أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۚ دَمَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ ۖ وَلِلْكَافِرِينَ أَمْثَالُهَا

Maka, apakah mereka tidak berjalan di bumi, lalu memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka? Allah menghancurkan mereka, dan bagi orang-orang kafir ada yang serupa dengannya.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْa-fa-lam yasiiruu fii l-ardhi fa-yanzhuruu kayfa kaana 'aaqibatu lladziina min qablihimmaka, apakah mereka tidak berjalan di bumi, lalu memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka
  2. دَمَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِمْdammara llaahu 'alayhimAllah menghancurkan mereka
  3. وَلِلْكَافِرِينَ أَمْثَالُهَاwa-li-l-kaafiriina amtsaaluhaadan bagi orang-orang kafir ada yang serupa dengannya

Terjemahan per kata (16 kata)

  1. أَفَلَمْa-fa-lammaka tidakkah
  2. يَسِيرُواyasiiruumereka berjalan
  3. فِيfiidi
  4. الْأَرْضِl-ardhibumi
  5. فَيَنْظُرُواfa-yanzhuruumaka mereka memperhatikan
  6. كَيْفَkayfabagaimana
  7. كَانَkaanaadalah
  8. عَاقِبَةُ'aaqibatukesudahan
  9. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  10. مِنْmindari
  11. قَبْلِهِمْqablihimsebelum mereka
  12. دَمَّرَdammaramenghancurkan
  13. اللَّهُllaahuAllah
  14. عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
  15. وَلِلْكَافِرِينَwa-li-l-kaafiriinadan bagi orang-orang yang kufur
  16. أَمْثَالُهَاamtsaaluhaayang serupa dengannya

Inti bacaan

Urutan (فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ, fa-yanzhuruu kayfa kaana 'aaqibatu) muncul enam kali di Al-Qur'an, yaitu di 12:109, 30:9, 35:44, 40:21, 40:82, dan 47:10.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ, a-fa-lam yasiiruu fii l-ardhi) yang berarti "maka, apakah mereka tidak berjalan di bumi". Awalan (أَ, a) membuka pertanyaan, (فَ, fa) berarti "maka", (لَمْ, lam) berarti "tidak", dan (يَسِيرُوا, yasiiruu) berarti "mereka berjalan". Susunan lengkap ini ada di 12:109, 22:46, 40:82, dan 47:10. Di 30:9, 35:44, dan 40:21 kata sambungnya wa, yaitu (أَوَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ, a-wa-lam yasiiruu fii l-ardhi). Terjemahan memakai "maka" untuk fa di awal ayat ini.

Kata (فَيَنْظُرُوا, fa-yanzhuruu) yang berarti "lalu memperhatikan" menyambung berjalan dengan memperhatikan lewat fa yang diterjemahkan "lalu". Urutan (فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ, fa-yanzhuruu kayfa kaana 'aaqibatu) yang berarti "lalu memperhatikan bagaimana kesudahan" muncul enam kali di lima surah di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 12:109, 30:9, 35:44, 40:21, 40:82, dan 47:10. Surah 40 memuatnya dua kali, di 40:21 dan 40:82. Dalam bentuk perintah, (سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا, siiruu fii l-ardhi fa-nzhuruu) yang berarti "berjalanlah di bumi, lalu perhatikanlah", urutan itu ada di 3:137, 16:36, 27:69, 29:20, dan 30:42.

Kata (عَاقِبَةُ, 'aaqibatu) yang berarti "kesudahan" berakar ع-ق-ب, dan terjemahan 47:10 memakai "kesudahan" seperti pada 30:9, 35:44, 40:21, dan 40:82, yang memuat pertanyaan yang sama. Pertanyaan di 47:10 dijawab dalam ayat yang sama. Di 30:9, 35:44, dan 40:82 pertanyaan itu disusul keterangan bahwa orang-orang sebelum mereka lebih kuat, misalnya (كَانُوا أَكْثَرَ مِنْهُمْ وَأَشَدَّ قُوَّةً, kaanuu aktsara minhum wa-asyadda quwwatan) yang berarti "mereka lebih banyak daripada mereka dan lebih hebat kekuatannya" di 40:82. Di 40:21 jawabannya menyebut pelaku, yaitu (فَأَخَذَهُمُ اللَّهُ بِذُنُوبِهِمْ, fa-akhadzahumu llaahu bi-dzunuubihim) yang berarti "lalu, Allah mengazab mereka karena dosa-dosa mereka". Di 47:10 jawabannya juga menyebut pelaku, yaitu Allah, dengan kata kerja (دَمَّرَ, dammara).

Kata kerja (دَمَّرَ, dammara) yang berarti "menghancurkan" berakar د-م-ر. Bentuk untuk satu pelaku ini hanya ada di 47:10. Bentuk dengan pelaku "Kami" muncul di 7:137, 17:16, 25:36, 26:172, 27:51, dan 37:136. Dua di antaranya diperkuat kata benda yang berakar sama, yaitu (فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا, fa-dammarnaahaa tadmiiran) di 17:16 dan (فَدَمَّرْنَاهُمْ تَدْمِيرًا, fa-dammarnaahum tadmiiran) di 25:36, yang diterjemahkan "sehancur-hancurnya". Di 17:16 kata kerja ini hadir bersama (نُهْلِكَ, nuhlika) yang berarti "membinasakan" dalam satu ayat, dan di 47:13 (أَهْلَكْنَاهُمْ, ahlaknaahum) yang berarti "Kami telah membinasakan mereka" memakai kata kerja yang kedua itu. Terjemahan karena itu memisahkan "menghancurkan" untuk dammara dan "membinasakan" untuk ahlaka. Di 25:36 dan 27:51 objek langsung mengikuti kata kerja ini, yaitu (فَدَمَّرْنَاهُمْ, fa-dammarnaahum) dan (دَمَّرْنَاهُمْ, dammarnaahum), sedangkan di 47:10 objeknya ditambah (عَلَيْهِمْ, 'alayhim) yang berarti "atas mereka". Terjemahan menulis "menghancurkan mereka" karena "menghancurkan atas mereka" tidak terbaca wajar dalam bahasa Indonesia, dan 'alaa yang berarti "atas" menempatkan kehancuran itu pada mereka. Ayat 27:51 menaruh kata kerja yang sama sebagai jawaban atas (كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ, kayfa kaana 'aaqibatu) yang berarti "bagaimana kesudahan", seperti 47:10.

Kata (وَلِلْكَافِرِينَ, wa-li-l-kaafiriina) yang berarti "dan bagi orang-orang kafir" tersusun dari (وَ, wa) yang berarti "dan", (لِ, li) yang berarti "bagi", dan (الْكَافِرِينَ, al-kaafiriina) yang berarti "orang-orang kafir", berakar ك-ف-ر. Kata (أَمْثَالُهَا, amtsaaluhaa) yang berarti "yang serupa dengannya" tersusun dari amtsaal, jamak dari (مَثَلٌ, matsalun), dan akhiran (هَا, -haa) yang berarti "-nya". Morfologi menandai amtsaalu sebagai pokok kalimat, sehingga orang-orang kafir memiliki yang serupa itu. Susunan "bagi orang-orang kafir yang serupa" akan terbaca seolah yang serupa menerangkan orang-orang kafir, padahal yang serupa itu dimiliki mereka, dan karena itu terjemahan menjadi "ada yang serupa dengannya".

Kata amtsaal dipakai dalam dua cara. Bersama kata kerja yang menyusun perumpamaan, amtsaal berarti perumpamaan, misalnya (يَضْرِبُ اللَّهُ لِلنَّاسِ أَمْثَالَهُمْ, yadhribu llaahu li-n-naasi amtsaalahum) di 47:3 dan (نَضْرِبُهَا, nadhribuhaa) yang berarti "Kami membuatnya" di 29:43. Tanpa kata kerja itu amtsaal berarti yang serupa, misalnya (أُمَمٌ أَمْثَالُكُمْ, umamun amtsaalukum) yang berarti "umat-umat seperti kalian" di 6:38, dan (عَشْرُ أَمْثَالِهَا, 'asyru amtsaalihaa) yang berarti "sepuluh kali lipatnya" di 6:160, yang juga memakai akhiran -haa. Di 47:10 tidak ada kata kerja penyusun perumpamaan, sehingga terjemahan memakai "yang serupa".

Akhiran -haa menunjuk kata berjenis perempuan. Di ayat ini ada dua calonnya, yaitu (الْأَرْضِ, l-ardhi) dan (عَاقِبَةُ, 'aaqibatu). Terjemahan membacanya sebagai 'aaqibatu, sebab pertanyaan ayat ini menyangkut kesudahan. Bila -haa menunjuk bumi, kalimatnya berbunyi "bagi orang-orang kafir ada yang serupa dengan bumi", dan kalimat itu tidak menjawab pertanyaan di awal ayat.

Tafsiran

Ayat ini mengajak pendengar keluar dari pembicaraan tentang sikap dan menunjuk sesuatu yang dapat dilihat di bumi. Sesudah 47:9 menyebut alasan berupa kebencian, 47:10 bertanya apakah mereka tidak berjalan dan memperhatikan kesudahan orang-orang sebelum mereka, lalu langsung menjawabnya. Pertanyaannya ada di bagian pertama, jawabannya (دَمَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ, dammara llaahu 'alayhim) yang berarti "Allah menghancurkan mereka", dan bagian terakhir menghubungkan jawaban itu dengan pihak yang sedang dibicarakan surah, yaitu orang-orang kafir.

Gerak ayat ini berjalan dari pihak yang terdahulu ke pihak yang sedang dibicarakan surah. Bagian pertama berbicara tentang (مِنْ قَبْلِهِمْ, min qablihim) yang berarti "sebelum mereka", dan bagian terakhir berbicara tentang (وَلِلْكَافِرِينَ, wa-li-l-kaafiriina) yang berarti "dan bagi orang-orang kafir". Lewat akhiran -haa pada amtsaaluhaa, kesudahan itu dihubungkan ke depan sebagai sesuatu yang ada padanannya, dan waktu atau bentuk padanan itu tidak disebut dalam ayat ini. Objek kehancuran juga tidak dirinci, karena 'alayhim hanya menyebut mereka tanpa daftar apa yang dihancurkan.

Ayat 47:13 kemudian menyebut negeri-negeri yang lebih kuat daripada negeri yang mengusir, lalu (فَلَا نَاصِرَ لَهُمْ, fa-laa naashira lahum) yang berarti "maka tidak ada penolong bagi mereka". Kata penolong di sana berakar sama dengan menolong di 47:7, sehingga pertolongan disebut di dua sisi surah ini, di sisi yang menerimanya dan di sisi yang tidak memilikinya.

Susunan akibat lebih dulu dan alasan sesudahnya terulang dua kali berturut-turut. Ayat 47:8 menyebut akibat dan 47:9 alasannya, lalu 47:10 menyebut akibat dan 47:11 dibuka dengan (ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ مَوْلَى الَّذِينَ آمَنُوا, dzaalika bi-anna llaaha mawlaa lladziina aamanuu) yang berarti "yang demikian itu karena Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman". Sesudah ajakan melihat kehancuran di 47:10, pembaca mendapat alasan kedua yang bertumpu pada siapa yang melindungi.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 47:10 menaruh dua kata kerja berurutan, berjalan di bumi lalu memperhatikan, dan menghubungkannya dengan kata lalu. Berjalan di bumi tidak otomatis menjadi memperhatikan, sehingga ayat itu menyebut keduanya sebagai dua langkah yang berbeda. Pertanyaannya mencakup kedua langkah sekaligus, dan pendengar dapat bertanya di langkah mana dirinya berhenti. Seseorang yang baru kembali dari perjalanan dapat mengingat, selain tempat tujuannya, apa yang sempat diperhatikan di tengah jalan. Apakah yang diperhatikan itu pernah berupa kesudahan sebuah tempat yang dahulu ramai?
  • Pertanyaan tentang kesudahan orang-orang sebelum mereka dijawab dengan keadaan mereka di 30:9, 35:44, dan 40:82, tempat jawabannya menyebut bahwa mereka lebih kuat. Di 40:21 dan 47:10 jawabannya menyebut pelaku, yaitu Allah yang mengazab dan Allah yang menghancurkan. Kaum yang dibicarakan berbeda dari ayat ke ayat, sehingga jawaban-jawaban itu tidak saling menggantikan. Pembaca sejarah dapat memperhatikan apa yang lebih dulu dicarinya dalam sebuah kisah kehancuran, seberapa kuat yang hancur atau siapa yang menghancurkan? Bila yang pertama yang dicari, apa yang terlewatkan?
  • Ayat 47:13 menyebut negeri-negeri yang lebih kuat daripada negeri yang mengusir, lalu menyatakan bahwa Kami telah membinasakan mereka dan tidak ada penolong bagi mereka. Akar kata penolong di sana sama dengan akar menolong di 47:7, yang menyebut pertolongan bagi orang-orang yang menolong Allah. Kekuatan yang besar, menurut 47:13, tidak mengisi tempat penolong. Dua ayat itu menaruh pertolongan di dua sisi, yaitu sisi yang menerimanya dan sisi yang tidak memilikinya. Seseorang yang menimbang kekuatannya sendiri dapat bertanya, kekuatan itu berdiri di atas apa, dan siapa yang akan berdiri di sampingnya bila kekuatan itu diuji?
  • Kalimat terakhir 47:10 menyebut bahwa bagi orang-orang kafir ada yang serupa dengannya, tanpa menyebut wujud, waktu, atau tempatnya. Seseorang yang membaca kata serupa dapat mengisinya dengan gambar tertentu, misalnya kota yang runtuh atau laut yang meluap. Gambar itu berasal dari pembaca, dan ayat 47:10 menyebut kesamaan dengan kesudahan yang baru dibicarakan sebelum itu oleh Allah. Apa saja yang selama ini diisikan ke dalam kata serupa itu, dan dari ayat mana tiap isiannya berasal? Bila ada isian yang tidak punya ayat, bagaimana pembaca memperlakukannya?
  • Pertanyaan yang sama dengan 47:10, berjalan di bumi lalu memperhatikan kesudahan orang-orang sebelum mereka, tertulis juga di 12:109. Di sana ayat itu berbelok ke arah lain, yaitu (وَلَدَارُ الْآخِرَةِ خَيْرٌ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا, wa-la-daaru l-aakhirati khayrun li-lladziina ittaqaw) yang berarti "dan sungguh negeri akhirat lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa". Ajakan yang sama berujung pada peringatan di 47:10 dan pada kabar baik di 12:109, dan kedua ayat membicarakan kaum dan keadaan yang berbeda. Seseorang yang menerima ajakan berjalan dan memperhatikan dapat bertanya, belokan mana yang sedang didengarnya sekarang, dan apa yang membuat satu ajakan dari Tuhan yang sama berujung pada dua arah?
  • Ayat 40:21 dan 40:82 menyebut kaum sebelum mereka sebagai pihak yang lebih hebat dalam kekuatan dan (وَآثَارًا فِي الْأَرْضِ, wa-aatsaaran fii l-ardhi) yang berarti "dan peninggalan di bumi". Ayat 47:10 mengajak pendengar memperhatikan kesudahan mereka, dan ketiga ayat itu tidak menyamakan peninggalan itu dengan kesudahan di 47:10. Seseorang yang berjalan di bumi hari ini juga meninggalkan jejak yang dapat dibaca orang yang datang sesudahnya. Jejak apa yang akan dibaca dari tempat yang pernah ditinggali seseorang, dan kesudahan apa yang tersirat di dalamnya?