فَإِذَا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا فَضَرْبَ الرِّقَابِ حَتَّىٰ إِذَا أَثْخَنْتُمُوهُمْ فَشُدُّوا الْوَثَاقَ فَإِمَّا مَنًّا بَعْدُ وَإِمَّا فِدَاءً حَتَّىٰ تَضَعَ الْحَرْبُ أَوْزَارَهَا ۚ ذَٰلِكَ وَلَوْ يَشَاءُ اللَّهُ لَانْتَصَرَ مِنْهُمْ وَلَٰكِنْ لِيَبْلُوَ بَعْضَكُمْ بِبَعْضٍ ۗ وَالَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَلَنْ يُضِلَّ أَعْمَالَهُمْ

Maka, apabila kalian bertemu orang-orang yang kufur, maka tebaslah leher; hingga apabila kalian telah melumpuhkan mereka, maka kencangkanlah ikatan; kemudian setelah itu, membebaskan atau menerima tebusan, hingga peperangan meletakkan beban-bebannya. Demikianlah; dan sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia membalas mereka, tetapi agar Dia menguji sebagian kalian dengan sebagian yang lain. Dan orang-orang yang terbunuh di jalan Allah, Dia tidak akan menyesatkan amal-amal mereka.

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. فَإِذَا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا فَضَرْبَ الرِّقَابِfa-idzaa laqiitumu lladziina kafaruu fa-dharba r-riqaabimaka, apabila kalian bertemu orang-orang yang kufur, maka tebaslah leher
  2. حَتَّىٰ إِذَا أَثْخَنْتُمُوهُمْ فَشُدُّوا الْوَثَاقَhattaa idzaa atskhantumuuhum fa-syudduu l-watsaaqahingga apabila kalian telah melumpuhkan mereka, maka kencangkanlah ikatan
  3. فَإِمَّا مَنًّا بَعْدُ وَإِمَّا فِدَاءً حَتَّىٰ تَضَعَ الْحَرْبُ أَوْزَارَهَاfa-immaa mannan ba'du wa-immaa fidaa'an hattaa tadha'a l-harbu awzaarahaakemudian setelah itu, membebaskan atau menerima tebusan, hingga peperangan meletakkan beban-bebannya
  4. ذَٰلِكَ وَلَوْ يَشَاءُ اللَّهُ لَانْتَصَرَ مِنْهُمْ وَلَٰكِنْ لِيَبْلُوَ بَعْضَكُمْ بِبَعْضٍdzaalika wa-law yasyaa'u llaahu la-ntashara minhum wa-laakin li-yabluwa ba'dhakum bi-ba'dhindemikianlah; dan sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia membalas mereka, tetapi agar Dia menguji sebagian kalian dengan sebagian yang lain
  5. وَالَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَلَنْ يُضِلَّ أَعْمَالَهُمْwa-lladziina qutiluu fii sabiili llaahi fa-lan yudhilla a'maalahumdan orang-orang yang terbunuh di jalan Allah, Dia tidak akan menyesatkan amal-amal mereka

Terjemahan per kata (38 kata)

  1. فَإِذَاfa-idzaamaka apabila
  2. لَقِيتُمُlaqiitumukalian bertemu
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. كَفَرُواkafaruukufur
  5. فَضَرْبَfa-dharbamaka pukullah
  6. الرِّقَابِr-riqaabihamba sahaya
  7. حَتَّىٰhattaasampai
  8. إِذَاidzaaapabila
  9. أَثْخَنْتُمُوهُمْatskhantumuuhumkalian melumpuhkan mereka
  10. فَشُدُّواfa-syudduumaka kencangkanlah kalian
  11. الْوَثَاقَl-watsaaqaikatan
  12. فَإِمَّاfa-immaamaka jika
  13. مَنًّاmannancercaan
  14. بَعْدُba'dusetelah itu
  15. وَإِمَّاwa-immaadan adapun jika
  16. فِدَاءًfidaa'antebusan
  17. حَتَّىٰhattaasampai
  18. تَضَعَtadha'amelahirkan
  19. الْحَرْبُl-harbuperang
  20. أَوْزَارَهَاawzaarahaabeban-bebannya
  21. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  22. وَلَوْwa-lawdan sekiranya
  23. يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
  24. اللَّهُllaahuAllah
  25. لَانْتَصَرَla-ntasharasungguh Dia akan membalas
  26. مِنْهُمْminhumdari mereka
  27. وَلَٰكِنْwa-laakintetapi
  28. لِيَبْلُوَli-yabluwauntuk menguji
  29. بَعْضَكُمْba'dhakumsebagian kalian
  30. بِبَعْضٍbi-ba'dhindengan sebagian
  31. وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
  32. قُتِلُواqutiluumereka terbunuh
  33. فِيfiidi
  34. سَبِيلِsabiilijalan
  35. اللَّهِllaahiAllah
  36. فَلَنْfa-lanmaka tidak akan
  37. يُضِلَّyudhillamenyesatkan
  38. أَعْمَالَهُمْa'maalahumamal-amal mereka

Inti bacaan

Akar ث-خ-ن, seperti pada (أَثْخَنْتُمُوهُمْ, atskhantumuuhum), muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 8:67 dan 47:4.

Penjelasan pilihan kata

Rangkaian perintah dimulai dari (فَإِذَا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا, fa-idzaa laqiitumu lladziina kafaruu) yang berarti "maka apabila kalian bertemu orang-orang yang kufur". Kata kerja (لَقِيتُمُ, laqiitumu) berakar ل-ق-ي dan berarti "kalian bertemu"; akhiran -tum menandai beberapa orang yang diajak bicara, dan ayat ini tidak memuat seruan "wahai orang-orang yang beriman". Susunan (إِذَا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا, idzaa laqiitumu lladziina kafaruu) muncul dua kali, yaitu di 8:15 dan 47:4. Di 8:15 sesudahnya ada (زَحْفًا, zahfan) yang berarti "sedang menyerang maju", sedangkan di 47:4 langsung menyusul (فَضَرْبَ الرِّقَابِ, fa-dharba r-riqaabi).

Kata dharba berupa kata benda yang berarti "pukulan", berakar ض-ر-ب, dan kedudukannya di sini menggantikan kata perintah, sebab kata perintah sungguhan baru muncul sesudahnya pada (فَشُدُّوا, fa-syudduu). Akar ض-ر-ب yang sama berarti "membuat" di 47:3 karena objeknya perumpamaan, dan berarti "memukul" di 47:27, (يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ, yadhribuuna wujuuhahum) yang berarti "memukul wajah mereka". Di 47:4 objeknya (الرِّقَابِ, r-riqaabi) yang berarti "leher-leher", sehingga terjemahan memakai "tebaslah", seperti di 8:12, (فَاضْرِبُوا فَوْقَ الْأَعْنَاقِ, fa-dhribuu fawqa l-a'naaqi) yang berarti "maka tebaslah bagian atas leher". Kata riqaab muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 2:177, 9:60, dan 47:4. Di 2:177 dan 9:60, (وَفِي الرِّقَابِ, wa-fii r-riqaabi) berada di daftar penerima harta dan diterjemahkan "dan untuk para hamba sahaya", sedangkan di 47:4 kata kerja tebas menentukan arti "leher".

Kata kerja (أَثْخَنْتُمُوهُمْ, atskhantumuuhum) dalam (حَتَّىٰ إِذَا أَثْخَنْتُمُوهُمْ, hattaa idzaa atskhantumuuhum) yang berarti "hingga apabila kalian telah melumpuhkan mereka" tersusun dari atskhan yang berarti "melumpuhkan", berakar ث-خ-ن, akhiran -tum yang berarti "kalian", dan -hum yang berarti "mereka". Akar ث-خ-ن muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 8:67 dan 47:4. Di 8:67, (حَتَّىٰ يُثْخِنَ فِي الْأَرْضِ, hattaa yutskhina fii l-ardhi) yang berarti "sebelum dia dapat melumpuhkan di bumi", kata itu menjadi syarat bagi (أَسْرَىٰ, asraa) yang berarti "tawanan", dan di 47:4 menjadi syarat bagi ikatan. Karena akar ini tidak dipakai di tempat lain, artinya hanya dapat ditentukan dari dua ayat itu. Keduanya menaruhnya sebagai tahap yang harus tercapai sebelum orang ditahan atau diikat, dan terjemahan memakai "melumpuhkan" di kedua ayat.

Kata (الْوَثَاقَ, l-watsaaqa) dalam (فَشُدُّوا الْوَثَاقَ, fa-syudduu l-watsaaqa) yang berarti "maka kencangkanlah ikatan" berakar و-ث-ق. Kata watsaaq muncul dua kali, yaitu di 47:4 dan 89:26, (وَلَا يُوثِقُ وَثَاقَهُ أَحَدٌ, wa-laa yuutsiqu watsaaqahu ahadun) yang berarti "dan tidak ada seorang pun yang mengikat seperti ikatan-Nya". Bentuk perintah jamak (فَشُدُّوا, fa-syudduu) berakar ش-د-د dan hanya muncul di 47:4.

Bagian (فَإِمَّا مَنًّا بَعْدُ وَإِمَّا فِدَاءً, fa-immaa mannan ba'du wa-immaa fidaa'an) yang berarti "kemudian setelah itu, membebaskan atau menerima tebusan" memuat kata immaa dua kali. Ayat yang memuat dua immaa berpasangan ada tujuh, yaitu 7:115, 9:106, 18:86, 19:75, 20:65, 47:4, dan 76:3, dan di 76:3, (إِمَّا شَاكِرًا وَإِمَّا كَفُورًا, immaa syaakiran wa-immaa kafuuran) yang berarti "ada yang bersyukur dan ada pula yang sangat kufur", dua pilihan itu saling menyisih. Kata (مَنًّا, mannan) berakar م-ن-ن, akar yang dipakai untuk memberi karunia, misalnya (مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ, manna llaahu 'alaa l-mu'miniina) yang berarti "Allah telah memberi karunia kepada orang-orang beriman" di 3:164. Bentuk persis ini muncul dua kali, yaitu di 2:262 dan 47:4; di 2:262 terjemahan memakai "menyebut-nyebut pemberian" karena ayat itu menyebut orang yang menafkahkan hartanya. Di 47:4 mannan berhadapan dengan (فِدَاءً, fidaa'an) yang berarti "tebusan", yaitu bayaran untuk menebus. Terjemahan "membebaskan" mengisi apa yang diberikan itu dengan kata yang cocok dengan ayat sebelumnya, yaitu ikatan; kata Arabnya sendiri menyatakan pemberian sesudah itu, dan pemberian itu berhadapan dengan tebusan. Kata fidaa'an hanya muncul di 47:4, sedangkan akar ف-د-ي dipakai untuk menebus tawanan di 2:85, (أُسَارَىٰ تُفَادُوهُمْ, usaaraa tufaaduuhum) yang berarti "sebagai tawanan, kalian menebus mereka".

Bagian (حَتَّىٰ تَضَعَ الْحَرْبُ أَوْزَارَهَا, hattaa tadha'a l-harbu awzaarahaa) yang berarti "hingga peperangan meletakkan beban-bebannya" memuat kata kerja (تَضَعَ, tadha'a) berakar و-ض-ع, yang berarti "meletakkan". Kata (الْحَرْبُ, l-harbu) berakar ح-ر-ب dan muncul empat kali, yaitu di 2:279, 5:64, 8:57, dan 47:4. Di tiga ayat lain kata itu berada sesudah kata depan, sedangkan di 47:4 peperangan menjadi pelaku kata kerja. Kata (أَوْزَارَهَا, awzaarahaa) tersusun dari awzaar, bentuk jamak dari wizr yang berarti "beban", berakar و-ز-ر, dan akhiran -haa yang berarti "-nya". Di 6:31, (يَحْمِلُونَ أَوْزَارَهُمْ, yahmiluuna awzaarahum) yang berarti "mereka memikul beban-beban mereka", kata awzaar berpasangan dengan memikul, sedangkan di 47:4 pasangannya meletakkan. Akar و-ض-ع dan و-ز-ر hanya berdampingan dalam satu ayat lain, yaitu 94:2, (وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ, wa-wadha'naa 'anka wizraka) yang berarti "dan Kami turunkan darimu bebanmu".

Kata (ذَٰلِكَ, dzaalika) yang berarti "demikianlah" menutup rangkaian tahap itu, dan bagian sesudahnya, (وَلَوْ يَشَاءُ اللَّهُ لَانْتَصَرَ مِنْهُمْ, wa-law yasyaa'u llaahu la-ntashara minhum) yang berarti "dan sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia membalas mereka", memakai kata kerja (لَانْتَصَرَ, la-ntashara) dari akar ن-ص-ر. Bentuk la-ntashara dengan (مِنْهُمْ, minhum) yang berarti "dari mereka" menunjuk pihak yang dikenai, dan terjemahan memakai "membalas". Di 42:41, (وَلَمَنِ انْتَصَرَ بَعْدَ ظُلْمِهِ, wa-la-mani ntashara ba'da zhulmihi) yang berarti "dan siapa yang membela diri setelah dizalimi", kata kerja yang sama diterjemahkan "membela diri" karena ayat itu menyebut kezaliman yang menimpa pelakunya dan tidak menyebut pihak lain yang dikenai.

Kata (لِيَبْلُوَ, li-yabluwa) yang berarti "agar Dia menguji" berakar ب-ل-و. Dengan awalan li, bentuk ini muncul enam kali, yaitu di 5:48, 6:165, 11:7, 27:40, 47:4, dan 67:2. Susunan (وَلَٰكِنْ لِيَبْلُوَ, wa-laakin li-yabluwa) muncul dua kali, yaitu di 5:48 dan 47:4. Di 5:48 susunan itu menyusul pengandaian, (وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً, wa-law syaa'a llaahu la-ja'alakum ummatan waahidatan) yang berarti "dan sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kalian satu umat", sehingga bentuk "sekiranya Dia menghendaki ... tetapi untuk menguji" muncul di dua ayat. Frasa (بَعْضَكُمْ بِبَعْضٍ, ba'dhakum bi-ba'dhin) yang berarti "sebagian kalian dengan sebagian yang lain" hanya muncul di 47:4, sedangkan (بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ, ba'dhahum bi-ba'dhin) muncul di 2:251, 6:53, dan 22:40.

Bagian terakhir, (وَالَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ, wa-lladziina qutiluu fii sabiili llaahi) yang berarti "dan orang-orang yang terbunuh di jalan Allah", memuat kata kerja pasif (قُتِلُوا, qutiluu), sehingga pelaku pembunuhan tidak disebut. Susunan (قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ, qutiluu fii sabiili llaahi) muncul dua kali, yaitu di 3:169 dan 47:4. Kata kerja (يُضِلَّ, yudhilla) dalam (فَلَنْ يُضِلَّ أَعْمَالَهُمْ, fa-lan yudhilla a'maalahum) yang berarti "maka Dia tidak akan menyesatkan amal-amal mereka" ditolak oleh lan yang berarti "tidak akan", dan susunan persis ini hanya ada di 47:4. Padanan kata kerja ini dengan adhalla a'maalahum di 47:1 dibahas pada ayat itu.

Tafsiran

Ayat ini beralih dari alasan di 47:1 sampai 47:3 ke urutan tindakan, dan seluruh urutannya disusun sebagai tahapan yang berbatas. Batas pertama ada pada (حَتَّىٰ إِذَا أَثْخَنْتُمُوهُمْ, hattaa idzaa atskhantumuuhum): perintah menebas berlaku sampai tahap itu tercapai, dan sesudahnya kata kerja berganti menjadi mengencangkan ikatan. Batas kedua ada pada (حَتَّىٰ تَضَعَ الْحَرْبُ أَوْزَارَهَا, hattaa tadha'a l-harbu awzaarahaa), dan batas itu menutup seluruh rangkaian, termasuk pilihan membebaskan atau menerima tebusan. Tiap tahap karena itu punya ujung yang tertulis di ayat, dan ujung terakhirnya ialah saat peperangan meletakkan bebannya.

Pembuka ayat ini sama dengan 8:15, tetapi lanjutannya berbeda. Di 8:15 pembuka itu disusul larangan berbalik membelakangi mereka yang sedang menyerang maju, sedangkan di 47:4 disusul urutan tahap tadi. Ayat 8:67 menaruh pelumpuhan sebelum tawanan, dan 47:4 menaruh ikatan sesudah pelumpuhan, sehingga urutan pelumpuhan lebih dulu dan penahanan kemudian sama di kedua ayat. Pilihan sesudah ikatan, pemberian atau tebusan, tidak punya padanan di 8:67.

Bagian tengah ayat memindahkan sorotan dari tindakan manusia ke kehendak Allah. Sekiranya Allah menghendaki, kata ayat ini, Dia sendiri dapat membalas mereka, tetapi tujuan yang disebut adalah menguji sebagian kalian dengan sebagian yang lain. Di 5:48 bentuk kalimat serupa dipakai untuk satu umat dan ujian dalam apa yang diberikan, dan di 2:251 serta 22:40 sebagian manusia ditolak oleh sebagian yang lain lewat tindakan Allah, yang menurut kedua ayat itu menjaga bumi dari kerusakan (2:251) dan rumah-rumah ibadah dari kehancuran (22:40). Tiga ayat itu berbicara tentang hal yang berbeda, tetapi sama-sama menaruh hubungan antarmanusia di dalam kehendak Allah dan tidak di luarnya.

Ayat ditutup dengan orang-orang yang terbunuh di jalan Allah, dan penutup ini mengembalikan perhatian ke amal. Di 47:1 amal orang-orang yang kufur dan menghalangi dari jalan Allah disesatkan, dan di sini amal orang-orang yang terbunuh di jalan Allah tidak akan disesatkan. Dua ayat itu memakai kata kerja yang sama dan objek yang sama dengan arah yang berlawanan, sehingga bagian awal surah terbaca berbingkai. Ayat 47:5 melanjutkan tanpa menyebut pihak baru, sehingga petunjuk dan perbaikan keadaan di sana terbaca ditujukan kepada mereka.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini menyebut tahap demi tahap, dan tiap tahap berakhir pada sesuatu yang disebut dalam ayat sendiri: sampai pihak lain terlumpuhkan, lalu ikatan, lalu dua pilihan, lalu sampai peperangan meletakkan bebannya. Pembaca yang pernah terlibat dalam pertikaian, besar atau kecil, dapat memperhatikan bahwa ayat ini menaruh batas pada setiap tahap kekerasan, sebab setiap kata hingga memberi tanda kapan sesuatu berhenti. Dalam pertikaian yang pernah dialami pembaca, di manakah kata hingga itu seharusnya terpasang, dan siapa yang menjaganya?
  • Sesudah ikatan, ayat ini menyebut dua pilihan, yaitu pemberian atau tebusan. Keduanya dapat dibaca sebagai jalan keluar dari ikatan, dan pilihan ketiga di antara keduanya tidak tertulis. Pembaca yang menganggap penahanan sebagai ujung perkara melihat bahwa di sini penahanan hanya satu tahap di tengah. Orang yang pernah menahan sesuatu dari orang lain, entah barang, maaf, atau pengakuan, dapat menimbang apakah ikatan yang dipegangnya sedang menuju salah satu dari dua pilihan tadi atau sudah dijadikan tempat berhenti.
  • Peperangan di ayat ini digambarkan seperti pemikul yang pada suatu saat meletakkan bebannya, dan pasangan kata kerja ini di tempat lain, yaitu memikul beban di 6:31, dipakai untuk orang yang memikul beban-beban sendiri di punggungnya. Gambaran itu menempatkan perang sebagai sesuatu yang berat bagi pemikulnya dan menunggu saat diturunkan. Pembaca yang membayangkan pertikaian sebagai kemenangan yang mengangkat dapat menimbang ulang gambaran yang dipilih ayat ini. Pelaku yang menurunkan beban itu tidak dinamai, dan kalimat berikutnya langsung menyebut kehendak Allah. Siapa yang memutuskan bahwa beban itu sudah boleh diletakkan?
  • Sekiranya Allah menghendaki, kata ayat ini, Dia sendiri dapat membalas mereka, tetapi tujuan yang disebut ialah menguji sebagian kalian dengan sebagian yang lain. Dalam kalimat itu orang lain muncul sebagai alat ujian dan sebagai pihak yang diuji sekaligus. Pembaca yang biasa mengira urusannya dengan orang lain murni urusan antarmanusia mendapati ayat ini menaruhnya di dalam kehendak Allah. Apa yang sedang diuji pada diri pembaca ketika dihadapkan pada orang yang menyulitkannya, dan apa yang sedang diuji pada orang itu?
  • Penutup ayat jatuh pada amal orang-orang yang terbunuh di jalan Allah, dengan janji bahwa Dia tidak akan menyesatkan amal-amal mereka. Penutupnya tidak jatuh pada pihak yang menang atau pada pihak yang kalah. Pembaca yang menimbang hidup dari hasil yang terlihat, seperti kemenangan, pengakuan, dan hitungan, menemukan bahwa kalimat penutup ini menaruh ukuran pada arah amal, yang tidak selalu tampak ketika pekerjaan itu berlangsung. Seberapa besar bagian hidup pembaca yang pekerjaannya baru dapat dinilai kemudian, dan bagaimana ia berdiri di hadapan penilaian yang tertunda itu?
  • Kata bertemu di pembuka ayat tidak disertai penyebutan siapa yang memulai pertemuan itu. Di 8:15 bertemu disusul keterangan tentang pihak yang sedang menyerang maju, sedangkan di 47:4 keterangan itu tidak ada. Pembaca yang cepat menentukan siapa pihak yang bersalah dalam sebuah perselisihan dapat mencatat bahwa kalimat pembuka ayat ini menyebut dua pihak yang bertemu dan berhenti di situ. Tahap-tahap sesudahnya dirumuskan atas dasar pertemuan itu dan tidak atas dasar penetapan siapa yang memulai.