مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ ۖ فِيهَا أَنْهَارٌ مِنْ مَاءٍ غَيْرِ آسِنٍ وَأَنْهَارٌ مِنْ لَبَنٍ لَمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهُ وَأَنْهَارٌ مِنْ خَمْرٍ لَذَّةٍ لِلشَّارِبِينَ وَأَنْهَارٌ مِنْ عَسَلٍ مُصَفًّى ۖ وَلَهُمْ فِيهَا مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ وَمَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ ۖ كَمَنْ هُوَ خَالِدٌ فِي النَّارِ وَسُقُوا مَاءً حَمِيمًا فَقَطَّعَ أَمْعَاءَهُمْ

Perumpamaan taman yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa: di dalamnya ada sungai-sungai yang airnya tidak payau, sungai-sungai air susu yang rasanya tidak berubah, sungai-sungai khamar yang lezat bagi peminumnya, dan sungai-sungai madu yang murni. Di dalamnya mereka memperoleh segala macam buah dan ampunan dari Tuhan mereka. Sama dengan orang yang kekal dalam api dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga usus mereka terpotong-potong?

Terjemahan bertahap (7 jeda)

  1. مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَmatsalu l-jannati llatii wu'ida l-muttaquunaperumpamaan taman yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa
  2. فِيهَا أَنْهَارٌ مِنْ مَاءٍ غَيْرِ آسِنٍfiihaa anhaarun min maa'in ghayri aasinindi dalamnya ada sungai-sungai yang airnya tidak payau
  3. وَأَنْهَارٌ مِنْ لَبَنٍ لَمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهُwa-anhaarun min labanin lam yataghayyar tha'muhusungai-sungai air susu yang rasanya tidak berubah
  4. وَأَنْهَارٌ مِنْ خَمْرٍ لَذَّةٍ لِلشَّارِبِينَwa-anhaarun min khamrin ladzdzatin li-sy-syaaribiinasungai-sungai khamar yang lezat bagi peminumnya
  5. وَأَنْهَارٌ مِنْ عَسَلٍ مُصَفًّىwa-anhaarun min 'asalin mushaffandan sungai-sungai madu yang murni
  6. وَلَهُمْ فِيهَا مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ وَمَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْwa-lahum fiihaa min kulli ts-tsamaraati wa-maghfiratun min rabbihimdi dalamnya mereka memperoleh segala macam buah dan ampunan dari Tuhan mereka
  7. كَمَنْ هُوَ خَالِدٌ فِي النَّارِ وَسُقُوا مَاءً حَمِيمًا فَقَطَّعَ أَمْعَاءَهُمْka-man huwa khaalidun fii n-naari wa-suquu maa'an hamiiman fa-qaththa'a am'aa'ahumsama dengan orang yang kekal dalam api dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga usus mereka terpotong-potong

Terjemahan per kata (44 kata)

  1. مَثَلُmatsaluperumpamaan
  2. الْجَنَّةِl-jannatitaman
  3. الَّتِيllatiiyang
  4. وُعِدَwu'idadijanjikan
  5. الْمُتَّقُونَl-muttaquunaorang-orang yang bertakwa
  6. فِيهَاfiihaadi dalamnya
  7. أَنْهَارٌanhaarunsungai-sungai
  8. مِنْmindari
  9. مَاءٍmaa'inair
  10. غَيْرِghayriselain
  11. آسِنٍaasininyang tidak berubah
  12. وَأَنْهَارٌwa-anhaarundan sungai-sungai
  13. مِنْmindari
  14. لَبَنٍlabaninsusu
  15. لَمْlamtidak
  16. يَتَغَيَّرْyataghayyarberubah
  17. طَعْمُهُtha'muhurasanya
  18. وَأَنْهَارٌwa-anhaarundan sungai-sungai
  19. مِنْmindari
  20. خَمْرٍkhamrinkhamar
  21. لَذَّةٍladzdzatinkenikmatan
  22. لِلشَّارِبِينَli-sy-syaaribiinabagi para peminum
  23. وَأَنْهَارٌwa-anhaarundan sungai-sungai
  24. مِنْmindari
  25. عَسَلٍ'asalinmadu
  26. مُصَفًّىmushaffanyang murni
  27. وَلَهُمْwa-lahumdan bagi mereka
  28. فِيهَاfiihaadi dalamnya
  29. مِنْmindari
  30. كُلِّkullisegala
  31. الثَّمَرَاتِts-tsamaraatibuah-buahan
  32. وَمَغْفِرَةٌwa-maghfiratundan ampunan
  33. مِنْmindari
  34. رَبِّهِمْrabbihimTuhan mereka
  35. كَمَنْka-manseperti orang yang
  36. هُوَhuwaia
  37. خَالِدٌkhaalidunyang kekal
  38. فِيfiidalam
  39. النَّارِn-naariapi
  40. وَسُقُواwa-suquudan mereka diberi minum
  41. مَاءًmaa'anair
  42. حَمِيمًاhamiimanair mendidih
  43. فَقَطَّعَfa-qaththa'amaka memutuskan
  44. أَمْعَاءَهُمْam'aa'ahumusus mereka

Inti bacaan

Rangkaian matsalu l-jannati llatii wu'ida l-muttaquuna muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 13:35 dan 47:15.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ, matsalu l-jannati llatii wu'ida l-muttaquuna) yang berarti "perumpamaan taman yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa". Rangkaian yang persis sama muncul 2 kali, yaitu di 13:35 dan 47:15, dan bagian (وُعِدَ الْمُتَّقُونَ, wu'ida l-muttaquuna) muncul 3 kali, yaitu di 13:35, 25:15, dan 47:15. Kata kerja (وُعِدَ, wu'ida) menandai sesuatu yang dijanjikan kepada orang, dan pelaku yang menjanjikan tidak disebut dalam kalimatnya di ketiga ayat itu. Sesudah pembuka itu 13:35 menyambung dengan (أُكُلُهَا دَائِمٌ وَظِلُّهَا, ukuluhaa daa'imun wa-zhilluhaa) yang berarti "buahnya kekal dan naungannya", sedangkan 47:15 menyambung dengan daftar sungai.

Daftar itu memakai (أَنْهَارٌ, anhaarun) yang berarti "sungai-sungai", berakar ن-ه-ر, sebanyak empat kali dalam satu ayat, yaitu (فِيهَا أَنْهَارٌ, fiihaa anhaarun) lalu (وَأَنْهَارٌ, wa-anhaarun) tiga kali. Bentuk anhaarun dengan akhiran seperti ini hanya ada di 47:15. Di 13:35 dan 47:12 sungai disebut dengan kata sandang, (تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ, tajrii min tahtihaa l-anhaaru) yang berarti "mengalir di bawahnya sungai-sungai". Di 47:15 sungai tidak disebut mengalir. Keempatnya diperkenalkan lewat (مِنْ, min) yang berarti "dari" dan nama isinya, yaitu air, susu, khamar, dan madu.

Sungai pertama diberi sifat (غَيْرِ آسِنٍ, ghayri aasinin) yang berarti "tidak payau". Kata (آسِنٍ, aasinin) berakar ء-س-ن dan hanya muncul di 47:15, jadi tidak ada ayat lain yang memperlihatkan pemakaiannya. Dari ayat ini sendiri tampak bahwa kata itu menyifati air, didahului ghayri yang berarti "selain" atau "tidak", dan sungai berikutnya diberi keterangan serupa. Cacat air yang dimaksud tidak dirinci oleh ayat mana pun, sehingga padanan Indonesianya hanya bisa bertumpu pada konteks ayat ini. Sungai kedua diberi sifat (لَمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهُ, lam yataghayyar tha'muhu) yang berarti "rasanya tidak berubah", dan kata kerja (يَتَغَيَّرْ, yataghayyar) hanya ada di sini. Akarnya غ-ي-ر sama dengan akar ghayri di bagian sebelumnya, tetapi ghayri berarti "selain" dan yataghayyar berarti "berubah", sehingga keduanya tidak dibaca sebagai kata yang sama. Kata (لَبَنٍ, labanin) yang berarti "susu" juga ada di 16:66 dengan akhiran berbeda, (لَبَنًا خَالِصًا سَائِغًا لِلشَّارِبِينَ, labanan khaalishan saa'ighan li-sy-syaaribiina) yang berarti "susu murni yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya", dan di 16:66 susu itu keluar dari perut hewan ternak. Di 47:15 asal susu tidak disebut.

Sungai ketiga adalah (خَمْرٍ, khamrin) yang berarti "khamar", dan bentuk persis ini hanya ada di 47:15. Kata khamr dalam bentuk lain ada di 2:219, 5:90, 5:91, 12:36, dan 12:41. Di 5:90 kata itu disandingkan dengan judi, berhala, dan anak panah undi, lalu disebut kekejian dari perbuatan setan, dan di 2:219 disebut bersama judi dengan dosa besar dan manfaat-manfaat. Di 47:15 khamar diberi sifat (لَذَّةٍ لِلشَّارِبِينَ, ladzdzatin li-sy-syaaribiina) yang berarti "lezat bagi peminumnya". Sifat yang sama ada di 37:46 untuk gelas yang diedarkan dari mata air yang mengalir, (بَيْضَاءَ لَذَّةٍ لِلشَّارِبِينَ, baydhaa'a ladzdzatin li-sy-syaaribiina) yang berarti "putih, lezat bagi orang-orang yang meminumnya". Ayat-ayat itu berada dalam konteks yang berbeda dan tidak saling menjelaskan, sehingga terjemahan mengikuti kata yang tertulis di tiap ayat. Sungai keempat adalah (عَسَلٍ, 'asalin) yang berarti "madu", dan sifatnya (مُصَفًّى, mushaffan), keduanya hanya muncul di 47:15. Bentuk mushaffan berasal dari akar ص-ف-و dan berarti "yang dimurnikan", yaitu sesuatu yang dikenai pemurnian, dan terjemahan merangkumnya menjadi "murni". Pelaku yang memurnikan tidak disebut.

Bagian berikutnya adalah (وَلَهُمْ فِيهَا مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ, wa-lahum fiihaa min kulli ts-tsamaraati) yang berarti "dan bagi mereka di dalamnya segala macam buah". Susunan (مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ, min kulli ts-tsamaraati) muncul 6 kali, yaitu di 2:266, 7:57, 13:3, 16:11, 16:69, dan 47:15. Di lima ayat lain susunan itu membicarakan tumbuhan di bumi: kebun kurma dan anggur di 2:266, buah yang dikeluarkan lewat air hujan di 7:57, buah yang dijadikan berpasangan di 13:3, apa yang ditumbuhkan di 16:11, dan makanan lebah di 16:69. Di 47:15 susunan yang sama ditaruh di dalam taman yang dijanjikan, dan ayat tidak menambahkan jenis buah. Kata (مَغْفِرَةٌ, maghfiratun) yang berarti "ampunan" berakar غ-ف-ر. Bentuk (وَمَغْفِرَةٌ, wa-maghfiratun) muncul 4 kali, yaitu di 2:263, 8:4, 47:15, dan 57:20. Susunan (مَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ, maghfiratun min rabbihim) ada di 3:136 dan 47:15. Di 3:136 bunyinya (جَزَاؤُهُمْ مَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ, jazaa'uhum maghfiratun min rabbihim wa-jannaatun) yang berarti "balasan mereka adalah ampunan dari Tuhan mereka dan taman-taman", jadi ampunan disebut lebih dulu daripada taman. Di 47:15 ampunan disebut sesudah sungai dan buah, dan sumber disebut untuk ampunan saja, (مِنْ رَبِّهِمْ, min rabbihim) yang berarti "dari Tuhan mereka".

Bagian terakhir berbunyi (كَمَنْ هُوَ خَالِدٌ فِي النَّارِ, ka-man huwa khaalidun fii n-naari) yang berarti "sama dengan orang yang kekal dalam api". Susunan (كَمَنْ هُوَ, ka-man huwa) hanya ada di 13:19 dan 47:15, dan di 13:19 bunyinya (كَمَنْ هُوَ أَعْمَىٰ, ka-man huwa a'maa) yang berarti "sama seperti orang yang buta". Kata (خَالِدٌ, khaalidun) yang berarti "yang kekal" berbentuk tunggal dan hanya ada di 47:15. Terjemahan memakai "sama dengan" untuk ka-man seperti di 47:14. Kata kerja (سُقُوا, suquu) di (وَسُقُوا مَاءً حَمِيمًا, wa-suquu maa'an hamiiman) yang berarti "dan mereka diberi minum air yang mendidih" menandai orang yang menerima minum. Bentuk itu muncul sekali, di 47:15, dan pelaku yang memberi minum tidak disebut. Kata (حَمِيمًا, hamiiman) punya dua arti di Al-Qur'an. Artinya air mendidih di ayat-ayat seperti 6:70, 10:4, 22:19, dan 55:44, dan artinya teman akrab di 5 ayat, yaitu 26:101, 40:18, 41:34, 69:35, dan 70:10, misalnya (وَلَا صَدِيقٍ حَمِيمٍ, wa-laa shadiiqin hamiimin) yang berarti "dan tidak pula teman yang akrab" di 26:101. Kata (مَاءً, maa'an) di depannya menetapkan arti air di 47:15.

Kata kerja terakhir adalah (فَقَطَّعَ, fa-qaththa'a) yang berarti "maka memotong-motong", berakar ق-ط-ع, dengan huruf tengah rangkap. Bentuk dengan huruf tengah rangkap dipakai bersama banyak bagian: (تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ, tuqaththa'a aydiihim wa-arjuluhum) di 5:33 yang berarti "dipotong tangan dan kaki mereka", (وَقَطَّعْنَاهُمُ اثْنَتَيْ عَشْرَةَ أَسْبَاطًا, wa-qaththa'naahumu tsnatay 'asyrata asbaathan) di 7:160 yang berarti "dan Kami bagi mereka menjadi dua belas suku", dan (وَقَطَّعْنَاهُمْ فِي الْأَرْضِ أُمَمًا, wa-qaththa'naahum fi l-ardhi umaman) di 7:168 yang berarti "dan Kami bagi mereka di bumi menjadi umat-umat". Karena itu terjemahan memakai "terpotong-potong" untuk banyaknya bagian. Sasarannya (أَمْعَاءَهُمْ, am'aa'ahum) yang berarti "usus mereka" berbentuk jamak dan hanya muncul di 47:15.

Tafsiran

Ayat ini mengisi perbandingan yang dibuka 47:14 dengan dua gambaran yang berbeda panjangnya. Dari 44 kata Arab di ayat ini, 34 dipakai untuk taman dan 10 untuk api. Bagian taman memuat perumpamaan, empat sungai dengan keterangan masing-masing, buah, dan ampunan. Bagian api memuat tiga hal, yaitu kekal, air yang diminum, dan usus. Selisih jumlah kata itu dapat dibaca sebagai perhatian ayat pada rincian taman, dan bacaan ini bertumpu pada hitungan kata tadi.

Keempat sungai diterangkan dengan dua cara yang berbeda. Sungai air dan susu diterangkan lewat cacat yang tidak ada, yaitu tidak payau dan rasa yang tidak berubah. Sungai khamar dan madu diterangkan lewat mutu yang disebut langsung, yaitu lezat bagi peminumnya dan murni. Daftar itu kemudian ditutup dengan dua hal yang bukan sungai, buah dan ampunan, dengan sumber yang disebut untuk ampunan saja.

Dua kata kerja yang menaruh orang sebagai penerima muncul di dua bagian ayat. Di bagian taman ada wu'ida, dijanjikan, dan di bagian api ada suquu, diberi minum. Kedua kalimat itu tidak menyebut pelaku. Sumber disebut pada ampunan saja, yaitu min rabbihim, dari Tuhan mereka. Penyebutan itu mengingatkan pada 47:14, tempat bukti disebut datang dari Tuhan, (مِنْ رَبِّهِ, min rabbihi). Dapat dibaca bahwa orang pertama di 47:14 dan penghuni taman di 47:15 adalah pihak yang sama, karena 47:15 memasang gambaran taman di tempat pihak pertama dalam perbandingan. Bacaan ini bertumpu pada urutan ayat dan pada kata min rabbihi dan min rabbihim yang saling mengingatkan.

Ayat 47:12 menyebut taman dalam satu bagian dan api dalam satu bagian, dan 47:15 merincinya. Di 47:12 api disebut tempat tinggal, dan di 47:15 api diisi dengan air mendidih dan usus yang terpotong. Ayat 47:15 sendiri tidak memuat jawaban atas pertanyaan 47:14, dan 47:16 kembali ke orang-orang yang mendengarkan lalu bertanya apa yang tadi dikatakan.

Renungan dan Hikmah

  • Dua sungai pertama diterangkan lewat cacat yang tidak ada, yaitu air yang tidak payau dan susu yang rasanya tidak berubah, sehingga mutunya dinyatakan lewat ketiadaan perubahan. Pembaca dapat memeriksa hal-hal yang disebutnya baik dengan ukuran itu: air yang diminum, makanan yang disimpan, atau hubungan yang dijalani. Ukuran seperti ini membutuhkan waktu untuk dipakai. Hal apa dalam hidup pembaca yang rasanya masih sama setelah waktu yang panjang, dan hal apa yang sudah berubah sebelum sempat dinikmati?
  • Daftar 47:15 menyebut sungai, buah, lalu ampunan, dengan sumber yang disebut untuk ampunan saja, yaitu dari Tuhan mereka. Di 3:136 urutannya terbalik: ampunan dari Tuhan mereka disebut lebih dulu, baru taman-taman. Dua ayat itu menyusun benda yang sama dalam urutan berbeda, dan tiap urutan membuat bagian yang berbeda terdengar sebagai penutup. Pembaca dapat membayangkan daftar harapannya sendiri dan melihat apa yang ditaruh di ujung daftar itu. Ayat tidak menyebut urutan mana yang lebih benar. Bila ayat ini menjadi contoh, apa yang pembaca taruh di ujung daftarnya, dan kepada siapa harapan itu diarahkan?
  • Susunan segala macam buah dipakai untuk tumbuhan di bumi di lima ayat dan untuk taman yang dijanjikan di 47:15. Di 2:266 kebun kurma dan anggur itu terbakar oleh angin yang membawa api, dan ayat itu ditutup dengan pernyataan bahwa Allah menjelaskan tanda-tanda agar kalian berpikir. Kata yang sama tidak menjamin bahwa isi dua kebun itu sama, dan ayat-ayat itu tidak menyamakannya. Satu rangkaian kata dipakai di dua tempat dengan nasib yang berbeda. Pembaca dapat memperhatikan bahwa gambaran buah di kepalanya memakai kata yang sama dengan kebun yang terbakar itu. Kebun mana yang terbayang lebih dulu ketika kata buah disebut?
  • Dari 44 kata Arab di ayat ini, 34 dipakai untuk taman dan 10 untuk api, dan ampunan dari Tuhan mereka termasuk di antara 34 itu. Bagian taman memuat rincian benda dan sifat, dan bagian api memuat tiga hal saja. Selisih itu dapat dibaca sebagai ke mana kata-kata ayat dibelanjakan. Pembaca dapat membandingkannya dengan cara dirinya menceritakan sebuah gambaran, berapa banyak kata untuk yang menggembirakan dan berapa untuk yang berat. Ayat tidak menyebut perbandingan mana yang tepat. Bila uraian pembaca tentang dua gambaran itu dihitung kata demi kata, apakah hasilnya mendekati 34 banding 10?
  • Sungai khamar disebut lezat bagi peminumnya, kata yang menaruh orang sebagai pelaku yang meminum. Di bagian api, orang-orang diberi minum air mendidih, kata kerja yang menaruh mereka sebagai penerima tanpa pelaku yang disebut. Kedua bagian sama-sama berisi minum, tetapi kedudukan orangnya berbeda, yang satu meminum dan yang lain diberi minum. Pembaca dapat memeriksa kedudukannya sendiri pada apa yang diminumnya hari ini, memilih dan menikmati atau menerima apa yang diberikan. Cara kedudukan itu ditentukan tidak diuraikan ayat. Pada minuman terakhir yang diminum pembaca, apakah dirinya memilih atau menerima?
  • Pembuka perumpamaan taman di 13:35 dan di 47:15 sama persis, tetapi isinya berbeda: sungai yang mengalir di bawah taman, buah yang kekal, dan naungan di satu ayat, empat sungai dengan isinya, buah, dan ampunan dari Tuhan mereka di ayat lain. Dua isi itu tidak bertentangan, dan tidak ada yang menggantikan yang lain. Tiap ayat menaruh rincian yang berbeda di bawah pembuka yang sama. Pembaca yang mengingat taman dengan satu gambaran dapat bertanya rincian mana yang paling mudah diingat, dan rincian mana yang hampir tidak pernah disebut. Dari ayat mana pembaca mendapat gambaran tamannya, dan ayat lain mana yang belum ikut membentuknya?