ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ مَوْلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَأَنَّ الْكَافِرِينَ لَا مَوْلَىٰ لَهُمْ
Yang demikian itu karena Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman, dan orang-orang kafir tidak mempunyai pelindung.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ مَوْلَى الَّذِينَ آمَنُواdzaalika bi-anna llaaha mawlaa lladziina aamanuuyang demikian itu karena Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman
- وَأَنَّ الْكَافِرِينَ لَا مَوْلَىٰ لَهُمْwa-anna l-kaafiriina laa mawlaa lahumdan orang-orang kafir tidak mempunyai pelindung
Terjemahan per kata (11 kata)
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- بِأَنَّbi-annakarena
- اللَّهَllaahaAllah
- مَوْلَىmawlaapelindung
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- آمَنُواaamanuuberiman
- وَأَنَّwa-annadan bahwa
- الْكَافِرِينَl-kaafiriinaorang-orang yang kufur
- لَاlaatidak
- مَوْلَىٰmawlaapelindung
- لَهُمْlahumbagi mereka
Inti bacaan
Susunan dzaalika bi-anna llaaha muncul tujuh kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:176, 8:53, 22:6, 22:61, 22:62, 31:30, dan 47:11, dan hanya di 47:11 sambungannya berupa mawlaa.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ, dzaalika bi-anna llaaha) yang berarti "yang demikian itu karena Allah". Terjemahan memakai "yang demikian itu" untuk dzaalika karena tidak ada kata Arab yang menyebut nama hal yang ditunjuk, sehingga pembaca mencarinya di ayat-ayat sebelumnya. Susunan dzaalika bi-anna llaaha muncul 7 kali di 5 surah, yaitu 2:176, 8:53, 22:6, 22:61, 22:62, 31:30, dan 47:11. Di 22:6 susunan itu disambung dengan (هُوَ الْحَقُّ, huwa l-haqqu) yang berarti "Dialah Yang Nyata", dan di 22:61 dengan (يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ, yuuliju l-layla fii n-nahaari) yang berarti "memasukkan malam ke dalam siang". Di 47:11 sambungannya adalah hubungan Allah dengan dua kelompok manusia, dan hubungan itu dirumuskan dengan satu kata. Dua ayat sebelumnya, 47:9, dibuka dengan (ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ, dzaalika bi-annahum) yang berarti "yang demikian itu karena mereka", jadi pokok kalimat alasannya berganti dari "mereka" menjadi Allah.
Kata kuncinya adalah (مَوْلَى, mawlaa) yang berarti "pelindung", berakar و-ل-ي, akar yang sama dengan (وَلِيُّ, waliyyu) di 2:257 dan 3:68. Bentuk mawlaa yang persis seperti di ayat ini muncul di empat ayat, yaitu 8:40, 22:13, 22:78, dan 47:11. Di 8:40 dan 22:78 bunyinya (نِعْمَ الْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ النَّصِيرُ, ni'ma l-mawlaa wa-ni'ma n-nashiiru) yang berarti "sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong", dan di 3:150 Allah disebut (اللَّهُ مَوْلَاكُمْ, llaahu mawlaakum) yang berarti "Allah pelindung kalian", lalu disusul (خَيْرُ النَّاصِرِينَ, khayru n-naashiriina) yang berarti "sebaik-baik penolong". Karena pelindung bergandengan dengan penolong di tiga ayat itu, terjemahan memakai "pelindung" untuk mawlaa. Di 22:13 kata yang sama ada dalam (لَبِئْسَ الْمَوْلَىٰ, la-bi'sa l-mawlaa) yang berarti "sungguh seburuk-buruk pelindung", dipakai untuk sesuatu yang diseru padahal mudaratnya lebih dekat daripada manfaatnya. Kata mawlaa dengan sendirinya tidak membawa penilaian baik. Nilainya datang dari kata yang menyertai, yaitu ni'ma di 8:40 dan 22:78, dan bi'sa di 22:13. Di 47:11 tidak ada kata penilai semacam itu. Ayat ini menyebut siapa yang menjadi mawlaa dan siapa yang tidak memilikinya.
Bagian kedua berbunyi (وَأَنَّ الْكَافِرِينَ لَا مَوْلَىٰ لَهُمْ, wa-anna l-kaafiriina laa mawlaa lahum) yang berarti "dan bahwa orang-orang kafir tidak mempunyai pelindung". Baik (أَنَّ الْكَافِرِينَ, anna l-kaafiriina) maupun (لَا مَوْلَىٰ, laa mawlaa) hanya ada di 47:11. Terjemahan memakai "tidak mempunyai" karena kata (لَهُمْ, lahum) yang berarti "bagi mereka" menunjuk pemilik, dan kata "adalah" di bagian pertama tidak punya kata Arab sendiri, sebab susunan Arabnya langsung menyandingkan Allah dengan mawlaa. Ayat ini tidak memuat keterangan waktu seperti hari tertentu dan tidak memuat pengecualian. Kelompok pertama disebut lewat kata kerja yang menandai perbuatan selesai, (آمَنُوا, aamanuu) yang berarti "mereka beriman", dan kelompok kedua lewat kata benda (الْكَافِرِينَ, l-kaafiriina) yang berarti "orang-orang kafir". Ayat 47:12 menyebut keduanya lewat kata kerja, (آمَنُوا, aamanuu) dan (كَفَرُوا, kafaruu), dan terjemahan di sana memakai "orang-orang yang kufur" untuk kata kerja yang berakar ك-ف-ر itu.
Akar yang sama dipakai bagi orang-orang yang menolak, dengan bentuk yang berbeda. Di 2:257 bunyinya (وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ, wa-lladziina kafaruu awliyaa'uhumu th-thaaghuutu) yang berarti "dan orang-orang yang kufur, pelindung-pelindung mereka adalah tagut", dan di 45:19 (بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ, ba'dhuhum awliyaa'u ba'dhin) yang berarti "sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain", dengan orang-orang zalim sebagai pokoknya. Kedua ayat itu menyebut awliyaa' untuk pihak yang menolak, sedangkan 47:11 meniadakan mawlaa. Tidak ada ayat yang menghubungkan kedua penyebutan itu, sehingga terjemahan menjaga akarnya dengan padanan yang sama dan tidak menyatakan bahwa tagut atau sesama penolak termasuk pelindung yang ditiadakan di sini. Kata mawlaa dipakai juga untuk api di 57:15, (هِيَ مَوْلَاكُمْ, hiya mawlaakum) yang berarti "ia pelindung kalian", pada hari ketika tebusan tidak diambil dari kalian dan dari orang-orang yang kufur. Di 10:30 Allah disebut (مَوْلَاهُمُ الْحَقِّ, mawlaahumu l-haqqi) yang berarti "pelindung mereka yang sebenarnya", bagi setiap jiwa yang dikembalikan kepada-Nya, dan 6:62 memuat kata yang sama. Sifat (الْحَقِّ, l-haqqi) tidak ada di 47:11, dan bagaimana penyebutan-penyebutan itu bersesuaian tidak dijawab oleh satu ayat pun di antaranya.
Tafsiran
Ayat ini memberi alasan bagi dua keadaan yang dituturkan sebelumnya, dan alasan itu berupa hubungan, tidak berupa tindakan. Di 47:7 orang-orang beriman dijanjikan penolongan, dan di 47:8 sampai 47:10 orang-orang kafir menerima kecelakaan, gugurnya amal, dan kebinasaan. Kata dzaalika di 47:11 tidak menamai satu pun dari keadaan itu. Ayat ini menyebut siapa yang menjadi pelindung bagi masing-masing kelompok.
Ayat 47:9 juga memberi alasan, dengan pembuka yang hampir sama, lalu menyebut kebencian mereka terhadap apa yang Allah turunkan. Dua alasan itu berdiri berdampingan dengan 47:10 di tengahnya. Alasan di 47:9 menyebut perbuatan orang-orang kafir, dan alasan di 47:11 menyebut pelindung bagi dua kelompok. Keduanya dibaca sebagai dua sisi yang sama-sama disebut, tanpa urutan sebab dan akibat di antaranya.
Dua bagian di ayat ini tidak setimbang. Bagian pertama menyebut nama pelindungnya, yaitu Allah, sedangkan bagian kedua tidak menyebut siapa pun, dan ruang kosong itu hanya ada di sisi orang-orang kafir. Ayat 47:13 mengulang bentuk kekosongan itu dengan (فَلَا نَاصِرَ لَهُمْ, fa-laa naashira lahum) yang berarti "tidak ada seorang pun yang menjadi penolong mereka". Kedua ayat memakai bentuk "tidak ada ... bagi mereka", dan 47:12 berada di antaranya dengan tujuan akhir dua kelompok. Dapat dibaca bahwa 47:11 menyebut ikatannya, 47:12 menyebut tempat berakhirnya, dan 47:13 menunjukkan apa yang terjadi pada negeri-negeri yang tidak memiliki ikatan itu. Bacaan ini bertumpu pada urutan ayat dan pada pengulangan bentuk tadi.
Kata kerja penolongan di 47:7 bersyarat, yaitu (إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ, in tanshuruu llaaha yanshurkum) yang berarti "jika kalian menolong Allah, niscaya Dia menolong kalian". Ayat 47:11 tidak memuat kata syarat. Ayat ini menyebut kelompok yang menjadi sasaran perlindungan, yaitu orang-orang yang beriman, tanpa menyebut perbuatan tertentu. Bentuk perlindungan dan saat bekerjanya tidak ditulis di 47:11, sedangkan 47:7 menyebut penolongan dan peneguhan telapak kaki sebagai bentuk yang dijanjikan di sana.
Renungan dan Hikmah
- Bagian pertama ayat ini menyebut nama pelindungnya, yaitu Allah, sedangkan bagian kedua tidak menyebut nama siapa pun. Kekosongan itu hanya ada di satu sisi, dan ayat tidak mengisinya dengan jabatan, harta, atau kenalan. Pembaca dapat menimbang rasa amannya sendiri dengan cara yang sama dengan susunan ayat: apakah rasa aman itu punya alamat yang bisa disebut namanya, seperti Allah disebut di bagian pertama, atau hanya terasa tanpa pernah ditunjuk. Ayat tidak menyatakan bahwa jabatan atau tabungan itu buruk. Ayat menaruh satu nama di satu sisi dan membiarkan sisi lain kosong. Bila diminta menyebut nama yang menenangkannya sehari-hari, siapa atau apa yang akan disebut?
- Ayat 47:9 memberi alasan dari sisi perbuatan, yaitu mereka membenci apa yang Allah turunkan, dan 47:11 memberi alasan dari sisi pelindung. Keduanya dibuka dengan bunyi yang hampir sama dan hanya dipisahkan satu ayat. Pembaca yang mencari sebab sebuah kejatuhan, entah pada orang lain atau pada dirinya, dapat melihat bahwa teks menyebut dua arah sekaligus: apa yang dilakukan dan siapa yang melindungi. Mencari sebab dari satu arah saja, misalnya dari kesalahan perbuatan, akan melewatkan arah lain yang disebut teks. Arah mana yang selama ini paling sering dipakai saat menjelaskan sebuah kegagalan, dan arah mana yang jarang disinggung?
- Di 2:257 orang-orang yang kufur punya awliyaa' yang disebut tagut, dan di 47:11 mereka tidak punya mawlaa. Dua ayat itu memakai bentuk yang berbeda dan tidak diselaraskan, sehingga keduanya tidak disamakan di sini. Satu pembacaan dapat dicoba, yaitu bahwa sesuatu bisa disebut pelindung oleh orang yang bergantung padanya tanpa ayat ini mengakuinya sebagai mawlaa. Pembaca yang pernah menaruh harapan pada sebuah sandaran dapat memeriksa kata yang dipakainya untuk sandaran itu, pelindung, tumpuan, atau sekadar kenalan, dan apakah kata itu dipakai oleh pembaca sendiri atau oleh ayat. Pertanyaan ini tetap terbuka. Bila daftar sandaran milik pembaca dibacakan di depan 47:11, nama mana di daftar itu yang akan diakui ayat ini sebagai mawlaa?
- Kata mawlaa tidak membawa penilaian sendiri. Di 8:40 dan 22:78 kata itu disertai ni'ma, "sebaik-baik", untuk Allah, dan di 22:13 disertai bi'sa, "seburuk-buruk", untuk sesuatu yang mudaratnya lebih dekat daripada manfaatnya. Di 47:11 tidak ada kata penilai di sebelahnya. Pembaca yang menyebut sesuatu sebagai pelindungnya dapat bertanya kata mana yang pantas ditaruh di sebelah sebutan itu, "sebaik-baik" ataukah "seburuk-buruk". Ayat 8:40 dan 22:78 menaruh kata baik itu pada Allah, dan ayat 22:13 menaruh kata buruk itu pada sesuatu yang diseru selain-Nya. Dua kemungkinan itu ada di teks, dan keduanya memakai kata yang sama untuk dua hal yang berbeda. Kata penyerta apa yang akan pembaca tulis di sebelah pelindungnya bila kolom itu harus diisi hari ini?
- Ayat 47:7 memuat syarat, "jika kalian menolong Allah, niscaya Dia menolong kalian", sedangkan 47:11 menyebut Allah sebagai pelindung orang-orang yang beriman tanpa kata "jika" dan tanpa perbuatan tertentu. Perbuatan tetap punya tempat, sebab 47:12 kemudian menyebut orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh. Di 47:11 sasarannya adalah kelompok yang disebut lewat imannya. Pembaca yang menimbang apakah dirinya pantas dilindungi dapat memperhatikan bahwa kalimat ini menyebut kelompoknya, dan jumlah amalnya tidak disebut. Bila rasa tidak pantas muncul, rasa itu sedang membaca daftar apa, dan apakah daftar itu sama dengan yang ditulis ayat?
- Ayat ini tidak mengajak orang-orang kafir kembali, tidak memberi nasihat, dan tidak menyebut kapan ketiadaan pelindung itu dirasakan. Di 57:15 api disebut mawlaa pada hari ketika tebusan tidak diambil, sedangkan 47:11 tidak menyebut hari. Pembaca dapat memperhatikan bahwa 47:11 berhenti pada pernyataan, dan penutupnya bukan seruan. Bagian kedua selesai dengan kata lahum, "bagi mereka", tanpa kalimat penghibur sesudahnya. Kalimat sejelas itu dapat dibaca berulang tanpa menemukan ajakan yang tertinggal di dalamnya. Bila pernyataan tentang pelindung ini dibaca oleh pembaca yang sedang sendirian, kalimat lanjutan apa yang akan dicarinya, dan apakah lanjutan itu ada di ayat?