وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّىٰ نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنْكُمْ وَالصَّابِرِينَ وَنَبْلُوَ أَخْبَارَكُمْ

Sungguh, Kami benar-benar akan menguji kalian sehingga mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kalian serta menguji berita-berita kalian.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّىٰ نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنْكُمْ وَالصَّابِرِينَwa-la-nabluwannakum hattaa na'lama l-mujaahidiina minkum wa-sh-shaabiriinasungguh, Kami benar-benar akan menguji kalian sehingga mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kalian
  2. وَنَبْلُوَ أَخْبَارَكُمْwa-nabluwa akhbaarakumserta menguji berita-berita kalian

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. وَلَنَبْلُوَنَّكُمْwa-la-nabluwannakumdan sungguh Kami akan menguji kalian
  2. حَتَّىٰhattaasampai
  3. نَعْلَمَna'lamaKami mengetahui
  4. الْمُجَاهِدِينَl-mujaahidiinaorang-orang yang berjihad
  5. مِنْكُمْminkumdari kalian
  6. وَالصَّابِرِينَwa-sh-shaabiriinadan orang-orang yang sabar
  7. وَنَبْلُوَwa-nabluwadan Kami menguji
  8. أَخْبَارَكُمْakhbaarakumberita kalian

Inti bacaan

Bentuk (وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ, wa-la-nabluwannakum) hanya tercatat dua kali di Al-Qur'an, tepatnya di 2:155 dan 47:31.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ, wa-la-nabluwannakum) yang berarti "dan sungguh Kami benar-benar akan menguji kalian". Kata ini tersusun dari wa yang berarti "dan", la dan nun yang menegaskan, nabluwa yang berarti "Kami menguji", dan akhiran -kum yang berarti "kalian". Bentuk persisnya muncul dua kali, yaitu di 2:155 dan 47:31. Di 2:155 kata itu langsung disusul isi ujiannya, (بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ, bi-syay'in mina l-khawfi) yang berarti "dengan sedikit ketakutan", sedangkan di 47:31 isi ujian tidak disebut. Kata kerja berakar ب-ل-و dengan Kami sebagai pelaku dan bentuk yang belum selesai muncul di enam ayat, yaitu 2:155, 7:163, 18:7, 21:35, 47:31, dan 76:2, dan di 47:31 ia muncul dua kali. Terjemahan memakai "menguji" di semua ayat itu, termasuk kedua kata kerja di ayat ini.

Kata (حَتَّىٰ نَعْلَمَ, hattaa na'lama) yang berarti "sehingga mengetahui" di seluruh Al-Qur'an hanya muncul di 47:31. Kata kerja na'lama berakar ع-ل-م dan berarti "Kami mengetahui". Bentuk persis na'lama muncul lima kali di lima surah, yaitu di 2:143, 5:113, 18:12, 34:21, dan 47:31. Di 2:143, 18:12, dan 34:21 bunyinya didahului li dan pelakunya Kami, misalnya (لِنَعْلَمَ مَنْ يُؤْمِنُ بِالْآخِرَةِ, li-na'lama man yu'minu bi-l-aakhirati) yang berarti "agar Kami mengetahui siapa yang beriman pada akhirat" di 34:21. Di 5:113 pelakunya pihak lain yang sedang berbicara, bukan Allah. Bentuk lain dari akar ini bersama orang-orang yang berjihad ada di 9:16, (وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ, wa-lammaa ya'lami llaahu lladziina jaahaduu minkum) yang berarti "padahal Allah belum mengetahui orang-orang yang berjihad di antara kalian", dan di 3:142, yang memuat orang-orang yang berjihad di antara kalian dan orang-orang yang sabar sebagai dua objek pengetahuan. Ayat 47:31 tidak menjelaskan apakah pengetahuan itu baru atau sudah ada, dan terjemahan tidak menambahkan keterangan tentangnya.

Kata (الْمُجَاهِدِينَ, l-mujaahidiina) yang berarti "orang-orang yang berjihad" berakar ج-ه-د, dan bentuk persis ini muncul dua kali, yaitu di 4:95 dan 47:31. Di 4:95 bunyinya (فَضَّلَ اللَّهُ الْمُجَاهِدِينَ, fadhdhala llaahu l-mujaahidiina) yang berarti "Allah melebihkan orang-orang yang berjihad". Di surah ini akar ج-ه-د hanya ada di 47:31. Terjemahan memakai "berjihad" tanpa tambahan "berperang", karena kata Arabnya tidak menyebut perang. Kata (مِنْكُمْ, minkum) yang berarti "di antara kalian" menempel pada kelompok itu, seperti pada jaahaduu minkum di 3:142 dan 9:16, sehingga mereka disebut sebagai bagian dari yang diajak bicara.

Kata (وَالصَّابِرِينَ, wa-sh-shaabiriina) yang berarti "dan orang-orang yang bersabar" berakar ص-ب-ر, dan bentuk dengan huruf wa di depannya muncul empat kali, yaitu di 2:177, 22:35, 33:35, dan 47:31. Di 2:177 bunyinya (وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ, wa-sh-shaabiriina fii l-ba'saa'i) yang berarti "dan orang-orang yang sabar dalam kemelaratan", dan di 22:35 (وَالصَّابِرِينَ عَلَىٰ مَا أَصَابَهُمْ, wa-sh-shaabiriina 'alaa maa ashaabahum) yang berarti "dan orang-orang yang sabar atas apa yang menimpa mereka". Ayat 2:155, yang membuka dengan kata ujian yang sama, menutup dengan (وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ, wa-basysyiri sh-shaabiriina) yang berarti "dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar". Di 47:31 kata itu berdiri tanpa keterangan, sehingga ayat tidak menyebut sabar terhadap apa.

Kata (وَنَبْلُوَ أَخْبَارَكُمْ, wa-nabluwa akhbaarakum) yang berarti "serta menguji berita-berita kalian" memakai nabluwa yang sama dengan kata kerja pertama dan berada di bawah hattaa yang sama, sejajar dengan na'lama. Kata (أَخْبَارَكُمْ, akhbaarakum) berakar خ-ب-ر dan kata akhbaar muncul di tiga ayat, yaitu 9:94, 47:31, dan 99:4. Di 9:94 bunyinya (قَدْ نَبَّأَنَا اللَّهُ مِنْ أَخْبَارِكُمْ, qad nabba'anaa llaahu min akhbaarikum) yang berarti "Allah telah memberitahukan kepada kami sebagian berita kalian", dan di 99:4 (تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا, tuhadditsu akhbaarahaa) yang berarti "menyampaikan berita-beritanya". Di 86:9, (يَوْمَ تُبْلَى السَّرَائِرُ, yawma tublaa s-saraa'iru) yang berarti "pada hari diuji segala rahasia", ujian jatuh pada sesuatu yang tersimpan dan tidak pada orang. Di 47:31 yang diuji ada dua: kalian dan berita-berita kalian. Ayat tidak menyebut berita apa yang dimaksud.

Tafsiran

Ayat ini mengubah arah pembicaraan dari pernyataan di 47:30 bahwa Allah mengetahui amal kalian ke pernyataan tentang tujuan ujian, dan pelaku berpindah dari Allah ke Kami. Objek pengetahuan di dua ayat berbeda. Di 47:30 Allah mengetahui amal-amal kalian, dan di 47:31 Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kalian. Ayat tidak menjelaskan bagaimana dua pernyataan yang berurutan itu berhubungan, dan pembaca tidak perlu menyatukannya lebih dari yang tertulis.

Surah ini menyebut ujian dua kali. Di 47:4, sekiranya Allah menghendaki, Dia akan membalas mereka, tetapi (لِيَبْلُوَ بَعْضَكُمْ بِبَعْضٍ, li-yabluwa ba'dhakum bi-ba'dhin) yang berarti "agar Dia menguji sebagian kalian dengan sebagian yang lain". Di 47:31 ujian dinyatakan langsung dengan Kami sebagai pelaku. Ayat 47:4 menyebut ujian dalam kerangka antara sesama kalian, sedangkan 47:31 tidak menyebut perantara dan menyebut dua hasil sekaligus, yaitu dikenalnya orang-orang yang berjihad dan bersabar, dan diujinya berita-berita kalian.

Ayat 2:155 memakai kalimat pembuka yang sama dan menyebut bahan ujiannya: ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan, lalu menutup dengan kabar gembira bagi orang yang sabar. Ayat 47:31 meninggalkan bahan itu dan menaruh ujian dalam tujuan, yaitu mengetahui siapa yang berjihad dan bersabar. Kedua ayat dapat dibaca saling melengkapi: yang satu menyebut apa yang diujikan, yang lain menyebut apa yang dicari dari ujian itu.

Ayat sesudahnya, 47:32, berbicara tentang orang-orang yang kufur, menghalangi dari jalan Allah, dan menentang Rasul setelah petunjuk jelas, dan 47:33 menyapa orang beriman dengan perintah taat. Urutan 47:30 sampai 47:33 memuat pengetahuan tentang amal, ujian, pihak yang menentang, lalu seruan kepada yang beriman.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 2:155 menyebut isi ujian satu per satu, sedangkan 47:31 tidak menyebut isinya sama sekali. Ayat itu menyatakan bahwa ujian terjadi dan apa tujuannya, tanpa memberi nama pada peristiwanya. Pembaca dapat bertanya apa yang sedang berlangsung dalam hidupnya hari ini yang belum pernah dinamai ujian, entah rutinitas, orang tertentu, atau penantian, dan apa yang berubah bila hal itu dibaca sebagai bagian dari ayat ini? Pertanyaan itu tidak meminta pembaca menyimpulkan bahwa setiap kesulitan adalah ujian, sebab ayat hanya berbicara tentang ujian yang Kami lakukan.
  • Ayat 47:30 menyebut Allah mengetahui amal-amal kalian, lalu 47:31 menyebut ujian berlangsung sehingga Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kalian. Objeknya berbeda: yang pertama amal, yang kedua orang. Ayat-ayat itu tidak menjelaskan hubungannya, tetapi susunannya memberi pembaca satu pertanyaan tentang dirinya: apakah pengenalannya pada seseorang pernah berubah setelah orang itu diuji, dan apakah pengenalannya pada dirinya sendiri pernah berubah dengan cara yang sama? Siapa yang selama ini dikira bersabar, dan apakah dirinya termasuk yang dikira itu?
  • Di 47:31 yang diuji ada dua, yaitu kalian dan berita-berita kalian. Ayat itu tidak menyebut berita apa, dan di 9:94 kata yang sama dipakai untuk sesuatu yang diberitahukan Allah kepada pihak lain. Pembaca dapat memikirkan kabar tentang dirinya yang paling sering disampaikan, kepada rekan kerja, keluarga, atau di media sosial, lalu memeriksa kabar mana yang pernah diuji oleh keadaan. Kabar mana yang belum pernah, dan apa yang akan terjadi bila hari ujiannya datang?
  • Di 2:177 sabar dikaitkan dengan kemelaratan, dan di 22:35 dengan apa yang menimpa, dalam ayat yang juga menyebut hati yang bergetar ketika nama Allah disebut. Di 47:31 sabar berdiri tanpa keterangan, sehingga ayat tidak menyebut sabar terhadap apa. Kekosongan itu membuat pembaca harus menaruh isinya sendiri. Pembaca dapat bertanya sabar terhadap hal apa yang paling sering disebutnya dalam ucapan, dan apakah itu hal yang sama dengan yang dijalani pada hari-hari yang sulit, atau hal yang diceritakan kepada orang lain saja?
  • Kelompok yang berjihad di 47:31 disebut dengan kata di antara kalian, sebagaimana di 9:16, yang menyebut Allah belum mengetahui orang-orang yang berjihad di antara kalian. Kelompok itu karena itu berada di dalam kumpulan yang diajak bicara. Pembaca dapat bertanya di sisi mana dirinya berdiri ketika ayat ini dibaca, dan apakah ada bagian dari hidupnya yang dapat disebut berjihad dalam arti kata yang dipakai ayat ini, tanpa menambahkan arti yang tidak tertulis?
  • Di 47:4 disebut bahwa Dia menguji sebagian kalian dengan sebagian yang lain, dan di 47:31 Kami menguji kalian secara langsung. Dua kalimat itu menyebut dua jalan ujian: lewat sesama yang disebut, dan tanpa perantara yang disebut. Ayat 47:4 berbicara tentang pertemuan dengan orang-orang yang kufur, jadi pembaca tidak perlu menerapkannya pada semua orang di sekitarnya. Meski begitu, pembaca dapat bertanya orang mana dalam hidupnya yang kehadirannya paling menguji kesabarannya, dan apakah pertanyaan itu pernah diajukan dengan nama Allah di dalamnya?