فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَاكُمْ
Ketahuilah bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, serta mohonlah ampunan untuk dosamu dan untuk orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Allah mengetahui tempat kalian bolak-balik dan tempat kalian tinggal.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُfa-'lam annahu laa ilaaha illaa llaahuketahuilah bahwa tidak ada Tuhan selain Allah
- وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِwa-staghfir li-dzanbika wa-li-l-mu'miniina wa-l-mu'minaatiserta mohonlah ampunan untuk dosamu dan untuk orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan
- وَاللَّهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَاكُمْwa-llaahu ya'lamu mutaqallabakum wa-matswaakumAllah mengetahui tempat kalian bolak-balik dan tempat kalian tinggal
Terjemahan per kata (14 kata)
- فَاعْلَمْfa-'lammaka ketahuilah
- أَنَّهُannahubahwa ia
- لَاlaatidak
- إِلَٰهَilaahatuhan
- إِلَّاillaakecuali
- اللَّهُllaahuAllah
- وَاسْتَغْفِرْwa-staghfirdan mohonlah ampun
- لِذَنْبِكَli-dzanbikaatas dosamu
- وَلِلْمُؤْمِنِينَwa-li-l-mu'miniinadan bagi orang-orang beriman
- وَالْمُؤْمِنَاتِwa-l-mu'minaatidan perempuan-perempuan beriman
- وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
- يَعْلَمُya'lamumengetahui
- مُتَقَلَّبَكُمْmutaqallabakumtempat kalian bergerak
- وَمَثْوَاكُمْwa-matswaakumdan tempat tinggal kalian
Inti bacaan
Bagian (وَاللَّهُ يَعْلَمُ, wa-llaahu ya'lamu) muncul enam belas kali di Al-Qur'an, tiga di antaranya dalam surah ini, yaitu 47:19, 47:26, dan 47:30, dan sisanya di 2:216, 2:220, 2:232, 3:66, 5:99, 9:42, 16:19, 24:19, 24:29, 29:45, 33:51, 49:16, dan 63:1.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (فَاعْلَمْ, fa-'lam) yang berarti "ketahuilah". Kata kerja perintah untuk satu orang dari akar ع-ل-م muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu (فَاعْلَمْ, fa-'lam) di 5:49, 28:50, dan 47:19, serta (وَاعْلَمْ, wa-'lam) di 2:260. Di 5:49 dan 28:50 yang harus diketahui berkaitan dengan orang lain: di 28:50 bunyinya (فَاعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَاءَهُمْ, fa-'lam annamaa yattabi'uuna ahwaa'ahum) yang berarti "ketahuilah bahwa mereka tidak mengikuti selain hawa nafsu mereka". Di 2:260 dan 47:19 yang harus diketahui berkaitan dengan Allah, yaitu (وَاعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ, wa-'lam anna llaaha 'aziizun hakiimun) di 2:260 dan isi pernyataan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah di 47:19. Di 5:49, 28:50, dan 47:19 terjemahan menulis fa-'lam sebagai "ketahuilah" tanpa "maka".
Rangkaian (لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ, laa ilaaha illaa llaahu) yang berarti "tidak ada Tuhan selain Allah" muncul dua kali di Al-Qur'an dengan bunyi ini, yaitu di 37:35 dan 47:19. Di 37:35 kalimat itu berada di dalam ucapan yang dikatakan kepada orang-orang lain, dan mereka menyambutnya dengan menyombongkan diri. Di 47:19 kalimat yang sama menjadi isi dari perintah mengetahui, tanpa disebut siapa yang menyambutnya.
Kata kerja perintah (وَاسْتَغْفِرْ, wa-staghfir) berakar غ-ف-ر dan muncul dalam bentuk perintah untuk satu orang di sepuluh ayat, yaitu 3:159, 4:106, 9:80, 12:97, 24:62, 40:55, 47:19, 48:11, 60:12, dan 110:3. Rangkaian (وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ, wa-staghfir li-dzanbika) yang berarti "dan mohonlah ampunan untuk dosamu" muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 40:55 dan 47:19. Kata (ذَنْبِكَ, dzanbika) berbentuk tunggal, "dosa" dengan akhiran -ka yang berarti "-mu", dan muncul tiga kali, yaitu di 40:55, 47:19, dan 48:2. Bentuk jamaknya dipakai di 3:135, (فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ, fa-staghfaruu li-dzunuubihim) yang berarti "lalu memohon ampunan atas dosa-dosa mereka". Rangkaian (وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ, wa-li-l-mu'miniina wa-l-mu'minaati) yang berarti "dan untuk orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan" muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 47:19 dan 71:28. Terjemahan memakai "untuk" pada kedua penerima permohonan itu, seperti pada dosa di 40:55, supaya "orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan" terbaca sebagai penerima permohonan dan bukan sebagai bagian dari dosa.
Bagian (وَاللَّهُ يَعْلَمُ, wa-llaahu ya'lamu) yang berarti "Allah mengetahui" muncul enam belas kali di sebelas surah, yaitu di 2:216, 2:220, 2:232, 3:66, 5:99, 9:42, 16:19, 24:19, 24:29, 29:45, 33:51, 47:19, 47:26, 47:30, 49:16, dan 63:1. Tiga di antaranya ada di surah ini, yaitu 47:19, 47:26, dan 47:30. Kata kerja (يَعْلَمُ, ya'lamu) berakar ع-ل-م, akar yang sama dengan fa-'lam di awal ayat, sehingga akar itu membuka dan menutup 47:19: yang pertama perintah kepada orang yang diajak bicara, yang kedua perbuatan Allah.
Kata (مُتَقَلَّبَكُمْ, mutaqallabakum) hanya muncul di 47:19 dan berakar ق-ل-ب. Kata benda dari akar yang sama, (تَقَلُّبُ, taqallubu), hadir di empat ayat lain, yaitu 2:144, 3:196, 16:46, dan 40:4, serta (وَتَقَلُّبَكَ, wa-taqallubaka) di 26:219. Terjemahan memakai "bolak-baliknya" di 3:196 dan "bolak-balik perjalanan" di 40:4, sehingga 47:19 memakai "bolak-balik" juga: "tempat kalian bolak-balik". Terjemahan memakai "tempat" supaya sejajar dengan kata sesudahnya, dan ayat tidak merinci apakah yang dimaksud tempat, saat, atau cara bergerak. Akar ق-ل-ب yang sama dipakai pada kata hati, (قُلُوبِهِمْ, quluubihim), di 47:16 dan 47:20, tetapi tidak ada ayat yang menerangkan hubungan makna kedua kata itu.
Kata (مَثْوَاكُمْ, matswaakum) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 6:128 dan 47:19. Kata dasarnya, matswaa, hadir di tiga belas ayat, yaitu 3:151, 6:128, 12:21, 12:23, 16:29, 29:68, 39:32, 39:60, 39:72, 40:76, 41:24, 47:12, dan 47:19. Terjemahan memakai "tempat tinggal" di sebelas ayat di antaranya dan "tempat" di 29:68. Di 12:21 dan 12:23 kata itu menyebut tempat tinggal di sebuah rumah, sedangkan di sepuluh ayat lain ia menyebut api atau Jahanam. Terjemahan 47:19 memakai "tempat kalian tinggal" karena kata ini menyebut tempat menetap, sebagaimana di ayat-ayat lain.
Tafsiran
Ayat ini menaruh tiga isi dalam satu rangkaian: sesuatu yang harus diketahui, sesuatu yang harus dimohonkan, dan sesuatu yang diketahui Allah. Ketiganya disambung dengan kata penghubung: ketahuilah, dan mohonlah, dan Allah mengetahui. Dibuka dengan kata penghubung yang sama dengan tiga langkah di 47:18, perintah pertamanya langsung mengganti pokok pembicaraan, dari mereka yang menunggu ke orang yang diajak bicara. Ayat 47:19 tidak menyebut hubungan perintah itu dengan pertanyaan di 47:18.
Bilangan pelakunya bergeser di tengah ayat. Tiga kata pertama tertuju pada satu orang: (فَاعْلَمْ, fa-'lam), (وَاسْتَغْفِرْ, wa-staghfir), dan (لِذَنْبِكَ, li-dzanbika). Dua kata terakhir tertuju pada banyak orang: (مُتَقَلَّبَكُمْ, mutaqallabakum) dan (وَمَثْوَاكُمْ, wa-matswaakum). Ayat berpindah dari "engkau" ke "kalian" tepat pada kalimat tentang pengetahuan Allah, sehingga pengetahuan di ujung ayat mencakup lebih banyak orang daripada yang diperintah di awalnya.
Permohonan ampun menyebut dua penerima, dosa orang yang diajak bicara lebih dulu, lalu orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Urutan itu juga ada di 71:28, "Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, ... dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan", yang menyebut diri sendiri lebih dulu dan orang beriman di akhir. Bentuk kedua ayat berbeda: 71:28 berupa doa, 47:19 berupa perintah.
Ayat ini juga memuat dua pengetahuan yang berlawanan arah. Pengetahuan yang dituntut dari orang yang diajak bicara berisi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan pengetahuan yang dimiliki Allah berisi tempat bolak-balik dan tempat tinggal orang banyak. Susunannya melingkar: ayat dibuka dengan nama Allah dalam isi yang harus diketahui, dan ditutup dengan Allah sebagai yang mengetahui.
Renungan dan Hikmah
- Urutan di 47:19 menaruh mengetahui sebelum meminta ampun. Isi yang harus diketahui adalah bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan permohonan ampun menyusul, disambung dengan "dan". Ayat tidak menyatakan bahwa permohonan menunggu pengetahuan itu selesai, tetapi urutan tulisannya demikian. Pembaca yang pernah meminta maaf tanpa lebih dulu menimbang kepada siapa permintaan itu diarahkan dapat melihat urutan ini sebagai urutan yang tertulis: arah permintaan ditentukan sebelum isinya. Apa yang paling diyakini pembaca tentang Allah pada saat terakhir meminta ampun?
- Kata dosa di 47:19 berbentuk tunggal, dosamu, bukan daftar, dan ayat tidak merinci dosa apa yang dimaksud. Di 3:135 bentuk jamak dipakai untuk orang-orang yang memohon ampunan atas dosa-dosa mereka, dan ayat itu bertanya siapa yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah. Konteks 3:135 lain, yaitu orang yang telah berbuat keji atau menzalimi diri, jadi keduanya tidak disamakan. Bentuk tunggal di 47:19 dapat dibaca sebagai permohonan yang tidak menuntut daftar lengkap sebelum dimulai. Bagi pembaca, itu membuka kemungkinan bahwa perbuatan yang paling nyata sudah cukup menjadi pokok permohonan. Perbuatan mana yang akan disebutnya lebih dulu?
- Permohonan di 47:19 menyebut orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan sesudah dosa sendiri. Ayat 71:28 memuat urutan serupa dalam doa, "Ya Tuhanku, ampunilah aku", lalu orang tua, lalu semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Keduanya menaruh orang lain dalam permohonan yang sama dengan diri sendiri, dengan kata depan yang diulang di depan tiap penerima. Pembaca dapat menghitung siapa saja yang namanya ada dalam permohonannya sendiri selain dirinya, dan apakah daftar itu pernah mencakup orang yang belum dikenalnya?
- Tiga kata pertama 47:19 tertuju pada satu orang, dan dua kata terakhir pada banyak orang. Ayat berpindah dari "engkau" ke "kalian" pada kalimat tentang pengetahuan Allah, sehingga tempat yang Dia ketahui bukan milik satu orang saja. Ayat tidak merinci siapa saja yang termasuk "kalian". Pembaca yang membacanya sebagai ayat untuk orang lain, yaitu yang disapa "engkau", dapat bertanya apa yang berubah bila kata terakhir itu dibaca sebagai sapaan kepada dirinya sendiri, dan pada kalimat mana ayat ini pertama kali terasa menyapanya langsung?
- Dua kata menutup ayat 47:19, tempat bolak-balik dan tempat tinggal, dan keduanya bersama mencakup gerak dan menetap. Allah disebut mengetahui keduanya. Akar kata bolak-balik dipakai di 3:196 dan 40:4 untuk perjalanan orang-orang yang kufur di negeri-negeri, dan di 26:219 untuk gerak di antara orang-orang yang tunduk. Dari penggunaan itu terlihat bahwa akar yang sama menjangkau gerak yang sangat berbeda. Pembaca dapat memeriksa hari terakhirnya, tempat-tempat yang hanya dilewati dan tempat yang sungguh-sungguh ditinggali, lalu bertanya apakah keduanya terasa sama-sama diketahui oleh Allah?
- Kata untuk tempat tinggal di 47:19 dipakai Al-Qur'an untuk api dan Jahanam di sepuluh ayat, dan untuk tempat tinggal di sebuah rumah di 12:21 dan 12:23. Ayat 47:19 menyebut tempat tinggal kalian dan tidak menyebut tempat itu bagus atau buruk. Allah mengetahuinya sebelum pembaca menilainya. Pembaca dapat bertanya tentang tempat tinggalnya sendiri: apakah ia memikirkannya sebagai tempat yang diketahui Allah, atau sebagai tempat yang hanya dilihat tetangganya?
- Perintah mengetahui di 47:19 menuju ke arah Allah, sedangkan di 28:50 perintah yang sama menuju ke arah orang lain, yaitu bahwa mereka tidak mengikuti selain hawa nafsu mereka. Konteks 28:50 lain, yaitu orang-orang yang tidak menjawab seruan, jadi kedua perintah itu tidak disamakan. Perbandingan itu memperlihatkan dua arah yang mungkin bagi kata kerja yang sama: ke luar, kepada apa yang diikuti orang lain, dan ke atas, kepada siapa Allah itu. Ayat 47:19 memilih arah kedua. Kapan terakhir pembaca memerintahkan dirinya untuk mengetahui sesuatu tentang Allah, bukan tentang orang lain?