فَلَا تَهِنُوا وَتَدْعُوا إِلَى السَّلْمِ وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ وَاللَّهُ مَعَكُمْ وَلَنْ يَتِرَكُمْ أَعْمَالَكُمْ
Maka, janganlah kalian lemah dan mengajak berdamai, padahal kalianlah yang paling unggul. Allah beserta kalian dan tidak akan mengurangi amal-amal kalian.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- فَلَا تَهِنُوا وَتَدْعُوا إِلَى السَّلْمِfa-laa tahinuu wa-tad'uu ilaa s-salmimaka, janganlah kalian lemah dan mengajak berdamai
- وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَwa-antumu l-a'lawnapadahal kalianlah yang paling unggul
- وَاللَّهُ مَعَكُمْ وَلَنْ يَتِرَكُمْ أَعْمَالَكُمْwa-llaahu ma'akum wa-lan yatirakum a'maalakumAllah beserta kalian dan tidak akan mengurangi amal-amal kalian
Terjemahan per kata (12 kata)
- فَلَاfa-laamaka janganlah
- تَهِنُواtahinuukalian lemah
- وَتَدْعُواwa-tad'uudan kalian menyeru
- إِلَىilaakepada
- السَّلْمِs-salmiperdamaian
- وَأَنْتُمُwa-antumudan kalian
- الْأَعْلَوْنَl-a'lawnaorang-orang yang lebih tinggi
- وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
- مَعَكُمْma'akumbersama kalian
- وَلَنْwa-landan tidak akan
- يَتِرَكُمْyatirakummengurangi kalian
- أَعْمَالَكُمْa'maalakumamal kalian
Inti bacaan
Bentuk jamak (الْأَعْلَوْنَ, l-a'lawna) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 3:139 dan 47:35.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (فَلَا تَهِنُوا, fa-laa tahinuu) yang berarti "maka janganlah kalian lemah". Kata (فَ, fa) yang berarti "maka" menyambung larangan ini ke ayat-ayat sebelumnya, dan kata kerja (تَهِنُوا, tahinuu) berakar و-ه-ن. Larangan menjadi lemah dengan bentuk ini muncul tiga kali di tiga surah, yaitu (وَلَا تَهِنُوا, wa-laa tahinuu) di 3:139 dan 4:104, serta (فَلَا تَهِنُوا, fa-laa tahinuu) di 47:35. Dalam bentuk lampau akar yang sama muncul di 3:146 sebagai (فَمَا وَهَنُوا, fa-maa wahanuu) yang berarti "maka mereka tidak lemah", tentang para pengikut nabi-nabi, dan ayat itu ditutup dengan pernyataan bahwa Allah mencintai orang-orang yang sabar.
Larangan kedua disambung dengan wa dalam (وَتَدْعُوا إِلَى السَّلْمِ, wa-tad'uu ilaa s-salmi) yang berarti "dan mengajak berdamai". Kata kerja (تَدْعُوا, tad'uu) berakar د-ع-و dan berarti "kalian menyeru", sedangkan (السَّلْمِ, s-salmi) berakar س-ل-م dan berarti "perdamaian". Kata perdamaian dengan harakat ini muncul dua kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di ayat ini dan di 8:61, (وَإِنْ جَنَحُوا لِلسَّلْمِ فَاجْنَحْ لَهَا, wa-in janahuu li-s-salmi fa-jnah lahaa) yang berarti "dan jika mereka condong pada perdamaian, condonglah engkau padanya". Bentuk berharakat lain dari akar yang sama, (السِّلْمِ, s-silmi) di 2:208, diterjemahkan "keberserahan" karena kalimatnya menyuruh masuk ke dalamnya secara menyeluruh, sedangkan bentuk di 8:61 dan 47:35 diterjemahkan "perdamaian".
Kalimat keadaan (وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ, wa-antumu l-a'lawna) yang berarti "padahal kalianlah yang paling unggul" memuat (الْأَعْلَوْنَ, l-a'lawna), bentuk jamak dari (الْأَعْلَىٰ, l-a'laa) yang berakar ع-ل-و. Susunan (وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ, wa-antumu l-a'lawna) muncul dua kali, di 3:139 dan 47:35. Di 3:139 susunan itu disusul syarat (إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ, in kuntum mu'miniina) yang berarti "jika kalian orang-orang beriman", sedangkan di 47:35 syarat itu tidak ada. Bentuk tunggal (الْأَعْلَىٰ, l-a'laa) muncul delapan kali di delapan surah, yaitu 16:60, 20:68, 30:27, 37:8, 38:69, 53:7, 79:24, dan 92:20, ditambah satu kali di 87:1 dengan penulisan tanpa alif kecil. Di 20:68, (إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعْلَىٰ, innaka anta l-a'laa) yang berarti "sesungguhnya engkaulah yang paling unggul", ketika Allah berfirman kepada Musa, bentuk tunggal itu diterjemahkan "yang paling unggul". Terjemahan 47:35 memakai "paling unggul" untuk bentuk jamaknya supaya tingkat perbandingannya terdengar.
Kalimat (وَاللَّهُ مَعَكُمْ, wa-llaahu ma'akum) yang berarti "dan Allah bersama kalian" muncul satu kali dengan susunan persis ini. Kata (مَعَكُمْ, ma'akum) muncul dua puluh enam kali di sembilan belas surah. Di antaranya, Allah atau Tuhan menjadi yang bersama di 5:12, (إِنِّي مَعَكُمْ, innii ma'akum), ketika Allah berfirman kepada Bani Israil lalu menyebut syarat-syaratnya, di 8:12, ketika Tuhan mewahyukan hal itu kepada para malaikat, dan di 57:4, (وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ, wa-huwa ma'akum ayna maa kuntum) yang berarti "dan Dia bersama kalian di mana saja kalian berada". Di 47:35 kalimat itu berdiri tanpa kata "jika" di depannya dan tanpa tambahan tempat.
Penutupnya (وَلَنْ يَتِرَكُمْ أَعْمَالَكُمْ, wa-lan yatirakum a'maalakum) yang berarti "dan tidak akan mengurangi amal-amal kalian" memuat kata kerja (يَتِرَكُمْ, yatirakum) berakar و-ت-ر dengan dua objek, yaitu -kum "kalian" dan (أَعْمَالَكُمْ, a'maalakum) "amal-amal kalian". Kata kerja ini muncul satu kali di Al-Qur'an. Dua bentuk lain dari akar yang sama, (تَتْرَىٰ, tatraa) di 23:44 yang berarti "berturut-turut" dan (وَالْوَتْرِ, wa-l-witri) di 89:3 yang berarti "dan yang ganjil", tidak cukup menjelaskan kata kerja ini. Padanan "mengurangi" karena itu bertumpu pada kalimat di sekitarnya: ayat ini menaruh amal sebagai sesuatu yang dijaga, seperti 49:14, (لَا يَلِتْكُمْ مِنْ أَعْمَالِكُمْ شَيْئًا, laa yalitkum min a'maalikum syay'an) yang berarti "Dia tidak akan mengurangi sedikit pun amal perbuatan kalian", sesudah (وَإِنْ تُطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ, wa-in tuthii'uu llaaha wa-rasuulahu) yang berarti "jika kalian taat kepada Allah dan Rasul-Nya". Akar di 49:14 berbeda, yaitu ل-و-ت, sehingga kedua ayat itu sama dalam makna yang dipilih terjemahan dan berbeda dalam kata kerjanya.
Tafsiran
Ayat ini melarang dua hal dan menyebut tiga keadaan yang menyertainya. Larangannya ialah menjadi lemah dan mengajak berdamai, dan keadaan yang menyertainya ialah kalian yang paling unggul, Allah yang bersama kalian, dan amal kalian yang tidak akan dikurangi. Larangan itu tidak berdiri sendiri, karena tiap keadaan yang menyusul bisa dibaca sebagai alasan baginya.
Ayat 47:31 menyatakan ujian sampai diketahui orang yang berjihad dan bersabar. Di 3:146 kata lemah dan sabar berdampingan: para pengikut nabi-nabi tidak lemah, dan Allah mencintai orang-orang yang sabar. Dengan dua ayat itu, 47:35 dapat dibaca sebagai larangan yang menjaga kesabaran yang disebut di 47:31, meskipun 47:35 sendiri tidak memakai kata sabar.
Pihak yang dilampaui oleh kalimat "kalianlah yang paling unggul" tidak disebut di ayat ini. Di 47:38 ada kalimat berpola sama, (وَاللَّهُ الْغَنِيُّ وَأَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ, wa-llaahu l-ghaniyyu wa-antumu l-fuqaraa'u) yang berarti "Allah Sang Berkecukupan dan kalianlah yang fakir". Dua kalimat itu menyebut keadaan "kalian" yang berbeda: unggul tanpa pihak yang dilampaui di 47:35, dan fakir di hadapan Allah di 47:38. Keduanya terdapat dalam surah yang sama dan hubungannya tidak diterangkan.
Seruan damai di ayat ini juga perlu dibedakan dari 8:61. Di 8:61 pihak lain yang condong kepada perdamaian lebih dulu dan pihak yang disapa diminta menyambutnya, sedangkan di 47:35 yang menyeru adalah pihak yang disapa. Dua perbuatan yang dilarang di 47:35 ditulis berdampingan dengan wa, yaitu lemah dan menyeru kepada perdamaian, dan ayat tidak menyebut apakah larangan jatuh pada keduanya satu per satu atau pada rangkaiannya.
Ayat 47:33 menyapa pembaca dengan larangan membatalkan amal, dan 47:35 menutup dengan amal yang tidak akan dikurangi.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini memasangkan kata lemah dengan seruan damai dalam satu larangan, sedangkan 8:61 memerintahkan menyambut perdamaian yang ditawarkan pihak lain, sehingga damai sendiri tidak ditolak teks. Pembaca dapat menimbang dari mana dorongannya sendiri datang ketika ingin mengalah atau berdamai dalam suatu perselisihan: dari kekuatan yang memilih, atau dari kelelahan yang menyerah. Dua dorongan itu bisa menghasilkan ucapan yang sama dan tidak selalu terlihat berbeda dari luar. Ketika pembaca terakhir kali berkata "sudahlah", dari mana kata itu datang?
- Kalimat kalianlah yang paling unggul di 47:35 tidak menyebut siapa yang dilampaui, sedangkan di 47:38 kalimat berpola sama menyebut Allah sebagai Sang Berkecukupan dan kalian sebagai yang fakir. Pembaca yang merasa unggul di suatu urusan dapat memperhatikan bahwa ayat lain dalam surah yang sama menaruh dirinya di tempat lain di hadapan Allah. Dua kalimat itu tidak diperdamaikan oleh teks, dan keduanya tinggal bersama di dalam pembaca. Di hadapan siapa pembaca merasa unggul hari ini, dan di hadapan siapa merasa fakir?
- Kalimat Allah bersama kalian di 47:35 berdiri tanpa kata jika di depannya, sedangkan di 5:12 kalimat serupa disusul syarat-syarat berupa salat, zakat, dan beberapa hal lain. Pembaca yang pernah mengukur dekat atau jauhnya Allah dengan daftar amalnya dapat memperhatikan bahwa kalimat ini ditulis tanpa daftar. Ayat tidak mengatakan bahwa daftar itu tidak penting, dan hanya tidak menaruhnya di depan kalimat ini. Bagaimana rasanya mendengar kalimat itu ketika pembaca sedang merasa tidak punya apa-apa untuk dibawa?
- Penutup ayat ini menyatakan bahwa Allah tidak akan mengurangi amal-amal kalian, sementara 47:33 melarang pembaca membatalkannya. Dua kata kerja itu berada di dua ayat dengan dua pelaku, dan keduanya menyangkut amal yang sama. Pembaca yang cemas bahwa kesabarannya dalam menjaga sesuatu akan terbuang dapat memperhatikan bahwa ayat ini menjawab kecemasan itu dengan pernyataan tentang apa yang tidak akan dilakukan Allah, sedangkan 47:33 menaruh pekerjaan menjaga di sisi pembaca. Apakah pembaca pernah membagi kedua sisi itu dengan jelas, mana yang bisa dikerjakannya dan mana yang diserahkannya?
- Larangan di ayat ini diikuti tiga keadaan yang bisa dibaca sebagai alasan: kalian yang paling unggul, Allah bersama kalian, dan amal yang tidak dikurangi. Larangan itu tidak dibiarkan polos. Pembaca yang pernah diperintah tanpa alasan dapat merasakan perbedaan antara perintah yang berdiri sendiri dan perintah yang disertai tiga penopang. Allah menulis ketiganya sesudah larangan, bukan sebelumnya. Dari ketiga alasan itu, mana yang paling dibutuhkan pembaca ketika merasa ingin berhenti?
- Di 3:146 para pengikut nabi-nabi tidak lemah, dan ayat itu ditutup dengan Allah mencintai orang-orang yang sabar. Di 47:31 orang yang berjihad dan bersabar disebut sebagai yang ingin diketahui lewat ujian. Pembaca dapat bertanya seperti apa wujud tidak lemah dalam bagian hidupnya yang tidak berupa pertempuran, misalnya pekerjaan yang panjang, hubungan yang melelahkan, atau kebiasaan yang sulit diubah. Teks tidak menjawab pertanyaan itu, tetapi menaruh kata lemah dan kata sabar di dekat satu sama lain. Di bagian mana dari hidupnya pembaca sedang diuji agar sabar?