فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ تَوَلَّيْتُمْ أَنْ تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ
Jangan-jangan, jika kalian berpaling, kalian akan berbuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan kalian?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ تَوَلَّيْتُمْfa-hal 'asaytum in tawallaytumjangan-jangan jika kalian berpaling
- أَنْ تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْan tufsiduu fii l-ardhi wa-tuqaththi'uu arhaamakumkalian akan berbuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan kalian
Terjemahan per kata (10 kata)
- فَهَلْfa-halmaka apakah
- عَسَيْتُمْ'asaytumboleh jadi kalian
- إِنْinjika
- تَوَلَّيْتُمْtawallaytumkalian berpaling
- أَنْanbahwa
- تُفْسِدُواtufsiduukalian berbuat kerusakan
- فِيfiidi
- الْأَرْضِl-ardhibumi
- وَتُقَطِّعُواwa-tuqaththi'uudan kalian memutuskan
- أَرْحَامَكُمْarhaamakumhubungan kekeluargaan kalian
Inti bacaan
Susunan (هَلْ عَسَيْتُمْ, hal 'asaytum) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:246 dan 47:22.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (فَهَلْ عَسَيْتُمْ, fa-hal 'asaytum) yang berarti "jangan-jangan". Awalan (فَ, fa) menyambung ayat ini dengan 47:21, dan akhiran -tum mengubah sasarannya dari "mereka" menjadi "kalian". Susunan (هَلْ عَسَيْتُمْ, hal 'asaytum) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:246 dan 47:22. Di 2:246 syaratnya (إِنْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ, in kutiba 'alaykumu l-qitaalu) yang berarti "jika diwajibkan atas kalian berperang", lalu ayat itu menuturkan hasilnya, (فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَالُ تَوَلَّوْا, fa-lammaa kutiba 'alayhimu l-qitaalu tawallaw) yang berarti "maka ketika perang diwajibkan atas mereka, mereka berpaling". Di 47:22 pertanyaan yang sama diajukan dan hasilnya tidak dituturkan. Terjemahan memakai "jangan-jangan" di kedua ayat.
Bagian berikutnya (إِنْ تَوَلَّيْتُمْ, in tawallaytum) yang berarti "jika kalian berpaling" berakar و-ل-ي. Bentuk (تَوَلَّيْتُمْ, tawallaytum) muncul delapan kali di tujuh surah, yaitu di 2:64, 2:83, 5:92, 9:3, 10:72, 47:22, 48:16, dan 64:12, dengan surah 2 memuatnya dua kali. Dengan awalan (إِنْ, in) bentuk ini muncul lima kali, yaitu di 5:92, 9:3, 10:72, 47:22, dan 64:12. Di 2:64 bunyinya (ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ, tsumma tawallaytum min ba'di dzaalika) yang berarti "kemudian kalian berpaling setelah itu", dan di 48:16 (كَمَا تَوَلَّيْتُمْ مِنْ قَبْلُ, ka-maa tawallaytum min qablu) yang berarti "seperti yang kalian perbuat sebelumnya". Di tujuh ayat selain 47:22 bentuk itu diterjemahkan "berpaling", dan di tujuh ayat itu yang dipunggungi adalah sesuatu yang sudah disampaikan: perjanjian di 2:64 dan 2:83, ketaatan kepada Allah dan Rasul di 5:92 dan 64:12, maklumat di 9:3, ajakan di 10:72, dan seruan berperang di 48:16. Bacaan lain untuk 47:22, yaitu "berkuasa", tidak dipakai. Ayat sebelumnya berbicara tentang perintah yang sudah ditetapkan dan kebenaran kepada Allah, dan itu sesuatu yang dapat dipunggungi.
Pasangan (تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ, tufsiduu fii l-ardhi) yang berarti "kalian berbuat kerusakan di bumi" berakar ف-س-د dan muncul empat kali, yaitu di 2:11, 7:56, 7:85, dan 47:22. Tiga ayat yang lain berupa larangan, (لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ, laa tufsiduu fii l-ardhi) yang berarti "janganlah kalian berbuat kerusakan di bumi". Di 47:22 bentuk itu berada di dalam pertanyaan. Di 2:11 larangan itu dijawab dengan (إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ, innamaa nahnu mushlihuuna) yang berarti "kami ini orang-orang yang memperbaiki keadaan", sedangkan di 47:22 jawaban semacam itu tidak dikutip.
Kata kerja (وَتُقَطِّعُوا, wa-tuqaththi'uu) yang berarti "dan kalian memutuskan" berakar ق-ط-ع dan hanya muncul di sini dalam bentuk ini. Kata kerja qaththa'a dengan penekanan ganda pada huruf tengah muncul dua belas kali, termasuk di ayat ini. Dari sebelas kemunculan yang lain, sepuluh mengenai benda yang banyak: tangan atau kaki di 5:33, 7:124, 12:31, 12:50, 20:71, dan 26:49, dua belas suku di 7:160, kaum yang tersebar di bumi di 7:168, pakaian di 22:19, serta usus di 47:15. Contohnya (تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ, tuqaththa'a aydiihim) di 5:33 dan (فَقَطَّعَ أَمْعَاءَهُمْ, fa-qaththa'a am'aa'ahum) di 47:15. Satu kemunculan lain, di 13:31, mengenai bumi. Bentuk tanpa penekanan ganda dipakai di 2:27 dan 13:25, (وَيَقْطَعُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَنْ يُوصَلَ, wa-yaqtha'uuna maa amara llaahu bihi an yuushala) yang berarti "dan memutuskan apa yang Allah perintahkan untuk disambungkan", dan di kedua ayat itu kerusakan di bumi disebut sesudahnya.
Objek kata kerja itu, (أَرْحَامَكُمْ, arhaamakum), berakar ر-ح-م dan berbentuk jamak. Kata (أَرْحَام, arhaam) muncul dua belas kali di sebelas surah dengan dua arti. Tujuh kali berarti rahim atau kandungan, misalnya (فِي الْأَرْحَامِ, fii l-arhaami) di 3:6, dan lima kali berarti hubungan kerabat, yaitu di 4:1, 8:75, 33:6, 47:22, dan 60:3. Bunyinya di 4:1 (وَالْأَرْحَامَ, wa-l-arhaama) dan di 8:75 (وَأُولُو الْأَرْحَامِ, wa-uluu l-arhaami), sedangkan di 60:3 (أَرْحَامُكُمْ, arhaamukum) berarti "kaum kerabat kalian". Terjemahan 47:22 memilih arti kerabat karena pelakunya orang dan kata kerjanya memutuskan, sebab ikatan antarorang dapat diputuskan oleh orang. Kata ganti terjemahan mengikuti akhiran (كُمْ, -kum) yang jamak, sehingga ditulis "hubungan kekeluargaan kalian".
Tafsiran
Ayat ini memindahkan pembicaraan dari "mereka" di 47:20 dan 47:21 ke "kalian" lewat satu pertanyaan, dan pertanyaan itu menyebut dua kerusakan dengan urutan dari yang luas ke yang dekat, yaitu bumi lalu hubungan kekeluargaan. Pertanyaan ini menjadi cabang kedua dari 47:21. Di cabang pertama, (فَلَوْ صَدَقُوا اللَّهَ, fa-law shadaquu llaaha) berujung pada kebaikan bagi mereka. Di cabang kedua, (إِنْ تَوَلَّيْتُمْ, in tawallaytum) berujung pada dugaan kerusakan yang masih berbentuk pertanyaan.
Letak syaratnya berbeda dari 2:246. Di sana perang diwajibkan, mereka berpaling, dan ayat itu menuturkan kejadiannya. Di 47:22 syaratnya belum terjadi dan ayat tidak mengatakan kalau sudah. Pertanyaan tentang kerusakan diajukan kepada orang yang masih berdiri di titik sebelum berpaling, sehingga isinya lebih mirip peringatan yang diajukan dalam bentuk pertanyaan daripada tuduhan atas perbuatan.
Kerusakan pertama jatuh pada bumi, yang dalam kalimat ini tidak dimiliki siapa pun, sedangkan kerusakan kedua jatuh pada hubungan kekeluargaan yang diberi pemilik lewat akhiran -kum. Di 60:3 kerabat kalian disebut tidak bermanfaat pada hari Kiamat, dan di 33:6 serta 8:75 mereka disebut lebih berhak atas sebagian yang lain. Ayat 47:22 tidak menyebut hukuman bagi yang memutuskannya, dan ayat sesudahnya membuka dengan penunjuk "mereka itu".
Perpindahan dari "mereka" ke "kalian" terjadi tanpa kalimat peralihan. Akhiran -tum pada (عَسَيْتُمْ, 'asaytum) sudah cukup untuk mengganti sasaran ayat.
Renungan dan Hikmah
- Pertanyaan di 47:22 tidak diikuti jawaban yang dikutip. Di 2:11, orang yang dilarang berbuat kerusakan menjawab bahwa mereka ini orang yang memperbaiki keadaan, dan jawaban itu ditulis lengkap. Kedua ayat itu membicarakan keadaan yang berbeda, sehingga tidak disamakan. Ketiadaan jawaban di 47:22 membuat pembaca harus mengisinya sendiri, dan jawaban yang dapat datang paling cepat berbunyi seperti jawaban di 2:11. Pembaca yang ditanya apakah dirinya akan merusak dapat menjawab tidak tanpa berpikir. Apa yang berubah bila pertanyaan itu diajukannya kepada diri sendiri pada saat sedang merasa paling benar?
- Ayat 47:22 menyebut kerusakan di bumi lebih dulu, lalu hubungan kekeluargaan. Skala besar dan skala satu keluarga disebut bersama dalam satu kalimat, dan masing-masing mendapat satu kata kerja. Di 60:3 kerabat kalian disebut tidak akan bermanfaat bagi kalian, dan Dia memisahkan antara kalian pada hari Kiamat, sedangkan Allah melihat apa yang kalian kerjakan. Ayat itu bicara tentang hari yang lain, sehingga tidak dijadikan tafsir 47:22. Namun yang dibicarakan keduanya sama-sama kerabat kalian: di 47:22 sebagai yang diputus, di 60:3 sebagai yang tidak lagi bermanfaat ketika hari itu tiba. Dalam daftar hubungan yang pernah diputus atau dibiarkan renggang, adakah nama yang sudah lama tidak disebut dalam percakapan di rumah sendiri?
- Ayat ini menaruh berpaling sebagai syarat dan kerusakan sebagai akibat yang dibayangkan. Di 2:64 berpaling terjadi sesudah perjanjian diambil, dan ayat itu menyebut bahwa seandainya karunia Allah dan rahmat-Nya tidak ada atas kalian, pasti kalian termasuk orang yang rugi. Kedua ayat berbeda sasarannya, dan 47:22 tidak memuat kata Allah. Namun 2:64 memperlihatkan bahwa jarak antara berpaling dan kerugian dapat diisi oleh karunia Allah, sedangkan 47:22 tidak berbicara tentang orang yang sudah rusak. Apa yang dirasakan seseorang pada saat baru mulai berpaling, dan siapa yang diandalkannya untuk mengisi jarak antara berpaling dan kerugian?
- Kata memutuskan di 47:22 memakai bentuk yang pada sepuluh dari sebelas kemunculan lainnya mengenai benda yang banyak, seperti tangan, kaki, atau usus. Kalau pola itu berlaku di sini, hubungan kekeluargaan yang diputus dibayangkan sebagai banyak ikatan, bukan satu tali. Bentuk lain dari akar yang sama dipakai di 2:27 dan 13:25 untuk apa yang Allah perintahkan untuk disambungkan, dan di kedua ayat itu kerusakan di bumi menyusul. Pembaca dapat membayangkan keluarganya sebagai kumpulan ikatan kecil, tiap-tiap satu dengan satu orang, dan pemutusan dapat berjalan satu ikatan demi satu ikatan. Berapa ikatan yang masih dipegangnya tanpa disadari sedang dipegang?
- Ayat 47:20 dan 47:21 berbicara tentang mereka, dan 47:22 tiba-tiba berkata kalian. Pembaca yang tadinya menonton orang lain kini ikut dipanggil. Di 7:85 pola serupa tampak ketika Syuaib berkata kepada kaumnya agar mengabdi kepada Allah dan tidak berbuat kerusakan di bumi, lalu menyebut bahwa itu lebih baik bagi kalian jika kalian orang-orang yang beriman. Sapaan langsung seperti itu mempersempit kemungkinan membaca peringatan sebagai kabar tentang pihak jauh. Pembaca dapat memperhatikan pada kalimat mana dalam hidupnya dirinya lebih nyaman dibicarakan sebagai mereka daripada sebagai kalian.
- Di 2:246 pertanyaan yang sama ditutup kenyataan bahwa mereka berpaling, tetapi di 47:22 ayat berhenti pada pertanyaan. Kekosongan itu memberi tempat bagi pembaca yang masih sempat memilih. Ayat 47:21 menyebut kebaikan bagi mereka bila benar kepada Allah, dan 47:22 menyebut kerusakan sebagai kemungkinan di sisi lain, sehingga kedua ayat membuka dua jalan sekaligus dan tidak menyatakan jalan mana yang diambil. Seseorang yang berdiri di antara dua kemungkinan itu dapat bertanya, kapan terakhir peringatan diperlakukannya sebagai pertanyaan yang masih terbuka?