وَيُدْخِلُهُمُ الْجَنَّةَ عَرَّفَهَا لَهُمْ

dan memasukkan mereka ke taman yang telah Dia perkenalkan kepada mereka.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَيُدْخِلُهُمُ الْجَنَّةَ عَرَّفَهَا لَهُمْwa-yudkhiluhumu l-jannata 'arrafahaa lahumdan memasukkan mereka ke taman yang telah Dia perkenalkan kepada mereka

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. وَيُدْخِلُهُمُwa-yudkhiluhumudan Dia memasukkan mereka
  2. الْجَنَّةَl-jannatataman
  3. عَرَّفَهَا'arrafahaamemperkenalkannya
  4. لَهُمْlahumkepada mereka

Inti bacaan

Bentuk kata kerja (عَرَّفَ, 'arrafa) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 47:6 dan 66:3.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَيُدْخِلُهُمُ, wa-yudkhiluhumu) yang berarti "dan memasukkan mereka". Huruf (وَ, wa) yang berarti "dan" menyambungnya dengan 47:5, yang memuat (سَيَهْدِيهِمْ, sa-yahdiihim) yang berarti "Dia akan memberi mereka petunjuk" dan (وَيُصْلِحُ, wa-yushlihu) yang berarti "dan memperbaiki". Menurut morfologi, yushlihu dan yudkhilu sama-sama kata kerja yang sedang atau akan berlangsung, dan keduanya tidak memuat awalan sa- yang berarti "akan". Karena itu terjemahan tidak menambahkan "akan" di depan "memasukkan". Pelaku ketiga kata kerja itu tidak disebut namanya di 47:5 dan 47:6. Rangkaiannya berasal dari 47:4, yang menyebut (اللَّهِ, llaahi) lalu memuat (فَلَنْ يُضِلَّ, fa-lan yudhilla) yang berarti "maka Dia tidak akan menyesatkan" bagi orang-orang yang terbunuh di jalan-Nya, dan terjemahan memakai "Dia" untuk ketiganya.

Kata kerja (يُدْخِلُ, yudkhilu) berarti memasukkan orang lain, sedangkan (يَدْخُلُونَ, yadkhuluuna) berarti "mereka masuk". Kata kerja kedua dipakai dengan kata benda yang sama seperti di 47:6, yaitu (الْجَنَّةَ, l-jannata), di 4:124, 7:40, 19:60, dan 40:40. Di keempat ayat itu pelakunya orang-orang itu sendiri, dan di 7:40 kata kerjanya dinafikan. Di 3:185 kata taman yang sama diikuti (وَأُدْخِلَ, wa-udkhila) yang berarti "dan dimasukkan", yaitu kata kerja pasif tanpa pelaku. Di 47:6 ada pelaku yang memasukkan, dan orang-orang itu menjadi objeknya, ditandai akhiran (هُمُ, -humu) yang berarti "mereka". Kata kerja memasukkan yang aktif dan disusul langsung oleh (الْجَنَّةَ, l-jannata) bersandang ditemukan di 47:6 saja, dari seluruh ayat yang memuat kata kerja itu bersama kata taman. Di 4:13 dan 47:12, misalnya, objeknya jamak dan tak tentu, yaitu (جَنَّاتٍ, jannaatin).

Kata (الْجَنَّةَ, l-jannata) yang berarti "taman" berakar ج-ن-ن, dan proyek ini menerjemahkannya "taman". Kata sandang (الْ, al) menandai taman tertentu, sedangkan (جَنَّاتٍ, jannaatin) di 47:12 tidak tentu dan diberi sifat sungai-sungai yang mengalir di bawahnya. Di 47:6 tamannya tidak diberi sifat apa pun. Keterangan tentang taman itu datang dari kata kerja yang menyusul.

Kata (عَرَّفَهَا, 'arrafahaa) yang berarti "memperkenalkannya" tersusun dari kata kerja lampau (عَرَّفَ, 'arrafa) dan akhiran (هَا, -haa) yang berarti "-nya", yang menunjuk taman. Kata kerja sebelumnya di ayat ini berbentuk sedang atau akan berlangsung, sedangkan 'arrafa berbentuk lampau, sehingga terjemahan memakai "telah Dia perkenalkan". Akar ع-ر-ف dalam kata kerja dasarnya dipakai untuk mengenali, misalnya (يَعْرِفُونَهُ, ya'rifuunahu) yang berarti "mengenalnya" di 2:146 dan (فَلَعَرَفْتَهُمْ, fa-la-'araftahum) yang berarti "maka sungguh engkau mengenali mereka" di 47:30. Bentuk 'arrafa dengan huruf r yang digandakan muncul dua kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 47:6 dan 66:3. Di 66:3, (عَرَّفَ بَعْضَهُ, 'arrafa ba'dhahu) yang berarti "dia memberitahukan sebagiannya" menyangkut sebagian dari sebuah pembicaraan. Di 47:6 yang dikenalkan berupa tempat, sehingga terjemahan memakai "memperkenalkan" dan tidak memakai "memberitahukan".

Terjemahan juga tidak memakai "menunjukkan" atau "memperlihatkan". Ayat 47:30 memisahkan keduanya, sebab (لَأَرَيْنَاكَهُمْ, la-araynaakahum) yang berarti "niscaya Kami menunjukkan mereka kepadamu" disusul (فَلَعَرَفْتَهُمْ, fa-la-'araftahum), sehingga menunjukkan dan mengenali adalah dua tindakan. Kata kerja di 47:6 menyangkut pengenalan dan tidak menyangkut penunjukan.

Kata (لَهُمْ, lahum) yang berarti "kepada mereka" tersusun dari (لِ, li) yang berarti "kepada" dan (هُمْ, hum) yang berarti "mereka", dan menyebut pihak yang menerima pengenalan itu. Keterangan tentang kapan, di mana, atau lewat apa taman itu diperkenalkan tidak ada di ayat ini. Ayat ini mencatat pengenalan yang sudah terjadi dan penerimanya, yaitu mereka yang dimasukkan.

Tafsiran

Ayat ini memberi taman itu satu keterangan saja, yaitu bahwa taman itu sudah diperkenalkan kepada mereka. Keterangan itu berdiri di ujung rangkaian yang bermula di 47:4. Di sana (وَالَّذِينَ قُتِلُوا, wa-lladziina qutiluu) yang berarti "dan orang-orang yang terbunuh" disebut bersama pernyataan bahwa Dia tidak akan menyesatkan amal mereka. Di 47:5 mereka diberi petunjuk dan keadaan mereka diperbaiki, dan di 47:6 mereka dimasukkan ke taman. Terjemahan 47:5 berakhir dengan koma, sehingga rangkaian itu bersambung ke 47:6, dan ayat ini menutupnya.

Ayat 47:6 tidak menggambarkan isi taman itu. Gambarannya ada di ayat lain dalam surah yang sama. Ayat 47:12 menyebut taman-taman yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, dan 47:15 memuat perumpamaan taman yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa, dengan sungai air, susu, khamar, dan madu. Kedua ayat itu memakai kata kerja memasukkan dan menjanjikan, sedangkan 47:6 memakai memperkenalkan, dan teksnya tidak menyatakan bahwa gambaran di 47:15 adalah isi pengenalan di 47:6.

Ayat ini menyusun sebuah urutan. Amal tidak disesatkan, petunjuk dan perbaikan keadaan menyusul, lalu pemasukan ke taman, dan pengenalan yang berbentuk lampau terletak sebelum pemasukan itu. Dalam susunan itu taman berada di akhir rangkaian sebagai tempat yang sudah dikenal, dan karena kata kerjanya memasukkan, Dia menjadi pelaku yang membawa mereka ke sana. Sesudah ayat ini pembicaraan berpindah dari pihak ketiga ke sapaan langsung, karena 47:7 dibuka dengan (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا, yaa ayyuhaa lladziina aamanuu) yang berarti "wahai orang-orang yang beriman".

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 47:6 memakai kata kerja lampau untuk pengenalan, sehingga taman itu sudah diperkenalkan Dia kepada mereka sebelum mereka dimasukkan. Di 2:146 akar yang sama dalam bentuk dasarnya menyebut pengenalan yang sangat dekat, yaitu mengenali sesuatu sebagaimana seseorang mengenali anak-anaknya, dalam kalimat tentang orang-orang yang diberi Kitab. Ayat 2:146 berbicara tentang Kitab dan 47:6 tentang taman, sehingga keduanya tidak disamakan. Seseorang yang akan pindah ke kota baru dapat mengenal nama jalan dan arah anginnya lebih dulu dari cerita dan peta. Apa yang sudah dikenal seseorang tentang tempat yang akan dimasukinya, dan dari siapa pengenalan itu datang?
  • Di 4:124, 19:60, dan 40:40 orang-orang yang beramal saleh digambarkan sebagai pihak yang masuk taman, dengan kata kerja yang pelakunya mereka sendiri. Di 47:6 kata kerjanya berpelaku lain, yaitu Dia memasukkan mereka. Ayat-ayat itu membicarakan kelompok yang tidak persis sama dan tidak saling membatalkan, sehingga keduanya dapat dibaca sebagai dua sisi dari satu peristiwa, yang satu dari sudut orang yang melangkah dan yang lain dari sudut Dia yang membawa. Seseorang yang membayangkan dirinya melangkah masuk dapat bertanya, kaki siapakah yang membawanya sampai ke depan pintu itu? Ayat 47:6 tidak menjawab pertanyaan itu secara rinci, dan menaruh Dia sebagai pelaku yang memasukkan.
  • Rangkaian 47:4 sampai 47:6 menyebut tiga pekerjaan bagi orang-orang yang terbunuh di jalan Allah, yaitu amal mereka tidak disesatkan, mereka diberi petunjuk dan keadaan mereka diperbaiki, lalu mereka dimasukkan ke taman. Frasa (وَأَصْلَحَ بَالَهُمْ, wa-ashlaha baalahum) yang berarti "dan memperbaiki keadaan mereka" dipakai di 47:2 bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, jadi perbaikan keadaan itu juga disebut di tempat lain dalam surah ini. Ukuran waktu antara pengenalan, perbaikan, dan pemasukan tidak diberikan oleh ayat-ayat itu. Orang yang hidupnya masih berada di tengah jarak itu dapat bertanya, bagian mana dari rangkaian itu yang terasa paling dekat dengan keadaannya sekarang, petunjuk atau perbaikan keadaan?
  • Ayat 47:6 tidak memuat isi pengenalan itu. Ayat 47:15 memuat perumpamaan taman yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa, dengan sungai-sungai air, susu, khamar, dan madu. Kedua ayat memakai kata kerja berbeda, memperkenalkan di 47:6 dan menjanjikan di 47:15, serta menyebut penerima dengan rumusan berbeda, sehingga isi ayat yang satu tidak otomatis mengisi ayat yang lain. Pembaca dapat memeriksa gambaran tentang taman yang tersimpan di benaknya. Dari ayat mana tiap bagiannya berasal, dan bagian mana yang tidak punya ayat yang menopangnya? Bila bagian itu dilepas, apakah taman yang Dia perkenalkan tetap terbayang sama?
  • Di 3:185 keberhasilan ditulis dengan dua kata kerja pasif, yaitu (زُحْزِحَ, zuhziha) yang berarti "dijauhkan" dan (وَأُدْخِلَ, wa-udkhila) yang berarti "dan dimasukkan". Orang yang beruntung di ayat itu menerima dua tindakan atas dirinya, dan ayat itu tidak menyebut pelakunya. Ayat 47:6 menyebut pelaku tindakan memasukkan, yaitu Dia yang namanya tertulis di 47:4, tetapi teksnya tidak menyatukan kedua ayat itu menjadi satu peristiwa. Seorang pelari yang digendong melewati garis akhir akan sulit menyebut garis itu hasil langkahnya sendiri. Bila taman diterima dan tidak direbut, bagaimana seseorang menimbang jasanya sendiri?
  • Ayat 47:4 menyebut orang-orang yang terbunuh di jalan Allah dan menyatakan bahwa Dia tidak akan menyesatkan amal mereka, lalu 47:6 menyatakan mereka dimasukkan ke taman. Rangkaian itu tidak memuat hasil kerja mereka yang dapat mereka lihat di dunia. Seseorang yang menanam pohon yang buahnya akan dipetik orang lain dapat bertanya, apa yang dipegangnya selama menunggu hasil yang tidak akan dilihatnya, dan apakah pegangan itu cukup kuat bila kerjanya tidak pernah diketahui orang?