أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَىٰ أَبْصَارَهُمْ

Mereka itulah orang-orang yang dilaknat oleh Allah. Lalu, Dia menulikan dan membutakan penglihatan mereka.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللَّهُulaa'ika lladziina la'anahumu llaahumereka itulah orang-orang yang dilaknat oleh Allah
  2. فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَىٰ أَبْصَارَهُمْfa-asammahum wa-a'maa absaarahumlalu, Dia menulikan dan membutakan penglihatan mereka
Catatan pilihan kata (ringkas)

ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: passthrough terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (probe 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (-amandemen: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = passthrough (cabang mata-hati didokumentasi). ⚠ Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y. Lih.. of dariir'; glos ilahi: 'He who sees all things, both what are apparent and what are occult, WITHOUT ANY ORGAN'; cabang-2: 'endowed with mental perception'.

Aplikasi

Konsekuensi bertahap 'dilaknat... ditulikan pendengaran dan dibutakan penglihatan mereka', penurunan kapasitas persepsi sebagai akibat dari pilihan yang terus-menerus menolak kebenaran.