فَهَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا السَّاعَةَ أَنْ تَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً ۖ فَقَدْ جَاءَ أَشْرَاطُهَا ۚ فَأَنَّىٰ لَهُمْ إِذَا جَاءَتْهُمْ ذِكْرَاهُمْ

Maka, tidaklah mereka menunggu kecuali hari kiamat, yang datang kepada mereka secara tiba-tiba; maka, sungguh telah datang tanda-tandanya; maka, apa gunanya bagi mereka peringatan mereka apabila ia telah datang kepada mereka?

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. فَهَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا السَّاعَةَ أَنْ تَأْتِيَهُمْ بَغْتَةًfa-hal yanzhuruuna illaa s-saa'ata an ta'tiyahum baghtatanmaka, tidaklah mereka menunggu kecuali hari kiamat, yang datang kepada mereka secara tiba-tiba
  2. فَقَدْ جَاءَ أَشْرَاطُهَاfa-qad jaa'a asyraathuhaamaka, sungguh telah datang tanda-tandanya
  3. فَأَنَّىٰ لَهُمْ إِذَا جَاءَتْهُمْ ذِكْرَاهُمْfa-annaa lahum idzaa jaa'at-hum dzikraahummaka, apa gunanya bagi mereka peringatan mereka apabila ia telah datang kepada mereka

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. فَهَلْfa-halmaka apakah
  2. يَنْظُرُونَyanzhuruunamemandang
  3. إِلَّاillaakecuali
  4. السَّاعَةَs-saa'atahari Kiamat
  5. أَنْanbahwa
  6. تَأْتِيَهُمْta'tiyahumdatang kepada mereka
  7. بَغْتَةًbaghtatandengan tiba-tiba
  8. فَقَدْfa-qadmaka sungguh
  9. جَاءَjaa'adatang
  10. أَشْرَاطُهَاasyraathuhaatanda-tandanya
  11. فَأَنَّىٰfa-annaamaka bagaimana
  12. لَهُمْlahumkepada mereka
  13. إِذَاidzaaapabila
  14. جَاءَتْهُمْjaa'at-humdatang kepada mereka
  15. ذِكْرَاهُمْdzikraahumperingatan mereka

Inti bacaan

Berbeda dari (السَّاعَةَ, s-saa'ata) di 47:18, kata (سَاعَةً, saa'atan) tanpa kata sandang muncul enam kali di Al-Qur'an, yaitu di 7:34, 10:45, 10:49, 16:61, 34:30, dan 46:35, dan berarti "sesaat".

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (فَهَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا السَّاعَةَ, fa-hal yanzhuruuna illaa s-saa'ata) yang berarti "maka, tidaklah mereka menunggu kecuali hari kiamat". Susunan (هَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا, hal yanzhuruuna illaa) muncul tujuh kali di tujuh surah, yaitu di 2:210, 6:158, 7:53, 16:33, 35:43, 43:66, dan 47:18, dan di semuanya terjemahan memakai "menunggu" atau "menanti-nantikan". Bentuk (يَنْظُرُونَ, yanzhuruuna) yang sama muncul di 47:20 bersama (إِلَيْكَ, ilayka), dan di sana terjemahan memakai "memandang kepadamu". Pola ini terlihat di tiga ayat yang memasangkan keduanya, yaitu 7:198, 33:19, dan 47:20: bila yanzhuruuna disusul ilayka, terjemahan memakai "memandang" atau "memperhatikan", dan bila disusul illaa dan sesuatu yang akan datang, terjemahan memakai "menunggu".

Kata (السَّاعَةَ, s-saa'ata) diterjemahkan "hari kiamat". Bentuk tanpa kata sandang, (سَاعَةً, saa'atan), muncul enam kali di lima surah, yaitu di 7:34, 10:45, 10:49, 16:61, 34:30, dan 46:35, dan terjemahan memakai "sesaat" di keenamnya. Dengan kata sandang al- kata itu dipakai untuk peristiwa kiamat, misalnya di 40:59, (إِنَّ السَّاعَةَ لَآتِيَةٌ, inna s-saa'ata la-aatiyatun) yang berarti "sesungguhnya hari kiamat pasti datang". Ayat 47:18 memakai bentuk yang bersandang itu, sehingga terjemahan memilih "hari kiamat" dan bukan "sesaat".

Kata (بَغْتَةً, baghtatan) yang berarti "secara tiba-tiba" muncul tiga belas kali di sepuluh surah, yaitu di 6:31, 6:44, 6:47, 7:95, 7:187, 12:107, 21:40, 22:55, 26:202, 29:53, 39:55, 43:66, dan 47:18. Di lima ayat kata itu disusul (وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ, wa-hum laa yasy'uruuna) yang berarti "sedangkan mereka tidak menyadari", yaitu 7:95, 12:107, 26:202, 29:53, dan 43:66. Di 47:18 kata itu tidak disusul kalimat tersebut. Rangkaian (السَّاعَةَ أَنْ تَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً, s-saa'ata an ta'tiyahum baghtatan) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 43:66 dan 47:18.

Kata (أَشْرَاطُهَا, asyraathuhaa) yang berarti "tanda-tandanya" muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 47:18, dan akar ش-ر-ط tidak terdapat di ayat lain, sehingga korpus tidak punya pembanding untuk kata ini. Terjemahan "tanda-tanda" juga dipakai untuk (آيَاتِ, aayaati) di 6:158, (بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ, ba'dhu aayaati rabbika) yang berarti "sebagian tanda-tanda Tuhanmu". Dua kata Arab yang berbeda itu bertemu pada padanan yang sama karena 47:18 sendiri memberi petunjuk: asyraath disebut telah datang, (فَقَدْ جَاءَ, fa-qad jaa'a), sedangkan Saat itu disebut belum datang, (أَنْ تَأْتِيَهُمْ, an ta'tiyahum). Akhiran (هَا, -haa) pada asyraathuhaa menunjuk ke as-saa'ah.

Bagian (فَأَنَّىٰ لَهُمْ, fa-annaa lahum) punya padanan di tiga ayat lain, sehingga susunan annaa disusul lahu atau lahumu hadir di empat ayat, yaitu 34:52, 44:13, 47:18, dan 89:23. Di 34:52 bunyinya (وَأَنَّىٰ لَهُمُ التَّنَاوُشُ, wa-annaa lahumu t-tanaawusyu). Tiga lainnya menaruh kata peringatan sesudahnya: (أَنَّىٰ لَهُمُ الذِّكْرَىٰ, annaa lahumu dz-dzikraa) di 44:13, (وَأَنَّىٰ لَهُ الذِّكْرَىٰ, wa-annaa lahu dz-dzikraa) di 89:23, dan (ذِكْرَاهُمْ, dzikraahum) di 47:18. Terjemahan ketiganya berupa pertanyaan tentang kegunaan atau kemungkinan: "Bagaimana mereka dapat menerima peringatan" di 44:13, "bagaimana peringatan itu berguna baginya" di 89:23, dan "apa gunanya bagi mereka peringatan mereka" di 47:18. Bentuk (ذِكْرَاهُمْ, dzikraahum) yang berarti "peringatan mereka" hanya muncul di 47:18.

Rangkaian (إِذَا جَاءَتْهُمْ, idzaa jaa'at-hum) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 6:124, 7:37, dan 47:18. Di 6:124 yang datang disebut langsung, yaitu "suatu tanda", dan di 7:37 yang datang disebut "utusan-utusan Kami". Di 47:18 yang datang tidak disebut di dekat kata kerja itu. Kata kerja (جَاءَتْهُمْ, jaa'at-hum) berbentuk perempuan tunggal, sama dengan (تَأْتِيَهُمْ, ta'tiyahum) di awal ayat yang mengacu ke as-saa'ah, dan terjemahan membaca "ia" sebagai hari kiamat itu.

Tafsiran

Ayat ini tersusun dari tiga langkah yang masing-masing dibuka dengan "maka": pertanyaan tentang apa yang ditunggu, pernyataan bahwa tanda-tandanya sudah datang, dan pertanyaan tentang kegunaan peringatan. Tiga kata penghubung itu, (فَهَلْ, fa-hal), (فَقَدْ, fa-qad), dan (فَأَنَّىٰ, fa-annaa), membuat ayat terbaca sebagai satu rangkaian: yang ditunggu belum tiba, tanda-tandanya sudah, dan peringatan ditanyakan kegunaannya pada saat yang ditunggu itu tiba.

Ayat ini memuat dua waktu sekaligus, yang sudah dan yang belum. Tanda-tanda disebut sudah datang, sedangkan hari kiamat disebut akan datang. Ayat 43:66 punya pembuka yang sama, tetapi ditutup dengan "sedangkan mereka tidak menyadari", seperti empat ayat lain yang memuat baghtatan dengan kalimat itu. Ayat 47:18 mengganti penutup itu dengan tanda yang sudah datang dan sebuah pertanyaan, jadi perbedaannya ada pada keadaan orang-orangnya: di 43:66 mereka tidak menyadari, di 47:18 tanda-tanda sudah ada. Teks tidak menyebut apa saja tanda-tanda itu.

Pertanyaan penutup mengikuti pola yang sama dengan 44:13 dan 89:23. Di 44:13 seorang rasul yang menjelaskan telah datang, di 89:23 Jahanam didatangkan, dan di 47:18 hari kiamat yang ditunggu, lalu masing-masing ayat menanyakan kegunaan atau kemungkinan peringatan. Ketiganya membicarakan keadaan yang berbeda dan tidak disamakan. Ayat 6:158 membuka dengan susunan yang sama dengan 47:18, (هَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا, hal yanzhuruuna illaa), lalu menyebut malaikat, Tuhanmu, dan sebagian tanda-tanda Tuhanmu sebagai yang ditunggu. Itu ayat lain dengan rincian lain, dan yang dibawa 47:18 adalah pertanyaan tentang kegunaan.

Dalam surah, ayat ini memakai "mereka" tanpa menyebut kelompoknya, sedangkan ayat-ayat sebelumnya memuat dua kelompok, di 47:16 dan 47:17, dan ayat ini tidak menyatakan yang mana. Ayat berikutnya berlanjut dengan (فَاعْلَمْ, fa-'lam) yang berarti "maka ketahuilah", dibuka dengan kata penghubung yang sama dengan ketiga langkah ayat ini.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 47:18 menanyakan apa lagi yang ditunggu selain hari kiamat, dan pertanyaan itu mengandaikan bahwa orang-orangnya sedang menunggu sesuatu. Pembaca dapat mengenali hal itu pada dirinya: ada keputusan yang ditunda sampai keadaan menjadi jelas atau menekan. Ayat 6:158 memuat daftar yang lebih panjang tentang apa yang ditunggu, yaitu malaikat, Tuhanmu, dan sebagian tanda-tanda Tuhanmu, dan menempatkan daftar itu dalam pertanyaan dengan pembuka yang sama. Dua ayat itu membicarakan keadaan yang tidak identik, sehingga daftarnya tidak dicampur. Pembaca dapat bertanya tentang daftarnya sendiri: apa yang ia tunggu sebelum bertindak, dan apakah daftar itu pernah diperiksa ulang?
  • Ayat memisahkan dua waktu dengan jelas: tanda-tandanya sudah datang, hari kiamat sendiri belum. Pembaca tidak diberi daftar tanda untuk dicentang. Pembedaan itu cukup untuk membuka satu pertanyaan tentang cara pembaca memperlakukan hal yang sudah tiba di depannya dan hal yang masih dinantikan. Apakah yang sudah tiba ia perlakukan sebagai kabar yang menuntut sikap, atau sebagai latar yang dilewati begitu saja? Ayat tidak menjawabnya, dan pembaca tidak perlu mengisi jawaban itu atas nama orang lain.
  • Peringatan di ayat ini ditulis sebagai peringatan mereka, dengan akhiran milik, dan pertanyaannya menanyakan gunanya apabila hari kiamat telah datang. Di 44:13 pertanyaan serupa muncul padahal seorang rasul yang menjelaskan sudah datang, dan di 89:23 manusia teringat pada hari itu tetapi pertanyaan tentang gunanya menyusul. Tiga ayat itu tidak identik, tetapi sama-sama menaruh pertanyaan pada peringatan yang tiba bersama peristiwa. Pembaca dapat menimbang peringatan apa yang sekarang menjadi miliknya, sudah dipakai atau masih disimpan untuk nanti?
  • Kata tiba-tiba menaruh hari kiamat tanpa jeda untuk bersiap, dan di 7:187 kata itu disandingkan dengan pernyataan bahwa pengetahuan tentangnya ada pada Tuhanku. Ayat 31:34 menyatakan hal serupa tentang Allah. Dua ayat itu membicarakan pertanyaan tentang kapan, sedangkan 47:18 membicarakan apa yang ditunggu, sehingga tidak disamakan. Dari ketiganya terbaca bahwa kapan tidak diberikan kepada pembaca, sedangkan tanda-tanda disebut sudah datang. Bila waktu itu memang tidak diberikan, apa lagi yang masih ditunggu pembaca sebagai syarat untuk bertindak?
  • Pembuka ayat ini sama dengan 43:66, tetapi 43:66 menutupnya dengan "sedangkan mereka tidak menyadari" dan 47:18 menggantinya dengan tanda-tanda yang sudah datang. Pembaca yang membaca keduanya berdampingan melihat dua gambaran kelalaian: tidak menyadari di 43:66, dan menunggu di 47:18 padahal tandanya telah datang. Ayat 47:18 tidak menyatakan bahwa mereka melihat tanda-tanda itu, hanya bahwa tanda-tandanya telah datang. Dalam hidup pembaca, apa bedanya tidak menyadari dengan sudah diberi tahu tetapi menunggu?
  • Ayat sesudah 47:18 berisi perintah untuk mengetahui bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Ayat 47:18 sendiri tidak menyebut jawaban atas pertanyaannya. Pembaca yang berhenti di 47:18 meninggalkan pertanyaan terbuka, dan pembaca yang meneruskan ke 47:19 menemukan sebuah perintah. Dua cara membaca itu menghasilkan dua keadaan, tergantung, atau diarahkan. Pertanyaan apa yang paling lama dibiarkan pembaca tergantung di dalam dirinya?
  • Pertanyaan penutup menanyakan gunanya peringatan. Ayat 6:158 memberi tahu langsung tentang manfaat iman pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu, dengan syarat yang dirinci di ayat itu. Dua bentuk itu berbeda, yang pertama berupa pertanyaan dan yang kedua berupa pemberitahuan. Pembaca yang hanya menerima pernyataan dapat mencatatnya, sedangkan pembaca yang menerima pertanyaan dapat menimbang jawabannya sendiri. Jawaban apa yang akan dituliskannya, dengan membayangkan saat peringatan mulai tiba?