أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ أَنْ لَنْ يُخْرِجَ اللَّهُ أَضْغَانَهُمْ
Ataukah orang-orang yang di hatinya ada penyakit mengira bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌam hasiba lladziina fii quluubihim maradhunataukah orang-orang yang di hatinya ada penyakit mengira
- أَنْ لَنْ يُخْرِجَ اللَّهُ أَضْغَانَهُمْan lan yukhrija llaahu adhghaanahumbahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka
Terjemahan per kata (11 kata)
- أَمْamatau
- حَسِبَhasibamengira
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- فِيfiidi
- قُلُوبِهِمْquluubihimhati mereka
- مَرَضٌmaradhunpenyakit
- أَنْanbahwa
- لَنْlantidak akan
- يُخْرِجَyukhrijamengeluarkan
- اللَّهُllaahuAllah
- أَضْغَانَهُمْadhghaanahumkedengkian mereka
Inti bacaan
Pertanyaan retoris tentang kedengkian tersembunyi 'mengira bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka?', asumsi keliru bahwa niat buruk yang disembunyikan tidak akan pernah terungkap.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan bahwa kedengkian tersembunyi sekalipun pasti akan disingkapkan Allah pada waktunya.
Renungan dan Hikmah
- Sangkaan mereka yang ditanya Allah, bukan perbuatan mereka. Bukan apa yang dilakukan. Apa yang dikira.
- Yang disembunyikan kedengkian, bukan perbuatan. Bukan yang tampak. Yang dipendam.
- Penyakit itu ditaruh Allah di hati, bukan di badan. Bukan yang sakit. Yang berpenyakit hatinya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar h-s-b, q-l-b, m-r-d, kh-r-j, a-l-h, d-gh-n): quluub marad diterjemahkan 'hati berpenyakit' (akar q-l-b + akar m-r-d); yukhrija adghaanahum diterjemahkan 'menampakkan kedengkian mereka' (akar kh-r-j + akar d-gh-n). gloss '(kepada Rasul dan kaum beriman)' dibuang.