وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَآمَنُوا بِمَا نُزِّلَ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَهُوَ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ ۙ كَفَّرَ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَأَصْلَحَ بَالَهُمْ
Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, dan beriman kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad, dan ia adalah kebenaran dari Tuhan mereka, Dia menghapus keburukan-keburukan mereka dan memperbaiki keadaan mereka.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِwa-lladziina aamanuu wa-'amiluu sh-shaalihaatidan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh
- وَآمَنُوا بِمَا نُزِّلَ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَهُوَ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْwa-aamanuu bi-maa nuzzila 'alaa muhammadin wa-huwa l-haqqu min rabbihimdan beriman kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad, dan ia adalah kebenaran dari Tuhan mereka
- كَفَّرَ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَأَصْلَحَ بَالَهُمْkaffara 'anhum sayyi'aatihim wa-ashlaha baalahumDia menghapus keburukan-keburukan mereka dan memperbaiki keadaan mereka
Terjemahan per kata (18 kata)
- وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
- آمَنُواaamanuuberiman
- وَعَمِلُواwa-'amiluudan beramal
- الصَّالِحَاتِsh-shaalihaatikebajikan
- وَآمَنُواwa-aamanuudan mereka beriman
- بِمَاbi-maapada apa yang
- نُزِّلَnuzziladiturunkan
- عَلَىٰ'alaaatas
- مُحَمَّدٍmuhammadinMuhammad
- وَهُوَwa-huwadan Dia
- الْحَقُّl-haqqukebenaran
- مِنْmindari
- رَبِّهِمْrabbihimTuhan mereka
- كَفَّرَkaffaramenghapus
- عَنْهُمْ'anhumdari mereka
- سَيِّئَاتِهِمْsayyi'aatihimkeburukan mereka
- وَأَصْلَحَwa-ashlahadan memperbaiki
- بَالَهُمْbaalahumkeadaan mereka
Inti bacaan
Kata kerja (كَفَّرَ, kaffara) berbentuk lampau muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 5:65 sebagai kaffarnaa dan di 47:2, dan hanya 5:65 yang memakainya dalam pengandaian dengan kata law.
Penjelasan pilihan kata
Golongan kedua disebut lewat (وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ, wa-lladziina aamanuu wa-'amiluu sh-shaalihaati) yang berarti "dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh". Awalan wa menyambungnya dengan golongan di 47:1, sehingga dua golongan berdiri berdampingan. Susunan itu, lengkap dengan awalan wa, muncul sebelas kali di delapan surah, yaitu 2:82, 4:57, 4:122, 7:42, 29:7, 29:9, 29:58, 35:7, 40:58, 42:22, dan 47:2. Akar ص-ل-ح muncul dua kali dalam ayat ini, pada kata (الصَّالِحَاتِ, sh-shaalihaati) yang berarti "amal-amal saleh" dan pada kata kerja (وَأَصْلَحَ, wa-ashlaha) yang berarti "dan memperbaiki" di bagian akhir.
Sesudah itu datang kata kerja beriman yang kedua, (وَآمَنُوا بِمَا نُزِّلَ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ, wa-aamanuu bi-maa nuzzila 'alaa muhammadin) yang berarti "dan beriman kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad". Rangkaian wa-aamanuu bi-maa nuzzila hanya muncul di 47:2. Kata kerja (نُزِّلَ, nuzzila) berbentuk pasif, sehingga ayat ini menyebut apa yang diturunkan dan penerimanya tanpa menyebut pelakunya. Yang disebut sesudahnya adalah sumber kebenarannya, yaitu Tuhan mereka. Di surah yang sama, 47:9 memakai (مَا أَنْزَلَ اللَّهُ, maa anzala llaahu) yang berarti "apa yang Allah turunkan" dan 47:26 memakai (مَا نَزَّلَ اللَّهُ, maa nazzala llaahu), dan keduanya menaruh nama Allah sebagai pelaku. Ketiga ayat itu berakar ن-ز-ل, dan terjemahan di 47:2 memakai "diturunkan" tanpa pelaku karena Arabnya demikian.
Nama (مُحَمَّدٍ, muhammadin) yang berarti "Muhammad" muncul empat kali di empat surah, yaitu 3:144, 33:40, 47:2, dan 48:29. Di tiga ayat lainnya nama itu menjadi pokok kalimat, misalnya (مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ, muhammadun rasuulu llaahi) yang berarti "Muhammad adalah utusan Allah" di 48:29. Di 47:2 nama itu penerima, ditandai (عَلَىٰ, 'alaa) yang berarti "kepada". Terjemahan memakai nama itu apa adanya tanpa gelar di depannya.
Bagian (وَهُوَ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ, wa-huwa l-haqqu min rabbihim) yang berarti "dan ia adalah kebenaran dari Tuhan mereka" menyela daftar syarat sebelum hasilnya disebut. Susunan (وَهُوَ الْحَقُّ, wa-huwa l-haqqu) muncul tiga kali, yaitu di 2:91, 6:66, dan 47:2, dan di ketiganya kata huwa menunjuk sesuatu yang disebut sebelumnya dalam ayat yang sama, yaitu (بِمَا وَرَاءَهُ, bi-maa waraa'ahu) yang berarti "pada apa yang di baliknya" di 2:91, (بِهِ, bihi) yang berarti "padanya" di 6:66, dan (بِمَا نُزِّلَ, bi-maa nuzzila) yang berarti "pada apa yang diturunkan" di 47:2. Frasa (الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ, l-haqqu min rabbihim) muncul tiga kali di dua surah, yaitu 2:26, 2:144, dan 47:2, dan bentuk dengan akhiran kasus lain, (الْحَقَّ مِنْ رَبِّهِمْ, l-haqqa min rabbihim), ada di 47:3, sehingga frasa itu muncul di dua ayat yang berturutan. Kata (رَبِّهِمْ, rabbihim) berarti "Tuhan mereka", dan terjemahan memakai "Tuhan" untuk rabb.
Kata kerja (كَفَّرَ, kaffara) di bagian hasil berakar ك-ف-ر, akar yang sama dengan kafaruu di 47:1, tetapi bentuk dan kata sesudahnya menentukan artinya. Susunan (كَفَّرَ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ, kaffara 'anhum sayyi'aatihim) yang berarti "Dia menghapus keburukan-keburukan mereka" hanya muncul di 47:2, sedangkan susunan 'anhum sayyi'aatihim muncul lima kali di lima surah, yaitu 3:195, 5:65, 29:7, 47:2, dan 48:5. Paralel yang paling dekat ada di 29:7, (وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَنُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ, wa-lladziina aamanuu wa-'amiluu sh-shaalihaati la-nukaffiranna 'anhum sayyi'aatihim) yang berarti "dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, pasti akan Kami hapus keburukan-keburukan mereka". Di 29:7 pelakunya "Kami" dan bentuknya akan datang, sedangkan di 47:2 pelakunya tidak disebut namanya dan bentuknya lampau. Bentuk lampau kaffara hanya ada di dua ayat, yaitu 5:65 dan 47:2. Terjemahan memakai "Dia" untuk pelaku di 47:2, dan "Tuhan mereka" menjadi kata terdekat yang menunjuk pemilik kebenaran itu.
Kata (بَالَهُمْ, baalahum) yang berarti "keadaan mereka" tersusun dari baal yang berarti "keadaan", berakar ب-و-ل, dan akhiran -hum. Kata baal muncul empat kali, yaitu 12:50, 20:51, 47:2, dan 47:5. Di 12:50 dan 20:51 bentuknya (مَا بَالُ, maa baalu) dan dipakai untuk bertanya tentang keadaan pihak lain, sedangkan di 47:2 dan 47:5 kata itu menjadi objek kata kerja memperbaiki. Terjemahan "keadaan" di 47:2 sama dengan terjemahan 20:51. Kata kerja (وَأَصْلَحَ, wa-ashlaha) muncul tujuh kali, yaitu di 4:16, 5:39, 6:48, 6:54, 7:35, 42:40, dan 47:2. Di enam ayat lain pelakunya orang yang memperbaiki dirinya dan kata kerjanya tidak berobjek, sedangkan di 47:2 kata kerja itu berobjek (بَالَهُمْ, baalahum). Terjemahan tidak menambahkan "hati" atau "pikiran" pada keadaan itu.
Tafsiran
Ayat ini menjawab 47:1 dari sisi golongan lain, dan kedua golongan dikenai hal yang berbeda. Pada golongan pertama keputusan jatuh pada amal-amal mereka, (أَعْمَالَهُمْ, a'maalahum), sedangkan pada golongan kedua amal muncul di bagian syarat, (وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ, wa-'amiluu sh-shaalihaati), dan hasilnya jatuh pada keburukan dan keadaan. Ayat ini tidak mengatakan amal saleh itu diterima, dibalas, atau diperbesar, karena balasan atas amal tidak disebut di sini. Ayat ini memuat kata kerja menghapus untuk keburukan dan kata kerja memperbaiki untuk keadaan.
Daftar syarat golongan ini berjumlah tiga, yaitu beriman, mengerjakan amal saleh, dan beriman kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad. Sebelum hasilnya disebut, ayat menyisipkan pernyataan tentang kebenaran dari Tuhan mereka. Urutan itu dapat dibaca bahwa penghapusan dan perbaikan disebut sesudah sumber kebenarannya dinyatakan. Di 33:71 kata kerja yang sama, (يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ, yushlih lakum a'maalakum) yang berarti "Dia akan memperbaiki amal-amal kalian", berobjek amal, sedangkan di 47:2 keadaanlah yang diperbaiki, sehingga dua ayat itu berbicara tentang objek yang berbeda dan tidak saling menggantikan.
Frasa kebenaran dari Tuhan mereka kembali di 47:3 sebagai sesuatu yang diikuti, (اتَّبَعُوا الْحَقَّ مِنْ رَبِّهِمْ, ttaba'uu l-haqqa min rabbihim) yang berarti "mengikuti kebenaran dari Tuhan mereka". Ayat 47:2 menyatakan kedudukan kebenaran itu, dan 47:3 menyebut tindakan yang berhubungan dengannya, yaitu mengikutinya. Dengan demikian tiga ayat pertama surah ini membentuk satu rangkaian: golongan pertama dengan akibatnya, golongan kedua dengan akibatnya, lalu alasan bagi keduanya.
Frasa memperbaiki keadaan mereka kembali di 47:5, (وَيُصْلِحُ بَالَهُمْ, wa-yushlihu baalahum), dalam bentuk akan datang. Ayat 47:5 tidak memberi nama baru pada pihak yang dikenainya, sehingga ayat itu terbaca melanjutkan pihak terakhir di 47:4, yaitu orang-orang yang terbunuh di jalan Allah. Dalam bacaan itu surah ini menaruh janji memperbaiki keadaan pada dua tempat: untuk orang beriman yang beramal saleh di 47:2, dan untuk mereka yang terbunuh di jalan Allah di 47:5.
Renungan dan Hikmah
- Daftar orang beriman di ayat ini memuat tiga hal, yaitu beriman, beramal saleh, dan beriman kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad, lalu hal ketiga diberi keterangan bahwa yang diturunkan itu kebenaran dari Tuhan mereka. Di 29:7 daftarnya berhenti pada dua unsur pertama, sedangkan ayat ini menambahkan unsur ketiga yang beralamat jelas. Pembaca yang menyebut dirinya beriman dapat bertanya apa isi imannya bila ayat ini menaruh isi itu pada sesuatu yang diturunkan dan bersumber dari Tuhan, dan apakah ketiga hal itu dipegangnya sekaligus atau salah satunya sering ditinggal.
- Kata kerjanya dilengkapi 'anhum, "dari mereka", sehingga keburukan itu dijauhkan dari orang-orang yang beriman. Ayat ini tidak berkata keburukan dikurangkan dari tumpukan amal saleh, dan tidak berkata amal saleh itu ditimbang. Ayat ini memuat kata kerja menghapus. Pembaca yang membayangkan hubungannya dengan Tuhan seperti neraca yang dijumlah dapat menimbang kembali gambaran itu di hadapan kalimat ini, yang memuat kata kerja menghapus dan tidak memuat hitungan. Apa yang berubah dalam cara pembaca menengok keburukan lamanya bila yang dibayangkannya penghapusan dan tidak lagi neraca?
- Daftar orang beriman ditutup dengan keadaan yang diperbaiki dan tidak dengan amal yang diterima. Di enam ayat lain kata kerja memperbaiki dipakai untuk orang yang memperbaiki dirinya, sedangkan di sini kata kerja itu berobjek keadaan mereka dan pelakunya tidak disebut namanya. Kata terdekat yang menunjuk pemiliknya adalah Tuhan mereka. Pembaca yang lelah memperbaiki keadaannya sendiri, entah hubungan, penghidupan, atau batin, menemukan bahwa daftar orang beriman di ayat ini berakhir pada perbaikan keadaan yang tidak ditulis sebagai hasil kerja mereka.
- Kalimat tentang kebenaran dari Tuhan mereka berdiri di tengah ayat, sesudah syarat ketiga dan sebelum hasil. Pembaca yang biasa menunggu hasil di ujung kalimat dipaksa berhenti dulu di sini, pada pernyataan bahwa yang diturunkan itu kebenaran dan bahwa Tuhan mereka sumbernya. Penghapusan dan perbaikan baru disebut sesudahnya. Urutan itu memperlihatkan bahwa sumber kebenaran lebih dulu dinyatakan daripada hasilnya. Orang yang menceritakan harapannya kepada orang lain dapat memperhatikan urutannya sendiri, apakah hasil lebih dulu disebut atau sumber kebenarannya.
- Dua pihak disebut untuk apa yang diturunkan, yaitu penerimanya dengan nama, Muhammad, dan sumbernya dengan sebutan Tuhan mereka. Pelaku menurunkan tidak diberi nama di ayat ini, sementara 47:9 dan 47:26 menyebut Allah pada kata kerja berakar sama. Pembaca yang menyimak ketiganya melihat bahwa penyebutan nama tidak selalu menyertai kata kerja yang sama, dan bahwa ayat ini menunjuk sumbernya lewat sebutan Tuhan mereka. Siapa yang pembaca ingat lebih dulu ketika mendengar kata diturunkan, penerimanya atau pemiliknya?
- Janji memperbaiki keadaan muncul di 47:2 untuk orang beriman yang beramal saleh, dan muncul lagi di 47:5 dalam bentuk akan datang sesudah ayat yang menyebut orang yang terbunuh di jalan Allah. Kedua ayat memakai kata kerja memperbaiki dengan objek yang sama, keadaan mereka, dan ayat-ayat itu tidak menyatakan apakah golongannya sama atau berbeda. Pembaca dapat bertanya apa yang membawa golongan di kedua ayat itu sampai pada perbaikan keadaan, sementara ayat 47:1 memberi kata kerja yang berlawanan kepada golongan yang kufur dan menghalangi dari jalan Allah.