apa yang diyakininya dan apa yang dilakukannya terhadap keyakinan orang lain, lalu bertanya apakah keduanya selalu berjalan beriringan.
  • Surah ini dimulai dengan akibatnya, dan sebabnya baru dinyatakan di 47:3 dengan kata yang berarti "yang demikian itu karena". Pembaca yang membuka mushaf pada ayat ini membaca kata menyesatkan sebelum alasannya diberikan, dan harus menahan pertanyaannya selama dua ayat. Dugaan tentang sebab, misalnya perbuatan tertentu yang dianggap alasannya, mendapat jawaban dari ayat yang datang kemudian dan tidak dari tebakan pembaca. Pembaca yang menimbang akibat pada amalnya sendiri dapat bertanya apakah penjelasan itu ditunggunya atau lebih dulu ditebaknya.
  • Kata kerja dan objek yang sama muncul di 47:4 dengan penyangkalan, yaitu Dia tidak akan menyesatkan amal-amal orang yang terbunuh di jalan Allah. Surah ini lalu memuat dua jawaban untuk satu pertanyaan, yaitu ke mana amal berujung, dan keduanya menyebut jalan Allah. Kelompok pertama menghalangi dari jalan itu, kelompok kedua terbunuh di jalan itu. Pembaca yang membaca kedua ayat berdampingan dapat bertanya di sisi mana dari jalan yang sama amalnya sedang berada, dan apakah arah itu dapat ia lihat dari pekerjaannya sehari-hari.
  • Daftar amal yang disesatkan tidak tertulis, dan amal itu tidak dinilai baik atau buruk. Yang tertulis hanya keadaan pelakunya, yaitu kufur dan menghalangi dari jalan Allah. Pembaca yang ingin segera mengisi daftar itu dengan contoh dari pengalamannya menemukan ayat ini diam, dan jawaban yang datang di 47:3 menyebut arah yang diikuti oleh dua golongan, bukan amal yang dikerjakan satu per satu.