لِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا
agar Allah memberikan ampunan kepadamu atas dosamu yang terdahulu dan yang terkemudian, menyempurnakan nikmat-Nya atasmu, menunjukimu ke jalan yang lurus,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- لِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَli-yaghfira laka llaahu maa taqaddama min dzanbika wa-maa ta'akhkharaagar Allah memberikan ampunan kepadamu atas dosamu yang terdahulu dan yang terkemudian
- وَيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًاwa-yutimma ni'matahu 'alayka wa-yahdiyaka shiraathan mustaqiimanmenyempurnakan nikmat-Nya atasmu, menunjukimu ke jalan yang lurus
Terjemahan per kata (15 kata)
- لِيَغْفِرَli-yaghfiraagar Dia mengampuni
- لَكَlakabagimu
- اللَّهُllaahuAllah
- مَاmaaapa yang
- تَقَدَّمَtaqaddamaterdahulu
- مِنْmindari
- ذَنْبِكَdzanbikadosamu
- وَمَاwa-maadan apa yang
- تَأَخَّرَta'akhkharaterkemudian
- وَيُتِمَّwa-yutimmadan Dia menyempurnakan
- نِعْمَتَهُni'matahunikmat-Nya
- عَلَيْكَ'alaykaatasmu
- وَيَهْدِيَكَwa-yahdiyakadan Dia menunjukimu
- صِرَاطًاshiraathanjalan
- مُسْتَقِيمًاmustaqiimanyang lurus
Inti bacaan
Pasangan (صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا, shiraathan mustaqiiman) muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 4:68, 4:175, 48:2, dan 48:20.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (لِيَغْفِرَ, li-yaghfira) yang berarti "agar Dia mengampuni", tersusun dari huruf lam yang berarti "agar" dan kata kerja berakar غ-ف-ر. Bentuk persis ini muncul lima kali, yaitu di 4:137, 4:168, 14:10, 20:73, dan 48:2. Di 4:137 dan 4:168 bentuk ini dinafikan dan disusul pasangannya, kata kerja menunjuki. Di 4:137 bunyinya (لَمْ يَكُنِ اللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلَا لِيَهْدِيَهُمْ سَبِيلًا, lam yakuni llaahu li-yaghfira lahum wa-laa li-yahdiyahum sabiilan) yang berarti "Allah tidak akan mengampuni mereka dan tidak pula menunjukkan jalan kepada mereka". Di 48:2 pasangan yang sama, mengampuni dan menunjuki, muncul tanpa penafian, dan penerimanya satu orang yang disapa dengan -ka.
Kata (ذَنْبِكَ, dzanbika) yang berarti "dosamu" tersusun dari kata dosa dan akhiran -ka yang berarti "-mu", dan berakar ذ-ن-ب. Bentuk persis ini muncul tiga kali, yaitu di 40:55, 47:19, dan 48:2. Di 40:55 dan 47:19 bentuk ini mengikuti perintah, seperti (وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ, wa-staghfir li-dzanbika) yang berarti "dan mohonlah ampun untuk dosamu". Dengan demikian di ketiga ayat kata dosamu hadir bersama akar غ-ف-ر, dua kali sebagai perintah memohon ampun dan satu kali, di 48:2, sebagai ampunan yang diberikan. Ketiganya memakai bentuk tunggal "dosa", tanpa daftar. Dosa yang mana tidak disebut, dan apakah akhiran -ka di ketiga ayat menunjuk orang yang sama juga tidak dinyatakan.
Dosa itu dibagi dua oleh (مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ, maa taqaddama min dzanbika) yang berarti "apa yang terdahulu dari dosamu" dan (وَمَا تَأَخَّرَ, wa-maa ta'akhkhara) yang berarti "dan apa yang terkemudian". Menurut data morfologi kedua kata kerja berbentuk lampau. Kata (تَأَخَّرَ, ta'akhkhara) ada juga di 2:203, dan di sana kata itu berhadapan dengan kata yang berarti mempercepat, dalam (فَمَنْ تَعَجَّلَ فِي يَوْمَيْنِ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ, fa-man ta'ajjala fii yawmayni fa-laa itsma 'alayhi) yang berarti "maka siapa yang mempercepat dalam dua hari, tidak ada dosa baginya" dan (وَمَنْ تَأَخَّرَ, wa-man ta'akhkhara) yang berarti "dan siapa yang mengakhirkan". Di 74:37 kedua akar itu muncul lagi sebagai bentuk sekarang yang berpasangan, (يَتَقَدَّمَ أَوْ يَتَأَخَّرَ, yataqaddama aw yata'akhkhara) yang berarti "maju atau mundur". Terjemahan 48:2 memakai "terdahulu" dan "terkemudian", yaitu urutan antara dua hal, dan tidak memakai "yang akan datang", karena kedua kata kerja berbentuk lampau dan ayat tidak menyebut dari saat mana dosa itu dihitung.
Kata (وَيُتِمَّ, wa-yutimma) yang berarti "dan menyempurnakan" berakar ت-م-م. Dengan nikmat sebagai objeknya, kata kerja akar ini muncul di enam ayat, yaitu 2:150, 5:3, 5:6, 12:6, 16:81, dan 48:2. Rangkaian (نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ, ni'matahu 'alayka) yang berarti "nikmat-Nya atasmu" ada dua kali, di 48:2 dan di 12:6 dengan kata kerja yang sama di depannya, (يُتِمُّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ, yutimmu ni'matahu 'alayka). Kedua ayat itu tidak saling menjelaskan. Terjemahan memakai "menyempurnakan" untuk kata kerja ini dan "atasmu" untuk (عَلَيْكَ, 'alayka).
Kata (وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا, wa-yahdiyaka shiraathan mustaqiiman) yang berarti "dan menunjukimu jalan yang lurus" menaruh -ka langsung pada kata kerja sebagai orang yang ditunjuki. Pasangan (صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا, shiraathan mustaqiiman) muncul empat kali di dua surah, yaitu 4:68, 4:175, 48:2, dan 48:20. Di 48:20 bunyinya (وَيَهْدِيَكُمْ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا, wa-yahdiyakum shiraathan mustaqiiman) yang berarti "dan agar Dia menunjukkan kalian ke jalan yang lurus", sama dengan 48:2 kecuali akhiran -ka berganti -kum.
Tanda koma di ujung terjemahan menandai bahwa kalimat berlanjut ke 48:3, yang dibuka (وَيَنْصُرَكَ, wa-yanshuraka) yang berarti "dan menolongmu".
Tafsiran
Ayat ini menyebut tiga tujuan dari sesuatu yang dibukakan di 48:1, dan 48:3 menambah yang keempat. Ketiga tujuan di 48:2 menyangkut hubungan antara Allah dan satu orang, yaitu ampunan atas dosa, nikmat yang disempurnakan, dan jalan yang ditunjukkan. Harta atau wilayah tidak ada di dalamnya. Harta baru disebut jauh sesudahnya, di 48:19 dan 48:20, dengan (مَغَانِمَ كَثِيرَةً, maghaanima katsiiratan) yang berarti "harta rampasan yang banyak". Surah ini menaruh tujuan yang menyangkut diri penerima lebih dulu, dan perolehan yang berwujud kemudian.
Ampunan dan petunjuk disebut berpasangan juga di 4:137 dan 4:168, tetapi dengan penafian. Di 4:137 yang tidak diampuni dan tidak ditunjuki adalah orang-orang yang bertambah kekufurannya, dan di 4:168 orang-orang yang kufur dan zalim. Di 48:2 pasangan itu muncul dalam bentuk pemberian. Kedua penggunaan itu berbeda konteks, dan ayat-ayat itu tidak menghubungkan dirinya satu sama lain.
Kata dosamu muncul pula di 47:19, surah sebelum surah ini, sebagai objek perintah memohon ampun. Dapat dibaca bahwa 48:2 menjawab perintah itu, tetapi 48:2 tidak memuat perintah tersebut, dan hubungan keduanya tidak dinyatakan.
Sesudah daftar tujuan ini, 48:3 menambah satu tujuan lagi, dan 48:4 membuka kalimat baru dengan pelaku yang disebut sebagai "Dialah".
Renungan dan Hikmah
- Ayat 48:2 menyebut Allah mengampuni dosa yang terdahulu dan yang terkemudian, dan tidak merinci satu pun. Seseorang yang menghitung kesalahannya sendiri dapat memeriksa apakah yang dihitungnya hanya satu bagian, misalnya yang sudah lama berlalu dan sudah diakui, sementara bagian yang lain belum disentuh. Ayat tidak memuat titik acuan pembagian itu, jadi pembaca tidak diberi patokan kapan "terdahulu" berakhir dan "terkemudian" mulai. Kekosongan itu membuat pembaca sendiri yang menentukan garisnya. Di sebelah mana garis itu ditarik, dan apa yang tertinggal di seberangnya?
- Empat hal pertama yang disebut sebagai tujuan dari kemenangan di 48:2 dan 48:3 adalah ampunan, nikmat yang disempurnakan, petunjuk, dan pertolongan. Seseorang yang membayangkan apa yang akan diminta bila sebuah usaha berhasil dapat menaruh daftarnya di samping daftar ini dan memeriksa isi serta urutannya. Daftar ayat dimulai dari hubungan dengan Allah. Pembaca yang menimbang daftarnya sendiri dapat memperhatikan hal pertama yang muncul di kepalanya, sebab hal itu menunjukkan apa yang sedang dinilainya sebagai hasil. Apa yang akan dituliskan pertama?
- Kata kerja yang dipakai ayat ini untuk nikmat-Nya berarti menyempurnakan, dan sesuatu yang disempurnakan sudah ada lebih dulu. Ayat ini tidak menyatakan nikmat apa yang telah ada pada penerimanya, tetapi kata menyempurnakan sendiri mengandaikan ada yang sudah diterima. Pembaca dapat memeriksa hidupnya dengan pertanyaan yang sama: bagian mana dari yang disebutnya kekurangan sebenarnya sesuatu yang sudah ada dan belum selesai, dan bagian mana yang memang belum ada sama sekali? Dua keadaan itu meminta cara menunggu yang berbeda, dan pembedaan yang keliru membuat orang menunggu hal yang sebenarnya sudah di tangannya.
- Urutan di ayat ini menaruh ampunan sebelum petunjuk, dan urutan yang sama dipakai di 4:137 dan 4:168 ketika keduanya dinafikan. Pembaca yang menunda menghadap petunjuk sampai catatannya bersih dapat memperhatikan bahwa dalam ketiga ayat itu ampunan disebut lebih dulu tanpa dinyatakan sebagai syarat bagi petunjuk. Urutan penyebutan tidak sama dengan urutan kejadian, jadi ayat ini tidak mengajarkan jadwal. Namun teks memasangkan keduanya, dan pasangan itu memberi pembaca bahan untuk menimbang apa yang ditunggunya lebih dulu. Mana yang lebih dulu dinantikan, dibersihkan atau ditunjuki?
- Petunjuk ke jalan yang lurus disebut di dua tempat dalam surah ini dengan susunan yang sama, untuk satu orang di ayat kedua dan untuk banyak orang di ayat kedua puluh. Pemberian yang pertama disebut kepada seseorang yang disapa dengan -ka, dan yang kedua kepada "kalian". Pembaca dapat bertanya bagaimana pemberian yang disebut untuk seseorang menjadi pemberian yang disebut untuk kelompok, dan di mana dirinya sendiri berdiri pada perpindahan itu: sebagai orang yang mendengar tentang kebaikan yang diterima orang lain, atau sebagai salah satu dari "kalian". Dari luar lingkaran atau dari dalamnya ayat itu terdengar?
- Dua dari tiga ayat yang memuat kata dosamu berisi perintah memohon ampun, dan satu, yaitu 48:2, berisi ampunan yang diberikan Allah. Orang yang pernah memohon ampun lalu menunggu dapat mengingat apa yang dicarinya sebagai jawaban: perasaan lega, perubahan keadaan, atau tanda dari luar. Ayat 48:2 menyebut ampunan sebagai tindakan Allah dan tidak menyebut bagaimana penerimanya mengetahuinya. Kekosongan itu membuat pembaca menimbang sendiri tanda apa yang ia cari dan apakah tanda itu pernah disebut oleh ayat. Apa yang ditunggunya sebagai jawaban atas permohonan terakhirnya?