أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَىٰ أَبْصَارَهُمْ

Mereka itulah orang-orang yang dilaknat oleh Allah. Lalu, Dia menulikan dan membutakan penglihatan mereka.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللَّهُulaa'ika lladziina la'anahumu llaahumereka itulah orang-orang yang dilaknat oleh Allah
  2. فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَىٰ أَبْصَارَهُمْfa-ashammahum wa-a'maa abshaarahumlalu, Dia menulikan dan membutakan penglihatan mereka

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. لَعَنَهُمُla'anahumumelaknat mereka
  4. اللَّهُllaahuAllah
  5. فَأَصَمَّهُمْfa-ashammahummaka Dia menulikan mereka
  6. وَأَعْمَىٰwa-a'maadan lebih buta
  7. أَبْصَارَهُمْabshaarahumpenglihatan mereka

Inti bacaan

Konsekuensi bertahap 'dilaknat. ditulikan pendengaran dan dibutakan penglihatan mereka', penurunan kapasitas persepsi sebagai akibat dari pilihan yang terus-menerus menolak kebenaran.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(pendengaran)' tidak dipakai. 'Ulaa'ika' (jauh) benar diterjemahkan 'mereka itulah'.

Tafsiran

Ayat ini menggambarkan konsekuensi laknat: kehilangan kemampuan indrawi rohani untuk mendengar dan melihat kebenaran.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut dua indra ditutup. Pendengaran. Penglihatan.
  • Yang hilang bukan telinganya, melainkan kemampuan menangkap. Suaranya tetap terdengar. Isinya tidak sampai.
  • Laknat disebut Allah lebih dahulu, akibatnya menyusul. Bukan sekaligus. Ada urutannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.