وَيَقُولُ الَّذِينَ آمَنُوا لَوْلَا نُزِّلَتْ سُورَةٌ ۖ فَإِذَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ مُحْكَمَةٌ وَذُكِرَ فِيهَا الْقِتَالُ ۙ رَأَيْتَ الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ يَنْظُرُونَ إِلَيْكَ نَظَرَ الْمَغْشِيِّ عَلَيْهِ مِنَ الْمَوْتِ ۖ فَأَوْلَىٰ لَهُمْ

Orang-orang yang beriman berkata, “Mengapa tidak diturunkan suatu surah?” Maka, apabila diturunkan suatu surah yang jelas maksudnya dan di dalamnya disebutkan perang, engkau melihat orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pingsan karena kematian. Maka, lebih pantas bagi mereka.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. وَيَقُولُ الَّذِينَ آمَنُوا لَوْلَا نُزِّلَتْ سُورَةٌwa-yaquulu lladziina aamanuu lawlaa nuzzilat suuratunorang-orang yang beriman berkata, mengapa tidak diturunkan suatu surah
  2. فَإِذَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ مُحْكَمَةٌ وَذُكِرَ فِيهَا الْقِتَالُfa-idzaa unzilat suuratun muhkamatun wa-dzukira fiihaa l-qitaalumaka, apabila diturunkan suatu surah yang jelas maksudnya dan di dalamnya disebutkan perang
  3. رَأَيْتَ الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ يَنْظُرُونَ إِلَيْكَ نَظَرَ الْمَغْشِيِّ عَلَيْهِ مِنَ الْمَوْتِra'ayta lladziina fii quluubihim maradhun yanzhuruuna ilayka nazhara l-maghsyiyyi 'alayhi mina l-mawtiengkau melihat orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pingsan karena kematian
  4. فَأَوْلَىٰ لَهُمْfa-awlaa lahummaka, lebih pantas bagi mereka

Terjemahan per kata (27 kata)

  1. وَيَقُولُwa-yaquuludan ia berkata
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. آمَنُواaamanuuberiman
  4. لَوْلَاlawlaamengapa tidak
  5. نُزِّلَتْnuzzilatditurunkan
  6. سُورَةٌsuuratunsurah
  7. فَإِذَاfa-idzaamaka apabila
  8. أُنْزِلَتْunzilatditurunkan
  9. سُورَةٌsuuratunsurah
  10. مُحْكَمَةٌmuhkamatunyang jelas
  11. وَذُكِرَwa-dzukiradan disebut
  12. فِيهَاfiihaadi dalamnya
  13. الْقِتَالُl-qitaalupeperangan
  14. رَأَيْتَra'aytaengkau melihat
  15. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  16. فِيfiidi
  17. قُلُوبِهِمْquluubihimhati mereka
  18. مَرَضٌmaradhunpenyakit
  19. يَنْظُرُونَyanzhuruunamemandang
  20. إِلَيْكَilaykakepadamu
  21. نَظَرَnazharaia memikirkan
  22. الْمَغْشِيِّl-maghsyiyyiyang pingsan
  23. عَلَيْهِ'alayhiatasnya
  24. مِنَminadari
  25. الْمَوْتِl-mawtikematian
  26. فَأَوْلَىٰfa-awlaamaka celakalah
  27. لَهُمْlahumbagi mereka

Inti bacaan

Kata (الْقِتَالُ, l-qitaalu) muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:216, 2:246, 4:77, dan 47:20, dan di tiga ayat pertama kata kerjanya (كُتِبَ, kutiba) yang berarti "diwajibkan", sedangkan di 47:20 kata kerjanya (ذُكِرَ, dzukira) yang berarti "disebutkan".

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَيَقُولُ الَّذِينَ آمَنُوا لَوْلَا نُزِّلَتْ سُورَةٌ, wa-yaquulu lladziina aamanuu lawlaa nuzzilat suuratun) yang berarti "orang-orang yang beriman berkata, 'Mengapa tidak diturunkan suatu surah?'". Permintaan dengan lawlaa dan kata kerja diturunkan muncul di dua belas ayat, yaitu 6:8, 6:37, 10:20, 11:12, 13:7, 13:27, 25:7, 25:21, 25:32, 29:50, 43:31, dan 47:20, dan di semuanya terjemahan memakai "mengapa" dan "diturunkan". Di sebelas ayat selain 47:20, pembicaranya adalah "orang-orang yang kufur" (13:7, 13:27, 25:32), "orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami" (25:21), atau "mereka" saja (6:8, 6:37, 10:20, 11:12, 25:7, 29:50, 43:31). Di 47:20 pembicaranya adalah (آمَنُوا, aamanuu) yang berarti "mereka beriman", dan yang diminta sebuah surah, sedangkan di sebelas ayat lain yang diminta berupa tanda, malaikat, harta, atau cara lain penurunan Al-Qur'an (25:32, 43:31).

Ayat ini memakai dua bentuk kata kerja turun dari akar ن-ز-ل untuk dua hal yang berurutan: (نُزِّلَتْ, nuzzilat) pada permintaan dan (أُنْزِلَتْ, unzilat) pada datangnya surah. Terjemahan memakai "diturunkan" untuk keduanya, dan ayat tidak menyatakan perbedaan antara keduanya. Rangkaian (أُنْزِلَتْ سُورَةٌ, unzilat suuratun) muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 9:86, 9:124, 9:127, dan 47:20. Di dua di antaranya, 9:86 dan 47:20, kata (إِذَا, idzaa) yang berarti "apabila" berdiri langsung di depan kata kerja itu, sedangkan 9:124 dan 9:127 menyelipkan maa di antaranya.

Sifat (مُحْكَمَةٌ, muhkamatun) yang berarti "yang jelas maksudnya" muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 47:20. Akar ح-ك-م dalam bentuk yang sama kelompoknya hadir di empat ayat: (مُحْكَمَاتٌ, muhkamaatun) di 3:7, (أُحْكِمَتْ, uhkimat) di 11:1, (يُحْكِمُ, yuhkimu) di 22:52, dan 47:20. Di 3:7 muhkamaat dibedakan dari mutasyabihat, dan artinya di sana "yang jelas maknanya". Di 11:1 dan 22:52 terjemahan memakai "dikukuhkan" dan "mengukuhkan" untuk kata kerjanya, dan keduanya menyangkut tanda-tanda, sedangkan di 47:20 sifat itu dikenakan pada sebuah surah. Terjemahan 47:20 memakai arti dari 3:7, "jelas maksudnya".

Kalimat (وَذُكِرَ فِيهَا الْقِتَالُ, wa-dzukira fiihaa l-qitaalu) yang berarti "dan di dalamnya disebutkan perang" memuat kata (الْقِتَالُ, l-qitaalu) yang muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:216, 2:246, 4:77, dan 47:20. Di tiga ayat selain 47:20 kata kerjanya (كُتِبَ, kutiba) yang berarti "diwajibkan": (كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ, kutiba 'alaykumu l-qitaalu) di 2:216, dan (كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَالُ, kutiba 'alayhimu l-qitaalu) di 2:246 dan 4:77. Di 47:20 kata kerjanya (ذُكِرَ, dzukira) yang berarti "disebutkan", dan surah, (فِيهَا, fiihaa) yang berarti "di dalamnya", memuat penyebutan itu, bukan orang-orang. Terjemahan mempertahankan perbedaan itu.

Gambaran (الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ, lladziina fii quluubihim maradhun) yang berarti "orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit" muncul delapan kali di enam surah, yaitu 5:52, 8:49, 9:125, 33:12, 33:60, 47:20, 47:29, dan 74:31. Dua di antaranya ada di surah ini, yaitu 47:20 dan 47:29. Bentuk (يَنْظُرُونَ, yanzhuruuna) di ayat ini disusul (إِلَيْكَ, ilayka), sehingga terjemahan memakai "memandang kepadamu". Kata (نَظَرَ, nazhara) di sesudahnya tertulis sama dengan kata kerja nazhara di 9:127, 37:88, dan 74:21, yang di tiga ayat itu berarti "memandang", tetapi di 47:20 morfologi mencatatnya sebagai kata benda, sehingga terjemahan memakai "pandangan". Kata kerja dan kata bendanya satu akar, "memandang" dan "pandangan".

Frasa (الْمَغْشِيِّ عَلَيْهِ, l-maghsyiyyi 'alayhi) yang berarti "orang yang pingsan" muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 47:20. Padanan kata kerjanya, (يُغْشَىٰ عَلَيْهِ, yughsyaa 'alayhi), ada di 33:19 bersama (مِنَ الْمَوْتِ, mina l-mawti), dan rangkaian (عَلَيْهِ مِنَ الْمَوْتِ, 'alayhi mina l-mawti) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 33:19 dan 47:20. Frasa (مِنَ الْمَوْتِ, mina l-mawti) muncul tiga kali, yaitu di 33:16, 33:19, dan 47:20, dan terjemahan memakai "dari" setelah "lari" di 33:16 dan "karena" setelah "pingsan" di 33:19 dan 47:20. Terjemahan 47:20 tidak menambahkan "takut" karena tidak ada kata Arab untuk itu. Di 33:19 rasa takut disebut oleh ayat itu sendiri, (جَاءَ الْخَوْفُ, jaa'a l-khawfu) yang berarti "datang ketakutan", dan 47:20 tidak memuat kata itu.

Bentuk (أَوْلَىٰ, awlaa) hadir di delapan ayat, yaitu 3:68, 4:135, 8:75, 19:70, 33:6, 47:20, 75:34, dan 75:35, dan rangkaian (فَأَوْلَىٰ, fa-awlaa) hanya di tiga yang terakhir, yaitu 47:20, 75:34, dan 75:35. Di 3:68, 8:75, 19:70, dan 33:6 terjemahan memakai bentuk perbandingan, yaitu "paling dekat", "lebih berhak", "paling layak", dan "lebih utama", dan huruf (بِ, bi-) sesudahnya menyebut siapa atau apa yang dibandingkan. Di 47:20 kata itu disusul (لَهُمْ, lahum) yang berarti "bagi mereka", dan terjemahan memakai "lebih pantas". Rangkaian (فَأَوْلَىٰ, fa-awlaa) di 75:34 dan 75:35 diterjemahkan "maka celakalah", dan 47:20 tidak menyatakan bahwa maknanya sama.

Tafsiran

Ayat ini menaruh satu peristiwa dan dua tanggapan. Peristiwanya turunnya sebuah surah yang diminta; tanggapan pertama berupa permintaan sebelum surah itu turun, dan tanggapan kedua berupa pandangan yang diamati sesudahnya. Orang-orang yang beriman dikutip ucapannya, sedangkan orang-orang yang di hatinya ada penyakit tidak dikutip dan digambarkan lewat cara mereka memandang. Sudut pandang ayat adalah sudut pandang orang yang diajak bicara, karena kata kerjanya (رَأَيْتَ, ra'ayta) yang berarti "engkau melihat".

Ayat 47:16 dan 47:20 sama-sama menyebut hati kelompok yang digambarkan dan sama-sama mengarahkan tindakan mereka kepada orang yang diajak bicara dengan (إِلَيْكَ, ilayka) yang berarti "kepadamu". Di 47:16 pendengar mendengarkan, dan di 47:20 orang-orang yang di hatinya ada penyakit memandang. Ayat tidak menyatakan bahwa kedua kelompok itu sama.

Pola dua tanggapan atas turunnya surah juga ada di 9:124 dan 9:125. Di 9:124 surah yang diturunkan menambah iman orang-orang yang beriman, dan di 9:125 (وَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ, wa-ammaa lladziina fii quluubihim maradhun) yang berarti "adapun orang-orang yang dalam hati mereka ada penyakit" ditambahi kekotoran. Ayat 9:127 memuat tanggapan ketiga, yaitu sebagian mereka saling memandang lalu berpaling. Di 47:20 pasangan tanggapannya lain: permintaan sebelum surah turun, lalu pandangan orang yang pingsan sesudahnya. Ayat 47:20 tidak menyebut apa yang terjadi pada orang-orang yang beriman ketika surah itu tiba.

Ayat ditutup dengan (فَأَوْلَىٰ لَهُمْ, fa-awlaa lahum) tanpa kelanjutan di dalam ayat itu sendiri. Ayat sesudahnya dibuka dengan (طَاعَةٌ وَقَوْلٌ مَعْرُوفٌ, thaa'atun wa-qawlun ma'ruufun) yang berarti "ketaatan dan tutur kata yang baik", tanpa kata penghubung, dan 47:20 tidak menyatakan bahwa keduanya bersambung.

Renungan dan Hikmah

  • Orang-orang yang beriman di 47:20 meminta sebuah surah turun, dan ayat tidak menyebut apa yang mereka harapkan ada di dalamnya. Surah itu, sesudah turun, memuat perang. Ayat tidak mencatat bagaimana mereka menanggapinya, hanya bahwa permintaan itu datang lebih dulu. Ayat 9:86 menyebut isi sebuah surah yang turun, "Berimanlah kepada Allah dan berjihadlah bersama Rasul-Nya", dan di sana reaksinya berupa permintaan izin, jadi konteksnya lain. Dari urutan di 47:20 pembaca dapat mengenali jarak antara apa yang diminta dalam bentuk umum, sebuah surah, dan apa yang datang dengan rinciannya. Permintaan apa yang pernah diajukan pembaca dalam bentuk umum, dan apa yang terjadi ketika rinciannya tiba?
  • Surah yang turun di 47:20 disebut jelas maksudnya. Ayat tidak menyebut ada orang yang bingung karenanya. Ayat menggambarkan pandangan seperti orang yang pingsan. Kejelasan di sini tidak mengurangi beratnya bagi mereka. Pembaca yang menunda sebuah keputusan karena merasa belum cukup jelas dapat bertanya apakah kejelasan sungguh yang ditunggu, atau ada hal lain yang membuat langkahnya berat. Ayat tidak menyuruh pembaca menjawabnya, dan jawaban itu tetap milik pembaca sendiri.
  • Kelompok yang di hatinya ada penyakit muncul dua kali di surah ini, di 47:20 dan 47:29. Di 47:29 mereka disebut mengira bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka. Dua ayat itu berjauhan dan tidak identik, tetapi sama-sama menggambarkan mereka lewat sesuatu yang terlihat atau akan ditampakkan: pandangan di 47:20, kedengkian di 47:29. Pembaca dapat bertanya apa yang akan tampak dari dirinya bila sebuah perintah datang tiba-tiba, dan apakah ada hal yang ia kira tidak terlihat oleh Allah?
  • Orang-orang yang beriman dikutip ucapannya di 47:20, sedangkan kelompok yang di hatinya ada penyakit tidak. Ayat tidak mengutip jawaban, pembelaan, atau keluhan mereka, dan yang dicatat adalah cara mereka memandang. Dari pandangan tanpa kata itu pembaca dapat membayangkan betapa banyak yang terbaca oleh orang di sekitar. Bagaimana pandangan pembaca sendiri terbaca oleh orang di sekelilingnya pada saat sebuah kewajiban datang?
  • Perumpamaan di 47:20 menyebut pandangan orang yang pingsan karena kematian dan tidak memakai kata takut. Di 33:19 gambaran serupa didahului penyebutan ketakutan yang datang. Konteks kedua ayat berbeda, sehingga rasa takut di 33:19 tidak dipindahkan ke 47:20. Dengan membaca apa adanya, pembaca melihat gambaran jasmani tanpa nama perasaan, dan bebas menimbang apa yang dirasakan orang dalam pandangan seperti itu. Pada siapa pembaca pernah melihat pandangan seperti itu, termasuk pada dirinya sendiri?
  • Ayat 47:20 memakai kata engkau melihat, jadi perspektifnya adalah perspektif orang yang diajak bicara, dan pandangan kelompok itu tertuju kepadanya. Di 9:127 reaksi atas turunnya surah berbeda: sebagian mereka saling memandang dan bertanya, "Adakah seseorang yang melihat kalian?", lalu berpaling, dan Allah memalingkan hati mereka. Kelompok dan reaksi di dua ayat itu berbeda dan tidak disamakan. Perbandingannya memperlihatkan bahwa Al-Qur'an mencatat beberapa macam tanggapan atas turunnya surah, dan 47:20 mencatat satu di antaranya, yaitu pandangan kepada orang yang diajak bicara. Ke mana pandangan pembaca tertuju ketika sebuah kewajiban datang: kepada orang di depannya, atau kepada orang di sebelahnya seperti di 9:127?
  • Ayat ditutup dengan "lebih pantas bagi mereka" tanpa kelanjutan di dalam ayat itu. Ayat 47:21 langsung menyebut ketaatan dan tutur kata yang baik, lalu menyebut bahwa sekiranya mereka benar kepada Allah, niscaya itu lebih baik bagi mereka, dan sambungan antara dua ayat itu tidak ditandai. Pembaca yang berhenti di 47:20 menemukan penutup tanpa lanjutan, dan pembaca yang meneruskan menemukan dua hal yang menyusul. Ayat 47:20 tidak menyatakan bahwa 47:21 melanjutkannya. Apa yang dianggap pembaca pantas bagi dirinya ketika perintah yang jelas datang?