ذَٰلِكَ بِأَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا اتَّبَعُوا الْبَاطِلَ وَأَنَّ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّبَعُوا الْحَقَّ مِنْ رَبِّهِمْ ۚ كَذَٰلِكَ يَضْرِبُ اللَّهُ لِلنَّاسِ أَمْثَالَهُمْ
Yang demikian itu karena orang-orang yang kufur mengikuti kebatilan, dan orang-orang yang beriman mengikuti kebenaran dari Tuhan mereka. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- ذَٰلِكَ بِأَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا اتَّبَعُوا الْبَاطِلَdzaalika bi-anna lladziina kafaruu ttaba'uu l-baathilayang demikian itu karena orang-orang yang kufur mengikuti kebatilan
- وَأَنَّ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّبَعُوا الْحَقَّ مِنْ رَبِّهِمْwa-anna lladziina aamanuu ttaba'uu l-haqqa min rabbihimdan orang-orang yang beriman mengikuti kebenaran dari Tuhan mereka
- كَذَٰلِكَ يَضْرِبُ اللَّهُ لِلنَّاسِ أَمْثَالَهُمْka-dzaalika yadhribu llaahu li-n-naasi amtsaalahumdemikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia
Terjemahan per kata (18 kata)
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- بِأَنَّbi-annakarena
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- كَفَرُواkafaruukufur
- اتَّبَعُواttaba'uumengikuti
- الْبَاطِلَl-baathilakebatilan
- وَأَنَّwa-annadan bahwa
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- آمَنُواaamanuuberiman
- اتَّبَعُواttaba'uumengikuti
- الْحَقَّl-haqqakebenaran
- مِنْmindari
- رَبِّهِمْrabbihimTuhan mereka
- كَذَٰلِكَka-dzaalikademikianlah
- يَضْرِبُyadhribumembuat
- اللَّهُllaahuAllah
- لِلنَّاسِli-n-naasikepada manusia
- أَمْثَالَهُمْamtsaalahumseperti mereka
Inti bacaan
Penjelasan sumber perbedaan: 'orang-orang yang kufur mengikuti kebatilan, orang-orang yang beriman mengikuti kebenaran', akar dari dua hasil kontras yang berbeda terletak pada objek yang diikuti, bukan nasib acak.
Penjelasan pilihan kata
'Dzaalika' dan 'kadzaalika' (jauh) benar diterjemahkan 'yang demikian itu' dan 'demikianlah'.
Tafsiran
Ayat ini menjelaskan sebab kontras nasib pada ayat sebelumnya: mengikuti kebatilan versus mengikuti kebenaran dari Tuhan.
Renungan dan Hikmah
- Allah menjelaskan bedanya bukan pada orangnya. Yang membedakan apa yang diikuti. Bukan siapa mereka.
- Kebenarannya disebut berasal dari Tuhan mereka. Kebatilan tidak diberi asal. Yang satu punya sumber, yang lain tidak.
- Kalimat penutupnya menyebut perumpamaan. Allah menamai cara-Nya menerangkan. Bukan vonis, melainkan gambaran.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar k-f-r, t-b-', b-t-l, a-m-n, h-q-q, r-b-b, d-r-b, a-l-h, n-w-s, m-ts-l): kafaruu ittaba'uu l-baatil / aamanuu ittaba'uu l-haqq diterjemahkan 'yang kufur mengikuti kebatilan, yang beriman mengikuti kebenaran' (akar t-b-' + akar b-t-l + akar h-q-q, belahan epistemik mendasar: kebenaran vs kebatilan sbg objek yang diikuti; sepasang metode terjemahan ini yang menuntut kebenaran-terbukti); yadribu…amthaalahum diterjemahkan 'membuat perumpamaan' (akar d-r-b + akar m-ts-l). Selaras.