وَكَأَيِّنْ مِنْ قَرْيَةٍ هِيَ أَشَدُّ قُوَّةً مِنْ قَرْيَتِكَ الَّتِي أَخْرَجَتْكَ أَهْلَكْنَاهُمْ فَلَا نَاصِرَ لَهُمْ

Betapa banyak negeri yang lebih kuat daripada negerimu yang telah mengusirmu. Kami telah membinasakan mereka; tidak ada seorang pun yang menjadi penolong mereka.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَكَأَيِّنْ مِنْ قَرْيَةٍ هِيَ أَشَدُّ قُوَّةً مِنْ قَرْيَتِكَ الَّتِي أَخْرَجَتْكَwa-ka-ayyin min qaryatin hiya asyaddu quwwatan min qaryatika llatii akhrajatkabetapa banyak negeri yang lebih kuat daripada negerimu yang telah mengusirmu
  2. أَهْلَكْنَاهُمْ فَلَا نَاصِرَ لَهُمْahlaknaahum fa-laa naashira lahumKami telah membinasakan mereka; tidak ada seorang pun yang menjadi penolong mereka

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. وَكَأَيِّنْwa-ka'ayyindan betapa banyak
  2. مِنْmindari
  3. قَرْيَةٍqaryatinnegeri
  4. هِيَhiyaia
  5. أَشَدُّasyaddulebih sangat
  6. قُوَّةًquwwatankekuatan
  7. مِنْmindari
  8. قَرْيَتِكَqaryatikanegerimu
  9. الَّتِيllatiiyang
  10. أَخْرَجَتْكَakhrajatkamengeluarkanmu
  11. أَهْلَكْنَاهُمْahlaknaahumKami membinasakan mereka
  12. فَلَاfa-laamaka tidak ada
  13. نَاصِرَnaashirapenolong
  14. لَهُمْlahumbagi mereka

Inti bacaan

Susunan (فَلَا نَاصِرَ لَهُمْ, fa-laa naashira lahum) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 47:13.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَكَأَيِّنْ مِنْ قَرْيَةٍ, wa-ka-ayyin min qaryatin) yang berarti "dan betapa banyak negeri". Susunan (كَأَيِّنْ مِنْ قَرْيَةٍ, ka-ayyin min qaryatin) muncul 4 kali di 3 surah, yaitu 22:45, 22:48, 47:13, dan 65:8. Tiga ayat yang lain menyebut sebab di ayat yang sama. Di 22:45 dan 22:48 bunyinya (وَهِيَ ظَالِمَةٌ, wa-hiya zhaalimatun) yang berarti "ketika ia zalim", dan di 65:8 (عَتَتْ عَنْ أَمْرِ رَبِّهَا, 'atat 'an amri rabbihaa) yang berarti "mendurhakai perintah Tuhannya". Ayat 47:13 menyambung kata negeri dengan perbandingan kekuatan, dan sebab pembinasaannya tidak tertulis di ayat itu.

Perbandingan kekuatan memakai (هِيَ أَشَدُّ قُوَّةً, hiya asyaddu quwwatan), yang secara harfiah berarti "ia lebih sangat dalam kekuatan" dan diterjemahkan "yang lebih kuat". Kata (قُوَّةً, quwwatan) berakar ق-و-ي. Perbandingan kekuatan dengan kata yang sama ada di 7 ayat lain. Di 28:78 bunyinya (مَنْ هُوَ أَشَدُّ مِنْهُ قُوَّةً, man huwa asyaddu minhu quwwatan) yang berarti "yang lebih kuat daripadanya", dipakai untuk generasi-generasi yang Allah binasakan lebih dulu. Di 30:9, 35:44, dan 40:21 bunyinya (أَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً, asyadda minhum quwwatan) yang berarti "lebih kuat daripada mereka", di 9:69 (كَانُوا أَشَدَّ مِنْكُمْ قُوَّةً, kaanuu asyadda minkum quwwatan) yang berarti "mereka lebih kuat daripada kalian", di 40:82 (كَانُوا أَكْثَرَ مِنْهُمْ وَأَشَدَّ قُوَّةً وَآثَارًا فِي الْأَرْضِ, kaanuu aktsara minhum wa-asyadda quwwatan wa-aatsaaran fii l-ardhi) yang berarti "mereka lebih banyak daripada mereka dan lebih hebat kekuatan dan peninggalannya di bumi", dan di 41:15 (هُوَ أَشَدُّ مِنْهُمْ قُوَّةً, huwa asyaddu minhum quwwatan) yang berarti "Dia lebih hebat kekuatan-Nya daripada mereka". Di 41:15 kalimat itu menjawab ucapan kaum Ad, (مَنْ أَشَدُّ مِنَّا قُوَّةً, man asyaddu minnaa quwwatan) yang berarti "siapakah yang lebih hebat kekuatannya daripada kami". Ketujuh ayat itu membandingkan kaum dengan kaum atau orang dengan orang, dan 41:15 membandingkannya dengan Allah. Ayat 47:13 membandingkan negeri dengan negeri, memakai (مِنْ قَرْيَتِكَ, min qaryatika) yang berarti "daripada negerimu". Di 9:69 kekuatan itu disebut bersama (وَأَكْثَرَ أَمْوَالًا وَأَوْلَادًا, wa-aktsara amwaalan wa-awlaadan) yang berarti "dan lebih banyak harta dan anak-anaknya", sedangkan 47:13 tidak menyebut ukuran apa pun untuk kekuatan itu.

Kata (قَرْيَتِكَ, qaryatika) yang berarti "negerimu" dan (الَّتِي أَخْرَجَتْكَ, llatii akhrajatka) yang berarti "yang telah mengusirmu" masing-masing muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 47:13. Akhiran -ka menunjuk satu orang yang disapa, dan namanya tidak disebut. Pelaku kata kerja akhrajatka adalah negeri itu sendiri, bukan penduduknya. Terjemahan memakai "mengusir" karena sasarannya orang yang digerakkan keluar dari kampungnya, seperti (أُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ, ukhrijuu min diyaarihim) yang berarti "diusir dari kampung halaman mereka" di 22:40 dan 59:8. Arti dasar akar خ-ر-ج sendiri adalah "mengeluarkan".

Kata (أَهْلَكْنَاهُمْ, ahlaknaahum) yang berarti "Kami telah membinasakan mereka" tersusun dari kata kerja ahlaka, pelaku "Kami", dan sasaran -hum. Bentuk persis ahlaknaahum muncul 7 kali di 7 surah, yaitu 6:6, 8:54, 18:59, 20:134, 26:139, 44:37, dan 47:13. Di 6:6 dan 8:54 kata itu disusul (بِذُنُوبِهِمْ, bi-dzunuubihim) yang berarti "karena dosa-dosa mereka", di 18:59 disusul (لَمَّا ظَلَمُوا, lammaa zhalamuu) yang berarti "ketika mereka berbuat zalim", dan di 44:37 disusul (إِنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ, innahum kaanuu mujrimiina) yang berarti "sesungguhnya mereka adalah para pendosa". Di 26:139 sebabnya mendahului, (فَكَذَّبُوهُ فَأَهْلَكْنَاهُمْ, fa-kadzdzabuuhu fa-ahlaknaahum) yang berarti "maka mereka mendustakannya, lalu Kami membinasakan mereka". Di 47:13 tidak ada sebab sebelum maupun sesudah ahlaknaahum. Kata ganti -hum juga tidak sama dengan hiya sebelumnya, karena hiya menunjuk satu negeri dan -hum menunjuk banyak orang. Di 22:45 kata ganti tetap menunjuk negeri, (أَهْلَكْنَاهَا, ahlaknaahaa) yang berarti "Kami membinasakannya". Terjemahan memakai "mereka" untuk -hum dan tidak menambahkan "penduduk", karena tidak ada kata Arab untuk itu.

Bagian terakhir berbunyi (فَلَا نَاصِرَ لَهُمْ, fa-laa naashira lahum) yang berarti "maka tidak ada seorang pun yang menjadi penolong mereka". Kata (نَاصِرَ, naashira) berakar ن-ص-ر, akar yang sama dengan (يَنْصُرْكُمْ, yanshurkum) di 47:7. Susunan (فَلَا نَاصِرَ, fa-laa naashira) hanya ada di 47:13. Bentuk jamaknya, (نَاصِرِينَ, naashiriina), ada dalam susunan "min naashiriina" di 7 ayat, yaitu 3:22, 3:56, 3:91, 16:37, 29:25, 30:29, dan 45:34, misalnya (وَمَا لَهُمْ مِنْ نَاصِرِينَ, wa-maa lahum min naashiriina) yang berarti "dan tidak ada bagi mereka penolong" di 3:22. Terjemahan 47:13 memakai "seorang pun" karena naashira berbentuk tunggal. Kekuatan dan penolong berdampingan juga di 86:10, (فَمَا لَهُ مِنْ قُوَّةٍ وَلَا نَاصِرٍ, fa-maa lahu min quwwatin wa-laa naashirin) yang berarti "maka baginya tidak ada lagi kekuatan dan tidak ada penolong". Di 72:24 bunyinya (مَنْ أَضْعَفُ نَاصِرًا, man adh'afu naashiran) yang berarti "siapakah yang lebih lemah penolongnya". Di 47:13 kekuatan disebut lebih dulu sebagai milik negeri-negeri itu, lalu penolong ditiadakan. Awalan fa pada fa-laa berarti "maka" dan membuat peniadaan itu terbaca sebagai akibat dari pembinasaan. Di 47:11 bentuk (لَا مَوْلَىٰ لَهُمْ, laa mawlaa lahum) memakai bi-anna dan terbaca sebagai alasan.

Tafsiran

Ayat ini menyebut contoh bagi apa yang dinyatakan di ayat-ayat sebelumnya. Ayat 47:10 mengajak memperhatikan kesudahan orang-orang sebelumnya, 47:11 menyebut ketiadaan pelindung bagi orang-orang kafir, dan 47:13 menyebut negeri-negeri yang lebih kuat dan telah binasa tanpa penolong. Di 40:82 ajakan memperhatikan itu dan perbandingan kekuatan berada dalam satu ayat. Surah ini membaginya: ajakan di 47:10, lalu alasan di 47:11 dan tempat akhir di 47:12, lalu perbandingan kekuatan di 47:13.

Ketiadaan penolong di 47:13 melanjutkan ketiadaan pelindung di 47:11, dengan perbedaan kedudukan. Ayat 47:11 menyatakannya sebagai alasan, sedangkan 47:13 menyatakannya sebagai akibat pembinasaan yang sudah terjadi. Sebelum itu 47:7 menjanjikan penolongan kepada orang yang menolong Allah. Dapat dibaca bahwa 47:13 menunjukkan sisi lain dari janji itu, yaitu negeri-negeri yang kuat tidak memiliki penolong ketika Kami, yaitu Allah, membinasakan mereka. Bacaan ini bertumpu pada pengulangan akar ن-ص-ر di 47:7 dan 47:13.

Di antara 47:10 sampai 47:15, hanya 47:13 yang memakai akhiran -ka untuk menyapa satu orang. Ayat-ayat di sekitarnya berbicara tentang mereka dan tentang orang-orang beriman dalam bentuk orang ketiga. Orang yang disapa itu menerima dua hal dalam satu kalimat, yaitu negerinya yang telah mengusirnya dan banyak negeri lain yang lebih kuat daripada negeri itu. Nasib negeri yang mengusir tidak diceritakan, dan negeri itu dipakai sebagai ukuran. Negeri-negeri yang melampaui ukuran itu disebut binasa.

Sebab pembinasaan tidak tertulis di 47:13, sedangkan di tiga ayat lain yang memakai susunan yang sama, sebab hukuman disebut, yaitu zalim di 22:45 dan 22:48 serta mendurhakai perintah di 65:8. Pembaca yang membaca 47:13 sendirian bisa menyimpulkan bahwa kekuatan menjadi sebabnya, tetapi ayat tidak menyatakannya. Ayat 47:9 menyebut kebencian terhadap apa yang Allah turunkan sebagai sebab gugurnya amal, dan hubungan sebab itu dengan pembinasaan di 47:10 dan 47:13 tidak dinyatakan oleh ayat mana pun.

Renungan dan Hikmah

  • Di 9:69 kekuatan disebut bersama harta dan anak-anak, di 28:78 bersama jumlah, di 40:82 bersama jumlah dan peninggalan di bumi, dan di 47:13 tanpa ukuran apa pun. Di 41:15 kaum Ad bertanya siapa yang lebih hebat kekuatannya, dan ayat itu menjawab bahwa Allah yang menciptakan mereka lebih hebat kekuatan-Nya. Ukuran kuat dipasang berbeda dari ayat ke ayat. Pembaca dapat memeriksa ukuran yang dipakainya ketika menyebut sesuatu kuat: jumlah orang, kekayaan, bangunan yang ditinggalkan, atau sesuatu yang lain. Apakah ukuran itu pernah ditaruh di samping pertanyaan kaum Ad dan jawaban yang menyusulnya?
  • Negeri yang mengusir dijadikan ukuran dan nasibnya tidak diceritakan, sedangkan negeri-negeri yang melampaui ukuran itu disebut binasa. Pembaca yang pernah terusir dari tempat yang dianggapnya miliknya dapat membaca kalimat ini dengan dua cara: sebagai peringatan bahwa pengusir bukan yang terkuat, atau sebagai ajakan memeriksa apakah dirinya sendiri sedang menjadikan pengusirnya ukuran kekuatan. Ayat tidak memilih salah satunya. Ayat 47:13 menyapa satu orang dan memberinya banyak negeri sebagai pembanding, dan pembanding sebanyak itu dapat dibaca menggeser ukuran dari satu pengusir ke seluruh deret negeri yang telah lewat. Ukuran siapa yang selama ini dipakai pembaca untuk menimbang kekuatan orang yang menyingkirkannya?
  • Peniadaan penolong di 47:13 dibuka dengan fa, maka, sehingga terbaca sebagai akibat dari pembinasaan. Di 47:7 penolongan dijanjikan kepada orang yang menolong Allah, dan di 47:13 negeri-negeri yang lebih kuat tidak punya penolong; yang pertama janji bersyarat dan yang kedua kejadian yang sudah lewat, sehingga keduanya tidak dijadikan satu timbangan. Satu bacaan dapat dicoba, yaitu bahwa penolong tidak mengikuti kekuatan dengan sendirinya. Pembaca yang punya banyak sandaran dapat bertanya apakah sandaran itu masih berdiri bila kekuatan di tangannya hilang, dan apakah ada yang akan datang bila kekuatan itu tidak lagi menolong. Siapa yang akan datang bagi pembaca pada saat sandaran terakhirnya habis?
  • Di 86:10 kekuatan dan penolong ditiadakan berdampingan, dan di 47:13 kekuatan dimiliki lebih dulu lalu penolong ditiadakan. Di 72:24 perbandingan dipasang pada penolong, yaitu siapa yang lebih lemah penolongnya. Pembaca dapat membuat dua daftar, yang pertama berisi apa yang dipegangnya sendiri, dan yang kedua berisi siapa yang bisa dipanggil dari luar. Isi daftar mana yang lebih sering dihitung pembaca saat merasa aman, dan siapa saja yang ada di daftar kedua?
  • Tiga ayat dengan susunan negeri yang sama menyebut sebab, yaitu zalim dan mendurhakai perintah, sedangkan 47:13 tidak. Dengan 47:9 yang menyebut kebencian terhadap apa yang Allah turunkan sebagai sebab gugurnya amal, pembaca sudah punya bahan lain di surah yang sama. Ayat 47:13 sendiri hanya menaruh kekuatan di satu sisi dan kebinasaan di sisi lain, dan sebab di antara keduanya tidak tertulis. Pembaca yang membaca ayat ini terlalu cepat dapat mengisi sendiri kekosongan itu, misalnya dengan kesombongan atau kemewahan, padahal ayat tidak menyebutnya. Kekosongan seperti ini dapat dibiarkan terbuka. Sebab apa yang terlanjur ditulis pembaca di ruang itu, dan dari ayat mana sebab itu berasal?
  • Ayat ini membuka dengan betapa banyak, yang menandai jumlah tanpa angka, dan kata itu menaruh pembinasaan pada banyak negeri sekaligus. Di 47:10 Allah disebut membinasakan, dan di 47:13 pembinasaan itu dikaitkan dengan banyak negeri yang lebih kuat. Pembaca yang menghafal satu kisah kehancuran dapat bertanya apakah kisah itu diperlakukannya sebagai pengecualian atau sebagai salah satu dari banyak. Ayat memakai kata banyak dan tidak menyebut daftar, sehingga pembaca tidak diberi nama-nama untuk dihafal. Berapa banyak negeri yang bisa disebut pembaca dari ingatannya sendiri, dan apakah deret nama itu perlu untuk memahami ayat ini?