وَمِنْهُمْ مَنْ يَسْتَمِعُ إِلَيْكَ حَتَّىٰ إِذَا خَرَجُوا مِنْ عِنْدِكَ قَالُوا لِلَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ مَاذَا قَالَ آنِفًا ۚ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ طَبَعَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَاتَّبَعُوا أَهْوَاءَهُمْ

Di antara mereka ada orang yang mendengarkan engkau, sehingga apabila telah keluar dari sisimu, mereka berkata kepada orang yang telah diberi ilmu, “Apa yang ia katakan tadi?” Mereka itu adalah orang-orang yang dikunci hatinya oleh Allah dan mengikuti hawa nafsunya.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. وَمِنْهُمْ مَنْ يَسْتَمِعُ إِلَيْكَwa-minhum man yastami'u ilaykadi antara mereka ada orang yang mendengarkan engkau
  2. حَتَّىٰ إِذَا خَرَجُوا مِنْ عِنْدِكَ قَالُوا لِلَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَhattaa idzaa kharajuu min 'indika qaaluu li-lladziina uutuu l-'ilmasehingga apabila telah keluar dari sisimu, mereka berkata kepada orang yang telah diberi ilmu
  3. مَاذَا قَالَ آنِفًاmaadzaa qaala aanifanapa yang ia katakan tadi
  4. أُولَٰئِكَ الَّذِينَ طَبَعَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَاتَّبَعُوا أَهْوَاءَهُمْulaa'ika lladziina thaba'a llaahu 'alaa quluubihim wa-ttaba'uu ahwaa'ahummereka itu adalah orang-orang yang dikunci hatinya oleh Allah dan mengikuti hawa nafsunya

Terjemahan per kata (24 kata)

  1. وَمِنْهُمْwa-minhumdan di antara mereka
  2. مَنْmanorang yang
  3. يَسْتَمِعُyastami'umendengarkan
  4. إِلَيْكَilaykakepadamu
  5. حَتَّىٰhattaasampai
  6. إِذَاidzaaapabila
  7. خَرَجُواkharajuumereka keluar
  8. مِنْmindari
  9. عِنْدِكَ'indikadi sisimu
  10. قَالُواqaaluumereka berkata
  11. لِلَّذِينَli-lladziinabagi orang-orang yang
  12. أُوتُواuutuudiberi
  13. الْعِلْمَl-'ilmapengetahuan
  14. مَاذَاmaadzaaapa
  15. قَالَqaalaberkata
  16. آنِفًاaanifanbarusan
  17. أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
  18. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  19. طَبَعَthaba'amengunci
  20. اللَّهُllaahuAllah
  21. عَلَىٰ'alaaatas
  22. قُلُوبِهِمْquluubihimhati mereka
  23. وَاتَّبَعُواwa-ttaba'uudan mereka mengikuti
  24. أَهْوَاءَهُمْahwaa'ahumkeinginan mereka

Inti bacaan

Kata (آنِفًا, aanifan) yang berarti "tadi" muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 47:16, sedangkan rangkaian (مَاذَا قَالَ, maadzaa qaala) muncul dua kali, yaitu di 34:23 dan 47:16.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَمِنْهُمْ مَنْ يَسْتَمِعُ إِلَيْكَ, wa-minhum man yastami'u ilayka) yang berarti "di antara mereka ada orang yang mendengarkan engkau". Kata kerja (يَسْتَمِعُ, yastami'u) berakar س-م-ع, dan di ayat ini tidak ada kata Arab untuk "perkataan", sehingga terjemahan memakai "mendengarkan engkau" tanpa tambahan itu. Pembuka yang sama muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 6:25, 10:42, dan 47:16. Di 6:25 bunyinya persis seperti di ayat ini, sedangkan di 10:42 kata kerjanya berbentuk jamak, (وَمِنْهُمْ مَنْ يَسْتَمِعُونَ إِلَيْكَ, wa-minhum man yastami'uuna ilayka). Ketiganya diterjemahkan "mendengarkan engkau". Hal yang menyusul berbeda di tiap ayat: 6:25 menyebut penutup pada hati dan sumbatan pada telinga, 10:42 mengajukan pertanyaan tentang menjadikan orang tuli bisa mendengar, dan 47:16 memuat pertanyaan para pendengar itu sendiri.

Frasa (حَتَّىٰ إِذَا خَرَجُوا مِنْ عِنْدِكَ, hattaa idzaa kharajuu min 'indika) yang berarti "sehingga apabila telah keluar dari sisimu" hanya muncul di 47:16, dan susunannya menaruh tiga langkah dalam satu urutan: mendengarkan, keluar, lalu bertanya. Frasa (مِنْ عِنْدِكَ, min 'indika) yang berarti "dari sisimu" muncul lima kali di empat surah, yaitu di 4:78, 4:81, 8:32, 28:27, dan 47:16. Ayat terdekat dengan ini adalah 4:81, (فَإِذَا بَرَزُوا مِنْ عِنْدِكَ, fa-idzaa barazuu min 'indika) yang berarti "tetapi apabila mereka pergi dari sisimu". Di 4:81 maupun 47:16, saat meninggalkan sisi itu menjadi titik tempat ayat memperlihatkan perbuatan orang-orangnya. Di 4:81 segolongan dari mereka mengatur pada malam hari selain apa yang engkau katakan, dan di 47:16 mereka menanyakan apa yang dikatakan. Kata kerjanya berbeda, (خَرَجُوا, kharajuu) di 47:16 dan (بَرَزُوا, barazuu) di 4:81, dan terjemahan membedakannya menjadi "keluar" dan "pergi".

Rangkaian (قَالُوا لِلَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ, qaaluu li-lladziina uutuu l-'ilma) yang berarti "mereka berkata kepada orang yang telah diberi ilmu" hanya muncul di 47:16. Bagian (أُوتُوا الْعِلْمَ, uutuu l-'ilma) hadir di sembilan ayat Al-Qur'an, yaitu 16:27, 17:107, 22:54, 28:80, 29:49, 30:56, 34:6, 47:16, dan 58:11. Di delapan ayat selain 47:16, kelompok ini berbicara (16:27, 28:80, 30:56), menyungkurkan wajah (17:107), mengetahui atau memandang (22:54, 34:6), diangkat derajatnya (58:11), atau disebut memiliki tanda-tanda yang jelas di dada mereka (29:49). Dari delapan ayat itu, tidak ada yang menaruh mereka sebagai pihak yang ditanya, sedangkan di 47:16 merekalah yang ditanya. Kata kerja (أُوتُوا, uutuu) berbentuk "diberi" tanpa nama pemberinya, dan ayat ini tidak menyebut siapa saja yang dimaksud.

Pertanyaan (مَاذَا قَالَ آنِفًا, maadzaa qaala aanifan) yang berarti "apa yang ia katakan tadi?" tersusun dari (مَاذَا قَالَ, maadzaa qaala) dan (آنِفًا, aanifan). Bagian pertama muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 34:23 dan 47:16. Di 34:23 bunyinya (مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ, maadzaa qaala rabbukum) yang berarti "apa yang difirmankan Tuhan kalian?", dan jawabannya langsung tercatat, (قَالُوا الْحَقَّ, qaaluu l-haqqa) yang berarti "mereka menjawab, 'Kebenaran'". Di 47:16 pelaku qaala tidak diberi nama atau gelar, sehingga terjemahan memakai "ia", dan jawaban atas pertanyaan itu tidak tercatat. Kata (آنِفًا, aanifan) yang berarti "tadi" hanya muncul di 47:16. Morfologi mencatat akar أ-ن-ف juga pada (وَالْأَنْفَ, wa-l-anfa) yang berarti "dan hidung" di 5:45, tetapi tidak ada ayat yang menerangkan hubungan kedua makna itu. Terjemahan "tadi" mengikuti kedudukan kata ini di 47:16, yaitu sesudah qaala dan menunjuk ke ucapan yang baru berlalu.

Kalimat penutup (أُولَٰئِكَ الَّذِينَ طَبَعَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ, ulaa'ika lladziina thaba'a llaahu 'alaa quluubihim) yang berarti "mereka itu adalah orang-orang yang dikunci hatinya oleh Allah" mengumpulkan para pendengar yang digambarkan sebelumnya dengan (أُولَٰئِكَ, ulaa'ika) yang berarti "mereka itu". Rangkaian yang sama persis ada di 16:108, dan (وَطَبَعَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ, wa-thaba'a llaahu 'alaa quluubihim) ada di 9:93. Kata kerja (طَبَعَ, thaba'a) berakar ط-ب-ع dan di ayat ini menyebut Allah sebagai pelaku. Akar ini terdapat di sebelas ayat, yaitu 4:155, 7:100, 7:101, 9:87, 9:93, 10:74, 16:108, 30:59, 40:35, 47:16, dan 63:3. Di semuanya yang dikenai adalah hati, disebut langsung atau lewat kata ganti seperti (عَلَيْهَا, 'alayhaa) di 4:155, dan terjemahan memakai kata "kunci" di kesebelas ayat itu.

Dua kata kerja yang bunyinya mirip dalam alih aksara berada di ayat yang sama, tetapi akarnya berbeda. Kata (طَبَعَ, thaba'a) berakar ط-ب-ع, sedangkan (وَاتَّبَعُوا, wa-ttaba'uu) yang berarti "dan mengikuti" berakar ت-ب-ع. Rangkaian (وَاتَّبَعُوا أَهْوَاءَهُمْ, wa-ttaba'uu ahwaa'ahum) yang berarti "dan mengikuti hawa nafsu mereka" muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 47:14, 47:16, dan 54:3. Di 54:3 rangkaian itu didahului (وَكَذَّبُوا, wa-kadzdzabuu) yang berarti "dan mendustakan", di 47:14 rangkaian itu menutup ayat yang membandingkan dua pihak, dan di 47:16 rangkaian itu menutup ayat ini.

Tafsiran

Ayat ini menyusun tiga langkah dan satu penilaian. Para pendengar mendengarkan, keluar dari sisi orang yang diajak bicara, lalu menanyakan kepada orang lain apa yang baru saja dikatakan, dan ayat menutup dengan dua kata kerja tentang mereka: hati mereka dikunci oleh Allah dan mereka mengikuti hawa nafsu mereka. Pertanyaan itu menjadi ucapan para pendengar yang dikutip di ayat ini, dan isinya memperlihatkan bahwa sesudah mendengarkan mereka belum dapat menyebut isi ucapan itu.

Ayat tidak mencatat jawaban atas pertanyaan itu. Di 34:23 pertanyaan dengan bunyi yang sama langsung disusul jawaban, sedangkan di 47:16 ayat berpindah ke penilaian. Pembaca ditinggalkan pada pertanyaan yang belum dijawab, dan isi ucapan yang ditanyakan tidak ditulis ulang di mana pun dalam ayat ini.

Penilaian di akhir ayat menyebut dua pelaku dengan satu kata sambung. Allah mengunci hati, dan mereka mengikuti hawa nafsu, disambung dengan "dan" tanpa kata yang menyatakan sebab atau urutan. Ayat lain yang memakai akar yang sama kadang menuliskan sebabnya: (بَلْ طَبَعَ اللَّهُ عَلَيْهَا بِكُفْرِهِمْ, bal thaba'a llaahu 'alayhaa bi-kufrihim) di 4:155 yang berarti "Allah telah mengunci hati mereka karena kekufuran mereka", dan (فَطُبِعَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ, fa-thubi'a 'alaa quluubihim) di 63:3 yang berarti "maka hati mereka dikunci", sesudah penyebutan beriman lalu kufur. Ayat 47:16 tidak menuliskan sebab seperti itu, dan teksnya tidak menyatakan mana yang lebih dulu.

Dalam alur surah, ayat ini kembali ke pihak yang ditutup 47:14 dengan kalimat yang sama, (وَاتَّبَعُوا أَهْوَاءَهُمْ, wa-ttaba'uu ahwaa'ahum), sesudah 47:15 menggambarkan taman dan api. Di 47:14 kalimat itu menyertai keburukan amal yang dijadikan terasa indah, di 47:16 kalimat itu menyertai pendengar yang tidak menangkap isi ucapan, jadi dua keadaan berbeda diberi penutup yang sama. Ayat 47:17 lalu membuka pihak yang berlawanan dengan (وَالَّذِينَ اهْتَدَوْا, wa-lladziina htadaw) yang berarti "dan orang-orang yang mendapat petunjuk". Kata ganti pada (وَمِنْهُمْ, wa-minhum) tidak disertai nama kelompok di ayat ini, sehingga ayat menilai orang-orang yang perbuatannya digambarkan di sini saja.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 47:16 menaruh orang yang mendengarkan dan orang yang bertanya apa yang dikatakan pada satu pelaku, dengan keluar dari sisi pembicara sebagai jeda di antaranya. Mendengarkan di sini tidak sama dengan menangkap isi, dan ayat tidak menyebut berapa lama jedanya, hanya bahwa ucapan itu baru berlalu. Pembaca yang pernah keluar dari sebuah pertemuan tanpa dapat menyebut kesimpulannya dapat mengenali jarak itu pada dirinya sendiri: telinganya hadir, tetapi isinya tidak ikut pulang. Ayat tidak mengatakan apa penyebabnya pada tiap pendengar, sehingga pembaca tidak perlu menebaknya untuk orang lain dan cukup memeriksa miliknya sendiri. Apa yang masih ada di kepalanya beberapa menit sesudah pintu tertutup?
  • Para pendengar bertanya kepada orang yang telah diberi ilmu. Ayat tidak menyebut apa yang dijawab, dan kata kerja "diberi" tidak menyebut pemberinya. Di 34:23 pertanyaan dengan bunyi yang sama dijawab langsung dengan satu kata, "Kebenaran", dan di sana orang-orang menanyakan apa yang difirmankan Tuhan. Ayat 34:23 membicarakan hati yang baru dilepaskan dari ketakutan, jadi keadaannya lain dan dua ayat itu tidak disamakan. Perbandingannya memperlihatkan bahwa pertanyaan tentang apa yang dikatakan bisa berujung pada jawaban atau pada kekosongan. Pembaca dapat menimbang ke mana pertanyaannya sendiri biasanya berujung, dan apakah pertanyaan itu diajukan sambil menunggu jawaban atau sambil sudah menoleh ke hal lain?
  • Dua kata kerja menutup ayat 47:16: Allah mengunci hati mereka, dan mereka mengikuti hawa nafsu mereka. Ayat menyambungnya dengan "dan", sedangkan 4:155 menuliskan sebab di tempat lain, yaitu kekufuran, dan 63:3 menuliskan beriman lalu kufur. Dua ayat itu membicarakan kelompok yang lain, sehingga tidak bisa dipakai menjelaskan siapa pun di 47:16. Bagi pembaca, kalimat tanpa sebab ini menaruh dua hal berdampingan, yaitu apa yang Allah kerjakan atas hati dan apa yang manusia kerjakan atas keinginannya. Pembaca tidak diberi cara untuk memisahkan mana yang mendahului, tetapi bagian yang menjadi miliknya tetap terbaca jelas. Ke mana pembaca mengikuti keinginannya hari ini?
  • Ayat 47:16 mencatat kehadiran mereka dengan lengkap: mereka ada di sisinya, mendengarkan, dan keluar dari sisinya. Majelis itu tidak kosong, dan ayat tidak mempersoalkan ketidakhadiran. Perhatian ayat tertuju pada apa yang terjadi di dalam orang yang hadir. Ayat 4:81 memakai penanda yang sama, "dari sisimu", untuk orang yang berkata "Taat" lalu mengatur hal lain pada malam hari, dan di sana Allah mencatat apa yang mereka atur. Pembaca yang mengukur dirinya dengan kehadiran dapat memeriksa ukuran itu. Berapa kali pembaca hadir di tempat mendengar, dan berapa kali membawa sesuatu ketika keluar?
  • Ayat 16:108 menyebut tiga hal yang Allah kunci, yaitu hati, pendengaran, dan penglihatan, sedangkan 47:16 menyebut hati saja dan masih menggambarkan orang-orangnya mendengarkan. Ayat 47:16 tidak membahas apakah telinga mereka terbuka atau tertutup, dan dua ayat itu menggambarkan kelompok yang berbeda sehingga tidak ditumpuk. Dari 47:16 sendiri terbaca bahwa mendengarkan tercatat sebagai perbuatan mereka, sementara kunci tercatat pada hati. Pembaca dapat membedakan dua hal yang mudah dianggap satu, yaitu apa yang masuk lewat telinga dan apa yang diterima di dalam, tanpa menyimpulkan bahwa yang pertama selalu mengantar yang kedua. Dalam hal yang paling ingin dipahaminya, di bagian mana pembaca merasa terhalang: di telinga, atau di dalam?
  • Pertanyaan para pendengar mengakui bahwa mereka tidak menangkap isi ucapan, dan nada pertanyaan itu tidak ditulis: ayat tidak memakai kata yang menandai ejekan atau kebingungan. Pembaca yang membawa kesan dari bacaan lain perlu memisahkannya dari teks, sebab yang tertulis adalah pertanyaan. Sesudah pertanyaan itu ayat langsung menilai hati mereka, dan penilaian itu dinyatakan sebagai perbuatan Allah di samping perbuatan mereka sendiri. Pembaca dapat bertanya kepada diri sendiri apakah mengaku tidak menangkap lebih mudah daripada berpura-pura menangkap, dan apa yang terjadi pada rasa malunya ketika bertanya di depan orang yang lebih berilmu?
  • Kalimat "dan mengikuti hawa nafsu mereka" menutup 47:14 dan 47:16. Di 47:14 kalimat itu menyertai orang yang keburukan amalnya dijadikan terasa indah baginya, dibandingkan dengan orang yang berada di atas bukti nyata dari Tuhannya. Di 47:16 kalimat itu menyertai pendengar yang tidak menangkap isi ucapan. Dua keadaan itu tampak berbeda, yang satu dihiasi perasaan dan yang lain duduk di majelis, tetapi ayat memberi keduanya penutup yang sama. Pembaca dapat bertanya keadaan apa pada dirinya yang tampak wajar, bahkan tampak baik, tetapi berujung pada penutup yang sama, dan dari mana pembaca tahu bahwa keadaan itu tidak demikian?