إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ مَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَهُمْ
Sesungguhnya orang-orang yang kufur dan menghalangi dari jalan Allah, kemudian mereka mati dalam keadaan kufar, Allah tidak akan mengampuni mereka.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِinna lladziina kafaruu wa-shadduu 'an sabiili llaahisesungguhnya orang-orang yang kufur dan menghalangi dari jalan Allah
- ثُمَّ مَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَهُمْtsumma maatuu wa-hum kuffaarun fa-lan yaghfira llaahu lahumkemudian mereka mati dalam keadaan kufar, Allah tidak akan mengampuni mereka
Terjemahan per kata (15 kata)
- إِنَّinnasesungguhnya
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- كَفَرُواkafaruukufur
- وَصَدُّواwa-shadduudan mereka menghalangi
- عَنْ'andari
- سَبِيلِsabiilijalan
- اللَّهِllaahiAllah
- ثُمَّtsummakemudian
- مَاتُواmaatuumereka mati
- وَهُمْwa-humdan mereka
- كُفَّارٌkuffaarunorang-orang kufar
- فَلَنْfa-lanmaka tidak akan
- يَغْفِرَyaghfiramengampuni
- اللَّهُllaahuAllah
- لَهُمْlahumbagi mereka
Inti bacaan
Susunan (ثُمَّ مَاتُوا, tsumma maatuu) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 47:34, dan (مَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ, maatuu wa-hum kuffaarun) ada di tiga ayat: 2:161, 3:91, dan 47:34.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini memakai pembuka yang sama dengan 47:32, yaitu (إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ, inna lladziina kafaruu wa-shadduu 'an sabiili llaahi) yang berarti "sesungguhnya orang-orang yang kufur dan menghalangi dari jalan Allah". Pembuka itu persis sama di tiga ayat, yaitu 4:167, 47:32, dan 47:34. Perbedaannya ada pada bagian sesudahnya: 4:167 meneruskan dengan kesesatan yang jauh, 47:32 dengan menentang Rasul, dan 47:34 dengan kematian. Kata kerja (وَصَدُّوا, wa-shadduu) berakar ص-د-د dan diterjemahkan "dan menghalangi" di keempat ayat lain yang memuat bentuk persis ini bersama kufur, yaitu 4:167, 16:88, 47:1, dan 47:32, sehingga 47:34 mengikuti padanan yang sama.
Kematian ditaruh sesudah dua perbuatan itu dengan (ثُمَّ مَاتُوا, tsumma maatuu) yang berarti "kemudian mereka mati". Kata (ثُمَّ, tsumma) berarti "kemudian", dan (مَاتُوا, maatuu) berakar م-و-ت. Susunan (ثُمَّ مَاتُوا, tsumma maatuu) muncul satu kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di ayat ini. Tiga ayat lain merangkai mati dan kufar tanpa kata kemudian. Ayat 2:161 dan 3:91 memakai (وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ, wa-maatuu wa-hum kuffaarun) yang berarti "dan mati sedang mereka kufar", dan 4:18 memakai kata kerja yang sedang berlangsung, yaitu (يَمُوتُونَ وَهُمْ كُفَّارٌ, yamuutuuna wa-hum kuffaarun). Jadi mati dan kufar dirangkai di empat ayat, dan hanya 47:34 yang menaruh kata "kemudian" di depan kematian.
Kata (كُفَّارٌ, kuffaarun) berakar ك-ف-ر dan berbentuk jamak tak tentu, yang diterjemahkan "kufar". Bentuk tak tentu ini ada lima kali, yaitu di 2:109, 2:161, 3:91, 4:18, dan 47:34, dan di 2:109 bentuk itu muncul sebagai (كُفَّارًا, kuffaaran) yang berarti "orang-orang kufar". Ayat ini memakai kata kerja (كَفَرُوا, kafaruu) di awal dan kata benda (كُفَّارٌ, kuffaarun) di tengah, dan terjemahan membedakannya menjadi "kufur" dan "kufar". Bunyi (وَهُمْ, wa-hum) yang berarti "sedang mereka" menempelkan keadaan itu pada saat kematian, dan terjemahan memakai "dalam keadaan".
Penutupnya (فَلَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَهُمْ, fa-lan yaghfira llaahu lahum) berarti "maka Allah tidak akan mengampuni mereka". Kata (فَ, fa) yang berarti "maka" menyambung penutup itu pada seluruh keadaan sebelumnya, dan kata kerja (يَغْفِرَ, yaghfira) berakar غ-ف-ر. Bentuk (فَلَنْ يَغْفِرَ, fa-lan yaghfira) ada di 9:80 dan 47:34, sedangkan (لَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَهُمْ, lan yaghfira llaahu lahum) ada di tiga ayat, yaitu 9:80, 47:34, dan 63:6. Dua ayat lain menyatakan hal serupa dengan (لَمْ يَكُنِ اللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ, lam yakuni llaahu li-yaghfira lahum) yang berarti "Allah tidak akan mengampuni mereka", yaitu 4:137 dan 4:168. Kelompok yang disebut di kelima ayat itu berbeda-beda: orang yang beriman lalu kufur berulang di 4:137, orang yang kufur dan berbuat zalim di 4:168, orang yang kufur kepada Allah dan Rasul-Nya di 9:80, kaum fasik di 63:6, dan orang yang kufur dan menghalangi lalu mati dalam keadaan kufar di 47:34. Kematian ditulis sebagai bagian keadaan di 47:34 saja di antara kelima ayat itu.
Tafsiran
Ayat ini mengulang pembuka 47:32 dan mengganti sisanya. Di 47:32 orang yang kufur dan menghalangi ditambahi menentang Rasul, dan akibatnya jatuh pada amal mereka. Di 47:34 mereka ditambahi kematian dalam keadaan kufar, dan akibatnya jatuh pada ampunan. Rumusan yang sama diberi dua penutup yang berlainan, sehingga amal dan ampunan terbaca sebagai dua hal berbeda yang terkena akibat bagi kelompok itu.
Kematian menjadi bagian yang tertulis dari keadaan yang dibicarakan, dan penutup "maka" ditaruh sesudahnya. Tobat tidak disebut, sehingga apa yang terjadi bila ada tobat sebelum mati tidak dijawab di sini. Tobat dan kematian disebut bersama di 4:18, yang menulis (وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ, wa-laysati t-tawbatu li-lladziina ya'maluuna s-sayyi'aati) yang berarti "tidaklah tobat itu bagi orang-orang yang melakukan keburukan", sampai ajal datang dan orang itu berkata bahwa dirinya bertobat sekarang. Ayat 4:18 lalu menutup dengan (وَلَا الَّذِينَ يَمُوتُونَ وَهُمْ كُفَّارٌ, wa-laa lladziina yamuutuuna wa-hum kuffaarun) yang berarti "dan tidak pula bagi orang-orang yang mati sedang mereka kufar". Dua ayat itu berbicara tentang hal yang berdekatan, tobat di 4:18 dan ampunan di 47:34, dan teks tidak menyamakannya.
Letak ayat ini dalam urutan juga terlihat. Ayat 47:32 berbicara tentang "mereka", 47:33 menyapa "kalian", 47:34 kembali ke "mereka" dengan pembuka yang sama dengan 47:32, dan 47:35 menyapa "kalian" lagi. Dua ayat tentang orang yang kufur dan dua ayat untuk orang beriman datang bergantian, dan kedua ayat untuk orang beriman itu memuat larangan serta amal. Ayat 47:33 melarang membatalkan amal, dan 47:35 melarang menjadi lemah lalu menutup dengan amal yang tidak akan dikurangi.
Allah menjadi pelaku kata kerja mengampuni di kelima ayat yang menolak pengampunan bagi suatu kelompok dengan kata lan atau lam. Ayat 9:80 dan 63:6 menambahkan bahwa permohonan ampun dari pihak lain bagi kelompok itu tidak mengubah hasilnya, sedangkan 47:34 menyebut hasilnya saja dan tidak memuat permohonan semacam itu.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menulis keadaan saat mati, yaitu kufar, dan tidak menulis apa pun tentang hari-hari sebelumnya selain dua perbuatan di pembuka. Pembaca yang mendengar ayat ini sedang hidup, sehingga ayat menulis tempat yang belum dicapainya. Kata kufar dipasangkan dengan kata mereka sendiri, sehingga keadaan itu tertulis sebagai keadaan milik mereka. Allah menaruh penutup "maka" sesudah keadaan itu, bukan sebelumnya. Pembaca dapat bertanya keadaan apa yang sedang dibawanya dari hari ke hari tanpa pernah diperiksa, dan apakah keadaan itu akan terbawa sampai hari terakhir?
- Kata kemudian di ayat ini menaruh jeda antara perbuatan dan kematian, dan ayat tidak menyebut panjangnya. Jeda itu adalah tempat pembaca hidup. Isi jeda itu tidak diuraikan, begitu pula apakah keadaan di awal jeda sama dengan keadaan di akhirnya. Perbuatan di awal dan kematian di ujung adalah dua penanda waktu yang ada di ayat ini, sedangkan bagian tengah dibiarkan kosong. Apa yang pembaca isikan ke dalam bagian tengah itu hari ini?
- Ayat ini memakai kata kerja di awal, yaitu mereka kufur, dan kata benda di tengah, yaitu mereka kufar. Perubahan itu tidak diuraikan, dan pembaca dapat membacanya sebagai perbedaan antara sesuatu yang dikerjakan dan sesuatu yang telah menjadi keadaan. Pembacaan itu milik pembaca, bukan keterangan ayat, dan terjemahan membedakan kufur dari kufar supaya perbedaan bentuk itu terlihat oleh pembaca yang tidak membaca Arab. Dalam hal apa pun yang pembaca kerjakan berulang kali, kapan kata kerjanya mulai terasa seperti keadaan yang melekat?
- Dalam kelima ayat yang menolak pengampunan bagi suatu kelompok dengan kata lan atau lam, pelaku kata mengampuni adalah Allah. Ayat 9:80 dan 63:6 menyebut bahwa memohonkan ampun bagi kelompok itu tidak mengubah hasilnya. Pembaca yang pernah menimbang apakah orang tertentu layak diampuni atau tidak mendapati bahwa kata kerja itu tidak dipegang oleh penimbang. Keputusan yang tertulis di sini dinyatakan Allah sendiri. Siapa yang pembaca anggap berhak memutuskan ampunan atas orang lain, dan atas dasar apa?
- Pembuka ayat ini sama dengan 47:32, tetapi penutupnya berbeda: amal yang digugurkan di sana, ampunan yang tidak diberikan di sini. Pembaca yang membaca keduanya mendapati pembuka yang sama dengan dua akibat yang berlainan, dan hubungan waktu antara keduanya tidak ditulis. Dua akibat itu ditaruh di dua ayat dan tidak dirangkum dalam satu kalimat. Apakah pembaca membaca satu kabar dari Allah sebagai satu akibat saja, padahal teks menaruh lebih dari satu?
- Urutan 47:32 sampai 47:35 berganti-ganti: mereka, kalian, mereka, kalian. Pembaca yang baru selesai mendengar kabar tentang orang yang mati dalam keadaan kufar langsung disapa lagi sebagai "kalian" di ayat berikutnya, dengan larangan menjadi lemah. Susunan itu tidak memberi jeda bagi pembaca untuk merasa hanya mendengarkan. Sapaan yang datang tepat sesudah kabar tentang orang lain menempatkan pembaca di tempat yang dijangkau. Apa yang terjadi pada pembaca di sela antara dua ayat itu?