إِنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۚ وَإِنْ تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا يُؤْتِكُمْ أُجُورَكُمْ وَلَا يَسْأَلْكُمْ أَمْوَالَكُمْ
Sesungguhnya kehidupan dunia hanya permainan dan kelengahan; dan jika kalian beriman dan bertakwa, Dia akan memberikan pahala kalian, dan Dia tidak meminta harta-harta kalian.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌinnamaa l-hayaatu d-dunyaa la'ibun wa-lahwunsesungguhnya kehidupan dunia hanya permainan dan kelengahan
- وَإِنْ تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا يُؤْتِكُمْ أُجُورَكُمْ وَلَا يَسْأَلْكُمْ أَمْوَالَكُمْwa-in tu'minuu wa-tattaquu yu'tikum ujuurakum wa-laa yas'alkum amwaalakumdan jika kalian beriman dan bertakwa, Dia akan memberikan pahala kalian, dan Dia tidak meminta harta-harta kalian
Terjemahan per kata (13 kata)
- إِنَّمَاinnamaasesungguhnya hanyalah
- الْحَيَاةُl-hayaatukehidupan
- الدُّنْيَاd-dunyaadunia
- لَعِبٌla'ibunpermainan
- وَلَهْوٌwa-lahwundan senda gurau
- وَإِنْwa-indan jika
- تُؤْمِنُواtu'minuukalian beriman
- وَتَتَّقُواwa-tattaquudan kalian bertakwa
- يُؤْتِكُمْyu'tikummemberi kalian
- أُجُورَكُمْujuurakumpahala kalian
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- يَسْأَلْكُمْyas'alkummeminta kepada kalian
- أَمْوَالَكُمْamwaalakumharta kalian
Inti bacaan
Bentuk (أُجُورَكُمْ, ujuurakum) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 3:185 dan 47:36.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (إِنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا, innamaa l-hayaatu d-dunyaa) yang berarti "sesungguhnya kehidupan dunia", lalu menjatuhkan penilaiannya lewat dua kata benda tak tentu, (لَعِبٌ وَلَهْوٌ, la'ibun wa-lahwun), yang diterjemahkan "permainan dan kelengahan". Kedua kata itu berdampingan di enam ayat di seluruh Al-Qur'an, yaitu 6:32, 6:70, 7:51, 29:64, 47:36, dan 57:20. Di empat ayat, yaitu 6:32, 29:64, 47:36, dan 57:20, keduanya menyifati kehidupan dunia, dan di 29:64 urutannya terbalik menjadi (لَهْوٌ وَلَعِبٌ, lahwun wa-la'ibun). Di 6:70 dan 7:51 keduanya berdiri sesudah kata kerja (اتَّخَذُوا دِينَهُمْ, ttakhadzuu diinahum) yang berarti "mereka menjadikan pertanggungjawaban mereka", sehingga di sana keduanya adalah hasil perbuatan orang, dan di 47:36 keduanya adalah penilaian atas dunia.
Pilihan "kelengahan" untuk lahwun bertumpu pada kata kerja dari akar ل-ه-و. Akar itu muncul sebagai kata kerja di lima ayat, yaitu 15:3, 24:37, 63:9, 80:10, dan 102:1, dan di empat di antaranya terjemahannya "melalaikan", sedangkan di 80:10 terjemahannya "mengabaikan". Di 63:9 bunyinya (لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ, laa tulhikum amwaalukum) yang berarti "janganlah harta kalian melalaikan kalian", dan yang dilalaikan di sana disebut dalam kalimat yang sama, yaitu (عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ, 'an dzikri llaahi) yang berarti "dari mengingat Allah". Akar ل-ع-ب dipakai untuk hal lain. Kata kerjanya dipakai untuk orang yang sedang mengerjakan sesuatu, misalnya (وَهُمْ يَلْعَبُونَ, wa-hum yal'abuuna) yang berarti "ketika mereka sedang bermain" di 7:98, dan "sambil bermain-main" di 21:2. Maka pasangan di 47:36 dapat dibaca sebagai dua hal yang berlainan jenis, yang satu kegiatan yang dikerjakan dan yang satu keadaan perhatian yang terbawa ke tempat lain. Akar ل-ه-و dan harta (أَمْوَال) berada dalam satu ayat di tiga tempat, yaitu 47:36, 57:20, dan 63:9.
Bagian kedua ayat dibuka dengan (وَإِنْ تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا, wa-in tu'minuu wa-tattaquu) yang berarti "dan jika kalian beriman dan bertakwa". Rangkaian dua syarat yang sama muncul di dua ayat di Al-Qur'an, yaitu 3:179 dan 47:36. Di 3:179 akibatnya adalah kata benda, (فَلَكُمْ أَجْرٌ عَظِيمٌ, fa-lakum ajrun 'azhiimun) yang berarti "maka bagi kalian pahala yang besar". Di 47:36 akibatnya adalah kata kerja, (يُؤْتِكُمْ, yu'tikum) yang berarti "Dia akan memberikan kepada kalian". Bentuk itu muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 8:70, 47:36, dan 57:28. Di 8:70 dan 57:28 nama Allah tertulis dalam ayat yang sama dengan kata kerja itu. Di 47:36 tidak ada nama dalam kalimatnya, dan terjemahan memakai "Dia" berdasarkan dua ayat itu dan karena ayat sebelumnya menyebut (وَاللَّهُ مَعَكُمْ, wa-llaahu ma'akum) yang berarti "dan Allah beserta kalian". Di 57:28 kata kerja yang sama menyusul perintah bertakwa dan beriman, jadi memberi di sana juga bergandengan dengan dua hal yang menjadi syarat di 47:36.
Pahala dalam ayat ini ditulis (أُجُورَكُمْ, ujuurakum) yang berarti "pahala kalian", bentuk jamak dari ajr yang berakar أ-ج-ر. Bentuk persis ini muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 3:185 dan 47:36. Di 3:185 bentuk itu bersama kata kerja (تُوَفَّوْنَ, tuwaffawna) yang berarti "kalian disempurnakan", sedangkan di 47:36 bersama kata kerja memberi. Akhiran -kum pada ujuur menandai pahala itu sebagai milik pembaca. Di dekat kata kerja memberi tidak ada penanda waktu, sehingga teksnya tidak menyebutkan kapan pahala itu diberikan.
Kalimat terakhir adalah (وَلَا يَسْأَلْكُمْ أَمْوَالَكُمْ, wa-laa yas'alkum amwaalakum) yang berarti "dan Dia tidak meminta harta-harta kalian". Kata kerja memberi dan kata kerja tidak meminta sama-sama menjadi akibat dari syarat tadi, dan keduanya berbentuk orang ketiga tunggal. Bentuk (أَمْوَالَكُمْ, amwaalakum) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:188, 4:29, dan 47:36. Di 2:188 dan 4:29 bentuk itu berada sesudah (لَا تَأْكُلُوا, laa ta'kuluu) yang berarti "janganlah kalian memakan", jadi dalam ketiga ayat itu harta disebut sebagai milik pembaca. Akar س-أ-ل dengan harta sebagai yang diminta ada juga di 11:29, (لَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مَالًا, laa as'alukum 'alayhi maalan) yang berarti "aku tidak meminta kepada kalian harta atasnya", dalam ucapan yang dibuka dengan sapaan wahai kaumku. Di 47:36 bentuknya orang ketiga dan harta disebut jamak, sehingga terjemahan memakai "harta-harta kalian".
Tafsiran
Ayat ini memuat satu penilaian dan satu janji. Penilaiannya pendek, hanya dua kata untuk dunia. Janjinya lebih panjang dan bermuka dua, yaitu ada yang diberikan dan ada yang tidak diminta.
Ayat 47:35 berakhir dengan (وَلَنْ يَتِرَكُمْ أَعْمَالَكُمْ, wa-lan yatirakum a'maalakum) yang berarti "dan tidak akan mengurangi amal-amal kalian", dan 47:36 berakhir dengan "harta-harta kalian". Dua ayat yang berurutan itu menyebut dua milik pembaca, amalnya lalu hartanya, dan dua-duanya disebut sebagai sesuatu yang tidak diambil atau dikurangi. Hubungan sebab antara kedua ayat tidak dinyatakan. Kata damai dan kata lemah dari 47:35 tidak diulang di sini.
Di dalam ayat ini tidak ada satu pun kata kerja perintah. Dunia dinilai dengan dua kata, lalu kalimat berikutnya berpindah ke iman, takwa, pahala, dan harta. Teks tidak menyuruh meninggalkan dunia. Ayat ini memuat dua syarat dan dua akibat.
Ayat ini juga menaruh dasar bagi dua ayat sesudahnya. Kalimat "Dia tidak meminta harta-harta kalian" menjadi keadaan awal, dan 47:37 mengandaikan keadaan kebalikannya, yaitu "jika Dia memintanya". Ayat 47:38 lalu berbicara tentang panggilan berinfak dengan kata kerja diajak, bukan kata kerja meminta. Kata ganti -haa di awal 47:37 menunjuk kembali kepada harta-harta kalian di ayat ini. Ketiga ayat itu menutup surah.
Renungan dan Hikmah
- Dua kata untuk dunia di awal ayat dapat terdengar seperti tuduhan, terutama bagi pembaca yang hari-harinya penuh dengan urusan rumah, pekerjaan, dan makanan. Satu pun dari urusan itu tidak disebut di dalam ayat. Penilaian berbeda dari larangan, dan ayat ini memuat penilaian yang segera disambung dengan janji. Kalimat sesudahnya membicarakan Dia yang memberi dan tidak meminta, bukan pembaca yang harus berhenti dari sesuatu. Pembaca dapat menimbang apakah rasa bersalah yang kadang menyertai kalimat pertama berasal dari bunyi ayat atau dari tambahan yang dibawanya sendiri. Bila rasa bersalah itu muncul ketika kalimat pertama dibaca, dari kata manakah rasa itu datang?
- Pasangan permainan dan kelengahan menyebut dua hal yang berlainan jenis, yaitu kegiatan yang dikerjakan dan perhatian yang terbawa pergi. Pembaca dapat memeriksa hari-harinya dengan dua pertanyaan yang berbeda, yaitu apa yang dikerjakannya dan apa yang membawa perhatiannya pergi, dan jawabannya belum tentu sama. Kegiatan yang tampak sungguh-sungguh dapat membawa perhatian jauh dari mengingat Allah, sedangkan kegiatan yang ringan dapat membiarkan perhatian tetap di tempatnya. Ayat ini menaruh kedua kata itu pada satu dunia yang sama, sehingga keduanya dapat dialami sekaligus dalam satu hari. Dari dua kata di ayat ini, kata manakah yang lebih cocok untuk harinya kemarin?
- Urutan kalimat di bagian kedua ayat dimulai dari yang diberikan, yaitu pahala, dan baru sesudah itu yang tidak diminta, yaitu harta. Orang yang mengira beriman dan bertakwa berarti lebih dulu menyerahkan harta dapat memperhatikan bahwa ayat ini tidak mengikuti urutan itu. Kata kerja memberi yang sama berada dalam ayat yang menyebut nama Allah di 8:70 dan 57:28, dan terjemahan membaca pelaku di 47:36 sama dengan pelaku di sana. Menurut urutan ayat ini, pemberian disebut lebih dulu daripada permintaan. Pernyataan itu menyangkut urutan penyebutan, tidak urutan waktu. Dalam gambaran pembaca tentang beriman, mana yang lebih dulu hadir, pemberian atau permintaan?
- Iman dan takwa dihubungkan dengan satu kata sambung, dan rangkaian yang sama muncul di 3:179, tempat akibatnya adalah pahala yang besar. Di 57:28 urutannya terbalik, yaitu bertakwa kepada Allah dahulu, lalu beriman kepada Rasul-Nya, dan akibat yang disebut juga pemberian. Pembaca dapat memilah di dalam dirinya mana dari keduanya yang selama ini dihitung sebagai bukti, dan ayat ini menaruh keduanya bersebelahan sebagai satu syarat. Ayat ini tidak menimbang mana yang lebih berat. Bila salah satunya selama ini lebih sering diperiksa, apa yang membuat yang lain jarang disentuh?
- Kata ujuur diberi akhiran kalian, sehingga pahala itu disebut sebagai milik pembaca, bukan milik Dia yang memberi. Di 34:47 ucapan serupa terdengar dari arah lain, yaitu "Imbalan apa pun yang aku minta dari kalian, itu untuk kalian", dan di 6:90 serta 11:51 pembicara menyatakan tidak meminta imbalan atasnya. Di tiga ayat itu pembicaranya menolak mengambil imbalan, sedangkan di 47:36 Dia yang tidak meminta, dan pembaca menerima pahalanya sendiri. Pembaca yang biasa menghitung siapa berutang kepada siapa dapat mencatat bahwa ayat ini menghitung dengan cara yang lain. Dalam hitungan pembaca sendiri, siapa yang tercatat sebagai pihak yang meminta?
- Di 57:20 harta ikut dalam daftar panjang yang diawali permainan dan kelengahan, yaitu berlomba dalam banyaknya harta dan anak keturunan. Di 47:36 kata kelengahan dan kata harta berada dalam satu ayat, tetapi susunannya lain, karena kelengahan berada di kalimat pertama sebagai nama untuk dunia dan harta berada di kalimat terakhir sebagai sesuatu yang tidak diminta. Ayat ini tidak menyamakan harta pembaca dengan kelengahan, dan tidak pula memisahkannya. Pembaca dapat meletakkan kedua kalimat itu berdampingan lalu memeriksa apakah jarak di antara keduanya berasal dari ayat atau dari pembaca sendiri. Dari dua kalimat itu, mana yang lebih sulit diletakkan di dekat yang lain?
- Kata kerja tidak meminta berbentuk sama dengan kata kerja memberi, sehingga kalimat "Dia tidak meminta harta-harta kalian" dibaca berdiri di bawah syarat yang sama dengan pemberian pahala, yaitu iman dan takwa. Pembaca yang membawa rasa takut diminta melebihi kesanggupannya dapat memperhatikan bahwa ayat ini tidak menyatakan ketiadaan permintaan sebagai hal yang berlaku bagi semua keadaan, tetapi sebagai akibat dari dua syarat itu, dan keadaan bila syaratnya belum terpenuhi tidak dibahas di ayat ini. Ayat 47:35 sebelumnya menyebut Allah beserta kalian, dan 47:38 sesudahnya menyebut Allah sebagai Sang Berkecukupan, sehingga Dia di kalimat ini diapit dua ayat yang menyebut nama Allah. Rasa takut itu dibawa dari ayat ini atau dari tempat lain?