وَلَوْ نَشَاءُ لَأَرَيْنَاكَهُمْ فَلَعَرَفْتَهُمْ بِسِيمَاهُمْ ۚ وَلَتَعْرِفَنَّهُمْ فِي لَحْنِ الْقَوْلِ ۚ وَاللَّهُ يَعْلَمُ أَعْمَالَكُمْ

Seandainya Kami berkehendak, niscaya Kami menunjukkan mereka kepadamu sehingga engkau benar-benar dapat mengenali mereka melalui tanda-tandanya. Engkau pun benar-benar akan mengenali mereka melalui nada bicaranya. Allah mengetahui amal-amal kalian.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَلَوْ نَشَاءُ لَأَرَيْنَاكَهُمْ فَلَعَرَفْتَهُمْ بِسِيمَاهُمْwa-law nasyaa'u la-araynaakahum fa-la-'araftahum bi-siimaahumseandainya Kami berkehendak, niscaya Kami menunjukkan mereka kepadamu sehingga engkau benar-benar dapat mengenali mereka melalui tanda-tandanya
  2. وَلَتَعْرِفَنَّهُمْ فِي لَحْنِ الْقَوْلِwa-la-ta'rifannahum fii lahni l-qawliengkau pun benar-benar akan mengenali mereka melalui nada bicaranya
  3. وَاللَّهُ يَعْلَمُ أَعْمَالَكُمْwa-llaahu ya'lamu a'maalakumAllah mengetahui amal-amal kalian

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. وَلَوْwa-lawdan sekiranya
  2. نَشَاءُnasyaa'uKami kehendaki
  3. لَأَرَيْنَاكَهُمْla-araynaakahumsungguh Kami akan memperlihatkan mereka kepadamu
  4. فَلَعَرَفْتَهُمْfa-la-'araftahummaka sungguh engkau akan mengenal mereka
  5. بِسِيمَاهُمْbi-siimaahumdengan tanda mereka
  6. وَلَتَعْرِفَنَّهُمْwa-la-ta'rifannahumdan sungguh engkau akan mengenal mereka
  7. فِيfiidari
  8. لَحْنِlahninada
  9. الْقَوْلِl-qawliperkataan
  10. وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
  11. يَعْلَمُya'lamumengetahui
  12. أَعْمَالَكُمْa'maalakumamal kalian

Inti bacaan

Akar ل-ح-ن, dalam kata (لَحْنِ, lahni), tercatat satu kali saja di Al-Qur'an, tepatnya di 47:30.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَلَوْ نَشَاءُ, wa-law nasyaa'u) yang berarti "dan seandainya Kami berkehendak". Susunan (لَوْ نَشَاءُ, law nasyaa'u) muncul delapan kali di enam surah, yaitu di 7:100, 8:31, 36:66, 36:67, 43:60, 47:30, 56:65, dan 56:70. Di tujuh ayat pelakunya Kami, misalnya (وَلَوْ نَشَاءُ لَطَمَسْنَا عَلَىٰ أَعْيُنِهِمْ, wa-law nasyaa'u la-thamasnaa 'alaa a'yunihim) yang berarti "dan seandainya Kami menghendaki, pastilah Kami menghapus penglihatan mereka" di 36:66. Di 8:31 susunan itu diucapkan oleh orang-orang yang menolak, (لَوْ نَشَاءُ لَقُلْنَا مِثْلَ هَٰذَا, law nasyaa'u la-qulnaa mitsla haadzaa) yang berarti "jika kami menghendaki, niscaya kami dapat mengucapkan yang seperti ini juga". Bentuk lengkap dengan wa di depan dan la di awal jawabannya ada empat, yaitu di 36:66, 36:67, 43:60, dan 47:30.

Kata (لَأَرَيْنَاكَهُمْ, la-araynaakahum) yang berarti "niscaya Kami menunjukkan mereka kepadamu" hanya muncul di 47:30. Satu kata ini memuat empat bagian: la yang menegaskan, araynaa yang berarti "Kami menunjukkan" dan berakar ر-أ-ي, akhiran -ka yang berarti "kepadamu", dan akhiran -hum yang berarti "mereka". Ayat tidak menyebut siapa yang dimaksud "engkau" dan siapa yang dimaksud "mereka", dan terjemahan tidak menambahkan nama atau gelar bagi keduanya.

Kata (فَلَعَرَفْتَهُمْ, fa-la-'araftahum) yang berarti "sehingga engkau benar-benar mengenali mereka" hanya muncul di 47:30, dan kata kerjanya berakar ع-ر-ف. Sesudahnya datang (بِسِيمَاهُمْ, bi-siimaahum) yang berarti "melalui tanda-tandanya". Bentuk ini muncul lima kali di empat surah, yaitu di 2:273, 7:46, 7:48, 47:30, dan 55:41, dan di kelimanya ia bersama kata kerja yang berakar ع-ر-ف: (تَعْرِفُهُمْ بِسِيمَاهُمْ, ta'rifuhum bi-siimaahum) di 2:273, (يَعْرِفُونَ كُلًّا بِسِيمَاهُمْ, ya'rifuuna kullan bi-siimaahum) di 7:46, (يَعْرِفُونَهُمْ بِسِيمَاهُمْ, ya'rifuunahum bi-siimaahum) di 7:48, dan (يُعْرَفُ الْمُجْرِمُونَ بِسِيمَاهُمْ, yu'rafu l-mujrimuuna bi-siimaahum) di 55:41. Terjemahan memakai "tanda-tanda" di 7:46, 7:48, 55:41, dan 47:30.

Kata (وَلَتَعْرِفَنَّهُمْ, wa-la-ta'rifannahum) yang berarti "dan engkau pun benar-benar akan mengenali mereka" juga hanya muncul di 47:30. Kata kerjanya memakai penegas dua kali, la di depan dan nun di belakang, dan kata kerja pertama, fa-la-'araftahum, juga memakai la. Terjemahan memakai "benar-benar" pada keduanya. Akar ع-ر-ف dipakai dua kali dalam ayat ini, tetapi sarananya berbeda: tanda pada yang pertama, nada bicara pada yang kedua.

Kata (لَحْنِ, lahni) yang berarti "nada" berakar ل-ح-ن, dan akar ini di seluruh Al-Qur'an hanya muncul sekali, yaitu di 47:30. Susunan (فِي لَحْنِ الْقَوْلِ, fii lahni l-qawli) memasangkan lahni dengan (الْقَوْلِ, l-qawli) yang berarti "perkataan", dan terjemahan "nada bicara" memakai "nada" bagi lahni dan "bicara" bagi qawl. Ayat tidak menjelaskan nada seperti apa yang dimaksud.

Kalimat penutup (وَاللَّهُ يَعْلَمُ أَعْمَالَكُمْ, wa-llaahu ya'lamu a'maalakum) yang berarti "Allah mengetahui amal-amal kalian" memakai susunan (وَاللَّهُ يَعْلَمُ, wa-llaahu ya'lamu) yang muncul enam belas kali di sebelas surah, yaitu di 2:216, 2:220, 2:232, 3:66, 5:99, 9:42, 16:19, 24:19, 24:29, 29:45, 33:51, 47:19, 47:26, 47:30, 49:16, dan 63:1. Tiga di antaranya ada di surah ini, dengan objek yang berganti: (مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَاكُمْ, mutaqallabakum wa-matswaakum) yang berarti "tempat kalian bolak-balik dan tempat kalian tinggal" di 47:19, (إِسْرَارَهُمْ, israarahum) yang berarti "rahasia mereka" di 47:26, dan (أَعْمَالَكُمْ, a'maalakum) di 47:30. Kata a'maalakum muncul empat kali di dua surah, yaitu di 33:71, 47:30, 47:33, dan 47:35, dan terjemahannya "amal-amal kalian" di 33:71, 47:33, dan 47:35. Terjemahan 47:30 memakai bentuk yang sama tanpa tambahan "segala" dan "perbuatan", karena tidak ada kata Arab yang melahirkannya.

Kata ganti dalam ayat ini berpindah. Akhiran -ka di la-araynaakahum dan -ta di fa-la-'araftahum menunjuk satu orang, yaitu "engkau", ta- di wa-la-ta'rifannahum juga menunjuk satu orang, tetapi akhiran -kum di (أَعْمَالَكُمْ, a'maalakum) menunjuk lebih dari satu orang, yaitu "kalian". Terjemahan mengikuti perpindahan itu dan tidak menyeragamkannya.

Tafsiran

Ayat ini menyusun tiga pihak dalam satu rangkaian: Kami yang berkehendak, engkau yang mengenali, dan Allah yang mengetahui amal kalian. Dua cara mengenali disebut untuk pihak kedua. Cara pertama, melalui tanda, ada di bawah syarat seandainya Kami berkehendak. Cara kedua, melalui nada bicara, dinyatakan tanpa syarat itu, dan kata kerjanya memakai penegas rangkap. Ayat tidak menyatakan apakah cara pertama pernah terjadi.

Di surah ini Allah disebut mengetahui tiga hal dengan susunan yang sama. Di 47:19 yang diketahui ialah tempat kalian bolak-balik dan tempat kalian tinggal, di 47:26 rahasia mereka, dan di 47:30 amal kalian. Perpindahan kata ganti ikut terbaca di sana: 47:19 menyapa dengan kalian, 47:26 berbicara tentang mereka, dan 47:30 kembali ke kalian. Dengan begitu pembicaraan tentang rahasia orang lain di 47:26 berada di antara dua pernyataan yang menyapa pembaca langsung.

Ayat sebelumnya, 47:29, menanyakan anggapan bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka. Ayat 47:30 tidak menyebut kedengkian itu lagi, tetapi menyebut dua jalan untuk mengenali mereka, tanda dan nada bicara, dan keduanya menyangkut apa yang dapat ditangkap dari luar. Ayat 47:37 kemudian menyebut kembali kata kerja menampakkan untuk kedengkian, dengan keadaan yang berbeda, yaitu permintaan harta. Ayat 47:30 sendiri tidak menyatakan bahwa tanda dan nada bicara itu adalah cara kedengkian ditampakkan, dan hubungan keduanya dapat dibaca tetapi tidak dinyatakan oleh teks.

Renungan dan Hikmah

  • Cara pertama mengenali orang di 47:30, yaitu tanda, berada di bawah syarat seandainya Kami berkehendak, sedangkan cara kedua, nada bicara, dinyatakan pasti tanpa syarat itu. Ayat tidak mengikat jalan yang lewat telinga pada syarat itu. Ayat 47:30 ditutup dengan pernyataan bahwa Allah mengetahui amal-amal kalian, sehingga pengenalan oleh manusia dan pengetahuan Allah ditaruh berdampingan. Pembaca dapat bertanya jalan mana di antara keduanya yang paling sering diandalkan ketika menilai orang, dan seberapa sering jalan yang lewat telinga dipakai?
  • Ayat 47:30 menyebut nada bicara sebagai sesuatu yang dikenali orang lain dari pembicara. Pembicara dapat mengetahuinya lewat pendengarannya sendiri, lewat rekaman, atau lewat orang yang mendengar. Pembaca dapat membayangkan percakapannya hari ini direkam lalu diputar kembali tanpa tulisan. Nada apa yang akan terdengar ketika berbicara dengan atasan, dengan orang yang tidak bisa membalas, dan dengan orang yang dikasihi, dan apakah ketiganya terdengar seperti satu orang yang sama?
  • Ayat 47:30 memulai dengan kata engkau dan mereka, lalu menutup dengan kalian: Allah mengetahui amal-amal kalian. Sepanjang dua kalimat pertama pembaca dapat merasa berada di pihak yang mengenali orang lain, dan baru di kalimat terakhir ayat itu menyapa jamak. Ayat ini tidak menyatakan siapa kalian itu. Pada kalimat mana pembaca mulai merasa dibicarakan, dan apakah perasaan itu muncul sebelum atau sesudah kata kalian muncul?
  • Di surah ini Allah disebut mengetahui tempat kalian bolak-balik dan tempat kalian tinggal di 47:19, rahasia mereka di 47:26, dan amal kalian di 47:30. Ketiganya mencakup lokasi, apa yang disembunyikan, dan apa yang dikerjakan, dan susunan kata di tiga ayat itu sama. Pembaca dapat menaruh dirinya di setiap ayat dan memperhatikan mana yang paling mudah diterima sebagai sesuatu yang Allah ketahui tentang dirinya: tempatnya, rahasianya, atau amalnya. Mana yang paling sulit untuk dibayangkan diketahui, dan apakah kesulitan itu menunjukkan sesuatu tentang bagian diri yang paling jarang dibuka?
  • Ayat 47:29 bertanya apakah mereka mengira Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka, dan ayat 47:30 menyebut bahwa nada bicara dapat dikenali. Ayat 47:30 sendiri tidak menyatakan bahwa nada bicara itu adalah cara kedengkian ditampakkan, tetapi dua ayat yang berurutan itu memungkinkan pembaca bertanya sebaliknya: apakah nada bicara orang yang dikenal pernah didengarkan sebelum sesuatu disimpulkan tentangnya? Seberapa sering seseorang sudah disimpulkan tanpa suaranya pernah didengar?
  • Kata yang diterjemahkan tanda di 47:30 dipakai juga di 2:273 untuk orang-orang fakir yang terhalang di jalan Allah dan memelihara diri, dan di 55:41 untuk para pendosa. Ayat 2:273 menutup dengan pernyataan bahwa Allah mengetahui kebaikan apa pun yang diinfakkan. Kata yang sama dipakai untuk dua pihak yang berbeda, orang-orang fakir di satu ayat dan para pendosa di ayat lain. Dua ayat tersebut tidak saling menjelaskan, dan keduanya tidak menyatakan bahwa tanda saja cukup untuk menilai. Pembaca yang pernah menilai seseorang dari tanda di wajah atau di pakaiannya dapat bertanya: tanda mana yang dibacanya sebagai kemampuan dan tanda mana sebagai kekurangan, dan apakah pembacaan itu pernah diuji?