ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا لِلَّذِينَ كَرِهُوا مَا نَزَّلَ اللَّهُ سَنُطِيعُكُمْ فِي بَعْضِ الْأَمْرِ ۖ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِسْرَارَهُمْ
Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka telah mengatakan kepada orang-orang yang tidak senang pada apa yang diturunkan Allah, “Kami akan mematuhi kalian dalam beberapa urusan.” Padahal, Allah mengetahui rahasia mereka.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا لِلَّذِينَ كَرِهُوا مَا نَزَّلَ اللَّهُdzaalika bi-annahum qaaluu li-lladziina karihuu maa nazzala llaahuyang demikian itu karena sesungguhnya mereka telah mengatakan kepada orang-orang yang tidak senang pada apa yang diturunkan Allah
- سَنُطِيعُكُمْ فِي بَعْضِ الْأَمْرِsa-nuthii'ukum fii ba'dhi l-amrikami akan mematuhi kalian dalam beberapa urusan
- وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِسْرَارَهُمْwa-llaahu ya'lamu israarahumpadahal, Allah mengetahui rahasia mereka
Terjemahan per kata (15 kata)
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- بِأَنَّهُمْbi-annahumkarena sesungguhnya mereka
- قَالُواqaaluumereka berkata
- لِلَّذِينَli-lladziinabagi orang-orang yang
- كَرِهُواkarihuumereka membenci
- مَاmaaapa yang
- نَزَّلَnazzalamenurunkan
- اللَّهُllaahuAllah
- سَنُطِيعُكُمْsa-nuthii'ukumkami akan menaati kalian
- فِيfiidi
- بَعْضِba'dhisebagian
- الْأَمْرِl-amriurusan
- وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
- يَعْلَمُya'lamumengetahui
- إِسْرَارَهُمْisraarahumkerahasiaan mereka
Inti bacaan
Kata kerja (سَنُطِيعُكُمْ, sa-nuthii'ukum) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 47:26.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ, dzaalika bi-annahum) yang berarti "yang demikian itu karena sesungguhnya mereka". Kata (ذَٰلِكَ, dzaalika) menunjuk kembali ke apa yang disebut di 47:25, yaitu berbalik ke belakang dan pekerjaan setan atas mereka, dan (بِأَنَّهُمْ, bi-annahum) memuat sebabnya. Susunan (ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ, dzaalika bi-annahum) muncul delapan belas kali di sepuluh surah, yaitu di 2:61, 2:275, 3:24, 3:75, 3:112, 5:58, 7:146, 8:13, 9:6, 9:80, 9:120, 40:22, 47:9, 47:26, 59:4, 59:13, 59:14, dan 63:3. Pada sebagian besar, sebab yang disebut berupa perbuatan atau keadaan, misalnya (كَرِهُوا, karihuu) di 47:9 dan (كَذَّبُوا, kadzdzabuu) di 7:146. Pada empat ayat sebabnya berupa ucapan mereka, yaitu (ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا, dzaalika bi-annahum qaaluu) di 2:275, 3:24, 3:75, dan 47:26. Terjemahan memakai "telah mengatakan" agar ucapan itu terbaca sebagai sesuatu yang sudah lewat.
Bagian berikutnya (قَالُوا لِلَّذِينَ كَرِهُوا, qaaluu li-lladziina karihuu) yang berarti "mereka mengatakan kepada orang-orang yang tidak senang" menyebut sasaran ucapan. Susunan (قَالُوا لِلَّذِينَ, qaaluu li-lladziina) muncul dua kali, yaitu di 47:16 dan 47:26. Di 47:16 sasarannya (قَالُوا لِلَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ, qaaluu li-lladziina uutuu l-'ilma) yang berarti "mereka berkata kepada orang yang telah diberi ilmu", dan mereka menanyakan apa yang dikatakan tadi. Di 47:26 sasarannya orang-orang yang tidak senang, dan mereka menawarkan kepatuhan. Kata kerja (كَرِهُوا, karihuu) berakar ك-ر-ه dan muncul empat kali dengan bentuk persis ini, yaitu di 9:81, 47:9, 47:26, dan 47:28. Ayat 47:26 menyebut orang-orang itu lewat sikapnya terhadap apa yang diturunkan dan tidak menamai siapa mereka.
Objek sikap itu (مَا نَزَّلَ اللَّهُ, maa nazzala llaahu) yang berarti "apa yang diturunkan Allah" memakai kata kerja berpenekanan ganda pada huruf tengah. Susunan itu muncul tiga kali, yaitu di 7:71, 47:26, dan 67:9, misalnya (مَا نَزَّلَ اللَّهُ بِهَا, maa nazzala llaahu bihaa) di 7:71. Di 47:9 objek yang sama memakai kata kerja berbentuk lain, (كَرِهُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ, karihuu maa anzala llaahu), dan terjemahan memakai "turun" untuk kedua bentuk itu. Dua kali (كَرِهُوا مَا, karihuu maa) muncul dalam surah ini, di 47:9 dan 47:26.
Kata kerja (سَنُطِيعُكُمْ, sa-nuthii'ukum) yang berarti "kami akan mematuhi kalian" tersusun dari awalan (سَ, sa-) yang berarti "akan", kata kerja dari akar ط-و-ع, dan akhiran -kum yang berarti "kalian". Bentuk ini muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 47:26. Akar ط-و-ع bersama orang yang ditaati ada di 3:149, (إِنْ تُطِيعُوا الَّذِينَ كَفَرُوا, in tuthii'uu lladziina kafaruu) yang berarti "jika kalian menaati orang-orang yang kufur", lalu disusul (يَرُدُّوكُمْ عَلَىٰ أَعْقَابِكُمْ, yarudduukum 'alaa a'qaabikum) yang berarti "mereka mengembalikan kalian ke belakang". Akar ر-د-د di 3:149 sama dengan akar kata kerja berbalik di 47:25. Ucapan di 47:26 dibatasi oleh (فِي بَعْضِ الْأَمْرِ, fii ba'dhi l-amri), dengan (بَعْضِ, ba'dhi) yang berarti "sebagian". Susunan itu muncul satu kali. Terjemahan memakai "beberapa urusan", dan kata (الْأَمْرِ, l-amri) yang sama diterjemahkan "perintah" di 47:21 karena di sana kata itu menjadi pelaku kata kerja berketetapan.
Kalimat penutup (وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِسْرَارَهُمْ, wa-llaahu ya'lamu israarahum) yang berarti "padahal Allah mengetahui rahasia mereka" memakai (إِسْرَارَهُمْ, israarahum), kata benda dari akar س-ر-ر yang menunjuk perbuatan merahasiakan. Kata (إِسْرَار, israar) muncul dua kali, yaitu di 47:26 dan 71:9, (وَأَسْرَرْتُ لَهُمْ إِسْرَارًا, wa-asrartu lahum israaran) yang berarti "dan aku menyampaikan kepada mereka secara tertutup". Di 71:9 perbuatan itu dilakukan Nuh kepada kaumnya, sebagaimana dituturkan sejak 71:1, jadi kata itu sendiri tidak menunjuk keburukan. Kata lain dari akar yang sama, (سِرَّهُمْ, sirrahum), muncul dua kali, yaitu di 9:78 dan 43:80, misalnya (يَعْلَمُ سِرَّهُمْ, ya'lamu sirrahum) di 9:78 yang berarti "mengetahui rahasia mereka". Terjemahan memakai "rahasia mereka" untuk israarahum dan sirrahum. Huruf (وَ, wa) di awal kalimat berarti "dan"; terjemahan menulis "padahal" agar pengetahuan Allah terbaca menyertai ucapan tadi, bukan menyusul sesudahnya.
Tafsiran
Ayat ini memberi sebab bagi 47:25 dalam bentuk ucapan, dan ucapan itu ditujukan kepada pihak ketiga. Mereka tidak mengucapkannya kepada orang yang disapa di ayat-ayat sekitarnya. Dari delapan belas kemunculan susunan pembuka itu, empat saja yang memberi ucapan sebagai sebab, dan di dua di antaranya, 3:24 dan 47:26, ucapan itu memuat batas: (إِلَّا أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ, illaa ayyaaman ma'duudaatin) yang berarti "kecuali beberapa hari yang terhitung" di 3:24, dan "dalam beberapa urusan" di 47:26. Dua ayat itu menulis ucapan yang diberi batas sebagai alasan.
Di 47:21 ketaatan disebut tanpa alamat, dan di 47:26 ketaatan itu punya alamat serta batas. Janji itu memisahkan kepatuhan menjadi bagian yang diberikan dan bagian yang tidak disebut. Ayat ini tidak menuliskan bagian yang tidak diberikan itu.
Kalimat penutup membawa ayat itu ke wilayah lain. Ucapan itu diucapkan kepada orang-orang yang tidak senang, dan Allah mengetahui kerahasiaan mereka. Surah ini mengulang bentuk penutup serupa di 47:30. Di sana (وَلَتَعْرِفَنَّهُمْ فِي لَحْنِ الْقَوْلِ, wa-la-ta'rifannahum fii lahni l-qawli) berarti "engkau pun benar-benar akan mengenali mereka melalui nada bicaranya", lalu (وَاللَّهُ يَعْلَمُ أَعْمَالَكُمْ, wa-llaahu ya'lamu a'maalakum) berarti "Allah mengetahui amal-amal kalian". Dua ayat itu menaruh dua tingkat pengetahuan: ucapan yang dapat dikenali dari nadanya oleh orang yang disapa, dan kerahasiaan yang diketahui Allah. Ayat 47:26 berada di tingkat kedua.
Ayat berikutnya membuka dengan (فَكَيْفَ إِذَا تَوَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ, fa-kayfa idzaa tawaffat-humu l-malaa'ikatu) yang berarti "maka, bagaimana apabila para malaikat mewafatkan mereka". Pertanyaan itu menyusul tepat sesudah pengetahuan Allah yang disebut di ujung 47:26.
Renungan dan Hikmah
- Janji di 47:26 dibatasi kata sebagian, dan ayat itu diawali penunjuk "yang demikian itu karena" yang merujuk ke ayat sebelumnya, lalu memuat janji sebagian itu. Kutipan itu tidak memuat penolakan terhadap apa yang diturunkan Allah. Yang ada hanya tawaran kepatuhan dalam beberapa urusan. Ayat 3:24 memuat bentuk yang mirip, yaitu pembatasan berupa beberapa hari yang terhitung, dan di sana pun ucapan terbatas dipakai sebagai sebab. Ayat 3:24 berbicara tentang api, dan 47:26 tentang kepatuhan. Pembaca dapat memperhatikan betapa sempit pengecualian yang disebut dalam kutipan itu. Seberapa kecil sebuah pengecualian yang pernah diucapkannya sebelum arah berjalannya mulai berubah?
- Ucapan di 47:26 ditujukan kepada orang-orang yang tidak senang pada apa yang diturunkan Allah, tidak kepada orang yang disapa di ayat-ayat sekitarnya dan tidak kepada sesama pembicara. Di 3:149 orang-orang beriman diperingatkan bahwa menaati orang-orang yang kufur berujung pada dikembalikan ke belakang. Dua ayat itu menyapa kelompok yang berbeda dan tidak disamakan, tetapi sama-sama menaruh perhatian pada kepada siapa kepatuhan diberikan. Kepada siapa paling mudah bagi pembaca mengucapkan kami akan menurut, dan apakah pihak itu mengarahkannya ke jalan yang sama dengan apa yang diturunkan Allah?
- Ayat 47:26 menutup dengan Allah mengetahui kerahasiaan mereka. Di 9:78 Allah disebut mengetahui rahasia dan bisikan mereka, dan di 43:80 dikatakan bahwa utusan-utusan Kami di sisi mereka mencatat. Tiga ayat itu menempatkan pembicaraan tertutup di tempat yang diketahui. Ketiganya membicarakan kelompok yang berlainan. Orang yang menyusun kalimat dengan keyakinan tidak ada yang akan menyimaknya dapat membaca ketiga ayat itu berdampingan lalu menimbang kalimat mana yang tetap akan diucapkannya di tempat terbuka. Kalimat apa yang hanya berani diucapkan ketika tidak ada yang menyimak?
- Di 2:275 sebab yang disebut ayat ialah ucapan, "Jual beli itu sama dengan riba", dan sesudahnya ayat itu menyebut bahwa Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Di 3:24 sebabnya ucapan tentang api yang hanya menyentuh beberapa hari, dan di 47:26 sebabnya janji kepatuhan sebagian. Tiga ayat itu menaruh sebuah kalimat sebagai alasan. Pembaca yang menyusun daftar alasannya sendiri dapat melihat bahwa sebuah kalimat pendek pun dapat dicatat sebagai sebab. Kalimat pendek apa yang paling sering diucapkan pembaca untuk membenarkan langkah yang sebenarnya sudah diketahui arahnya?
- Di 47:16 orang-orang yang tadinya mendengarkan, sesudah keluar dari sisi orang yang disapa, berkata kepada orang yang diberi ilmu dan bertanya apa yang dikatakan tadi, lalu ayat itu menyebut bahwa Allah telah mengunci hati mereka. Di 47:26 orang-orang yang disebut berkata kepada pihak yang tidak senang pada apa yang diturunkan Allah. Dua ayat itu tidak menyatakan bahwa pelakunya sama. Namun keduanya mencatat kepada siapa mereka berkata. Kepada siapa pembaca menoleh sesudah keluar dari sebuah pertemuan yang tadinya disetujuinya?
- Janji di 47:26 diucapkan dalam bentuk kami, yaitu kata ganti jamak, tanpa nama orang per orang. Ayat itu menutup dengan Allah mengetahui kerahasiaan mereka, dan di sana kata ganti jamaknya berganti menjadi mereka. Janji yang diucapkan atas nama kelompok mudah terasa ringan bagi tiap orang di dalamnya, sebab tidak ada satu pun nama yang tertulis di sana. Pembaca yang pernah mengucapkan kami sepakat dalam sebuah rapat dapat memperhatikan apa yang dipegangnya dari kesepakatan itu sesudah ruangan kosong. Bagian mana dari kami yang menjadi miliknya?