إِنَّ الَّذِينَ ارْتَدُّوا عَلَىٰ أَدْبَارِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْهُدَى ۙ الشَّيْطَانُ سَوَّلَ لَهُمْ وَأَمْلَىٰ لَهُمْ

Sesungguhnya orang-orang yang berbalik ke belakang setelah petunjuk jelas bagi mereka, setan merayu mereka dan memanjangkan bagi mereka.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. إِنَّ الَّذِينَ ارْتَدُّوا عَلَىٰ أَدْبَارِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْهُدَىinna lladziina rtadduu 'alaa adbaarihim min ba'di maa tabayyana lahumu l-hudaasesungguhnya orang-orang yang berbalik ke belakang setelah petunjuk jelas bagi mereka
  2. الشَّيْطَانُ سَوَّلَ لَهُمْ وَأَمْلَىٰ لَهُمْasy-syaythaanu sawwala lahum wa-amlaa lahumsetan merayu mereka dan memanjangkan bagi mereka

Terjemahan per kata (16 kata)

  1. إِنَّinnasesungguhnya
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. ارْتَدُّواrtadduumereka berbalik
  4. عَلَىٰ'alaaatas
  5. أَدْبَارِهِمْadbaarihimpunggung mereka
  6. مِنْmindari
  7. بَعْدِba'disesudah
  8. مَاmaaapa yang
  9. تَبَيَّنَtabayyanajelas
  10. لَهُمُlahumubagi mereka
  11. الْهُدَىl-hudaapetunjuk
  12. الشَّيْطَانُasy-syaythaanusetan
  13. سَوَّلَsawwalamemperindah
  14. لَهُمْlahumbagi mereka
  15. وَأَمْلَىٰwa-amlaadan memberi tangguh
  16. لَهُمْlahumbagi mereka

Inti bacaan

Kata kerja (سَوَّلَ, sawwala) dan bentuk perempuannya (سَوَّلَتْ, sawwalat) muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 12:18, 12:83, 20:96, dan 47:25.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (إِنَّ الَّذِينَ ارْتَدُّوا عَلَىٰ أَدْبَارِهِمْ, inna lladziina rtadduu 'alaa adbaarihim) yang berarti "sesungguhnya orang-orang yang berbalik ke belakang". Kata kerja (ارْتَدُّوا, rtadduu) berakar ر-د-د, dan kata kerja yang sama dalam berbagai bentuknya muncul delapan kali di delapan ayat, yaitu di 2:217, 5:21, 5:54, 12:96, 14:43, 18:64, 27:40, dan 47:25. Di 2:217 bunyinya (وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ, wa-man yartadid minkum 'an diinihi), dan di 5:54 juga bersama (عَنْ دِينِهِ, 'an diinihi). Di 47:25 yang menyertainya adalah (عَلَىٰ أَدْبَارِهِمْ, 'alaa adbaarihim), bagian belakang tubuh mereka, sehingga terjemahan memakai "berbalik ke belakang" dan tidak memakai kata murtad, yang mengandaikan din yang ditinggalkan, sedangkan ayat ini menyebut punggung. Susunan (عَلَىٰ أَدْبَارِ, 'alaa adbaari) muncul empat kali, yaitu di 4:47, 5:21, 17:46, dan 47:25. Di 5:21 bunyinya (وَلَا تَرْتَدُّوا عَلَىٰ أَدْبَارِكُمْ, wa-laa tartadduu 'alaa adbaarikum) yang berarti "dan janganlah kalian berbalik ke belakang", sebuah larangan sebelum kejadian. Di 17:46 bunyinya (وَلَّوْا عَلَىٰ أَدْبَارِهِمْ نُفُورًا, wallaw 'alaa adbaarihim nufuuran) yang berarti "mereka berpaling ke belakang seraya lari". Di 4:47 pelakunya Kami, (فَنَرُدَّهَا عَلَىٰ أَدْبَارِهَا, fa-naruddahaa 'alaa adbaarihaa) yang berarti "lalu Kami putar ke belakangnya".

Kata (تَبَيَّنَ, tabayyana) yang berarti "menjadi jelas" berakar ب-ي-ن. Bentuk lengkap (مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْهُدَى, min ba'di maa tabayyana lahumu l-hudaa) yang berarti "setelah petunjuk jelas bagi mereka" muncul dua kali, yaitu di 47:25 dan 47:32. Dua ayat lain memakai susunan yang sama dengan sedikit perbedaan: (مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ, min ba'di maa tabayyana lahumu l-haqqu) di 2:109 yang berarti "setelah kebenaran jelas bagi mereka", dan (مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَىٰ, min ba'di maa tabayyana lahu l-hudaa) di 4:115 yang berarti "setelah petunjuk jelas baginya". Di keempat ayat itu perbuatan yang disebut menyusul sesudah kejelasan: berbalik ke belakang di 47:25, kufur, menghalangi, dan menentang Rasul di 47:32, keinginan mengembalikan orang menjadi kufur di 2:109, dan menentang Rasul di 4:115.

Kata kerja (سَوَّلَ, sawwala) berakar س-و-ل. Bentuk ini dan bentuk perempuannya (سَوَّلَتْ, sawwalat) muncul empat kali di tiga surah, yaitu di 12:18, 12:83, 20:96, dan 47:25. Di tiga ayat pertama pelakunya diri sendiri, seperti (سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنْفُسُكُمْ أَمْرًا, sawwalat lakum anfusukum amran) di 12:18 yang berarti "diri kalian sendiri menghiasi suatu urusan bagi kalian", dan (سَوَّلَتْ لِي نَفْسِي, sawwalat lii nafsii) di 20:96 yang berarti "nafsuku membujukku". Di 47:25 pelakunya (الشَّيْطَانُ, asy-syaythaanu) yang berarti "setan", dan ayat ini tidak memuat benda yang dihiasi. Terjemahan "merayu mereka" memakai orang sebagai sasaran dan tidak menambahkan benda apa pun.

Kata kerja (أَمْلَىٰ, amlaa) berakar م-ل-و dan muncul sembilan kali di delapan ayat. Di enam ayat, kata kerja itu dipakai dengan kata ganti pertama dalam ucapan Allah, yaitu (أَنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ, annamaa numlii lahum) di 3:178, (وَأُمْلِي لَهُمْ, wa-umlii lahum) di 7:183 dan 68:45, (فَأَمْلَيْتُ لِلَّذِينَ كَفَرُوا, fa-amlaytu li-lladziina kafaruu) di 13:32, serta (فَأَمْلَيْتُ لِلْكَافِرِينَ, fa-amlaytu li-l-kaafiriina) di 22:44 dan (أَمْلَيْتُ لَهَا, amlaytu lahaa) di 22:48, dan di keenamnya terjemahan memakai "memberi tenggang". Di 25:5 bunyinya (تُمْلَىٰ عَلَيْهِ, tumlaa 'alayhi) yang berarti "didiktekan kepadanya", dengan arti lain. Di 47:25 kata kerja itu berbentuk orang ketiga dan mengikuti setan, (سَوَّلَ لَهُمْ وَأَمْلَىٰ لَهُمْ, sawwala lahum wa-amlaa lahum), tanpa kata ganti pertama dan tanpa objek. Terjemahan "memanjangkan bagi mereka" menyalin kata itu dan tidak menambahkan apa yang dipanjangkan, sebab ayat ini tidak menyebutnya.

Kata (لَهُمْ, lahum) muncul tiga kali dalam satu ayat ini: (تَبَيَّنَ لَهُمُ, tabayyana lahumu) yang berarti "jelas bagi mereka", (سَوَّلَ لَهُمْ, sawwala lahum) yang berarti "merayu mereka", dan (أَمْلَىٰ لَهُمْ, amlaa lahum) yang berarti "memanjangkan bagi mereka". Ketiga kata itu merujuk kelompok yang sama, yaitu orang-orang yang berbalik ke belakang di awal ayat.

Tafsiran

Ayat ini memuat tiga hal: petunjuk menjadi jelas lebih dulu, berbalik ke belakang menyusul, dan setan merayu serta memanjangkan. Urutan waktu antara berbalik dan rayuan setan tidak ditetapkan ayat ini. Berbalik ke belakang ditulis sebagai kata kerja yang dilakukan orang-orang itu sendiri, dan pekerjaan setan ditulis di bagian ayat sesudahnya. Ayat ini memuat apa yang dikerjakan setan atas mereka, dan tidak memuat apa yang menimpa mereka sesudahnya.

Frasa yang sama muncul di 47:32, dan perbandingannya memperlihatkan di mana 47:25 berhenti. Ayat 47:32 menyebut orang yang kufur, menghalangi dari jalan Allah, dan menentang Rasul sesudah petunjuk jelas bagi mereka, lalu menutup dengan hasilnya: mereka tidak akan memberi mudarat kepada Allah sedikit pun dan Dia akan menggugurkan amal-amal mereka. Ayat 47:25 memakai pembuka dan frasa "setelah petunjuk jelas bagi mereka" yang sama, tetapi berhenti pada rayuan dan pemanjangan tanpa menyebut hasil.

Letaknya di dalam surah memperlihatkan arah yang berpindah. Ayat 47:23 menyebut pendengaran dan penglihatan, ayat 47:24 menyebut hati, dan ayat 47:25 beralih dari anggota yang menerima ke arah langkah, yaitu bagian belakang. Akar yang sama dengan (أَدْبَارِهِمْ, adbaarihim) kembali dua ayat sesudahnya di 47:27, (يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَارَهُمْ, yadhribuuna wujuuhahum wa-adbaarahum) yang berarti "memukul wajah dan punggung mereka". Ayat 47:25 tidak menghubungkan kedua penyebutan itu secara tertulis, tetapi akar yang sama ada di keduanya.

Ayat berikutnya diawali penunjuk "yang demikian itu karena" dan memuat ucapan orang-orang itu.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 47:25 menaruh kejelasan petunjuk sebelum berbalik, dan tidak memakai kata tidak tahu untuk orang-orang itu. Di 2:109 pola yang sama tampak pada orang yang ingin mengembalikan kalian menjadi kufur setelah kebenaran jelas bagi mereka, lalu ayat itu meminta agar memaafkan dan berlapang dada sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Ayat 2:109 membicarakan Ahlulkitab, sedangkan 47:25 tidak menamai pelakunya. Keduanya memperlihatkan bahwa kejelasan tidak selalu diikuti langkah ke arah yang jelas itu. Seseorang yang selama ini menjelaskan keraguannya dengan kurang tahu dapat memeriksa apakah ada hal yang sudah jelas baginya tetapi belum diikutinya. Hal apa yang sudah terang tetapi masih ditundanya?
  • Kata kerja berbalik di 47:25 dilakukan mereka sendiri, dan setan ditulis di bagian ayat sesudahnya dengan kata kerja yang lain. Di 5:21 kata kerja dari akar yang sama dipakai sebagai larangan oleh orang yang berbicara kepada kaumnya tentang tanah yang telah Allah tetapkan bagi mereka. Pembaca dapat membaca keduanya bersama: larangan sebelum kejadian di 5:21, laporan sesudah kejadian di 47:25. Dua ayat itu tidak sedang membicarakan peristiwa yang sama, tetapi letak larangan dan laporan itu memperlihatkan bahwa berbalik adalah gerak yang dapat dilarang sebelum terjadi. Pada saat apa sebuah larangan yang dahulu terdengar jauh mulai terbaca sebagai berita tentang diri sendiri?
  • Kata memanjangkan di 47:25 tidak punya benda, jadi apa yang dipanjangkan tidak tertulis. Di enam ayat lain kata kerja yang sama muncul sebagai ucapan Allah dengan kata ganti pertama, dan terjemahan memakai memberi tenggang. Ayat-ayat itu berbicara tentang Allah, sedangkan 47:25 berbicara tentang setan, sehingga keduanya tidak disamakan. Pembaca dapat membiarkan kata kerja itu tanpa benda dan mendata sendiri apa saja yang pernah ditangguhkannya: keputusan, permintaan maaf, tindakan yang sudah terang. Mana di antara yang ditangguhkan itu yang bertambah panjang karena terasa masih ada waktu?
  • Orang yang berbalik ke belakang menghadapkan punggungnya ke arah petunjuk yang sudah jelas, dan ayat 47:27 menyebut punggung lagi ketika para malaikat mewafatkan mereka seraya memukul wajah dan punggung. Pembaca dapat menaruh dua gambar itu berdampingan: punggung yang diputar, dan punggung yang kemudian menerima pukulan. Apa yang berada di arah punggung seseorang yang memutar badan dari petunjuk yang sudah jelas, dan siapa yang melihatnya?
  • Dalam satu ayat, tiga hal ditujukan kepada kelompok yang sama: petunjuk menjadi jelas bagi mereka, setan merayu mereka, dan setan memanjangkan bagi mereka. Kelompok itu tidak berganti sasaran di tengah ayat, sehingga kejelasan dan rayuan sama-sama mengenai orang yang sama. Pembaca dapat membayangkan dirinya sebagai sasaran kedua hal itu sekaligus, yaitu kejelasan yang datang kepadanya dan rayuan yang juga datang kepadanya. Keduanya menuju satu orang, dan orang itu yang menimbang. Bagaimana dua suara itu dibedakan bila keduanya datang pada jam yang sama?
  • Kata kerja yang dipakai untuk setan di 47:25 dipakai juga untuk diri sendiri di 12:18, 12:83, dan 20:96. Tulisan ayat memakai satu kata kerja bagi dua pelaku, sehingga rayuan dari luar dan bujukan dari dalam tidak dibedakan oleh kata kerjanya. Di 12:83 orang yang mengalami hal itu menjawab dengan kesabaran yang baik dan harapan agar Allah mendatangkan mereka semuanya kepadanya. Dua kisah itu berbeda, tetapi pembaca dapat memperhatikan tempat Allah di jawaban itu: sesudah bujukan, yang disebut adalah sabar dan harapan kepada Allah. Dalam diri pembaca, suara yang menyuruh melakukan sesuatu berasal dari mana, dan kepada siapa harapan ditaruh sesudah mendengarnya?