ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمُ اتَّبَعُوا مَا أَسْخَطَ اللَّهَ وَكَرِهُوا رِضْوَانَهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ
Yang demikian itu karena mereka mengikuti apa yang membuat Allah murka dan membenci keridaan-Nya, maka Dia menggugurkan amal-amal mereka.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمُ اتَّبَعُوا مَا أَسْخَطَ اللَّهَ وَكَرِهُوا رِضْوَانَهُdzaalika bi-annahumu ttaba'uu maa askhatha llaaha wa-karihuu ridhwaanahuyang demikian itu karena mereka mengikuti apa yang membuat Allah murka dan membenci keridaan-Nya
- فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْfa-ahbatha a'maalahummaka, Dia menggugurkan amal-amal mereka
Terjemahan per kata (10 kata)
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- بِأَنَّهُمُbi-annahumukarena sesungguhnya mereka
- اتَّبَعُواttaba'uumengikuti
- مَاmaaapa yang
- أَسْخَطَaskhathamemurkakan
- اللَّهَllaahaAllah
- وَكَرِهُواwa-karihuudan mereka membenci
- رِضْوَانَهُridhwaanahukeridaan-Nya
- فَأَحْبَطَfa-ahbathamaka Dia menggugurkan
- أَعْمَالَهُمْa'maalahumamal-amal mereka
Inti bacaan
Susunan (فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ, fa-ahbatha a'maalahum) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 47:9 dan 47:28.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمُ, dzaalika bi-annahumu) yang berarti "yang demikian itu karena mereka". Dalam surah ini susunan serupa muncul tiga kali, yaitu di 47:9, 47:26, dan 47:28, dan di 47:9 serta 47:26 bunyinya (ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ, dzaalika bi-annahum). Sebab yang disebut sesudahnya berbeda pada ketiganya: membenci apa yang Allah turunkan di 47:9, mengucapkan janji kepatuhan kepada orang-orang yang tidak senang pada apa yang diturunkan di 47:26, dan di 47:28 dua perbuatan sekaligus, yaitu mengikuti dan membenci. Terjemahan memakai "yang demikian itu" seperti di 47:9 dan 47:26.
Kata (اتَّبَعُوا, ttaba'uu) yang berarti "mereka mengikuti" berakar ت-ب-ع, dan bentuk persis ini muncul lima belas kali di sembilan surah, yaitu di 2:102, 2:166, 2:167, 3:174, 7:157, 11:59, 11:97, 19:59, 40:7, 47:3, 47:14, 47:16, 47:28, 54:3, dan 71:21. Empat dari lima belas ada di surah ini. Di 47:3, (كَفَرُوا اتَّبَعُوا الْبَاطِلَ, kafaruu ttaba'uu l-baathila) yang berarti "yang kufur mengikuti kebatilan" dan (آمَنُوا اتَّبَعُوا الْحَقَّ مِنْ رَبِّهِمْ, aamanuu ttaba'uu l-haqqa min rabbihim) yang berarti "yang beriman mengikuti kebenaran dari Tuhan mereka". Di 47:14 dan 47:16 bunyinya (وَاتَّبَعُوا أَهْوَاءَهُمْ, wa-ttaba'uu ahwaa'ahum) yang berarti "dan mereka mengikuti hawa nafsu mereka". Di 47:28 objeknya sebuah anak kalimat, (مَا أَسْخَطَ اللَّهَ, maa askhatha llaaha) yang berarti "apa yang membuat Allah murka". Susunan (اتَّبَعُوا مَا, ttaba'uu maa) hanya muncul di 2:102 dan 47:28; di 2:102 bunyinya (وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ, wa-ttaba'uu maa tatluu sy-syayaathiinu) yang berarti "dan mereka mengikuti apa yang dibaca setan-setan". Kata maa di 47:28 menunjuk sesuatu tanpa menyebut wujudnya, dan terjemahan "apa yang" tidak menambahkan benda atau perbuatan tertentu.
Kata (أَسْخَطَ, askhatha) yang berarti "membuat murka" berakar س-خ-ط, dan akar ini muncul di empat ayat, yaitu 3:162, 5:80, 9:58, dan 47:28. Bentuk yang menjadikan pihak lain murka, dengan Allah sebagai sasarannya, hanya ada di 47:28. Di 5:80 bunyinya (سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ, sakhitha llaahu 'alayhim) yang berarti "Allah murka kepada mereka", dan di 9:58 bunyinya (يَسْخَطُونَ, yaskhathuuna) yang berarti "mereka marah", dengan manusia sebagai pelakunya. Terjemahan memakai "murka" bila Allah yang disebut dan "marah" bila manusia, dan di 47:28 Allah menjadi objek kata kerja, sehingga susunannya "membuat Allah murka".
Kata (وَكَرِهُوا, wa-karihuu) yang berarti "dan mereka membenci" berakar ك-ر-ه, dan bentuk persis karihuu muncul empat kali di dua surah, yaitu di 9:81, 47:9, 47:26, dan 47:28. Tiga ada di surah ini, dengan objek yang berpindah: (كَرِهُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ, karihuu maa anzala llaahu) yang berarti "membenci apa yang Allah turunkan" di 47:9, (كَرِهُوا مَا نَزَّلَ اللَّهُ, karihuu maa nazzala llaahu) di 47:26, dan (وَكَرِهُوا رِضْوَانَهُ, wa-karihuu ridhwaanahu) di 47:28. Kata (رِضْوَانَهُ, ridhwaanahu) yang berarti "keridaan-Nya" berakar ر-ض-و, dan bentuk dengan akhiran -hu itu hanya muncul di 5:16 dan 47:28. Di 3:162, (اتَّبَعَ رِضْوَانَ اللَّهِ, ttaba'a ridhwaana llaahi) yang berarti "mengikuti keridaan Allah", di 3:174, (وَاتَّبَعُوا رِضْوَانَ اللَّهِ, wa-ttaba'uu ridhwaana llaahi), dan di 5:16, (مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ, mani ttaba'a ridhwaanahu) yang berarti "orang yang mengikuti rida-Nya", objek kata kerja mengikuti adalah rida di tiga ayat itu. Di 47:28 dua kata yang sama dipakai berlawanan: yang diikuti adalah apa yang membuat Allah murka, dan rida dibenci.
Kata (فَأَحْبَطَ, fa-ahbatha) yang berarti "maka Dia menggugurkan" tersusun dari huruf fa yang berarti "maka" dan ahbatha, kata kerja berakar ح-ب-ط. Susunan (فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ, fa-ahbatha a'maalahum) yang berarti "maka Dia menggugurkan amal-amal mereka" muncul dua kali, yaitu di 47:9 dan 47:28, dan kata ahbatha sendiri muncul tiga kali, yaitu di 33:19, 47:9, dan 47:28. Di 33:19 pelakunya ditulis, (فَأَحْبَطَ اللَّهُ أَعْمَالَهُمْ, fa-ahbatha llaahu a'maalahum), dan di sana terjemahannya "menghapus", sedangkan di 47:9 dan 47:28 pelaku tidak ditulis pada kata kerjanya, dan terjemahan memakai "Dia" mengikuti 33:19. Bentuk lain dari akar yang sama muncul di 47:32, (وَسَيُحْبِطُ أَعْمَالَهُمْ, wa-sa-yuhbithu a'maalahum) yang berarti "dan Dia akan menggugurkan amal-amal mereka". Surah ini memakai akar ح-ب-ط tiga kali, di 47:9, 47:28, dan 47:32, dengan objek yang sama, yaitu amal-amal mereka.
Ayat 47:28 tidak menyebut amal mana yang digugurkan dan tidak menyebut kapan. Terjemahan memakai "amal-amal" tanpa tambahan "pahala" atau "kebaikan", karena kata Arabnya hanya a'maal.
Tafsiran
Ayat ini menyebut dua perbuatan sebagai sebab dan satu akibat, dengan urutan mengikuti, membenci, lalu amal digugurkan. Letaknya berpasangan dengan 47:26: di 47:25 orang-orang itu berbalik, dan 47:26 menyebut sebabnya lewat ucapan mereka; di 47:27 mereka diwafatkan malaikat, dan 47:28 dapat dibaca menyebut sebabnya lewat perbuatan dan sikap mereka. Dua sebab itu tidak dinyatakan sama oleh ayat. Di 47:26 mereka menjanjikan kepatuhan sebagian kepada orang-orang yang tidak senang pada apa yang diturunkan, dan di 47:28 mereka mengikuti sesuatu yang membuat Allah murka. Ayat tidak menyatakan bahwa yang dijanjikan di 47:26 adalah yang diikuti di 47:28, dan pembaca tidak perlu menyamakannya.
Dengan 47:9, ayat ini membentuk pasangan yang mirip. Keduanya berakhir pada kalimat yang sama, maka amal-amal mereka digugurkan, tetapi yang dibenci berbeda: di 47:9 apa yang Allah turunkan, dan di 47:28 keridaan-Nya. Surah ini kemudian kembali pada gugurnya amal di 47:32, dan di ayat berikutnya orang-orang yang beriman disapa langsung, (وَلَا تُبْطِلُوا أَعْمَالَكُمْ, wa-laa tubthiluu a'maalakum) yang berarti "dan janganlah kalian membatalkan amal-amal kalian" di 47:33. Gugurnya amal dibicarakan tiga kali tentang pihak yang disebut "mereka", lalu pembatalan amal disebut sekali dengan kata "kalian".
Ayat 3:162 memuat dua pilihan yang serupa dalam bentuk pertanyaan: (أَفَمَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَ اللَّهِ كَمَنْ بَاءَ بِسَخَطٍ مِنَ اللَّهِ, a-fa-mani ttaba'a ridhwaana llaahi ka-man baa'a bi-sakhathin mina llaahi) yang berarti "maka apakah orang yang mengikuti keridaan Allah sama dengan orang yang kembali membawa kemurkaan dari Allah". Ayat 47:28 tidak bertanya dan tidak membandingkan; ayat ini menyebut satu sisi saja dengan kata-kata yang sama, yaitu mengikuti dan murka, dan menambahkan membenci rida.
Ayat sesudahnya, 47:29, berpindah pada apa yang tersimpan di hati orang-orang yang berpenyakit. Ayat 47:28 dapat dibaca sebagai ayat terakhir tentang apa yang tampak dari perbuatan dan sikap, sebelum surah ini berbicara tentang yang tersembunyi.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 47:28 memuat dua kata kerja yang mengarah ke dua sisi: mengikuti bergerak ke arah sesuatu, sedangkan membenci menjauh darinya. Objek pertama adalah apa yang membuat Allah murka, dan objek kedua adalah keridaan-Nya. Satu kalimat memuat orang yang melangkah ke arah yang satu dan sekaligus memalingkan diri dari arah yang lain. Pembaca dapat menaruh dua kata kerja itu di hari-harinya sendiri, lalu memeriksa apa yang didekati tanpa banyak berpikir dan apa yang dijauhi tanpa banyak bertanya. Apakah salah satu dari keduanya pernah dihubungkan dengan rida Allah?
- Dalam surah ini kata mengikuti ada di empat ayat dan selalu punya objek: kebatilan dan kebenaran dari Tuhan mereka di 47:3, hawa nafsu di 47:14 dan 47:16, serta apa yang membuat Allah murka di 47:28. Tidak ada satu pun dari keempat ayat itu yang menggambarkan orang yang tidak mengikuti apa-apa. Pembacaan ini tidak menyimpulkan lebih dari yang tertulis, tetapi pembaca dapat bertanya apa yang sedang diikutinya hari ini, siapa atau apa yang menentukan arah langkahnya, dan apakah objeknya sanggup disebut secara jelas seperti ayat-ayat itu menyebutnya?
- Ayat 47:28 menyebut mereka mengikuti sesuatu yang membuat Allah murka, tetapi tidak menyebut apa sesuatu itu. Ayat ini menaruh tempat kosong, dan susunan katanya tidak mengarahkan pengisian tempat itu ke siapa pun. Pembaca dapat memperhatikan hal pertama yang terlintas ketika tempat kosong itu terbaca, dan apakah hal itu menunjuk kepada orang lain atau kepada dirinya sendiri. Bila yang terlintas adalah perilaku orang lain, apa yang membuat ayat ini terasa lebih mudah dibaca dengan arah ke luar?
- Ayat 3:162 memakai kata yang menggambarkan kembali dengan membawa sesuatu, yaitu kemurkaan dari Allah, berhadapan dengan mengikuti keridaan-Nya. Ayat 47:28 tidak memakai kata kembali, tetapi dua kata yang sama, mengikuti dan murka, ada di sana. Dari dua ayat itu pembaca dapat membayangkan sebuah hari yang diakhiri dengan pulang membawa sesuatu. Apa yang ada di tangan pembaca ketika hari itu berakhir, dan di mana hal itu ditaruh sebelum tidur? Pertanyaan ini tidak menyatakan jawabannya, sebab tak satu pun dari dua ayat itu menyebutkan apa yang dibawa pulang setiap orang pada hari biasa.
- Dalam 47:28, amal digugurkan pada pihak yang disebut mereka. Dalam 47:33, kata kalian muncul pada larangan membatalkan amal, dengan Allah dan Rasul disebut berdampingan dalam ayat yang sama. Kata ganti berubah dari orang ketiga menjadi orang kedua, sehingga pembaca yang beriman membaca ayat yang menyapanya langsung. Ayat 47:33 tidak menjelaskan bagaimana amal dibatalkan, dan pembaca tidak bisa mengisi cara itu dari ayat tersebut. Bila ayat itu ditujukan kepadanya, amal mana yang ia kerjakan dengan perhatian pada keridaan Allah, dan amal mana yang ia kerjakan karena kebiasaan?
- Di surah ini kata membenci ada di tiga ayat dengan objek yang bergeser: apa yang Allah turunkan di 47:9 dan 47:26, lalu keridaan-Nya di 47:28. Pergeseran itu bisa dibaca sebagai satu garis dari apa yang diturunkan ke rida yang menyertainya, meskipun ayat-ayat itu tidak menyusunnya begitu. Pembaca dapat memperhatikan apakah rasa tidak suka dalam dirinya pernah bergeser sejauh itu, dari tidak suka pada apa yang diturunkan sampai tidak suka pada rida Allah sendiri, dan apakah rasa itu pernah dilacak sampai ke objek terakhirnya?