إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَشَاقُّوا الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْهُدَىٰ لَنْ يَضُرُّوا اللَّهَ شَيْئًا وَسَيُحْبِطُ أَعْمَالَهُمْ

Sesungguhnya orang-orang yang kufur dan menghalangi dari jalan Allah dan menentang Rasul setelah petunjuk jelas bagi mereka, mereka tidak akan memberi mudarat kepada Allah sedikit pun, dan Dia akan menggugurkan amal-amal mereka.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَشَاقُّوا الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْهُدَىٰinna lladziina kafaruu wa-shadduu 'an sabiili llaahi wa-syaaqquu r-rasuula min ba'di maa tabayyana lahumu l-hudaasesungguhnya orang-orang yang kufur dan menghalangi dari jalan Allah dan menentang Rasul setelah petunjuk jelas bagi mereka
  2. لَنْ يَضُرُّوا اللَّهَ شَيْئًا وَسَيُحْبِطُ أَعْمَالَهُمْlan yadhurruu llaaha syay'an wa-sa-yuhbithu a'maalahummereka tidak akan memberi mudarat kepada Allah sedikit pun, dan Dia akan menggugurkan amal-amal mereka

Terjemahan per kata (21 kata)

  1. إِنَّinnasesungguhnya
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. كَفَرُواkafaruukufur
  4. وَصَدُّواwa-shadduudan mereka menghalangi
  5. عَنْ'andari
  6. سَبِيلِsabiilijalan
  7. اللَّهِllaahiAllah
  8. وَشَاقُّواwa-syaaqquudan mereka menentang
  9. الرَّسُولَr-rasuulaRasul
  10. مِنْmindari
  11. بَعْدِba'disesudah
  12. مَاmaaapa yang
  13. تَبَيَّنَtabayyanajelas
  14. لَهُمُlahumubagi mereka
  15. الْهُدَىٰl-hudaapetunjuk
  16. لَنْlantidak akan
  17. يَضُرُّواyadhurruumereka memberi mudarat
  18. اللَّهَllaahaAllah
  19. شَيْئًاsyay'ansedikit pun
  20. وَسَيُحْبِطُwa-sa-yuhbithudan Dia akan menghapus
  21. أَعْمَالَهُمْa'maalahumamal-amal mereka

Inti bacaan

Kalimat (لَنْ يَضُرُّوا اللَّهَ شَيْئًا, lan yadhurruu llaaha syay'an) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 3:176, 3:177, dan 47:32.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ, inna lladziina kafaruu wa-shadduu 'an sabiili llaahi) yang berarti "sesungguhnya orang-orang yang kufur dan menghalangi dari jalan Allah". Rangkaian ini persis sama di tiga ayat, yaitu 4:167, 47:32, dan 47:34, dan tanpa inna di dua ayat lain, yaitu 16:88 dan 47:1. Kata kerja (وَصَدُّوا, wa-shadduu) berakar ص-د-د dan berarti "dan mereka menghalangi". Sesudahnya tertulis arah penghalangan, yaitu (عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ, 'an sabiili llaahi) "dari jalan Allah", sedangkan orang yang dihalangi tidak ditulis. Terjemahan mengikuti susunan itu dan tidak menambahkan kata "manusia" atau "orang lain".

Kata kerja ketiga, (وَشَاقُّوا, wa-syaaqquu), berakar ش-ق-ق dan diterjemahkan "dan menentang". Kata kerja dari akar ini yang dipakai untuk menentang muncul tujuh kali di lima surah, yaitu di 4:115, 8:13 dua kali, 16:27, 47:32, dan 59:4 dua kali. Bentuk persis (شَاقُّوا, syaaqquu) ada di tiga ayat, yaitu 8:13, 47:32, dan 59:4, dan di 8:13 serta 59:4 bunyinya (شَاقُّوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ, syaaqquu llaaha wa-rasuulahu) yang berarti "mereka menentang Allah dan Rasul-Nya". Terjemahan 4:115, 8:13, dan 59:4 memakai "menentang", dan 47:32 mengikutinya. Objek (الرَّسُولَ, r-rasuula) yang berarti "Rasul" ditulis tanpa Allah di 4:115 dan 47:32 saja, dan kedua ayat itu menyambungnya dengan (مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ, min ba'di maa tabayyana) yang berarti "setelah menjadi jelas".

Waktu perbuatan itu ditulis (مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْهُدَىٰ, min ba'di maa tabayyana lahumu l-hudaa) yang berarti "setelah petunjuk jelas bagi mereka". Kata kerja (تَبَيَّنَ, tabayyana) berakar ب-ي-ن dan berarti "menjadi jelas". Ayat menyebut petunjuk yang sudah jelas bagi mereka dan tidak menyebut siapa yang menjelaskannya. Lima ayat memuat (مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ, min ba'di maa tabayyana), yaitu 2:109, 4:115, 9:113, 47:25, dan 47:32. Tiga di antaranya melanjutkannya dengan kata (الْهُدَىٰ, l-hudaa) "petunjuk": 4:115 dengan bentuk tunggal (لَهُ, lahu) "baginya", serta 47:25 dan 47:32 dengan bentuk jamak (لَهُمُ, lahumu) "bagi mereka". Dua ayat sisanya melanjutkannya dengan hal lain, yaitu kebenaran di 2:109 dan keadaan penghuni neraka di 9:113.

Hasil pertama perbuatan itu ditulis (لَنْ يَضُرُّوا اللَّهَ شَيْئًا, lan yadhurruu llaaha syay'an) yang berarti "mereka tidak akan memberi mudarat kepada Allah sedikit pun". Kata (لَنْ, lan) menyatakan "tidak akan" untuk masa depan, kata kerja (يَضُرُّوا, yadhurruu) berakar ض-ر-ر, dan (شَيْئًا, syay'an) yang berarti "sesuatu" menjadi "sedikit pun" karena didahului kata tidak. Kalimat yang sama persis ada di tiga ayat, yaitu 3:176, 3:177, dan 47:32. Pelakunya di 3:176 ialah orang yang (يُسَارِعُونَ فِي الْكُفْرِ, yusaari'uuna fii l-kufri) yang berarti "bersegera dalam kekufuran", di 3:177 orang yang (اشْتَرَوُا الْكُفْرَ بِالْإِيمَانِ, sytarawu l-kufra bi-l-iimaani) yang berarti "membeli kekufuran dengan keimanan", dan di 47:32 orang yang kufur, menghalangi, dan menentang. Satu ayat lain memakai bentuk tunggalnya, yaitu 3:144 pada (فَلَنْ يَضُرَّ اللَّهَ شَيْئًا, fa-lan yadhurra llaaha syay'an) bagi orang yang (يَنْقَلِبْ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ, yanqalib 'alaa 'aqibayhi) yang berarti "berbalik ke belakang". Kata kerja yang sama dengan orang beriman sebagai sasaran ada, misalnya, di 5:105, (لَا يَضُرُّكُمْ, laa yadhurrukum) yang berarti "tidak memberi mudarat kepada kalian". Di tiga ayat pertama Allah disebut tidak terkena mudarat, dan di 5:105 orang-orang beriman yang disebut tidak terkena.

Hasil kedua ditulis (وَسَيُحْبِطُ أَعْمَالَهُمْ, wa-sa-yuhbithu a'maalahum) yang berarti "dan Dia akan menggugurkan amal-amal mereka". Kata kerja (يُحْبِطُ, yuhbithu) berakar ح-ب-ط dan berawalan (سَ, sa-) yang berarti "akan". Bentuk (يُحْبِطُ, yuhbithu) muncul satu kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di ayat ini. Pelaku "Dia" tidak ditulis sebagai nama, dan kata ganti pada kata kerja itu menunjuk kembali ke (اللَّهَ, llaaha) di kalimat sebelumnya. Bentuk lampaunya (فَأَحْبَطَ, fa-ahbatha) dengan Allah sebagai pelaku dan (أَعْمَالَهُمْ, a'maalahum) sebagai objek ada di tiga ayat, yaitu 33:19, 47:9, dan 47:28. Dua yang terakhir menaruh alasan lebih dulu lewat (ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ, dzaalika bi-annahum) yang berarti "yang demikian itu karena mereka", sedangkan 47:32 menaruh perbuatan lebih dulu dan menyebut hasilnya sebagai peristiwa yang akan datang. Akar yang sama dipakai juga tanpa pelaku dari luar, dengan amal sebagai yang gugur sendiri, seperti (حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ, habithat a'maaluhum) di 3:22, dan pemakaian semacam itu ada di dua belas ayat.

Tafsiran

Ayat ini memuat dua pernyataan tentang tiga perbuatan. Pernyataan pertama menyangkut Allah, yaitu bahwa perbuatan itu tidak memberi mudarat kepada-Nya. Pernyataan kedua menyangkut pelakunya, yaitu bahwa amal mereka akan digugurkan. Letak akibat ditunjuk dua kali, sekali dengan menyebut tempat yang tidak terkena dan sekali dengan menyebut tempat yang terkena.

Kelompok yang sama sudah muncul di pembuka surah. Ayat 47:1 memuat kalimat yang sama sampai (عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ, 'an sabiili llaahi), lalu menutup dengan (أَضَلَّ أَعْمَالَهُمْ, adhalla a'maalahum) yang berarti "Dia menyesatkan amal-amal mereka", dan 47:8 mengulang penutup itu bagi orang-orang yang kufur. Di 47:32 kalimat pembukanya bertambah satu perbuatan, yaitu menentang Rasul setelah petunjuk jelas, dan penutupnya berganti dari amal yang disesatkan menjadi amal yang digugurkan. Kata menggugurkan sudah dipakai di 47:9 dan 47:28 dengan alasannya masing-masing, sehingga 47:32 menjadi tempat ketiga dalam surah ini yang menyebut amal digugurkan.

Ayat ini berdiri di antara ayat-ayat yang membicarakan amal. Ayat 47:30 ditutup dengan (وَاللَّهُ يَعْلَمُ أَعْمَالَكُمْ, wa-llaahu ya'lamu a'maalakum) yang berarti "Allah mengetahui amal-amal kalian", dan 47:31 menyatakan ujian sampai diketahui siapa yang berjihad dan bersabar. Kata amal di dua ayat itu menyangkut "kalian", sedangkan 47:32 berpindah ke "mereka" tanpa kata penyambung. Teks tidak menyatakan hubungan keduanya, dan yang terlihat adalah letaknya yang berdampingan.

Tiga kata kerja perbuatan di ayat ini berbentuk lampau, yaitu kufur, menghalangi, dan menentang, sedangkan dua kata kerja hasilnya berbentuk akan datang, yaitu tidak akan memberi mudarat dan akan menggugurkan. Perbuatan dituturkan sebagai sesuatu yang sudah terjadi dan akibatnya sebagai sesuatu yang menyusul. Jarak antara keduanya tidak disebut.

Ayat berikutnya memakai kata yang sama dengan arah berbeda. Kata (الرَّسُولَ, r-rasuula) menjadi objek perbuatan menentang di 47:32 dan objek perintah (أَطِيعُوا, athii'uu) yang berarti "taatilah" di 47:33, sedangkan kata amal berpindah dari "mereka" ke "kalian" lewat larangan membatalkan. Dua ayat itu menaruh dua sikap terhadap Rasul berdampingan, dan nasib amal menyertai keduanya: amal yang digugurkan di sini dan amal yang dijaga agar tidak batal di sana.

Renungan dan Hikmah

  • Pernyataan bahwa kekufuran, penghalangan, dan penentangan terhadap Rasul tidak memberi mudarat kepada Allah sedikit pun menaruh akibatnya di tempat lain, yaitu pada amal pelakunya. Pembaca yang pernah merasa menanggung kehormatan Allah ketika mendengar penolakan dapat memperhatikan bahwa ayat ini tidak menyerahkan beban itu kepadanya. Allah disebut tidak terkena, sehingga rasa terancam yang muncul saat mendengar penolakan layak ditanyakan asalnya. Apa sebenarnya yang terasa terancam ketika orang lain menolak apa yang diyakini pembaca, dan apakah itu Allah atau keyakinan pembaca sendiri?
  • Perbuatan di ayat ini diberi batas waktu dengan frasa "setelah petunjuk jelas bagi mereka", dan ayat tidak menyebut siapa yang menjelaskan atau kapan kejelasan itu tiba. Pembaca dapat menanyakan kepada dirinya sendiri kapan sebuah petunjuk mulai terasa jelas, lalu apa yang dikerjakannya pada hari-hari sesudah itu. Jarak antara mengetahui dan melakukan bisa tipis, dan ayat meletakkan ketiga perbuatan itu di sisi sesudah kejelasan. Dari hal-hal yang pernah tampak terang bagi pembaca, adakah satu yang masih ditunda pengakuannya?
  • Tiga kata kerja di ayat ini berurutan dari sikap menolak, yaitu kufur, ke tindakan terhadap jalan Allah, yaitu menghalangi, lalu ke tindakan terhadap Rasul, yaitu menentang. Ayat 47:34 memuat dua yang pertama dan tidak memuat yang ketiga, jadi rangkaian ini tidak selalu lengkap tiga. Pembaca dapat melihat sikapnya terhadap sesuatu yang ditolaknya dengan urutan itu: apakah penolakan berhenti di dalam dirinya, atau sudah menjadi sesuatu yang dikerjakan di depan orang lain? Dua pertanyaan itu berbeda, dan ayat menyebut masing-masing dengan kata kerja yang terpisah.
  • Amal yang disebut digugurkan Allah di ayat ini ialah amal orang yang tadi disebut kufur, menghalangi, dan menentang. Ayat tidak menyebut jenis amalnya dan tidak menyebut jumlahnya. Pembaca dapat membayangkan seseorang yang amalnya terlihat banyak dan baik di mata orang sekitar, lalu mendengar bahwa Dia akan menggugurkan amal sekelompok orang. Di atas sikap apa semua itu dikerjakan? Apakah pembaca pernah menanyakan hal itu kepada tumpukan amalnya sendiri?
  • Hasil di ayat ini ditulis dengan awalan yang berarti "akan", dan ayat tidak menyebut kapan. Pembaca yang melihat penentangan berjalan tanpa akibat yang tampak dapat membaca ayat ini sebagai pernyataan yang menaruh akibat di depan tanpa memberi tanggal. Allah menyampaikan akibat itu dengan menyebut apa yang akan terjadi pada amal dan tidak menyebut jaraknya. Orang yang menunggu akibat terlihat pada orang lain dapat bertanya apa yang sedang dikerjakannya selama menunggu itu, dan apakah menunggu itu sendiri sudah menjadi sebuah pekerjaan.
  • Kata menghalangi di ayat ini diikuti arah, yaitu dari jalan Allah, dan tidak diikuti nama orang yang dihalangi. Susunan itu membiarkan pembaca membayangkan siapa saja yang bisa berada di posisi itu. Pembaca dapat menanyakan apakah pernah ada orang yang menjadi lebih jauh dari suatu kebaikan karena sikap atau ucapan pembaca sendiri, tanpa pembaca bermaksud demikian. Ayat tidak menjawab pertanyaan itu. Ayat menyebut jalan itu jalan Allah dan menaruh menghalangi sebagai perbuatan tersendiri di antara kufur dan menentang.
  • Kalimat bahwa mereka tidak akan memberi mudarat kepada Allah sedikit pun dipakai untuk orang yang bersegera dalam kekufuran di 3:176, orang yang membeli kekufuran dengan keimanan di 3:177, dan orang yang menentang Rasul di 47:32. Ketiganya digambarkan dengan gerak, yaitu bersegera, menukar, dan menentang, dan tidak digambarkan sebagai orang yang diam. Pembaca dapat memperhatikan bahwa Allah memakai satu kalimat untuk gerak yang berbeda-beda itu. Apakah kalimat yang sama berlaku bagi gerak kecil pembaca sendiri, misalnya menukar sedikit demi sedikit apa yang diyakini dengan apa yang nyaman?