إِنْ يَسْأَلْكُمُوهَا فَيُحْفِكُمْ تَبْخَلُوا وَيُخْرِجْ أَضْغَانَكُمْ
Jika Dia memintanya kepada kalian lalu mendesak kalian, niscaya kalian kikir, dan Dia akan menampakkan kedengkian kalian.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنْ يَسْأَلْكُمُوهَا فَيُحْفِكُمْ تَبْخَلُواin yas'alkumuuhaa fa-yuhfikum tabkhaluujika Dia memintanya kepada kalian lalu mendesak kalian, niscaya kalian kikir
- وَيُخْرِجْ أَضْغَانَكُمْwa-yukhrij adhghaanakumdan Dia akan menampakkan kedengkian kalian
Terjemahan per kata (6 kata)
- إِنْinjika
- يَسْأَلْكُمُوهَاyas'alkumuuhaameminta kalian mengeluarkannya
- فَيُحْفِكُمْfa-yuhfikummaka Dia mendesak kalian
- تَبْخَلُواtabkhaluukalian kikir
- وَيُخْرِجْwa-yukhrijdan Dia mengeluarkan
- أَضْغَانَكُمْadhghaanakumkedengkian kalian
Inti bacaan
Akar ض-غ-ن muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu pada (أَضْغَانَهُمْ, adhghaanahum) di 47:29 dan (أَضْغَانَكُمْ, adhghaanakum) di 47:37.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (إِنْ يَسْأَلْكُمُوهَا, in yas'alkumuuhaa) yang berarti "jika Dia memintanya kepada kalian". Satu kata Arab di sini memuat kata kerja meminta dan dua akhiran yang menempel, yaitu -kum yang berarti "kalian" dan -haa yang berarti "-nya". Kata kerja yang sama, tanpa akhiran kedua, ada di ayat sebelumnya, (وَلَا يَسْأَلْكُمْ أَمْوَالَكُمْ, wa-laa yas'alkum amwaalakum) yang berarti "dan Dia tidak meminta harta-harta kalian". Akhiran -haa berupa kata ganti perempuan tunggal. Kata berarti harta yang terdekat ada di 47:36, yaitu (أَمْوَالَكُمْ, amwaalakum), sehingga terjemahan membaca -haa menunjuk ke sana dan menulis "memintanya". Kata untuk "semuanya" atau "seluruhnya" tidak ada di Arabnya, dan terjemahan tidak menambahkannya.
Kata kerja berikutnya adalah (فَيُحْفِكُمْ, fa-yuhfikum) yang diterjemahkan "lalu mendesak kalian". Huruf (فَ, fa) yang berarti "lalu" menyambungnya ke kata kerja meminta. Akarnya ح-ف-و muncul di tiga ayat, yaitu 7:187, 19:47, dan 47:37. Di dua ayat yang lain akar itu berbentuk sifat, (حَفِيٌّ, hafiyyun), yang diterjemahkan "mengetahui" di (كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا, ka-annaka hafiyyun 'anhaa) pada 7:187, dan "baik" di (كَانَ بِي حَفِيًّا, kaana bii hafiyyan) pada 19:47. Dua pemakaian itu berbeda satu sama lain dan berbeda dari kata kerja di 47:37, sehingga korpus tidak punya ayat lain yang bisa menetapkan arti kata kerja ini. Arti "mendesak" bersandar pada letaknya di dalam rangkaian, yaitu sesudah meminta dan sebelum kikir.
Kata sesudahnya adalah (تَبْخَلُوا, tabkhaluu) yang berarti "kalian kikir". Tidak ada kata sambung antara fa-yuhfikum dan tabkhaluu. Meminta dan mendesak berada di bawah satu kata jika, sehingga kikir ditulis sebagai akibat dari keduanya bersama. Akar ب-خ-ل muncul di tujuh ayat di seluruh Al-Qur'an, yaitu 3:180, 4:37, 9:76, 47:37, 47:38, 57:24, dan 92:8. Dua dari ketujuhnya berurutan, 47:37 dan 47:38, dan 47:38 memakai akar itu tiga kali. Di 47:37 kata kerjanya ditujukan kepada "kalian" sebagai satu kelompok, sedangkan di 47:38 ditujukan kepada sebagian di antara kalian.
Kalimat penutup ayat adalah (وَيُخْرِجْ أَضْغَانَكُمْ, wa-yukhrij adhghaanakum) yang berarti "dan Dia akan menampakkan kedengkian kalian". Kata benda (أَضْغَانَكُمْ, adhghaanakum) berakar ض-غ-ن, dan akar itu muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 47:29 dan 47:37. Di 47:29 bunyinya (أَنْ لَنْ يُخْرِجَ اللَّهُ أَضْغَانَهُمْ, an lan yukhrija llaahu adhghaanahum) yang berarti "bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka". Kata kerja dan kata bendanya sama dengan 47:37, dan di 47:29 pelakunya disebut dengan nama. Terjemahan "menampakkan" dipakai di kedua ayat untuk kata kerja yang dasarnya "mengeluarkan", karena bendanya berupa kedengkian, yang sebelum dikeluarkan tidak terlihat. Perbedaannya ada pada sebutan bagi mereka. Di 47:29 mereka disebut dengan (الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ, lladziina fii quluubihim maradhun) yang berarti "orang-orang yang di hatinya ada penyakit", dan di 47:37 mereka disebut dengan kata ganti kalian.
Tafsiran
Ayat ini mengandaikan keadaan yang berlawanan dengan 47:36. Di 47:36 Dia tidak meminta harta-harta kalian, dan di 47:37 dikatakan apa yang terjadi jika Dia memintanya. Teks tidak menulis "karena itu Dia tidak meminta", jadi hubungan keduanya adalah pembacaan, yaitu bahwa 47:37 dapat dibaca sebagai alasan bagi kalimat terakhir 47:36.
Ayat ini menyusun empat kata kerja secara berurutan, yaitu meminta, mendesak, kikir, dan menampakkan. Dua kata kerja pertama dikerjakan Dia, yang ketiga dikerjakan kalian, dan yang keempat kembali dikerjakan Dia. Rangkaian itu mulai dari tindakan Dia, berpindah ke keadaan kalian, lalu kembali ke tindakan Dia. Akibat terakhir yang tertulis berupa tampaknya kedengkian. Berkurang atau bertambahnya harta tidak disebut sebagai akibat.
Kata kerja menampakkan menghubungkan ayat ini dengan 47:29. Ayat itu bertanya apakah orang-orang yang di hatinya ada penyakit mengira bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka, dan 47:37 memakai kata kerja serta kata benda yang sama untuk kalian. Teks tidak menyamakan kedua kelompok itu. Kata yang dipakai sama, dan terjemahan membaca pelaku yang menampakkan di 47:37 sama dengan pelaku di 47:29.
Pengandaian ini juga menyiapkan 47:38. Ayat berikutnya tidak lagi memakai kata jika. Ayat itu menyebut keadaan yang sedang berjalan, yaitu kalian diajak berinfak, dan kekikiran yang di sini dituliskan sebagai hasil pengandaian menjadi sesuatu yang ada pada sebagian dari kalian.
Renungan dan Hikmah
- Reaksi pembaca terhadap tuntutan yang tidak pernah dibuat tidak bisa diketahui dari pengalaman, karena tuntutannya belum ada. Ayat ini mengisi kekosongan itu dengan sebuah pengandaian yang lengkap, yaitu Dia meminta, Dia mendesak, kalian kikir, dan kedengkian kalian tampak. Di 47:36 Dia dinyatakan tidak meminta harta-harta kalian, sehingga gambaran di ayat ini adalah gambaran tentang keadaan yang tidak terjadi dan tetap dituliskan. Pembaca dapat membaca urutan itu sebagai cermin yang disodorkan lebih dulu, sebelum ada ujian yang menuntut jawaban. Bila permintaan itu dibayangkan datang hari ini, kata manakah dari empat kata kerja itu yang paling dekat dengan reaksi pertamanya?
- Kikir di ayat ini disebut sebagai akibat dari meminta dan mendesak sekaligus, dan tidak disebut sebagai akibat dari meminta saja. Kata kerja meminta lebih dulu, disusul mendesak yang disambung dengan lalu, dan kikir menyusul tanpa kata sambung apa pun di antaranya. Dari susunan itu pembaca dapat memeriksa letak keberatannya sendiri, apakah keberatan itu muncul ketika sebuah permintaan sampai atau baru ketika permintaan itu berubah menjadi desakan. Ayat tidak memisahkan kedua tahap itu, dan pembaca yang ingin memisahkannya harus melakukannya di dalam dirinya. Dua kata kerja pertama adalah tindakan Dia, tetapi kikir ditulis sebagai keadaan kalian. Pada saat mana keberatan itu pertama kali terasa, ketika diminta atau ketika didesak?
- Ayat 47:37 dan 47:29 memakai kata kedengkian yang sama, dan di 47:29 pertanyaannya menyangkut orang-orang yang mengira Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka. Di 47:37 kata kerjanya sama, tetapi sapaannya kini kepada kalian. Pembaca yang membaca dua ayat itu berdampingan dapat menimbang anggapan bahwa sesuatu tetap tersembunyi, anggapan yang di 47:29 dijadikan pertanyaan, dan kedua ayat memakai kata kerja yang sama untuk menampakkannya. Kedengkian di ayat ini ditulis sebagai sesuatu yang keluar mengikuti kekikiran, dan tidak disebut sebagai sasaran permintaan. Apa yang selama ini dikira tersimpan rapi di dalam diri, dan siapa yang menurut ayat ini mampu menampakkannya?
- Ayat ini tidak mengukur permintaan dengan jumlah. Tidak ada angka, tidak ada kata separuh, dan kata ganti yang menunjuk harta tidak disertai kata untuk seberapa banyak. Ayat hanya memuat kata kerja meminta, mendesak, lalu kikir. Pembaca yang biasa menilai kemurahan hati dengan jumlah dapat memperhatikan bahwa ayat ini tidak memakai ukuran itu, dan yang disebut sebagai tanda adalah reaksi saat didesak. Pemberian yang besar dapat disertai keberatan yang tak terucapkan, dan ayat ini menaruh keberatan itu sebagai yang tampak. Bila kemurahan hati diperiksa dengan satu kata kerja saja, apakah kata kerja itu memberi atau kikir?
- Di 47:36 Dia dinyatakan tidak meminta harta-harta kalian, dan di 47:37 kedengkian tampak ketika Dia meminta dan mendesak. Dua kalimat itu dapat dibaca berdampingan, dan hasil bacaannya adalah bahwa sesuatu dalam diri pembaca mungkin tidak tampak karena memang belum ada yang meminta. Pembacaan ini tidak dinyatakan oleh teks, yang menyusun pengandaian. Bagi pembaca yang menilai dirinya bersih dari kekikiran dan kedengkian, ayat ini memberi satu pertanyaan, yaitu apakah penilaian itu pernah diuji oleh desakan. Penilaian yang dibuat dalam keadaan tidak diminta dan penilaian yang dibuat dalam keadaan didesak adalah dua penilaian yang berbeda. Apa dalam dirinya yang masih menunggu desakan itu agar terlihat?
- Akhiran kalian menempel tiga kali di ayat ini, yaitu pada kata meminta, pada kata mendesak, dan pada kata kedengkian, ditambah akhiran kata kerja kikir yang juga untuk kalian. Tidak ada pihak ketiga yang disebut sebagai penyebab kekikiran, seperti musuh, keadaan, atau orang lain. Pelaku permintaan adalah Dia, pelaku kikir adalah kalian, dan pemilik kedengkian adalah kalian. Pembaca yang terbiasa mencari alasan di luar dirinya dapat mencatat bahwa ayat ini menutup rangkaian dengan sesuatu yang berasal dari dalam, yang akan ditampakkan oleh Dia. Ketika pembaca menceritakan satu keberatannya sendiri, kepada pihak mana di ayat ini sebabnya biasa ditaruh, kepada Dia yang meminta atau kepada dirinya sendiri?