سَيَهْدِيهِمْ وَيُصْلِحُ بَالَهُمْ
Dia akan memberi mereka petunjuk dan memperbaiki keadaan mereka,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- سَيَهْدِيهِمْ وَيُصْلِحُ بَالَهُمْsa-yahdiihim wa-yushlihu baalahumDia akan memberi mereka petunjuk dan memperbaiki keadaan mereka
Terjemahan per kata (3 kata)
- سَيَهْدِيهِمْsa-yahdiihimDia akan memberi mereka petunjuk
- وَيُصْلِحُwa-yushlihudan Dia memperbaiki
- بَالَهُمْbaalahumkeadaan mereka
Inti bacaan
Bentuk (سَيَهْدِي, sa-yahdii) muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 26:62, 37:99, 43:27, dan 47:5.
Penjelasan pilihan kata
Kata kerja pertama ayat ini adalah (سَيَهْدِيهِمْ, sa-yahdiihim) yang berarti "Dia akan memberi mereka petunjuk". Kata ini tersusun dari awalan sa yang berarti "akan", kata kerja yahdii yang berarti "memberi petunjuk" dan berakar ه-د-ي, serta akhiran -him yang berarti "mereka". Kata kerja yahdii dengan awalan sa muncul di empat ayat, yaitu 26:62, 37:99, 43:27, dan 47:5. Di tiga ayat pertama bentuknya (سَيَهْدِينِ, sa-yahdiini) yang berarti "akan memberi petunjuk kepadaku", diucapkan pembicara tentang Tuhannya, misalnya (إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ, inna ma'iya rabbii sa-yahdiini) yang berarti "sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan menunjukiku" di 26:62. Di 47:5 objeknya berganti menjadi -him, sehingga yang dijanjikan petunjuk adalah sekelompok orang yang disebut dengan kata ganti "mereka".
Kata kerja yahdii dengan -hum sebagai objek, (يَهْدِيهِمْ, yahdiihim), muncul di lima ayat, yaitu 4:175, 5:16, 7:148, 10:9, dan 47:5. Di empat ayat pertama kata kerja itu disusul keterangan tujuan atau sebab: (وَيَهْدِيهِمْ إِلَيْهِ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا, wa-yahdiihim ilayhi shiraathan mustaqiiman) yang berarti "serta menuntun mereka ke jalan yang lurus menuju kepada-Nya" di 4:175, (وَيَهْدِيهِمْ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ, wa-yahdiihim ilaa shiraathin mustaqiimin) yang berarti "dan menunjukkan mereka ke jalan yang lurus" di 5:16, (وَلَا يَهْدِيهِمْ سَبِيلًا, wa-laa yahdiihim sabiilan) yang berarti "dan tidak menunjukkan jalan kepada mereka" di 7:148, dan (يَهْدِيهِمْ رَبُّهُمْ بِإِيمَانِهِمْ, yahdiihim rabbuhum bi-iimaanihim) yang berarti "Tuhan mereka memberi mereka petunjuk karena keimanan mereka" di 10:9. Di 47:5 kata kerja itu berdiri tanpa tujuan dan tanpa sebab, sehingga terjemahan memakai "memberi mereka petunjuk" dan tidak menambahkan "ke jalan". Akar ه-د-ي muncul lagi di surah 47 pada tiga ayat lain, yaitu 47:17, 47:25, dan 47:32. Di 47:17, (وَالَّذِينَ اهْتَدَوْا زَادَهُمْ هُدًى, wa-lladziina htadaw zaadahum hudan) yang berarti "dan orang-orang yang mendapat petunjuk, Dia menambah petunjuk bagi mereka", petunjuk itu diberikan dan ditambah. Di 47:25 dan 47:32, (تَبَيَّنَ لَهُمُ الْهُدَى, tabayyana lahumu l-hudaa) yang berarti "petunjuk jelas bagi mereka", petunjuk itu telah menjadi terang tetapi tidak dikatakan diberikan.
Kata kerja (وَيُصْلِحُ, wa-yushlihu) yang berarti "dan memperbaiki" berakar ص-ل-ح. Bentuk yushlihu dan jamaknya yushlihuuna muncul di empat ayat, yaitu 10:81, 26:152, 27:48, dan 47:5. Di tiga ayat pertama kata itu didahului laa yang berarti "tidak": (إِنَّ اللَّهَ لَا يُصْلِحُ عَمَلَ الْمُفْسِدِينَ, inna llaaha laa yushlihu 'amala l-mufsidiina) yang berarti "sesungguhnya Allah tidak memperbaiki perbuatan orang-orang yang berbuat kerusakan" di 10:81, dan (وَلَا يُصْلِحُونَ, wa-laa yushlihuuna) yang berarti "dan tidak melakukan perbaikan" di 26:152 dan 27:48. Di 47:5 kata itu tanpa penyangkalan, sehingga dari keempat ayat itu hanya 47:5 yang memuatnya sebagai pernyataan. Objeknya (بَالَهُمْ, baalahum) yang berarti "keadaan mereka" berakar ب-و-ل. Bentuk baalahum muncul dua kali, yaitu di 47:2 dan 47:5, dan di 47:2 kata kerjanya (وَأَصْلَحَ, wa-ashlaha) berbentuk lampau, sedangkan di 47:5 berbentuk tak lampau. Frasa (وَيُصْلِحُ بَالَهُمْ, wa-yushlihu baalahum) hanya ada di 47:5.
Pelaku dua kata kerja di ayat ini tidak diberi nama baru. Kata kerja terakhir di 47:4, (فَلَنْ يُضِلَّ أَعْمَالَهُمْ, fa-lan yudhilla a'maalahum) yang berarti "maka Dia tidak akan menyesatkan amal-amal mereka", juga berbentuk orang ketiga tunggal, dan dua kata kerja sebelumnya di ayat itu, (يَشَاءُ, yasyaa'u) dan (لِيَبْلُوَ, li-yabluwa), berbentuk sama. Dari bentuk itu terbaca bahwa pelaku di 47:5 bersambung dengan yang di 47:4, yaitu Allah yang disebut pada (وَلَوْ يَشَاءُ اللَّهُ, wa-law yasyaa'u llaahu). Terjemahan memakai "Dia" mengikuti kesinambungan itu. Penghubung antara dua ayat itu adalah dua penanda masa depan: lan di 47:4 yang berarti "tidak akan", dan sa di 47:5 yang berarti "akan". Pasangan tersesat dan mendapat petunjuk terlihat juga di 53:30, (بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ, bi-man dhalla 'an sabiilihi) yang berarti "siapa yang sesat dari jalan-Nya" dan (بِمَنِ اهْتَدَىٰ, bi-mani htadaa) yang berarti "siapa yang mendapat petunjuk", sehingga tersesat dan mendapat petunjuk berhadapan dalam satu ayat.
Tanda koma di ujung terjemahan menandai bahwa kalimat berlanjut ke 47:6, yang dibuka dengan (وَيُدْخِلُهُمُ الْجَنَّةَ, wa-yudkhiluhumu l-jannata) yang berarti "dan memasukkan mereka ke taman". Dengan begitu ayat ini memuat dua dari tiga kata kerja berurutan yang semuanya berobjek -hum, dan kata kerja ketiga ada di ayat berikutnya.
Tafsiran
Ayat ini menjawab penutup 47:4, dan jawabannya berbentuk rantai tiga kata kerja yang berkelanjutan. Di 47:4 amal orang-orang yang terbunuh di jalan Allah dinyatakan tidak akan disesatkan, lalu 47:5 menambahkan dua janji yang bergerak dari penjagaan ke tindakan: Dia akan memberi petunjuk, dan akan memperbaiki keadaan. Penolakan di 47:4 dan dua pernyataan di 47:5 memakai penanda masa depan yang sama jenisnya, sehingga ketiganya terbaca sebagai satu deret, yaitu tidak akan menyesatkan, akan memberi petunjuk, dan akan memperbaiki keadaan.
Deret itu memperlihatkan hubungan dengan awal surah. Di 47:1 kata kerja (أَضَلَّ, adhalla) mengenai amal orang-orang yang kufur dan menghalangi dari jalan Allah, dan di 47:5 kata kerja (يَهْدِيهِمْ, yahdiihim) mengenai orang-orang yang terbunuh di jalan Allah. Dua kata kerja itu berlawanan arah, dan kelompok yang dikenai berlawanan pula. Di antara keduanya ayat 47:3 menyatakan sebabnya, yaitu apa yang diikuti masing-masing golongan.
Frasa memperbaiki keadaan mereka dipakai di dua tempat dalam bagian yang sama. Di 47:2 frasa itu menutup nasib orang beriman dalam bentuk lampau, dan di 47:5 ia menutup nasib orang yang terbunuh di jalan Allah dalam bentuk akan datang. Ayat 47:5 tidak menyebut pihak baru, sehingga terbaca melanjutkan 47:4, tetapi teks juga tidak menyatakan bahwa kedua golongan di 47:2 dan 47:5 berbeda atau sama.
Di dalam surah ini petunjuk disebut dalam tiga cara. Di 47:5 petunjuk dijanjikan sebagai pemberian di masa depan, di 47:17 petunjuk ditambahkan kepada mereka yang sudah mendapat petunjuk, dan di 47:25 serta 47:32 petunjuk telah menjadi jelas bagi orang yang kemudian berbalik atau menghalangi. Ketiga cara itu menaruh petunjuk pada tahap yang berlainan: belum diberikan, sedang bertambah, dan sudah terang tetapi ditolak. Ayat 47:5 mengisi tahap pertama, dan berhenti dengan koma karena kalimatnya baru selesai di 47:6, tempat kata kerja ketiga, memasukkan ke taman, menutup deret itu.
Renungan dan Hikmah
- Petunjuk di ayat ini dijanjikan tanpa menyebut ke mana arahnya, padahal di empat ayat lain kata kerja yang sama disusul jalan, tujuan, atau sebab. Pembaca terbiasa mengisi kekosongan itu dengan gambaran sendiri tentang tempat yang dituju. Ayat ini menaruh Dia sebagai pemberi petunjuk dan kelompok yang dituju sebagai penerima, lalu berhenti. Pembaca yang pernah menunggu penjelasan lengkap tentang arah hidup sebelum bersedia melangkah dapat memperhatikan bahwa janji ini tidak mensyaratkan arahnya diketahui lebih dulu. Seberapa nyaman pembaca dengan petunjuk yang tujuannya belum diceritakan?
- Dua hal yang berbeda sifatnya dijanjikan berdampingan, yaitu petunjuk, yang mengenai arah, dan keadaan, yang mengenai kondisi orang itu sekarang. Keduanya dijanjikan dengan kata kerja berbeda dan tanpa penghubung sebab. Pembaca yang sedang merasa hidupnya berantakan sekaligus kehilangan arah dapat memisahkan dua keluhan itu, yang satu tentang ke mana melangkah dan yang lain tentang bagaimana keadaan sekarang.
- Kata kerja di ayat ini memakai awalan yang berarti akan, dan dikenakan kepada orang-orang yang pada ayat sebelumnya disebut terbunuh. Kalimat berlanjut sesudah kematian mereka dengan apa yang akan dilakukan kepada mereka dan, di ayat sesudahnya, ke mana mereka dimasukkan. Pembaca yang mengukur akhir sebuah cerita dari saat tokohnya meninggal menemukan bahwa ayat ini melanjutkan kalimat sesudah titik itu. Apa yang berubah pada cara pembaca menimbang sebuah hidup bila kalimat tentangnya masih berlanjut setelah kematian?
- Di 47:4 amal mereka dijanjikan tidak akan disesatkan, dan di 47:5 mereka dijanjikan petunjuk. Penjagaan dan penuntunan adalah dua tindakan yang berbeda: yang pertama menutup kemungkinan tersesat, dan yang kedua membuka arah. Pembaca yang puas bila sebuah urusan sekadar tidak salah arah dapat memperhatikan bahwa ayat ini menyebut tahap berikutnya, yaitu diberi arah oleh Dia. Pembaca yang menilai ketenangannya dari kurangnya masalah, apakah ketenangan itu sudah sampai pada tahap dituntun atau baru berhenti pada tahap tidak tersesat?
- Di surah ini petunjuk muncul dalam tiga keadaan. Di 47:5 petunjuk dijanjikan, di 47:17 petunjuk ditambah bagi yang sudah mendapat petunjuk, dan di 47:25 serta 47:32 petunjuk sudah jelas bagi orang yang kemudian berbalik atau menghalangi. Ketiganya menunjukkan bahwa petunjuk dapat dibicarakan sebagai sesuatu yang datang kemudian, yang bertambah, dan yang sudah ada tetapi ditinggalkan. Pembaca yang menganggap petunjuk sebagai hasil pencariannya sendiri melihat bahwa dua dari tiga keadaan itu menaruh pemberian pada pihak lain, dan keadaan ketiga menaruh penolakan pada pihak yang sudah melihat. Dengan ukuran itu, pembaca berada di keadaan yang mana saat ini?
- Koma menutup ayat ini, karena kalimatnya baru selesai di 47:6 dengan kata kerja ketiga. Dua janji pertama tertulis di sini, dan janji ketiga ada di ayat berikutnya. Pembaca yang membaca satu ayat lalu menyimpulkan seluruh pesan kalimat bertemu dengan ayat yang berhenti di tengah deret. Tuhan yang memberi petunjuk dan memperbaiki keadaan di sini belum selesai disebut tindakan-Nya ketika ayat berakhir, dan pembaca diminta menunggu sampai kalimat selesai sebelum menilai.