أَفَمَنْ كَانَ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّهِ كَمَنْ زُيِّنَ لَهُ سُوءُ عَمَلِهِ وَاتَّبَعُوا أَهْوَاءَهُمْ
Maka, apakah orang yang berada di atas bukti nyata dari Tuhannya sama dengan orang yang keburukan amalnya dijadikan terasa indah baginya, dan mereka mengikuti hawa nafsu mereka?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أَفَمَنْ كَانَ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّهِa-fa-man kaana 'alaa bayyinatin min rabbihimaka, apakah orang yang berada di atas bukti nyata dari Tuhannya
- كَمَنْ زُيِّنَ لَهُ سُوءُ عَمَلِهِ وَاتَّبَعُوا أَهْوَاءَهُمْka-man zuyyina lahu suu'u 'amalihi wa-ttaba'uu ahwaa'ahumsama dengan orang yang keburukan amalnya dijadikan terasa indah baginya, dan mereka mengikuti hawa nafsu mereka
Terjemahan per kata (13 kata)
- أَفَمَنْa-fa-manmaka apakah orang yang
- كَانَkaanaadalah
- عَلَىٰ'alaaatas
- بَيِّنَةٍbayyinatinbukti nyata
- مِنْmindari
- رَبِّهِrabbihiTuhannya
- كَمَنْka-manseperti orang yang
- زُيِّنَzuyyinadihiasi
- لَهُlahubaginya
- سُوءُsuu'ukeburukan
- عَمَلِهِ'amalihiamalnya
- وَاتَّبَعُواwa-ttaba'uudan mereka mengikuti
- أَهْوَاءَهُمْahwaa'ahumkeinginan mereka
Inti bacaan
Perbandingan tajam 'orang yang berada di atas bukti nyata dari Tuhannya' versus 'orang yang keburukan amalnya dijadikan terasa indah baginya', dua jalur hidup berbeda: berbasis bukti objektif atau mengikuti persepsi subjektif yang terdistorsi.
Tafsiran
Ayat ini membuka perbandingan retoris antara orang berpegang pada bukti nyata dan orang yang tertipu keburukan amalnya sendiri, dilanjutkan di 47:15.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyandingkan bukti dengan perasaan. Yang satu berpijak. Yang lain merasa.
- Keburukan mereka disebut dijadikan terasa indah. Bukan mereka tidak tahu. Rasanya yang dibalik.
- Pertanyaannya bersambung ke ayat berikut. Allah belum menutupnya. Jawabannya berupa gambaran.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar k-w-n, b-y-n, r-b-b, z-y-n, s-w-a, '-m-l, t-b-', h-w-y): a-fa-man kaana alaa bayyinah min rabbihi ka-man zuyyina lahu suu' amalihi wa ttaba'uu ahwaa'ahum diterjemahkan 'orang di atas bukti nyata dari Tuhannya vs yang keburukannya dihias & mengikuti hawa nafsu' (akar b-y-n + akar z-y-n + akar t-b-' + akar h-w-y, bayyinah (bukti nyata) LAWAN hawaa (hawa nafsu): epistemologi terjemahan ini, landasan sejati adalah bukti dari Tuhan, bukan bisikan-nafsu; cf. 11:17, 47:16, 28:50). Selaras.