إِنَّ اللَّهَ يُدْخِلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يَتَمَتَّعُونَ وَيَأْكُلُونَ كَمَا تَأْكُلُ الْأَنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَهُمْ
Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh ke dalam taman-taman yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan orang-orang yang kufur bersenang-senang dan makan sebagaimana hewan-hewan ternak makan, dan api adalah tempat tinggal bagi mereka.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- إِنَّ اللَّهَ يُدْخِلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُinna llaaha yudkhilu lladziina aamanuu wa-'amiluu sh-shaalihaati jannaatin tajrii min tahtihaa l-anhaarusesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh ke dalam taman-taman yang mengalir di bawahnya sungai-sungai
- وَالَّذِينَ كَفَرُوا يَتَمَتَّعُونَ وَيَأْكُلُونَ كَمَا تَأْكُلُ الْأَنْعَامُwa-lladziina kafaruu yatamatta'uuna wa-ya'kuluuna ka-maa ta'kulu l-an'aamudan orang-orang yang kufur bersenang-senang dan makan sebagaimana hewan-hewan ternak makan
- وَالنَّارُ مَثْوًى لَهُمْwa-n-naaru matswan lahumdan api adalah tempat tinggal bagi mereka
Terjemahan per kata (22 kata)
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- يُدْخِلُyudkhilumemasukkan
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- آمَنُواaamanuuberiman
- وَعَمِلُواwa-'amiluudan beramal
- الصَّالِحَاتِsh-shaalihaatikebajikan
- جَنَّاتٍjannaatintaman-taman
- تَجْرِيtajriimengalir
- مِنْmindari
- تَحْتِهَاtahtihaabawahnya
- الْأَنْهَارُl-anhaarusungai-sungai
- وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
- كَفَرُواkafaruukufur
- يَتَمَتَّعُونَyatamatta'uunamereka bersenang-senang
- وَيَأْكُلُونَwa-ya'kuluunadan mereka makan
- كَمَاka-maasebagaimana
- تَأْكُلُta'kulumemakan
- الْأَنْعَامُl-an'aamubinatang ternak
- وَالنَّارُwa-n-naarudan api
- مَثْوًىmatswantempat tinggal
- لَهُمْlahumbagi mereka
Inti bacaan
Susunan (كَمَا تَأْكُلُ الْأَنْعَامُ, ka-maa ta'kulu l-an'aamu) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 47:12.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (إِنَّ اللَّهَ يُدْخِلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ, inna llaaha yudkhilu lladziina aamanuu wa-'amiluu sh-shaalihaati jannaatin) yang berarti "sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh ke dalam taman-taman". Rangkaian ini muncul 3 kali di 2 surah, yaitu 22:14, 22:23, dan 47:12. Sesudahnya 22:14 menyambung dengan (إِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ, inna llaaha yaf'alu maa yuriidu) yang berarti "sesungguhnya Allah melakukan apa yang Dia kehendaki", 22:23 dengan (يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِنْ ذَهَبٍ وَلُؤْلُؤًا, yuhallawna fiihaa min asaawira min dzahabin wa-lu'lu'an) yang berarti "di dalamnya mereka diberi perhiasan gelang emas dan mutiara", dan 47:12 dengan bagian tentang orang-orang yang kufur. Kata kerja (يُدْخِلُ, yudkhilu) berarti "memasukkan", dengan Allah sebagai pelaku, orang-orang beriman sebagai sasaran pertama, dan jannaatin sebagai sasaran kedua. Kata "ke dalam" di terjemahan tidak punya kata Arab sendiri, karena jannaatin langsung mengikuti kata kerjanya.
Orang-orang beriman disebut lewat dua kata kerja, (آمَنُوا, aamanuu) yang berarti "mereka beriman" dan (عَمِلُوا, 'amiluu) yang berarti "mereka beramal", yang dihubungkan satu huruf wa. Kata (الصَّالِحَاتِ, sh-shaalihaati) menjadi isi amalnya, dan terjemahan memakai "amal-amal saleh" karena kata Arab itu berbentuk jamak. Orang-orang yang kufur disebut lewat satu kata kerja, (كَفَرُوا, kafaruu) yang berarti "mereka kufur", lalu dua kata kerja lain yang menggambarkan keadaan mereka.
Kata kerja pertama dari dua itu adalah (يَتَمَتَّعُونَ, yatamatta'uuna) yang berarti "mereka bersenang-senang", berakar م-ت-ع, dan bentuk persis ini hanya ada di 47:12. Terjemahan tidak menambahkan "di dunia" karena tidak ada kata Arab yang melahirkannya. Akar yang sama dalam bentuk ajakan muncul di ayat-ayat lain, dan di kelima ayat berikut kesenangan itu diberi batas. Di 14:30 bunyinya (تَمَتَّعُوا فَإِنَّ مَصِيرَكُمْ إِلَى النَّارِ, tamatta'uu fa-inna mashiirakum ilaa n-naari) yang berarti "bersenang-senanglah, karena sesungguhnya tempat kembali kalian adalah api". Di 77:46 (كُلُوا وَتَمَتَّعُوا قَلِيلًا, kuluu wa-tamatta'uu qaliilan) yang berarti "makan dan bersenang-senanglah sebentar", di 51:43 (تَمَتَّعُوا حَتَّىٰ حِينٍ, tamatta'uu hattaa hiinin) yang berarti "bersenang-senanglah sampai suatu waktu", dan di 11:65 (تَمَتَّعُوا فِي دَارِكُمْ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ, tamatta'uu fii daarikum tsalaatsata ayyaamin) yang berarti "bersenang-senanglah kalian di rumah kalian selama tiga hari". Di 15:3 (يَأْكُلُوا وَيَتَمَتَّعُوا, ya'kuluu wa-yatamatta'uu) yang berarti "makan dan bersenang-senang" menyandingkan dua kata kerja yang sama dengan 47:12, lalu ayat itu menyambung dengan "kelak mereka akan mengetahui". Batas di kelima ayat itu berupa api, waktu yang pendek, waktu yang ditentukan, jumlah hari, dan pengetahuan yang menyusul. Di 47:12 kedua kata kerja itu berdiri tanpa kata waktu, dan batasnya baru tampak di bagian terakhir.
Kata kerja kedua adalah (وَيَأْكُلُونَ, wa-ya'kuluuna) yang berarti "dan mereka makan", berakar أ-ك-ل, disusul (كَمَا تَأْكُلُ الْأَنْعَامُ, ka-maa ta'kulu l-an'aamu) yang berarti "sebagaimana hewan-hewan ternak makan". Susunan itu muncul satu kali, di 47:12. Bentuk (الْأَنْعَامُ, l-an'aamu) dengan kata sandang dan akhiran seperti ini ada di 3 ayat, yaitu 10:24, 22:30, dan 47:12. Di 10:24 bunyinya (يَأْكُلُ النَّاسُ وَالْأَنْعَامُ, ya'kulu n-naasu wa-l-an'aamu) yang berarti "manusia dan hewan ternak makan", jadi makan dikerjakan oleh manusia dan hewan ternak sekaligus. Perbandingan dengan hewan ternak muncul juga di 7:179, (أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ, ulaa'ika ka-l-an'aami) yang berarti "mereka itu seperti hewan ternak", sesudah hati yang tidak dipakai memahami, mata yang tidak dipakai melihat, dan telinga yang tidak dipakai mendengar. Di 25:44 bunyinya (إِلَّا كَالْأَنْعَامِ, illaa ka-l-an'aami) yang berarti "tidak lain seperti hewan ternak", sesudah pertanyaan tentang mendengar atau memahami. Dasar perbandingan di kedua ayat itu tertulis, yaitu hati, mata, telinga, dan pemahaman. Dasar perbandingan di 47:12 adalah makan, dan ayat tidak merinci caranya.
Bagian terakhir berbunyi (وَالنَّارُ مَثْوًى لَهُمْ, wa-n-naaru matswan lahum) yang berarti "dan api adalah tempat tinggal bagi mereka". Kata (مَثْوًى, matswan) berakar ث-و-ي, dan bentuk persis ini muncul di 5 ayat, yaitu 29:68, 39:32, 39:60, 41:24, dan 47:12. Di 39:60 kata itu ada dalam pertanyaan (أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى لِلْمُتَكَبِّرِينَ, a-laysa fii jahannama matswan li-l-mutakabbiriina) yang berarti "bukankah di Jahanam ada tempat tinggal bagi orang-orang yang takabur?", dan 29:68 serta 39:32 memakai pertanyaan serupa untuk orang-orang kafir. Di 41:24 bunyinya (فَالنَّارُ مَثْوًى لَهُمْ, fa-n-naaru matswan lahum) yang berarti "maka apilah tempat tinggal mereka", hampir sama dengan 47:12 kecuali huruf pembukanya. Terjemahan memakai "tempat tinggal" untuk matswan dan tidak memakai "tempat kembali", sebab 14:30 memakai kata lain untuk itu, (مَصِيرَكُمْ, mashiirakum) yang berarti "tempat kembali kalian". Bagian ini tidak memuat kata kerja dan tidak memuat pelaku.
Tafsiran
Ayat ini menceritakan dua nasib dengan dua cara yang berbeda. Orang-orang beriman yang beramal saleh dijadikan sasaran tindakan Allah, yaitu dimasukkan ke taman. Orang-orang yang kufur dijadikan pelaku bagi dirinya sendiri, yaitu bersenang-senang dan makan, dan kalimat terakhir tentang mereka berupa keadaan tanpa kata kerja. Bagian kedua tidak memuat kata kerja yang berpelaku Allah. Kebinasaan sebagai perbuatan Allah disebut di 47:10, (دَمَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ, dammara llaahu 'alayhim) yang berarti "Allah membinasakan mereka".
Ayat 47:12 mengikuti 47:11, yang menyatakan Allah pelindung orang-orang beriman dan orang-orang kafir tidak memiliki pelindung. Urutan serupa ada di 22:13 sampai 22:14. Ayat 22:13 menyebut (لَبِئْسَ الْمَوْلَىٰ, la-bi'sa l-mawlaa) yang berarti "sungguh seburuk-buruk pelindung", lalu 22:14 dibuka dengan kalimat janji yang sama dengan 47:12. Di kedua tempat, kalimat tentang pelindung mendahului kalimat tentang taman, dan 47:12 menunjukkan ke mana ikatan yang disebut di 47:11 membawa orang-orang beriman. Dapat dibaca bahwa 47:11 menyebut ikatannya dan 47:12 menyebut tempat berakhirnya, tetapi kata sebab di antara keduanya tidak ada, sehingga hubungan itu bertumpu pada urutan ayat.
Ketiga kata kerja di ayat ini, yudkhilu, yatamatta'uuna, dan ya'kuluuna, memakai bentuk yang menandai perbuatan sedang berlangsung. Ayat tidak memuat kata waktu seperti hari tertentu, sehingga letak waktunya dibaca dari sekitarnya. Ayat 47:10 mengajak memperhatikan kesudahan orang-orang sebelumnya, dan 47:13 kembali memakai bentuk selesai untuk negeri-negeri yang telah dibinasakan. Gambaran orang-orang kufur di 47:12 yang bersenang-senang dan makan berdampingan dengan gambaran di 47:13 tentang negeri-negeri yang lebih kuat dan telah binasa. Dua gambaran itu tidak dinyatakan sebagai satu kelompok, dan ayat-ayat itu hanya menaruhnya berurutan.
Ayat 47:12 juga merangkum gambaran taman yang diperinci di 47:15. Di sini taman hanya disebut sebagai taman-taman yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan rincian tiap sungai ditunda sampai ayat itu. Pembaca yang membaca 47:12 lebih dulu melihat kerangkanya, yaitu Allah memasukkan satu kelompok ke taman dan api menjadi tempat tinggal kelompok lain.
Renungan dan Hikmah
- Di bagian pertama Allah yang memasukkan dan orang-orang beriman yang dimasukkan, sedangkan di bagian kedua orang-orang kufur sendiri yang bersenang-senang dan makan, lalu api muncul tanpa kata kerja. Pembaca dapat memperhatikan bahwa kalimat tentang sebuah akhir bisa dibangun dengan dua cara: akhir yang diterima dari pihak lain, atau akhir yang tiba sebagai keadaan sesudah perbuatan sendiri. Ayat tidak menyebut Allah sebagai pelaku di bagian kedua, dan pembaca tidak perlu menambahkannya. Dalam cerita yang pembaca susun tentang hidupnya sendiri, siapa yang dijadikan pelaku di bagian yang menyenangkan dan siapa di bagian yang berat, dan apakah susunan itu sama dengan susunan ayat ini?
- Hewan ternak makan, dan manusia juga makan; di 10:24 keduanya makan dari tanaman bumi yang sama. Karena itu perbandingan di 47:12 tidak otomatis menjadi celaan terhadap makan itu sendiri. Ayat memakai kata sebagaimana dan membiarkan caranya tidak diperinci, sementara 7:179 dan 25:44 menyebut hati, mata, telinga, dan pemahaman sebagai dasar perbandingan. Pembaca dapat bertanya cara makan seperti apa yang sedang dibandingkan, dan pertanyaan itu tidak punya jawaban tertulis. Piring yang sama bisa dihabiskan dengan perhatian yang berbeda; ke mana pandangan pembaca pergi ketika makan sedang berlangsung?
- Di 77:46 kesenangan itu disebut sebentar, di 51:43 sampai suatu waktu, di 11:65 tiga hari, dan di 14:30 berujung pada api. Di 47:12 kata kerja bersenang-senang berdiri tanpa kata waktu, dan batasnya baru tampak pada bagian terakhir yang menyebut api. Ayat-ayat itu menaruh batas pada kesenangan, dan 47:12 menaruhnya di bagian yang terpisah. Allah memasukkan satu kelompok ke taman, sedangkan berapa lama kelompok lain bersenang-senang sebelum api tidak disebut. Pembaca dapat memeriksa kesenangan yang sedang dikejarnya sendiri, apakah batasnya sudah pernah dituliskan atau dibiarkan kosong seperti di bagian ini. Seberapa panjang batas yang dipasang pembaca pada kesenangannya itu, dan di kalimat mana batas itu tertulis?
- Kalimat janji yang sama muncul di 22:14, 22:23, dan 47:12, dan di tiap tempat sambungannya berbeda: Allah melakukan apa yang Dia kehendaki, perhiasan emas dan mutiara, dan kelompok yang kufur. Sebuah janji yang sama bisa ditempatkan di samping hal yang berlainan, dan tiap penempatan membuatnya terbaca lain. Di 47:12 janji itu ditaruh di samping gambaran orang yang bersenang-senang dan makan. Pembaca dapat memperhatikan apa yang ditaruhnya di samping janji itu ketika janji itu dipikirkan: kekuasaan Allah seperti di 22:14, perhiasan seperti di 22:23, atau pembanding seperti di 47:12. Ayat tidak menunjuk satu penempatan sebagai yang benar bagi semua orang. Bila janji bahwa Allah memasukkan orang-orang beriman ke taman ditaruh di sebelah gambaran hidupnya sekarang, apa yang tampak pada gambaran itu?
- Orang-orang yang dimasukkan ke taman disebut lewat dua kata kerja yang dihubungkan satu huruf wa, yaitu mereka beriman dan mereka beramal saleh. Ayat tidak menempatkan salah satunya di atas yang lain, dan tidak menyebut berapa banyak amal yang diperlukan. Orang yang menyebut dirinya beriman dapat memeriksa apakah kata kerja kedua ikut hadir dalam uraian tentang dirinya sendiri. Ayat ini menaruh keduanya berdampingan dan Allah disebut memasukkan mereka yang memenuhi dua kata kerja itu. Orang-orang yang kufur disebut lewat satu kata kerja saja, tanpa amal saleh yang disebut. Bila uraian tentang diri sendiri ditulis dalam dua kata kerja seperti ini, apa yang akan menjadi kata kerja kedua?
- Bersenang-senang dan makan adalah perbuatan, sedangkan tempat tinggal adalah tempat orang menetap. Bagian terakhir memakai kata matswan, yang di 41:24 juga dipakai untuk api dan di 39:60 untuk Jahanam, dan kata itu tidak memuat kata kerja. Ayat membiarkan dua jenis kata bersebelahan, yaitu perbuatan dan tempat. Pembaca dapat membandingkan dua daftar dalam hidupnya, daftar hal yang dikerjakan dari hari ke hari dan daftar tempat yang ditinggali. Bagi orang-orang kufur, perbuatan mereka disebut dengan kata kerja dan tempat tinggal mereka disebut dengan api. Daftar mana yang lebih lengkap pada pembaca, daftar perbuatan atau daftar tempat tinggal?